Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Investasi Tabungan dan Pendapatan Terhadap Minat Haji: Studi Kasus Masyarakat Bugis di Manado Anggraini, Rahayu; Anggrayni, Lilly; Tabe, Ridwan
Maqrizi: Journal of Economics and Islamic Economics Vol 4 No 1 (2024): Maqrizi : Journal of Economics and Islamic Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/maqrizi.v4i1.968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh investasi tabungan dan tingkat pendapatan terhadap minat masyarakat Bugis di Kota Manado untuk berhaji. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Populasi penelitian adalah masyarakat Bugis di Kota Manado, dengan jumlah sampel 101 responden yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji pengaruh parsial, dan uji pengaruh simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi tabungan berpengaruh signifikan terhadap minat berhaji masyarakat Bugis, sementara tingkat pendapatan tidak memiliki pengaruh signifikan. Nilai R-square sebesar 0,638 menunjukkan bahwa variabel investasi tabungan dan tingkat pendapatan secara simultan mempengaruhi minat berhaji sebesar 63,8%, sedangkan 36,2% dipengaruhi oleh variabel lain. Uji F menunjukkan nilai signifikansi 0,000 dengan nilai F sebesar 86,398, yang lebih besar dari F tabel 3,09 (86,398 > 3,09), sehingga model penelitian ini dinyatakan layak digunakan.
Hubungan Kejadian Sifilis dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV)1.2 Pada Pekerja Seks Komersial Aisyah Haddad, Fitri; Anggraini, Rahayu; Ma’at, Suprapto; Nidianti, Ersalina
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 8 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i8.833

Abstract

Pekerja Seks Komersial (PSK) biasanya menularkan penyakit menular seksual, sehingga pada kesempatan ini ingin mengetahui penyakit menular seksual (Sifilis, HIV1.2) yang banyak terjadi pada PSK. Penelitian ini menggunakan metode observasional pendekatan desain cross sectional analytic, dengan tujuan untuk mengetahui hubungan kejadian sifilis dengan HIV1.2 pada pekerja seks komersial. Penelitian dilakukan pemeriksaan sifilis metode Rspid dari total responden dan HIV1.2 metode ELISA (Enzym–Linked Immunosorbent Assay). Hasil penelitian didapatkan kejadian sifilis sebanyak 6,7% positif dan 93,7% negatif. Hasil pemeriksaan HIV1.2 didapatkan 6,7% reaktif dan 93,7% non rekatif. Hasil analisis statistik terdapat hubungan yang signifikan kejadian sifilis dengan HIV1.2 dengan nilai p value 0,017 (p<0,05). Kesimpulan, kejadian sifilis dan HIV1.2 terjadi pada individu sama yang artinya teori bakterial vaginosis yang menyatakan kondisi vagina yang bermasalah lebih mudah terinfeksi penyakit menular seksual terutama yang memiliki penyimpangan oral seks
PENINGKATAN AWARENESS KESEHATAN REPRODUKSI SANTRIWATI AL HIKAM BANGKALAN MENUJU WANITA SEHAT BERKUALITAS Nadatien, Ima; Anggraini, Rahayu; Damawiyah, Siti; Soleha, Umdatus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37407

Abstract

Problem kesehatan reproduksi remaja menjadi salah satu yang bisa menjadi ancaman yang serius khususnya bagi santriwati di Pondok Pesantren Al Hikam Bangkalan Madura. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara didapatkan santriwati yang mengalami keputihan serta belum terbukanya masyarakat santriwati untuk berbicara terkait kesehatan reproduksi. Dalam pengabdian ini dilakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi melalui tes urine lengkap untuk mengetahui ada tidaknya tanda infeksi reproduksi pada santri serta melakukan penyuluhan untuk mencegah infeksi pada saluran reproduksi. Metode penyuluhan yang digunakan dengan memaparkan materi terkait Flour Albus (Keputihan), pencegahan Infeksi Saluran Reproduksi dan pengetahuan bacterial vaginosis guna meningkatkan awareness dalam penanggulangan resiko kanker serviks di masa depan, kemudian dilakukan sesi tanya jawab serta pre-post test untuk mengetahui tingkat pemahaman maupun awareness santriwati terhadap materi penyuluhan kesehatan reproduksi. Hasil pengabdian yang dilakukan terhadap 25 santriwati di ponpes Al Hikam didapatkan minimnya keterbukaan terhadap Kesehatan reproduksi, keterbatasan sarana dan prasarana, dan kurangnya dukungan dari pihak pelayanan kesehatan terkait reproduksi remaja. Dari hasil pemeriksaan urine lengkap didapatkan rendahnya personal hygiene santri sehingga ditemukan infeksi saluran kencing. Maka dari itu, perlu adanya pengayaan materi terkait kesehatan reproduksi, memaksimalkan peran poskestren, perlu ditata kelembagaan dan koordinasi dengan berbagai pihak agar peningkatan awareness santriwati terhadap Kesehatan reproduksi dapat terwujud.
MENGENAL GEJALA DAN TANDA SERTA PEMERIKSAAN PENYAKIT TUBERKULOSIS PARU DI PONDOK PESANTREN KHA. WAHID HASYIM Bermawi, Bastiana; Kurniasari, Diyan Wahyu; Anggraini, Rahayu; Maura, Sabrina Shava; Ikhsan, Mukhammad; Hidayatih, Nurul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38788

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan ancaman serius bagi kesehatan global dan Indonesia. Masih kurangnya pengetahuan mengenai tanda, gejala serta jenis pemeriksaan TB Paru pada masyarakat Pondok Pesantren KHA. Wahid Hasyim Bangil, Pasuruan, ditambah dengan padatnya populasi akan semakin memperparah angka kejadian TB Paru jika tidak mengetahui penanganan yang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di Pesantren KHA. Wahid Hasyim adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang TB Paru, mendukung deteksi dini, pencegahan, dan pengendalian penyebaran melalui edukasi dan langkah pencegahan efektif. Metode penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif. Sebelum dan setelah penyuluhan, peserta diberikan pre-test dan post-test. Hasil dari kedua tes tersebut dianalisis menggunakan uji N-Gain Score, diikuti dengan pengolahan data serta evaluasi. Hasil uji N-Gain Score menunjukkan dengan metode penyuluhan ceramah dan tanya jawab pada 40 santri mendapatkan hasil efektif pada 27 santri, pada 2 santri cukup efektif, kurang efektif pada 5 santri dan tidak efektif pada 6 orang santri. Dari hasil tersebut secara garis besar penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab yang digunakan efektif dalam meningkatkan pengetahuan santri KHA. Wahid Hasyim. Terdapat variasi individu dalam peningkatan pengetahuan yang dipengaruhi oleh faktor seperti latar belakang pendidikan, motivasi, pemahaman awal, serta waktu pre-test dan post-test. Mayoritas santri menunjukkan peningkatan pengetahuan, yang menandakan metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang TB Paru.
Pengaruh Variasi Ketinggian Raised Bed terhadap Perubahan Sifat Fisik dan Kimia Tanah di Jemur Wonosari, Surabaya Fatiha, Chosa Zahro; Mindari , Wanti; Sasongko, Purnomo Edi; Anggraini, Rahayu; Dewi, Fifi Aurafika; Pradana, Iqbal Satria
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026 (In Press)
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.275

Abstract

Sistem tanam raised bed beralaskan limbah organik diduga berdampak terhadap kecukupan air, nutrisi, dan gas-gas tanah. Tujuan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi ketinggian raised bed terhadap perubahan sifat fisik dan kimia tanah terpilih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2025 di Jemur Wonosari, Surabaya. Rancangan Acak Kelompok digunakan untuk mengevaluasi  perlakuan  ketinggian raised bed : 20 cm (P1), 25 cm (P2), dan 30 cm (P3), masing-masing diulang tiga kali. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-20 cm pada setiap raised bed untuk dianalisis nilai pH tanah, EC, dan C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian raised bed mempengaruhi nilai ciri tanah tersebut. Nilai pH tanah berada pada kisaran 7,08–7,63, nilai EC tanah antara 0,594 dS/m dan 0,402 dS/m, dan kandungan C organik antara 1,09% dan 0,6%. Kandungan C organik berbanding terbalik dengan EC tanah. Bedengan yang ditinggikan optimal pada ketinggian 25 cm karena dapat menjaga kelembapan, aerasi, dan mendukung dekomposisi bahan organik yang baik.
SOSIALISASI PEMERIKSAAN BACTERIAL VAGINOSIS DAN URINE LENGKAP PADA IBU PKK DI DESA SUMBERSONO MOJOKERTO Anggraini, Rahayu; Firdaus; Handayani; Fenita Tanjung Maharani; Ainania Aura Sabriena Putri; Tryana Nur Rahmadani; Hellen Thesta Fanessia
Jurnal Pengabdian Masyarakat (Jupemas) Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jupemas.v6i2.1766

Abstract

Women's reproductive health, especially among those of reproductive age, is highly susceptible to disorders such as urinary tract infections (UTIs) and bacterial vaginosis (BV). A lack of understanding about risk factors, symptoms, and preventive measures has led to a high incidence of undetected infections. Therefore, education and early detection are crucial steps to reduce the risk of long-term complications. This activity aims to enhance the knowledge of PKK mothers regarding the dangers of UTI and BV, as well as the importance of early detection through health education and simple examinations. The activity was conducted in Sumbersari Village, Sumbersono Village, Mojokerto District, involving 19 female participants. The implementation methods included pre-test and post-test questionnaires, educational material delivery using LCD (Liquid Crystal Display) media, posters, and complete urine examinations and vaginal swabs (Bacterial Vaginosis/BV) with Gram staining. The results showed an increase in participants' understanding post-education from 40-50% to 70-80%. Complete urine tests identified that 50% of participants had uric acid crystals, 30% had cloudy urine, and 10% were positive for BV based on the presence of clue cells. The conclusion of this activity indicates that structured education combined with laboratory examinations can enhance knowledge and awareness of the importance of reproductive health, thereby enabling early prevention through proper hygiene of reproductive organs and regular BV and UL examinations at the community level.