Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelatihan pemanfaatan vetiver secara mikrobial untuk mendukung program Citarum Harum di Desa Bojongsari Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung Wanjat Kasiolani; Darsiharjo Darsiharjo; Iwan Setiawan
Jurnal Abmas Vol. 20 No. 2 (2020): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v20i2.36468

Abstract

Desa Bojongsari merupakan salah satu desa di Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung yang termasuk dalam program Citarum Harum. Salah satu permasalahan yang menjadi fokus utamanya adalah konservasi bantaran sungai yang tererosi oleh derasnya arus sungai. Untuk mengurangi masalah tersebut adalah dengan melakukan penanaman rumput Vetiver di lereng bantaran sungai. Berdasarkan hal tersebut maka pelatihan pemanfaatan Vetiver secara mikrobial penting untuk dilaksanakan agar warga desa menjadi pelopor utama upaya konservasi lahan kritis. Dengan program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan ini tentunya mendukung program Citarum Harum yang diusung oleh pemerintah. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah dengan ceramah dan praktik langsung di lapangan. Pelatihan dilaksanakan dengan mengikuti protokol Covid-19 dengan menggunakan masker, sarung tangan dan menjaga jarak. Ceramah untuk memberikan materi tentang pemanfaatan Vetiver dan penggunaan mikroorganisme lokal yang sebelumnya akan dilaksanakan dalam ruangan pada pelatihan ini dilakukan langsung di lapangan.
Learning Methods of Religious Case Studies in Disaster Mitigation Teaching Materials for Environmental Care Character Development Mustolikh, Mustolikh; Budimansyah, Dasim; Darsiharjo, Darsiharjo; Nurdin, Encep Syarief
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.5 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69104

Abstract

Karakter peduli lingkungan siswa SMA Negeri 3 Purwokerto masih rendah, padahal terletak di wilayah kabupaten rawan bencana alam: banjir, longsor lahan, kekeringan, dan angin puting beliung. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran studi kasus religius dalam bahan ajar mitigasi bencana untuk pengembangan karakter peduli lingkungan. Desain penelitian ini menggunakan quasi experiment, adapun subjek penelitiannya adalah siswa kelas XI IPS 2 sebagai kelompok eksperimen, dan siswa kelas XI IPS 4 sebagai kelompok kontrol. Data diperoleh melalui dokumentasi, observasi, dan angket, kemudian dianalisis secara kuantitatif  dan kualitatif. Teknik analisis data menggunakan uji-t berpasangan, berbantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran studi kasus religius dalam pembelajaran mitigasi bencana, efektif untuk pengembangan karakter peduli lingkungan pada siswa SMA Negeri 3 Purwokerto.
ANALISIS PERKEMBANGAN BENTUKLAHAN MARINE TERAPANNYA UNTUK PENGELOLAAN LINGKUNGAN WILAYAH PESISIR DI KABUPATEN PANGANDARAN Erwin Hilman Hakim; Darsiharjo Darsiharjo; Ahmad Yani; Nandi Nandi
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i1.20892

Abstract

Abstrak: Wilayah kepesisiran selatan Jawa Barat memiliki kondisi geologi dan geomorfologi serta aktivitas masyarakat yang kompleks, terlihat dari beragamnya jenis batuan, dan bentuk lahan marine seperti: cliff, tombolo, notch, spit, estuari, stump, stack, coastal dune, pasir putih berasosiasi Reeffrom. Tujuan penelitian menganalisis terhadap perubahan bentuk lahan marine relatif dinamis yang bersifat abrasi maupun akresi, analisis tersebut dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau referensi terhadap pengelolaan dan pemanfaatan wilayah pesisir di Kabupaten Pangandaran. Metode yang digunakan untuk menganalisis bentuk lahan marine menggunakan metode penelitian deskriptif survei, teknik pengumpulan data melalui survei lapangan, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan melalui pengamatan lapangan dan mengklasifikasikan perkembangan bentuk lahan abrasi atau akresi, serta pemetaan. Perkembangan bentuk lahan yang bersifat akresi di wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran pada bentuk lahan spit dapat menutupi muara sungai berpotensi terjadinya banjir. Bentuk lahan hasil abrasi dampaknya terjadi kemunduran garis pantai yang disertai dengan longsoran. Pengelolaan lingkungan pesisir di Kabupaten Pangandaran harus dilakukan secara terintergrasi, daratan yang memiliki  ketinggian 300 – 600 mdpl dan kemiringan lereng >150 digunakan lahan konservatif, bentulahan spit yang berkembang pada muara sungai perlu dibuatkan jetty dan groin, tembok penahan gelombang pada pantai yang mengalami kemunduran, wilayah sempadan pantai digunakan sebagai lahan konvervatif berbasis vegetatif.  Abstract: The coastal area of West Java has complex geological and geomorphological conditions and community activities, seen from the variety of rock types, and marine landforms such as: cliff, Tombolo, notch, spit, estuary, stump, stack, coastal dune, white sand associated with Reefform. The purpose of the study was to analyze changes in relatively dynamic marine landforms that are abrasion and accretion, the analysis can be used as a reference material for the management and utilization of coastal areas in Pangandaran Regency. The method used to analyze marine landforms uses a descriptive survey research method, data collection techniques through field surveys, interviews, documentation studies, and literature studies. Data analysis was carried out through field observations and classifying the development of abrasion or accretion landforms, and mapping. The development of accretionary landforms in the coastal area of Pangandaran Regency on the spit landform can cover river mouths that have the potential for flooding. The impact of abrasion landforms is the decline of the coastline accompanied by landslides. Coastal environmental management in Pangandaran Regency must be carried out in an integrated manner, land with an altitude of 300 - 600 meters above sea level and a slope of >150 is used as conservative land, spit formations that develop at river mouths need to be made into jetties and groins, wave retaining walls on beaches that are receding, coastal border areas are used as vegetative-based conservative land.Keywords: Marine landform; Coastal Management; Pangandaran