Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Menara Ilmu

ANALISIS SISTEM PEMASARAN JAMUR TIRAM DI KECAMATAN PAYAKUMBUH UTARA KOTA PAYAKUMBUH Vikki Ruwela Rolanda; Wedy Nasrul; Yuliesi Purnawati
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 APRIL 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3294

Abstract

Perkembangan usaha pada jamur pada saat ini sudah tersebar luas di seluruh Indonesia. Namun sistem pemasaran jamur tiram putih ini masih bermasalah. Jamur tiram putih segar tidak dapat bertahan lama maka pemasarannya keluar daerah mengalami masalah. Seterusnya kebanyakan petani masih mengandalkan pengumpul untuk menjual produksi mereka. Tujuan dari penelitian ini 1) ntuk mengetahui saluran pemasaran jamur tiram di Kecamata Payakumbuh utara, dan 2) untuk mengetahui besarnya marjin pemasaran dan farmer share. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, jumlah responden 30 orang di Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh. Hasil penelitian menemukan: 1) Saluran pemasara jamur tiram memiliki 3 mekanisme yaitu: Petani ke konsumen,  petani ke pedagang pengumpul lanjut ke konsumen, terakhir petani ke pedagang pengumpul terus ke pedagang pengecer lanjut ke  konsumen. Saluran pemasaran jamur ini petani ada yang menjual hasil pertanian nya ke konsumen langsung dan ada yang menjual nya melalui pedagang pengumpul dan pedagang pengecer. 2) Margin pemasaran jamur tiram di kecamatan payakumbuh utara adalah Rp. 3.000/kg. Artinya terdapat perbedaan selisih harga yang tidah terlalu jauh dari petani dengan konsumen akhir. Besar kecilnya nilai farmer share ini dipengaruhi oleh harga jual di tingkat petani dan harga beli di tingkat konsumen. Rata–rata farmer share di saluran ini adalah 82% (efisien).Kata Kunci : Jamur Tiram, Metode Deskriptif Kuantitatif
Analisis Kelayakan Usaha Tani Gambir Di Nagari Lubuak Alai Kecamatan Kapur IX Kabupaten Lima Puluh Kota Wedy Nasrul; Yuliesi Purnawati; Muhamad Reza; Leli Suwita; Amri Santo
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 JANUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i1.4100

Abstract

Usahatani gambir di Nagari Lubuk Alai sudah lama dibudidayakan. Tingginya permintaan pasar membuat banyak masyarakat yang tertarik untuk berbudidaya gambir. Budidaya gambir merupakan suatu usaha yang membutuhkan biaya investasi yang cukup besar. Namun adanya perubahan harga input dan output yang terjadi sewaktu-waktu berpengaruh terhadap pendapatan yang diperoleh petani gambir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usahatani gambir di Nagari Lubuk Alai akibat adanya perubahan harga input dan output yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel 57 petani.  Analisis data menggunakan analisis perbandingan penerimaan dangan biaya Analisis Revenue Cost Ratio (R/C) dan Break Event Point (BEP). Hasil penelitian menujukan usaha tani gambir layak dilakaukan di Nagari Lubuak Alai. R/C ratio dan BEP volume produksi dan BEP harga. R/C 1 Ha (3,06), 2 Ha (2,37), 3 Ha (2,45), 4 Ha (2,78). Sedangkan BEP harga luas lahan 1 Ha Rp. 11.804, 2 Ha = Rp. 15.543, 3 Ha = Rp. 15.220 luas lahan 4 Ha= Rp. 13.192.Kata kunci: R/C, BEP
Analisis Pendapatan Usahatani Jamur Tiram Rizqha Sepriyanti Burano; Reta Oktali; Wedy Nasrul; Wahyunita Sitinjak
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 JANUARI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i1.4098

Abstract

Usatatani jamur tiram menjadi alternative mata pencaharian petani di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah beberapa tahun belakangan ini. Usahatani ini dapat meningkatkan pendapatan keluarga petani. Akan tetapi berapa besar peningkatan pendapatan petani dan apakah usahatani ini benar-benar dapat mengeluarkan petani dari lingkaran kemiskinan tentu memelurkan kajian. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui biaya budidaya usahatani jamur tiram dikelurahan Tigo Koto Dibaruah dan juga untuk mengetahui berapa besar pendapatan yang diperoleh oleh usahatani jamur tiram di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling ) dengan pertimbangan yaitu Kelurahan Tigo Koto Dibaruah merupakan daerah penghasil jamur terbeser di Payakumbuh. Teknik analisis data yang digunakan yaitu  menghitung biaya budidaya dan menghitung pendapatan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Petani jamur tiram yang ada di kelurakahan Tigo Koto Dibaruah dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu: petani yang membuat baglog lalu menjualnya, petani yang membuat baglog lalu membudidayakannya, dan petani yang membeli baglog lalu membudidayakannya. Penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya pendapatan petani dipengaruhi jumlah baglog yang mereka miliki. Dari tiga kelompok yang ada petani akan memiliki pendapatan yang paling besar adalah petani yang membuat baglog lalu membudidayakannya sendiri. Rata – rata pendapatan petani pembuatan baglog lalu membudidayakannya yaitu sebesar Rp. 3.266.712/bulan. Sesuai dengan kriteria yang dikeluarkan BPS ini artinya pendapatan petani sudah tergolong tinggi.Kata kunci:Usahatani ,Biaya Budidaya, Pendapatan, 
Model Pengembangan Kelembagaan Pasar Gambir Melalui Penguatan Aspek-Aspek Modal Sosial Wedy Nasrul; Muhamad Reza; Imran Imran
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 2 (2023): Vol 17 No. 02 JULI 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i2.4584

Abstract

Modal sosial sebagai bagian dari kehidupan sosial seperti jaringan, norma, dan kepercayaan yang mendorong partisipan bertindak bersama secara lebih efektif untuk mencapai tujuan-tujuan bersama. Aspek modal sosial tidak banyak dibahas dalam aktivitas ekonomi. Namun kenyataan aspek-aspek modal sosial terlihat dan berperan dalam aktifitas ekonomi. Peneltian bertujuan untuk melihat peran modal sosial serta dampak pada kelembagaan pasar pertanian gambir. Seterusnya dirancang model penguatan dan pengembangan kelembagaan pasar gambir melalui pengutanan aspek modal sosial. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan Aspek modal sosial yang terbangun (kepercayaan, jaringan, norma dan sangksi) berjalan baik dan memiliki dampak positif untuk keberlajutan usaha tani gambir. Namun juga memiliki dampak negatif dan sering merugikan petani. Aspek kepercayaan dalam mendapatkan pinjaman namun menimbulkan keterikatan (patron-klien) antara petani dan pengumpul. Aspek jaringan memudahkan dalam penjualan produk di tingkat lokal namun sulit untuk jaringan tingkat nasional dan internasional. Aspek norma dan sanksi tidak berjalan efektif dan sering dibiarkan terhadap mutu produk dimanfaatkan pengumpul untuk penekanan harga. Model penguatan dan pengembangan kelembagaan pasar gambir dilakukan melalui integrasi aspek-aspek modal sosial. Integrasi aspek-aspek modal sosial kepercayaan norma dan sanksi yang menghasilkan aksi kolektif. Bentuk-bentuk aksi kolektif seperti peningkatan mutu gambir, tempat dan waktu transaksi serta pembangungan lembaga penyangga. Model penguatan dan pengembangan kelembagaan pasar gambir diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan petani selama ini. Kata kunci: modal sosial, pasar gambir
Implementasi Sistem Resi Gudang (Srg) Komoditas Gambir Di Kabupaten Lima Puluh Kota Imran, Imran; Nasrul, Wedy; Amir, Yusnaweti
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 1 (2024): Vol 18 No. 01 OKTOBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i1.5776

Abstract

Gambir merupakan salah satu produk unggulan di Kabupaten Lima Puluh Kota, namun dalam perkembangannya, terdapat beberapa permasalahan. Persoalan utama yang dihadapi petani gambir adalah ketergantungan dengan Tengkulak atau lebih familiar disebut dengan toke. Adanya dominasi pedagang Kabupaten yang merupakan kaki tangan dari para eksportir gambir, penentuan harga di pasar gambir lebih didominasi oleh kaki-tangan pedagang besar (eksportir), dan petani dinilai tidak mampu memenuhi kualitas yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari sistem resi gudang komoditas Gambir dan faktor-faktor yang mempengaruhi dari implementasi tersebut di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitaif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan tekhnik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi dari sistem resi gudang pada komoditas Gambir di Kabupaten Lima Puluhk Kota belum berjalan secara optimal. Beberapa faktor yang mempengaruhi tidak optimalnya implementasi sistem resi gudang tersebut yakni dari aspek komunikasi, yang mana masih banyak petani yang tidak mendapatkan informasi secara jelas terkait sistem resi gudang. Dari aspek birokrasi dan disposisi, belum terjalin sinergitas antar pemangku kepentingan dalam menjalankan program tersebut. Dari aspek sumber daya, dapat dilihat bahwa kompetensi yang dimiliki oleh pengelola gudang sistem resi gudang masih kurang dan perlu ditingkatkan. Kemudian dari aspek struktur birokrasi, sudah ada standar operasional prosedur pengelolaan gudang sistem resi gudang tetapi belum bisa diterapkan secara maksimal.Kata Kunci: implementasi, sistem resi gudang,  gambir 
Pemetaan Potensi Modal Sosial Dalam Kelompok Tani Di Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Pratama, Gilank Kanugraha; nasrul, Wedy; Reza, Muhamad
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6526

Abstract

Pengembangan kelompok tani menjadi proses tukar menukar informasi serta modal sosial yang diharapkan membawa perubahan prilaku dalam meningkatkan usaha dalam kelompok tani secara berkesinambungan. Modal sosial meliputi jaringan, norma dan rasa percaya untuk menciptakan koordinasi dan kerjasama untuk kepentingan bersama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi modal sosial dalam kelompok tani di kecamatan payakumbuh barat kota payakumbuh dan menjelaskan potensi modal sosial kelompok tani untuk pembangunan pertanian. Pendekatan penelitian dengan metode penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif eksploratif. Pemilihan lokasi digunakan metode purposive, jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian menggambarkan kondisi modal sosial dalam kelompok tani di kecamatan payakumbuh barat melalui 3 unsur modal sosial yaitu jaringan, norma dan rasa percaya, kemudian menjelaskan potensi modal sosial dalam kelompok tani untuk pembangunan pertanian ditunjukkan melalui tipologi modal sosial (Bonding, Bridging dan Linking Sosial capital). Kesimpulan penelitian yaitu kondisi modal sosial dalam kelompok tani di kecamatan payakumbuh barat yaitu jaringan, norma dan rasa percaya sudah berjalan dengan baik dan lancar. Modal sosial dalam kelompok tani berfungsi sebagai penambah informasi, perekat antar anggota melalaui interaksi yang terjadi di dalam kelompok, kemudian meningkatkan kemampuan anggota melalui program kegiatan kelompok. Potensi modal sosial yang yang bagus pada kelompok tani di kecamatan payakumbuh barat ditunjukkan melalui interaksi yang terjadi di dalam kelompok seperti jaringan sosial yang baik, rasa empati, toleransi, saling menghargai, partisipati, keharmonisan, solidaritas, taat aturan, tindakan kolektif, kesadaran anggota, rasa percaya dan kekeluargaan. Dengan adanya potensi modal sosial yang dimiliki petani, akan membantu petani dalam pelaksanaan kegiatan usahatani serta menguatkan kerjasama dalam peningkatan produktifitas kerja untuk kemajuan pembangunan pertanian.Kata Kunci : Potensi, Kelompok Tani, Modal Sosial 
Analisis Pemasaran Pinang Iris Di Nagari Batu Payung Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota Isbat, Nopi; Nasrul, Wedy; Putra, Teguh Haria Aditia
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6598

Abstract

Pinang iris adalah biji pinang muda yang sudah dikupas dan dilakukan pengirisan dengan bentuk seperti koin, yang kemudian dilakukan pengeringan dengan menggunakan cahaya matahari dengan tingkat kekeringan pinang iris saat dibolak balik menggunakan tangan sudah berbunyi dengan kadar air sebesar 5% sampai 9% yang menandakan pinang iris sudah kering. Pinang iris dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai makanan pelengkap di acara adat, sebagai minuman yang disedu dan sebagai rempah-rempah yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat bagian timur indonesia seperti Kupang, Papua, dan juga sebagai rempah-rempah ekspor. Penelitian ini memiliki tujuan untuk (1)Menganalisis dan mengetahui fungsi pemasaran dan lembaga pemasaran apa saja yang terlibat dalam pemasaran pinang iris, (2) menganalisis saluran pemasaran pinang iris, (3) menganalisis margin pemasaran pinang iris, (4) menganalis efesiensi pemasaran pinang iris. Metode pengambilan sampel produsen, dan lembaga pemasaran pinang iris menggunakan metode purposive sample. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa, : (1) terdapat tiga saluran pe masaran pinang di Kenagarian Batu Payung Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota  . Saluran I yaitu Produsen – Pedagang pengempul- pedagang besar dalam provinsi- pedagang besar luar provinsi, saluran Pemasaran II yaitu Produsen –Pedagang besar dalam provinsi – Pedagang besar luar provinsi, dan saluran pemasaran III yaitu Produsen  – Pedagang besar luar provinsi. (2) efisiensi pemasaran pinang iris di Kenagarian Batu Payung Kecamatan Lareh Sago Halaban, saluran 3 dimana merupakan saluran yang membawa produsen kepada pedagang besar luar provinsi lebih efisien secara farmer share’s yang di dapatkan maupun harga yang diterima produsen lebih tinggi dibanding saluran I dan II meskipun pemasaran cukup jauh dan biaya yang dikeluarkan juga sedikit lebih besar dibandingkan saluran I dan II.Kata kunci: Pinang Iris, Margin, Farmer’s Share, Efisiensi Pemasaran
Evaluasi Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah Tentang Program Layanan Bajak Gratis Di Kabupaten Tanah Datar Candra, Dodi; Nasrul, Wedy; Reza, Muhamad
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 APRIL 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6532

Abstract

Sektor pertanian juga disebut sebagai tulang punggung dalam perekonomian, oleh karena itu negara memperioritaskan pertanian dan ketahanan pangan penduduk dalam situasi sosial sebagai suatu hal yang penting bagi pembangunan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses implementasi kebijakan Pemeritah Daerah tentang program Layanan Bajak Gratis di Kabupaten Tanah Datar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan pedoman wawancara. Data sekunder diperoleh melalui telaah dokumen yang berhubungan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program layanan bajak gratis fokus pada bantuan kepada petani dalam bentuk upah dan peminjaman alsintan (handtraktor). Implementasi kebijakan daerah tentang program layanan bajak gratis dapat dikatakan berhasil, karena adanya dukungan dari stakeholders dan komunikasi yang sudah berjalan dengan baik, akan tetapi bantuan kepada petani hanya untuk mengurangi biaya produksi. Secara keseluruhan tujuan atau dampak kebijakan daerah tentang program layanan bajak gratis di Kabupaten Tanah Datar belum optimal, hal ini disebabkan karena keterbatasan sumber daya (petugas, anggaran, sarana dan prosarana) dan struktur birokrasi (standar operasional prosedur dan kebijakan pemerintah).Kata Kunci: Evaluasi, implementasi, kebijakan, program layanan bajak gratis.
Optimalisasi Pelaksanaan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga Di Kabupaten Lima Puluh Kota Yanti, Reflina Afri; Reza, Muhammad; Nasrul, Wedy
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 1 (2025): Vol 19 No. 01 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i1.6729

Abstract

Pekarangan Pangan Lestari (P2L) adalah upaya pemenuhan kebutuhan pangan berbasis keluarga. Dalam pelaksanaan program ini, ditemukan beberapa permasalahan. seperti pengimplementasian program, hal hal yang mempengaruhi serta diperlukan strategi mengoptimalkan program P2L , tujuannya mengetahui implementasi, faktor yang mempengaruhi serta strategi pelaksanaan program P2L. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survey kepada responden yaitu anggota kelompok dan pelaksana. Data diolah dengan metoda Internal Factor Analysis Summary (IFAS) berupa analisis factor kekuatan dan kelemahan, dan Eksternal Factor Analysis (EFAS) berupa factor peluang dan ancaman, disimpulkan dengan Matriks Internal dan Eksternal (IE), untuk mendapatkan strategi pemecahan masalah dengan analisis SWOT. Diperoleh hasil implementasi program P2L cukup baik dan potensial untuk dikembangkan didukung tersedianya Sumber Daya Manusia pendamping dan petani serta dukungan pendampingan sampai ke pemerintahan nagari. Kesimpulannya, implementasi program P2L berjalan cukup baik, faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program P2L berupa ketersediaan Sumber Daya Manusia, anggaran, kebijakan yang jelas, dukungan aparat pemerintah nagari serta adanya monitoring dan evaluasi secara berkala. Strategi yang bisa dilaksanakan adalah perlunya peningkatan pengetahuan dan pemahaman petani sehingga mampu berinovasi, punya aturan hukum yang jelas serta tersedianya anggaran, melakukan pembinaan dan pemberian motivasi melalui kegiatan penyuluhan serta sekolah lapangKata kunci: pangan, P2L, deskriptif kuantitatif, inovasi 
Pemasaran Online Produk Gambir Berbasis Website pada Kelompok Tani Ngalau Jaya Nasrul, Wedy; Muliyono, Muliyono; Pratama, Gilank Kanugraha
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 18, No 2 (2024): Vol 18 No. 02 APRIL 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v18i2.5315

Abstract

Gambir produk spesifik Indonesia dan unggulan propinsi Sumatera Barat, serta banyak diusahkan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Gambir merupakan getah kering dari proses perebusan dan pengempaan daun serta ranting tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb). Produk petani masih bersifat bahan baku (getah kering) yang berharga murah (Rp. 50.000 s.d Rp. 60.000/KG). Kelompok tani gambir Ngalau Jaya di Kabupaten Lima Puluh Kota telah melakukan pengembangan produk dalam bentuk gambir murni, serta produk setengah jadi berupa katekin dan tanin. Katekin dan tanin memiliki harga lebih mahal, harga katekin mencapai Rp. 2.200.000,-/KG dan harga tanin mencapai Rp. 300.000,-/KG. Katekin bermanfaat sebagai bahan baku obat-obatan dan kosmetik, tanin bermanfaat sebagai pewarna alami tekstil dan makanan serta penyamak kulit. Permasalahannya, sebagai produk baru gambir murni, katekin dan tanin yang di produksi petani belum dikenal dan susah memasarkannya. Letak desa sentra jauh dari pusat kabupaten (±60KM) dan ibukota propinsi (±180KM) mempersulit promosi dan memasarkan produk. Selama ini petani memasarkan produk secara tradisional di pasar desa. Solusi permasalah tersebut, adalah memasarkan produk secara online berbasis website. Tujuan penelitian penerapan sistem penjualan produk gambir berbasis website pada kelompok tani Ngalau Jaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RD). Hasil penelitian menunjukan perancangan dan pembangunan website untuk pemasaran online produk pertanian kelompok tani Ngalau Jaya telah berjalan baik dan dapat di operasinalkan. Pemasaran online melalui website membantu petani untuk mengenalkan produk baru mereka kepada pembeli tanpa harus bertemu langsung. Lokasi kelompok tani yang jauh dari pusat kota merasa terbantu dengan adanya website. Melalui website kelompok tani juga dapat menjual produk barunya langsung ke pembeli.