Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Produksi Poster Edukasi Pandemi, Aksi Mahasiswa Berbagi Untuk Negeri Salawati, Trixie; Triamanda, Rona Zulfa; Maulina, Tia Ayu; Nurhayati, Indah; Kusumaningrum, Manik; Larasaty, Nurina Dyah; Nurullita, Ulfa; Meikawati, Wulandari; Sumanto, Didik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 1 No Suplemen HKN (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v1iHKN.102

Abstract

Latar belakang:   Edukasi kesehatan bagi masyarakat di saat pandemi Covid-19 sangat diperlukan. Pemerintah saja tidak akan mungkin mengatasi pandemi tanpa melibatkan masyarakat. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk ikut andil didasarkan panggilan hati untuk berbakti bagi negeri. Masyarakat dari kalangan terdidik seperti mahasiswa juga perlu mengambil bagian dalam pengabdian pada Negara ini. Salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan dengan biaya minimal adalah dengan merancang media edukasi online seputar pandemi Covid-19 bagi masyarakt luas.   Tujuan:  Menghasilkan berbagai produk desain poster kesehatan untuk kegiatan edukasi masyarakat secara online. Metode: Metode yang dilaksanakan diawali dengan diskusi kelompok, brainstorming gagasan, perancangan desain, review narasi, review desain dan finalisasi desain. Edukasi masyarakat melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Hasil:  Dihasilkan desain poster edukasi kesehatan dengan topik seputar pandemi Covid-19 dalam berbagai bentuk dan kajian sudut pandang. Poster disusun sesuai target sasaran edukasi, baik dalam kata-kata, ilustrasi termasuk gambar dan bahasa yang digunakan. Desain poster telah disebarkan ke masyarakat sebagai upaya edukasi online melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.  Kesimpulan:  Mahasiswa sebagai kelompok masyarakat terdidik dapat berbuat banyak membantu pengendalian pandemi Covid-19 dengan melakukan edukasi masyarakat melalu perancangan, pembuatan poster kesehatan dan menyebarluaskan ke masyarakat luas. Kata Kunci: aksi mahasiswa, covid-19,  edukasi pandemi, poster __________________________________________________________________________________________ Abstract Background: Health education for the community during the Covid-19 pandemic is very much needed. The government alone will not be able to overcome the pandemic without involving the community. Every citizen has an obligation to contribute based on a calling to serve the country. Educated people such as students also need to take part in serving this country. One form of service that can be carried out at minimal cost is to design online educational media about the Covid-19 pandemic for the wider community. Objective: To produce various health poster design products for online public education activities. Method: The method implemented begins with group discussions, brainstorming ideas, designing designs, reviewing narratives, reviewing designs, and finalizing designs. Community education through the WhatsApp messaging application. Results: Health education poster designs were produced with topics around the Covid-19 pandemic in various forms and study points of view. Posters are arranged according to educational targets, both in words, illustrations including pictures, and the language used. The poster design has been disseminated to the public as an online educational effort through the WhatsApp messaging application. Conclusion: Students as an educated community group can do a lot to help control the Covid-19 pandemic by educating the public by designing, making health posters, and disseminating them to the wider community.   Keywords: student action, covid-19, pandemic education, posters
PENGETAHUAN TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN SEBAGAI EVALUASI HASIL PENDIDIKAN KESEHATAN Purwanti, Indri Astuti; Larasaty, Nurina Dyah
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.656 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.121-126

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang mengalami peningkatan pada tahun 2014 sampai 2015. AKI Kota Semarang tahun 2014 menduduki peringkat 7 sedangkan tahun 2015 menduduki peringkat 5 se-Jawa Tengah. Penyebab utama kematian ibu yang berupa preeclampsia, perdarahan dan infeksi dapat dicegah jika tanda-tandanya diketahui sejak dini. Tanda-tanda tersebut dikenal dengan tanda-tanda bahaya kehamilan. Berhubung wilayah kerja Puskesmas Srondol Semarang yang tidak mempunyai kasus kematian ibu selama dua tahun, maka penelitian dilakukan di wilayah ini. Tujuan: mendeskripsikan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Srondol Kota Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan explanatory research dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Srondol. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 26 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terbuka. Hasil: sebagian besar responden termasuk usia reproduksi sehat (usia 20 35 tahun), tingkat pendidikan responden dalam kategori menengah lebih banyak daripada kategori dasar maupun kategori tinggi, sebagian besar responden merupakan ibu rumah tangga, semua suami responden bekerja dengan jenis pekerjaan terbanyak adalah sebagai buruh/karyawan, sebagian besar responden merupakan multigravida, sebagian besar pengetahuan responden tentang tanda-tanda bahaya kehamilan termasuk kategori cukup, dan tanda bahaya yang diketahui oleh sebagian besar responden adalah perdarahan.
KAJIAN NIAT IBU HAMIL DALAM MELAKUKAN VOLUNTARY COUNSELING AND TESTING (VCT) DI PUSKESMAS KOTA SEMARANG Nurina Dyah Larasaty; Indri Astuti Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2016): August 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.099 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.2.2016.103-113

Abstract

Latar Belakang Data Kementrian Kesehatan RI menunjukkan peningkatan kasus HIV sejak tahun 2011 hingga tahun 2014. Jawa Tengah menempati posisi ke-6 sebagai provinsi dengan angka HIV tertinggi. Kota/kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki kasus HIV tertinggi adalah Kota Semarang. Kasus HIV-AIDS tertinggi berada di wilayah Semarang Timur. Ibu hamil dengan HIV positif mempunyai kemungkinan menularkan virus ini ke bayinya sebesar 45%. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji niat ibu hamil di Kota Semarang melakukan Voluntary Counseling Test/VCT. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan survey dan wawancara mendalam. Pendekatan waktu yang akan digunakan adalah crossectional. Informan penelitian ini adalah ibu hamil di Semarang Timur yaitu di puskesmas Gayamsari, puskesmas Halmahera dan puskesmas Karangdoro yang bersedia dan tidak bersedia melakukan tes HIV secara sukarela.Hasil penelitian Ada beberapa alasan yang melatar belakangi informan untuk melakukan VCT seperti keamanan kelahiran, faktor biaya (gratis) dan saran dari bidan. Sebagian besar informan mengungkapkan alasan mereka melakukan VCT yaitu untuk keamanan dan keselamatan saat melahirkan nantinya. Hanya sebagian kecil informan yang tahu tujuan dilakukannya VCT yaitu untuk mengetahui status HIV mereka (positif HIV atau negatif HIV).Simpulan Sebagian besar informan mengungkapkan alasan mereka melakukan VCT yaitu untuk keamanan dan keselamatan saat melahirkan nantinya. Selain alasan keselamatan dan keamanan saat proses kelahiran, faktor biaya (gratis) juga menjadi salah satu alasan informan untuk melakukan VCT.
Edukasi Bahaya Asap Rokok di Kampung Tematik Petani Kota Nariswari Semarang Salawati, Trixie; Dyah Larasaty, Nurina; Astuti, Rahayu; Endah Dwi Cahyani, Maulidya; Aurellia Salsabila, Shofi; Amelia Putri, Vita
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 3 No 4 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v3i4.624

Abstract

Latar belakang: Rumah tidak termasuk dalam Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Padahal masih banyak orang tua yang merokok di dalam rumah dan di depan anak-anak. Anak-anak perlu memperoleh edukasi mengenai bahaya asap rokok, agar mereka dapat terhindar dari penyakit akibat rokok. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan  anak-anak di Kampun Tematik Nariswari mengenai bahaya asap rokok menggunakan media permainan ular tangga. Metode: Edukasi dilakukan secara luring, dan dilaksanakan selama kurang lebih 100 menit, terdiri dari 10 menit pre test, sesi edukasi selama 60 menit melalui permainan ular tangga, dan diakhiri dengan post test selama 10 menit. Hasil: Seluruh peserta antusias untuk belajar sambil bermain menggunakan media permainan ular tangga, namun materi bahaya asap rokok lebih mudah dipahami oleh siswa SD kelas tinggi, dibandingkan siswa SD kelas rendah Kesimpulan: Edukasi melalui permainan ular tangga menarik bagi seluruh peserta, namun materinya belum sepenuhnya dipahami oleh siswa kelas rendah. Kata kunci: bahaya asap rokok, edukasi, permainan ular tangga _________________________________________________________________________ Abstract Background: Houses are not included in the Non-Smoking Area. Many parents still smoke at home and in front of their children. Children need to receive education about the harmful of cigarette smoke to avoid diseases caused by smoking. Objective: To increase children's knowledge in the Nariswari Thematic Village regarding the risks of cigarette smoke using the game Snakes and Ladders. Method: Education is carried out offline and is carried out for approximately 100 minutes, consisting of a 10-minute pre-test, a 60-minute educational session through the Snakes and Ladders game, and ending with a 10-minute post-test. Result: All participants were enthusiastic about learning while playing the Snakes and Ladders game, but the material on the harmful of cigarette smoke was easier for high-class elementary school students to understand compared to low-class elementary school students. Conclusion: Education through the Snakes and Ladders game was enjoyable for all participants, but the material was not yet entirely understood by lower-grade students. Keywords: harmful of cigarette smoke, education, snakes and ladders game
Studi Tentang Perilaku Pasien Kanker Payudara dalam Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan dengan Telemedicine di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan Asiam, Irene Nur Amelia; Larasaty, Nurina Dyah; Suyoto, Toto
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telemedicine mempermudah pelayanan kesehatan jarak jauh, termasuk teleoncology untuk pasien kankerpayudara di Jawa Tengah. Meski regulasi WHO dan Permenkes No 20 Tahun 2019 mendukung adanyalayanan tersebut, namun keterbatasan keterampilan digital dan infrastruktur, serta minimnya sosialisasikebijakan, menghambat optimalisasi. Penelitian ini mengeksplorasi perilaku pasien kanker payudara dalammemanfaatkan telemedicine dan pemahaman mereka tentang perlindungan hukum. Layanan SANTRI (SiapAntar Obat Tanpa Antri) merupakan telemedicine yang ada di RSUD Kraton dan menawarkan solusi dalammeningkatkan aksetabilitas dengan mengurangi waktu antrean untuk pengambilan obat. Tujuan penelitianini menggambarkan faktor predisposing, seperti pengetahuan dan sikap pasien kanker payudara terhadaptelemedicine, faktor enabling yang mencakup akses internet dan aplikasi layanan, serta faktor reinforcingyang melibatkan peran tenaga kesehatan dalam mendukung pemanfaatan telemedicine. Metode Penelitianini bersifat kualitatif, menggunakan wawancara mendalam dengan pasien kanker payudara, staf RSUD, dankeluarga. Data dikumpulkan secara triangulasi dan dianalisis secara induktif, menekankan makna dangeneralisasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien kanker tentangtelemedicine di RSUD Kraton sangat baik, namun pengetahuan mengenai kebijakannya masih kurang baik,sikap pasien terhadap adanya layanan telemedicine baik dengan adanya layanan telemedicine bisa menjadisolusi yang efektif serta memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien karena bisa mengefisiensiwaktu, tenaga, dan biaya. Hambatannya yaitu saat ada pasien lansia yang gaptek dan kurang memadai darisegi sarana prasarana serta peran tenaga kesehatan yang masih minim sosialisasi kepada pasien secaralangsung. Kesimpulan: informan memahami telemedicine sebagai layanan online yang efisien, namunsebagian besar tidak memahami kebijakan tersebut. Mereka menyadari hak pasien untuk mengajukangugatan dan menganggap akses internet sudah memadai, meski kendala teknis masih ada. Layanan antarobat di RSUD Kraton dinilai bermanfaat, namun sosialisasi aplikasi SANTRI melalui media sosialdianggap masih kurang. Kata kunci: Kebijakan, stelemedicine, kanker payudara, layanan kesehatan
Pengembangan Media Permainan REDI (Roda Edukasi) Sebagai Upaya Pencegahan Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja Putri, Adelia; Larasaty, Nurina Dyah; Salawati, Trixie
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja merupakan suatu permasalahan yang serius. Fenomena seksualpranikah yang dilakukan remaja mengalami peningkatan setiap tahunnya bahkan menambah angkaPenularan IMS (Infeksi Menular Seksual) dan angka kejadian HIV/AIDS. Penelitian ini terdiri dari duatahap, tahap pengembangan media dan tahap uji coba media. Pengembangan media mengikutitahapan P-process. Sedangkan uji media menggunakan metode kualitatif. Media roda edukasi telahdiuji kelayakannya oleh ahli media dan ahli materi. Media dinyatakan layak digunakan untuk uji cobapada sasaran. Selanjutnya uji coba skala kecil pada remaja melalui wawancara. Hasilnya pengetahuanremaja tentang pencegahan perilaku seksual pranikah mengalami peningkatan setelah memperolehedukasi melalui media permainan roda edukasi. Hasil Uji coba menunjukkan bahwa media Redi layakdigunakan sebagai sarana eduksi tentang pencegahan perilaku seksual pranikah Kata Kunci : Remaja, perilaku seksual pranikah, permainan, roda edukasi, media.
Produksi Media Komik Sebagai Media Promosi Kesehatan dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue Pada Siswa Sekolah Dasar Sa’adah, Afifah Zahrotus; Salawati, Trixie; Dyah Larasaty, Nurina
Media Informasi Vol. 20 No. 2 (2024): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v20i2.620

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat endemisitas Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tinggi. Kasus DBD terbanyak, salah satunya di kalangan anak-anak sekolah dasar. Minimnya pengetahuan anak-anak mengenai penularan dan pencegahan DBD dapat berkontribusi pada meningkatnya risiko terkena penyakit ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan komik sebagai media edukasi promosi kesehatan yang fokus pada penyampaian informasi mengenai DBD dan pencegahannya. Metode: Penelitian ini menggunakan model pengembangan media P-Process dari John Hopkins University. Uji coba media dilakukan dalam skala kecil pada 12 siswa SDN 02 Sendangmulyo melalui FGD. Hasil: Berdasarkan hasil uji kelayakan, komik pencegahan DBD dinyatakan layak untuk di uji coba dengan revisi. Uji coba skala kecil yang dilakukan pada siswa berusia 9-12 tahun menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah membaca komik tersebut. Siswa memberikan respons positif terhadap komik sebagai media edukasi, karena informasi disampaikan dengan cara yang menyenangkan melalui gambar-gambar yang menarik dan mudah dipahami. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan komik tentang pencegahan DBD layak digunakan untuk edukasi kepada siswa SD.
EDUKASI PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DI PANTI ASUHAN PUTRI AISYIYAH PUCANG GADING Larasaty, Nurina Dyah; Dhaningtyas, Shalihat Afifah; Sucipto, Mega Rahmawati; Adilla, Aulia Rahmawati; Kusuma, Idfi Widya
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 5 No. 1 (2025): Batara Wisnu | Januari - April 2025
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v5i1.329

Abstract

The personal hygiene practices of female students during menstruation at the Aisyiyah Pucang Gading Orphanage remain inadequate. Therefore, a community service program focusing on personal hygiene education during menstruation is essential to improve their health. The method employed involved participatory lectures supported by animated video presentations, games, and quizzes. The materials provided covered puberty education, an explanation of menstruation, including practices for maintaining hygiene during menstruation, and proper methods for disposing of sanitary pads.The results of the educational session revealed high enthusiasm and an increase in the students' understanding. Monthly monitoring and evaluation will be conducted to track progress and outcomes. Thus, the implementation of this educational program has successfully achieved its objectives, and further research is recommended to develop methods, outcomes, and knowledge related to this topic.
Pengetahuan Tentang Vaksin Covid-19 Pada Warga Kalipancur Kota Semarang Rofifah, Rahmatina; Salawati, Trixie; Larasaty, Nurina Dyah
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No September (2023): Suplemen Pra Seminar
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iSeptember.187

Abstract

Latar belakang: Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) terjadi di banyaak negara termasuk indonesia. Program vaksinasi untuk masyarakat merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah untuk mengurangi jumlah kasus terkonfirmasi positif di Indonesia. Tingkat pengetahuan yang kurang pada masyarakat Indonesia terkait manfaat dan risiko vaksinasi, merupakan salah satu penentu partisipasi masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi. Kelurahan Kalipancur merupakan salah satu kelurahan di Kota Semarang. Data dari total 13 RW di lingkungan Kelurahan Kalipancur Semarang, RW 6 memiliki persentase warga yang mengikuti program vaksinasi paling sedikit. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 89 keluarga. Hasil: Remaja yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 60%, sedangkan dewasa dan lansia yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 64,3% dan 66,7%. Laki-laki yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 61,3%, sedangkan perempuan yang mempunyai pengetahuan baik 65,5%. Tingkat pendidikan SMP yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 71,4%, sedangkan tingkat pendidikan SMA dan tingkat pendidikan perguruan tinggi yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 66,7% dan 61,2%. Jenis pekerjaan ibu rumah tangga sebagian besar mempunyai pengetahuan baik sebanyak 85,7%. Kesimpulan: Sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik.
Praktik Packaging Eco-Enzym Dari Kulit Buah Bagi Santriwati Di Panti Asuhan Larasaty, Nurina Dyah; Alwiyah, Alwiyah; Rahmawati, Mega Sucipto; Kusuma, Idfi Widya
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i2.3045

Abstract

Food waste such as fruit peels is often found in domestic waste. Fruit peel waste can produce eco-enzymes that have many benefits and do not harm the environment. The utilization of eco-enzymes can be carried out by empowering the community from production to branding. Branding training is conducted to assist the community in improving their quality of life. The methods used in the training include lectures and discussions with participants who are residents of the Putri Aisyiyah Pucang Gading Orphanage. The training is a continuation of the previous community service activities related to the production of eco-enzymes using fruit peel waste in the surrounding environment. The success of the training is evident from the enthusiasm of the orphanage residents for the eco-enzyme and branding materials presented. Monitoring and evaluation are conducted periodically for the coaching of improving the residents' skills in the aspect of product branding. Similar community service programs need to be developed to help communities improve their quality of life.            Keywords: branding; eco-enzym; fruit peels