Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Farmaka

REVIEW ARTIKEL: KESALAHAN PENGOBATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN FITRI NURJANAH; DOLIH GOZALI
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34841

Abstract

Kesalahan pengobatan merupakan suatu masalah yang sering terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan. Kesalahan pengobatan dapat terjadi pada beberapa fase yaitu fase prescribing, transcribing, dispensing dan administrating Kesalahan pengobatan dapat merugikan pasien dan berpotensi membahayakan pasien dalam proses pengobatan ataupun perawatan sesuai dengan dampak klinisnya. Review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait kejadian kesalahan pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan, faktor penyebab yang bervariasi pada setiap tahapahnya dan berbagai strategi  yang telah dilakukan untuk mencegah terjadinya medication error.Kata kunci: Medication error, prescribing, transcribing, dispensing, administrating
REVIEW ARTIKEL: PERAN ZINK, VITAMIN C DAN D DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS TUBUH Diah Siti Fatimah; Dolih Gozali
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34787

Abstract

Saat ini, dunia sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-COV-2. Oleh karena penyebarannya yang sangat cepat, maka sistem imun yang kuat diperlukan untuk melindungi tubuh dan mencegah infeksi Covid-19. Nutrisi seperti vitamin dan mineral memiliki peran penting dalam pengaturan fungsi fisiologis, termasuk sistem imun. Zink, Vitamin C dan D merupakan salah satu nutrisi yang diketahui dapat meningkatkan imunitas. Dalam review artikel ini, dibahas peran zink, vitamin C dan D dalam imunitas terkait dengan Covid-19. Dapat disimpulkan bahwa zink, vitamin C dan D memiliki ativitas sebagai antioksidan, antiinflamasi, dan berperan sebagai imunomodulator dalam imunitas bawaan dan adaptif serta berperan dalam menjaga integritas epitel penghalang. Oleh karena itu, zink, vitamin C dan D dapat bermanfaat dalam meningkatkan imunitas tubuh dalam melawan infeksi, termasuk Covid-19. Hasil studi klinis diperlukan untuk mendukung dan memperjelas peran zink, vitamin C dan D terkait Covid-19.
REVIEW ARTIKEL: MANFAAT IMPLEMENTASI ANTIMICROBIAL STEWARDSHIP PROGRAM (ASP) BERDASARKAN PERHITUNGAN DEFINE DAILY DOSE (DDD) DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SAARAH YURVA SALSABILA LASABUDA; DOLIH GOZALI
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34889

Abstract

Antimicrobial Stewardship Program (ASP) didefinisikan sebagai proses seleksi optimal, dosis dan durasi dari terapi antimikroba yang menghasilkan hasil klinis yang baik untuk terapi atau pencegahan dari infeksi dengan toksisitas minimal pada pasien dan efek resistensi setelahnya. Pembuatan review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai manfaat implementasi ASP berdasarkan perhitungan Define Daily Dose (DDD) dalam penggunaan antibiotik. Metode yang digunakan adalah penelusuran jurnal penelitian dan artikel ilmiah yang dilakukan melalui database elektronik dari beberapa penerbit jurnal-jurnal internasional seperti Pubmed, Elsevier dan lain-lain dengan kriteria inklusi jurnal yang diterbitkan 5 tahun terakhir dan open access. Berdasarkan perhitungan DDD dapat memperlihatkan bahwa pengimplementasian ASP dapat mengurangi penggunaan atau konsumsi antibiotik, penggunaan biaya pengeluaran rumah sakit berkaitan dengan antibiotik dan mengurangi resisten antibiotik terkhusus pada P.aeruginosa.
Review : Peningkatan Kelarutan Obat dalam Bidang Farmasi NURUL FITRI RAHMAWATI; Dolih Gozali
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1438.815 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22251

Abstract

ABSTRAKKelarutan obat sangat mempengaruhi tingkat efektivitas dan dosis yang digunakan. Peningkatan kelarutan dengan berbagai macam metode dapat menunjang efektivitas obat.. Review ini bertujuan untuk mengetahui penelitian apa saja yang sudah pernah dilakukan, metode yang digunakan serta hasil dari penelitian. Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti menunjukkan bahwa peningkatan kelarutan obat sudah lumrah dilakukan dengan hasil yang memuaskan. Jenis metode yang digunakan mengacu pada jenis senyawa ataupun obat yang akan direkayasa, serta tujuan peningkatan kelarutan dalam bidang farmasi.Kata Kunci : kelarutan, peningkatan, obat ABSTRACTDrug solubility greatly affects the level of effectiveness and dosage used. Increasing solubility with various methods can support the effectiveness of the drug. This review aims to find out what research has been done, the methods used and the results of the study. The results of research conducted by the researchers indicate that an increase in drug solubility is commonplace with satisfactory results. The type of method used refers to the type of compound or drug to be engineered, and the purpose of increasing solubility in the pharmaceutical field.Keywords : Solubility, Increase, Drug.
REVIEW: PENGGUNAAN TEKNOLOGI NANOSUSPENSI PADA FORMULASI OBAT HERBAL Fadlilah, Aida Roja; Gozali, Dolih
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.33958

Abstract

AbstrakEfektivitas spesies tanaman obat tergantung pada kandungan senyawa aktifnya. Beberapa konstituen ekstrak yang aktif secara biologis sulit diserap tubuh, karena tidak dapat melintasi membran lipid sel atau memiliki ukuran molekul yang terlalu tinggi, mengakibatkan hilangnya bioavailabilitas dan efektifitas obat-obatan herbal. Berbagai teknologi dan pengembangan dilakukan untuk mengatasi masalah ini, salah satunya teknologi nano. Salah satu teknologi nano untuk drug delivery system adalah nanosuspensi. Nanosuspensi merupakan sistem dispersi koloidal, yang seluruhnya mengandung bahan obat berukuran 10 sampai 1000 nm. Review artikel ini membahas penggunaan teknologi nanosuspensi dan pengaruhnya pada bioavailabilitas obat herbal. Metode yang digunakan adalah studi literature  dari 18 jurnal acuan. Diperoleh hasil bahwa teknologi nanosuspensi dalam formulasi obat herbat dapat digunakan untuk meningkatkan bioavailabilitas, efektivitas, dan stabilitas.AbstractThe effectiveness of medicinal plant species depends on the content of the active compounds. Some of the biologically active constituents of the extract are difficult for the body to absorb, because they cannot cross cell lipid membranes or have too high a molecular size, resulting in loss of bioavailability and effectiveness of herbal medicines. Various technologies and developments have been carried out to overcome this problem, one of which is nanotechnology. One of the nanotechnology for drug delivery system is nanosuspension. Nanosuspension is a colloidal dispersion system, which entirely contains the drug substance in the size of 10 to 1000 nm. This review article discusses the use of nanosuspension technology and its effect on the bioavailability of herbal medicines. The method used is a literature study from 18 journal references. It was found that nanosuspension technology in herbal drug formulations can be used to increase bioavailability, efectivity, and stability. There are several commercial synthetic drug products that use nanosuspension technology in their formulations, but the application in herbal drug formulations is still being researched on a laboratory scale.
REVIEW ARTIKEL: PENINGKATAN KELARUTAN OBAT CARVEDILOL Adiningsih, Nurdiani; Gozali, Dolih
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.33954

Abstract

AbstrakCarvedilol adalah beta bloker non selektif dengan aktivitas penghambat reseptor alfa-1 yang sering diresepkan untuk pengobatan penyakit kardiovaskular.  Carvedilol termasuk ke dalam BCS (Bipharmaceutical Classification System) kelas II dimana memiliki permeabilitas membran yang tinggi tetapi memiliki laju disolusi yang lambat karena kelarutan dalam air yang rendah. Review ini berisi tentang teknik peningkatan kelarutan dari carvedilol dengan melakukan pencarian literatur melalui jurnal nasional dan jurnal internasional.   Berbagai jenis teknik peningkatan kelarutan obat telah diterapkan pada carvedilol seperti dispersi padat dengan berbagai metode preparasinya, c-MCMs, ko-kristalisasi, cyclodextrin inclusion complex, superkritikal karbon dioksida, hidrotropi, polymeric microparticles, pembentukan garam, dan nanopartikel. Dari semua teknik yang diterapkan telah terbukti dapat meningkatkan kelarutan dari carvedilol.ABSTRACTCarvedilol is a non-selective beta blocker with alpha-1 receptor blocking activity that is often prescribed for the treatment of cardiovascular disease. Carvedilol belongs to the BCS (Bipharmaceutical Classification System) class II which has high membrane permeability but has a slow dissolution rate due to low water solubility. This review contains techniques for increasing the solubility of carvedilol by conducting a literature search through national and international journals. Various types of drug solubility enhancement techniques have been applied to carvedilol such as solid dispersion with various preparation methods, c-MCMs, co-crystallization, cyclodextrin inclusion complex, supercritical carbon dioxide, hydrotropy, polymeric microparticles, salting, and nanoparticles. All the techniques have been shown to increase the solubility of carvedilol.
MAPPING SUHU GUDANG NARKOTIKA PADA SALAH SATU PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI KOTA BANDUNG FADHILAH, FAHRINA NUR; GOZALI, DOLIH
Farmaka Vol 20, No 3 (2022): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i3.43425

Abstract

Sebagai upaya menjaga keamanan, mutu, dan efikasi dari masing – masing obat, kestabilan setiap sediaan obat selama masa penyimpanan harus dijaga dan dipertahankan. Ketidak patuhan terhadap persyaratan kondisi penyimpanan, salah satunya suhu penyimpanan merupakan salah satu penyimpangan yang paling banyak ditemukan di fasililtas penyimpanan obat. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan sebagai upaya pemantauan kondisi suhu penyimpanan adalah pemetaan suhu. Pemetaan suhu dilakukan untuk mengetahui rentang suhu pada ruangan gudang penyimpanan obat, serta mengetahui keberagaman suhu pada masing – masing titik di ruangan gudang penyimpanan obat. Dilakukan pemetaan suhu dengan peletakan dua belas alat pengukur suhu pada empat titik sudut dengan masing – masing tiga ketinggian di Gudang Narkotika salah satu Pedagang Besar Farmasi di Kota Bandung. Dari hasil pengamatan selama 72 jam, diperoleh hasil rentang suhu penyimpanan berada di antara 15oC – 25oC dengan titik kritis pada titik 3 dengan suhu 24,3oC dijadikan sebagai dasar pertimbangan peletakan alat pengukur suhu.Kata kunci: Pemetaan suhu, rentang suhu, titik kritis