Claim Missing Document
Check
Articles

LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI Ajeng, Jessica Sastry; Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.128

Abstract

Berdasarkan penelitian, keluarga dari Amaranthus spp. dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Begitu pula, penelitian mengenai ekstrak Amaranthus tricolor sebagai antibakteri telah banyak dilakukan, baik sebagai ekstrak murni atau dengan senyawa lainnya. Aktivitas antimikroba yang dimilikinya disebabkan oleh adanya fitokonstituen berupa tanin, steroid, dan flavonoid. Sebagai pengembangan dan spesifikasi terhadap Amaranthus tricolor maka, literature review ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan aktivitas antibakteri pada ekstrak Amaranthus tricolor (L), mengenai aktivitas ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, jenis bakteri yang mampu dihambat, dan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri. Penulisan literature review ini dengan melakukan pencarian jurnal melalui database Google Scholar dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan yaitu “Amaranthus tricolor” AND “antibacterial”, Antibacterial AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), Antibacterial efficacy AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), (“Bayam merah” OR “Amaranthus tricolor”) AND Antibakteri, Antibakteri AND (Bayam Merah OR Amaranthus tricolor). Kriteria inklusi meliputi studi tentang antibakteri, jurnal tentang penelitian bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, tahun publikasi jurnal antara 2015-2021, jurnal dalam bentuk free full text menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia. Dari literature review dapat disimpulkan bahwa, ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) memiliki efektifitas yang baik sebagai antibakteri. Bakteri yang paling baik kepekaannya terhadap ektrak Amaranthus tricolor yaitu bakteri E.coli.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG RAJA, PISANG AMBON, PISANG TANDUK TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Klebsiella pneumonia Hamidah, Ummi; Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i1.130

Abstract

Jenis kuman pathogen seperti Pseudomonas sp. dan Klebsiella sp. mempunyai resistensi tinggi terhadap beberapa antibiotik. Penyebabnya adalah penggunaan antibiotik yang berlebih. Kejadian ini memberikan peluang untuk menemukan senyawa yang berguna sebagai antimikroba dari tanaman. Indonesia memiliki beragam jenis tumbuhan, diantaranya pisang. Limbah kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagi antimikroba. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang raja, ambon dan tanduk serta senyawa metabolit sekunder yang terdapat didalamnya. Pada penelitian menggunakan metode difusi cakram. Uji statistik two way anova menunjukkan p > 0,05 jadi tidak ada perbedaan antara 3 jenis kulit pisang. Zona hambat terbesar didapatkan pada ekstrak kulit pisang tanduk dengan 10,25±1,98 pada P.aeruginosa isolat klinis. Senyawa yang terkandung dalam kulit pisang Ambon dan Tanduk yaitu flavonoid dan alkaloid, sedangkan kulit Raja mengandung flavonoid, alkaloid, dan polifenol.
STUDI LITERATUR: AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK TANAMAN TALOK (Muntingia calabura L.) Nazilah, Siti Umi; Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i4.182

Abstract

Talok merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia. Tujuan dari studi literatur ini yaitu untuk mengetahui aktivitas sitotoksik dari ekstrak tanaman talok (Muntingia calabura L.). Metode yang digunakan dalam penelusuran artikel yaitu menggunakan database PubMed dan Google Scholar dengan jenis literatur yang dianalisis yaitu penelitian mengenai aktivitas sitotoksik dari ekstrak tanaman talok. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu jurnal yang berisi tentang uji sitotoksik atau antikanker dari tanaman talok dengan tahun publikasi 2011-2020, dan jurnal full text. Kriteria eksklusi yang digunakan yaitu jurnal tentang kombinasi ekstrak tanaman talok dengan tanaman lainnya, tidak terdapat nilai IC50, dan jurnal mengenai review artikel, abstrak, atau buku. Hasil dari analisis menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat dari daun talok dengan kandungan senyawa 2’,4’-dihydroxychalcone dan 5-hydroxy-3,7-dimethoxyflavone memiliki aktivitas sitotoksik paling kuat diantara ekstrak lainnya dengan nilai IC50 sebesar 3,43 µg/mL dan 3,34 µg/mL terhadap sel kanker HL-60 sehingga tanaman talok berpotensi untuk dijadikan sebagai agen antikanker.
Antibacterial Activity of Ethanolic Extract of Leaves and Bulb of Allium sativum Linn. against Shigella sonnei Sacharina, Dewi; Anggraeni, Safitri Nur; Asmitha, Suci Miranda; Nobela, Deandra; Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2016: Proceeding ISETH (International Conference on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2365

Abstract

Garlic (Allium sativum Linn.) is widely known by people as herb, besides having antibacterial property. Alisin is one of antibacterial active substance contained in garlic. The purpose of this study was to test the antibacterial activity of ethanol extracts of garlic leaves and bulbs against Shigella sonnei or dysentery bacteria. The determination of antibacterial activity was conducted by using disk diffusion and dilution methods. Antibacterial test results which had the best inhibitory activities against Shigella sonnei were shown by the extracts of 8% garlic bulbs and 4% garlic leaves with inhibition zone respectively 16mm and 19mm. The result showed the MIC of garlic bulbs extract was 0.5% and garlic leaves extract was 0.25%. The smallest concentration which could kill (MBC) Shigella sonnei was garlic bulbs extract 1% and garlic leaves extract 0.5%. This study showed that the ethanol extracts of garlic leaves and bulbs had antibacterial activity against Shigella sonnei.
Antibacterial Activity and Bioautography Test of Ethanol Extract of Kitolod (Isotoma longiflora (L.) C. Presl.) Leaves against Staphylococcus aureus and Salmonella typhi using Ultrasound-Assisted Extraction Yuhdi, Fajrin Ahidannisa; Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 8 No. 4 (2025): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v8i4.6699

Abstract

Isotoma longiflora (L.) C. Presl. (Kitolod) is recognized for its potential as a natural antibacterial agent, with prior studies on its leaf extracts demonstrating inhibitory effects against Staphylococcus aureus and Salmonella typhi. This research aimed to investigate the antibacterial efficacy of I. longiflora leaf ethanol extracts, determine their phytochemical composition, and identify the active compounds responsible for the observed antibacterial activity. Extracts were prepared using ultrasonic-assisted extraction (34°C, 38 Hz, 40 minutes) with 70%, 85%, and 96% ethanol solvents. Antibacterial activity was assessed using the well diffusion method at concentrations of 40%, 60%, and 80%, against positive controls (ampicillin 10 µg and chloramphenicol 30 µg) and a negative control (100% DMSO). The highest activity against S. aureus was demonstrated by the 96% ethanol extract at 80% concentration, yielding an average inhibition zone of 13.3 ± 1.2 mm against S. typhi. The 85% ethanol extract at a concentration of 80% was most effective, with an inhibition zone of 9.5 ± 0.7 mm. Phytochemical screening confirmed the presence of alkaloids, flavonoids, saponins, and phenolics in both the 85% and 96% ethanol extracts. However, the attempt to identify the specific active antibacterial compounds via the contact bioautography method yielded negative results, suggesting the need for further isolation and identification studies.
Co-Authors Afifah Mujahidah Shalihah Ahya Nafila Fatihati Ajeng, Jessica Sastry Amanda Wahyu Kurniawan Ambar Yunita Ambar Yunita Nugraheni Andi Suhendi Angga Prasetyawan Angga Prasetyawan, Angga Anggraeni, Safitri Nur Anindya, Talitha Ahnaf Anita Sukmawati Anjati, Yasinta Widia Arifah Sri Wahyuni Arina Nisyya Nadhira Asmitha, Suci Miranda Asti Arum Sari Astrina Dewi Ratnaningrum Astrina Dewi Ratnaningrum, Astrina Dewi Audi Tahta Aurellia Azistyna, Delvi Yulia Balqis, Moetia Rahman Brainandiva Ade Fitria Broto Santoso Cahya Rahma Utami Cholisoh, Zakky Dedi Hanwar Dian Kusumowati Elma Arifatul Sugito Em Sutrisna Endang Setyaningsih Erindyah Retno Wikantyasning Firdaus, Farhand Ahmad Fransisda Aulia Zatsyia Hamidah, Ummi Harindasari, Amorita Azzah Heppy Purbasari Isnaniyah, Dhevi Zahra Latifatul Jessica Sastry Ajeng Kartikaning Ratri Kartikaning Ratri, Kartikaning Kasful Asra Sakika Khoirunnisa Khoirunnisa Larasati, Arindra Lestari, Kurnia Livia Purwati Luluk Ria Rakhma Marcellino Rudyanto Merlindasari, Aulia Pungky Muhammad Da'i Muhammad Ikhsan Al Af Ghani Nazilah, Siti Umi Nobela, Deandra Nur Chasanah Peni Indrayudha Purwati, Livia Rahmadani, Sandika Rahmatillah, Annie Ramadhani Dwi Sula Ramdani, Tasya Eka Refsya Azanti Putri Rima Munawaroh Rosi Hayyu Anjani Rosita Melannisa Rosita Melannisa Rosita Melannisa, Rosita Sacharina, Dewi Safira Maharani Sania Nayasari Khoirunnisa Septiani, Adiva Metri Setyo Nurwaini Shofiah, Mira Siswandono, Siswandono Siti Umi Nazilah Sukamto, Dandi Febrian Suprapto . Suprapto . Tanti Azizah Sujono Triyatno, Sabrina Azizah Ujiantya, Sabrina Dian Parasika Ulil Fikri Nurhakimah Ummi Hamidah UTARI SITA ARDANI Wahyu Utami, Wahyu Wahyuningsih, Putri Dewi Wanudya Atmajani Wati, Abil Lia Yuhdi, Fajrin Ahidannisa Yuka Aulia Rahma YULIANA RIZQI DWI RATNA ZAKIAH FATHIANA