Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Language Variation in Traditional Ritual of Dreadlock Hair Cutting in Dieng Banjarnegara: An Effort to Preserve Language and Culture Yulia Mutmainnah
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 2 (2018): 2nd ELLiC Proceedings: 'Education 4.0: Trends and Future Perspectives in English Educa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.404 KB)

Abstract

As a multilingual country, Indonesians are accustomed to change from one language to another in one speech event. This multilingual phenomenon is also happening in Dieng Plateau of Banjarnegara Regency, Central Java. The use of more than one language is also shown in the “ruwatan” of hair cutting of dreadlocks hair that is routinely held once a year by the local community. The data of this qualitative research is taken from the interview, record and library. The results show that there are at least two languages used in the ritual, namely Javanese and Arabic. The Javanese language is used as the medium of instruction throughout the ceremonial ritual, the recitation of the mantra in the form of prayer in the Javanese language, as well as in the “tembang” sung during the ritual procession. Meanwhile, the Arabic language is used as the language of instruction in prayer readings.
Person Pronoun Deixis in Indonesian Cellular Operators Advertisements: Represent the Participants? Ningrum Novitasari; Yulia Mutmainnah; Yunita Nugraheni
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 1 (2017): 1st ELLiC Proceedings: `Innovation, Trends, and Challenges in English Language Learnin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.145 KB)

Abstract

This qualitative descriptive research uses non participatory observation method with Telkomsel and Indosat cellular operator advertisements as the objects. There are three types of person pronoun deixis: first, second and third person pronoun deixis which are consist of 14 deixis, namely: ku, aku, aku, gue, kita, kami, mu, kamu, kamu, loe, kamu, bang, dia, dan mereka. The most commonly person pronoun deixis used in Telkomsel and Indosat advertisements is "aku". In addition, it was found that the person pronoun deixis in the Telkomsel advertisement varied more than it is in Indosat advertisements. The use of each personal pronoun deixis depends on the close of participants, situation (formal or less formal), and who the participant itself.
Types and Factors of Code-Switching in Deddy Corbuzier’s Podcast Yulia Mutmainnah
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 5 (2022): Innovative Practices in Language Teaching, Literature, Linguistics, and Translation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With the increasingly sophisticated technology, especially in the field of communication, and the ease with which people can mobilize from one area to another, the phenomenon of code-switching has become a very common thing, including the conversation between Deddy Corbuzier and Agnez Monica in a Deddy Corbuzier’s podcast on the YouTube channel entitled "Agnez Mo.. Mantan Ku Ter...". This study aims to analyze the types of code-switching contained in the podcast and the factors that influence it based on Hoffman's (2019) theory. The research method of this study is the qualitative descriptive method. The results of this study indicate that all types of code-switching are present in the conversation between Deddy Corbuzier and Agnez Monica. However, there are only five factors that influence the occurrence of code-switching to appear in the conversation.
Pengenalan Bahasa Inggris Dasar Berbasis Audiovisual Pada Siswa SDN Tepusen 2 Kabupaten Temanggung Yulia Mutmainnah; Diana Hardiyanti; Budi Tri Santosa; Daffa Arullah Afif; Ayunda Dwi Ramadanti; Lufi Hendra; Almira Utami; Ismika Putri Nur Safitri; Ulin Nimah; Susanti Susanti; Hesti Dwi Rahayu
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.228

Abstract

Program pengabdian masyarakat di SD Negeri Tepusen 2 Kabupaten Temanggung bertujuan untuk memperkenalkan bahasa Inggris kepada para siswa di SD N Tepusen 2 Kab. Temanggung terutama kosakata bahasa Inggris yang sering digunakan untuk komunikasi sehari-hari menggunakan media audiovisual. Pemakaian media audiovisual dipilih dengan alasan untuk mengimplementasikan salah satu program utama Kampus Mengajar 2, yakni membantu adaptasi teknologi. Selain itu, pemakaian media ini juga karena media audiovisual dirasa sangat atraktif dan dapat menarik minat para siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Fokus pengabdian ini juga berdasarkan roadmap Program Stusi di masa tahun pengembangan 2020-2024. Selain itu, para siswa di SD N Tepusen 2 sama sekali belum pernah mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris karena mata pelajaran ini tidak ada di dalam kurikulum yang diterapkan di Sekolah Dasar. Adapun permasalahan yang dihadapi siswa adalah para siswa tidak memiliki bekal saat memasuki bangku SMP dimana terdapat mata pelajaran Bahasa Inggris di kurikulum SMP. Selain lokasi wilayah mitra yang jauh dari pusat perkotaan, akses mempelajari bahasa Inggris juga sangat terbatas bagi para siswa. Dari permasalah yang dihadapi mitra tersebut, maka Tim IbM dengan mitra menentukan prioritas yang harus ditangani, yaitu: pengenalam bahasa Inggris dasar bagi para siswa khususnya kosakata bahasa Inggris yang sering digunakan sehari-hari. Pengabdian masyarakat ini mengaplikasikan metode ceramah, pemutaran video, diskusi kelas, praktik speaking, dan role play. Pengabdian masyarakat pengenalan Bahasa Inggris dasar berbasis audiovisual pada siswa SD N Tepusen 2 Kab. Temanggung diterima dengan baik oleh pihak mitra dan telah terlaksana dengan baik dan lancar. Lebih jauh lagi, para siswa SD N Tepusen 2 Kab Temanggung sudah mulai mengimplementasikan kosakata yang telah mereka dapatkan pada percakapan sehari-hari.
Peningkatan Literasi Gizi Anak Melalui Makanan Sehat Anti Repot Yulia Mutmainnah; Budi Tri Santosa; Afiana Rohmani; Diana Hardiyanti; Neni Virginia Rachmatika; Winda Khoeronisa Allia Lestari
Madaniya Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.503

Abstract

Memiliki sehat merupakan dambaan setiap orangtua. Namun dengan kesibukan kedua orangtua yang bekerja, membuat orangtua seringkali mangabaikan kebutuhan gizi anak di masa pertumbuhan mereka. Hal ini menyebabkan anak mengalami masalah-masalah dalam pola makannya dan dalam kebutuhan gizinya. Anak menjadi susah makan, obesitas, ketidakseimbangan gizi, dan menjadi picky eater. Dalam kegiatan ini, [Abstrak berisi: (1) penyajian latar belakang dan tujuan utama kegiatan, tanpa referensi, tanpa singkatan/akronim, dan tanpa footnote; (2) penjelasan metode pelaksanaan kegiatan; (3) rangkuman hasil temuan dari kegiatan yang telah dilaksanakan, termasuk jumlah peserta di setiap kelompok, hasil utama untuk setiap kelompok, dan manfaat yang telah diperoleh dari hasil kegiatan; dan (4) kesimpulan dinyatakan dalam 1- 2 kalimat yang menekankan pada aspek baru dan penting dari penelitian atau kegiatan dalam aspek keterlibatan masyarakat pada kegiatan yang dilaksanakan.
Perkembangan Psikososial Franny dalam Novel Comanche Magic (1994) karya Catherine Anderson: Keintiman atau Isolasi? Puji Astutik; Heri Dwi Santoso; Yulia Mutmainnah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Comanche Magic (1994) merupakan seri keempat dari novel berseri Comanche, setelah Comanche: Comanche Moon (1991), Comanche Heart (1991), dan Indigo Blue (1992) karya Catherine Anderson. Comanche Magic menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Franny yang bekerja sebagai pekerja seks. Konflik yang dihadapinya terkait dengan profesinya sebagai pekerja seks dan cara dia menghadapi statusnya. Konflik tersebut mengakibatkan dampak psikologis pada dirinya, berupa sikapnya mengisolasi diri dan menutup diri dari cinta dengan lawan jenis. Tujuan penelitian adalah untuk dapat menjelaskan perkembangan psikososial dari tokoh Franny pada rentang usia 20-40 yang berada pada tahapan keintiman vs. isolasi. Penelitian ini adalah penelitian psikologi sastra yang bersifat kualitatif deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori Psikososial dari Erik Erikson, denganmetode penelitian berupa studi pustaka (library research). Hasil penelitian membuktikan bahwa terjadi dinamika dalam perkembangan psikososial tokoh Franny dari pilihan awal mengisolasi diri (isolation) dari lingkungan hinggaberubah menjadi keintiman (Intimacy) setelah ia memutuskan untuk membuka diri terhadap dunia luar setelah menerima cinta yang tulus dari seorang pria. Dengan konsepsi Erik Erikson yang dikotomis mengenai perkembangan psikososial manusia di setiap jenjang usia, dapat  disimpulkan berdasarkan penelitian ini bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berubah kecenderungan dalam hal perkembangan psikososial ketika ada peristiwa-peristiwa atau saat-saat tertentu yang dapat mempengaruhi cara pandang dia dalam berpikir dan mengambil keputusan.
Revitalisasi Sastra Tulis Dalam Pengembangan Minat Baca Melalui Media Online Ibanissa Fatma Salmarasti; Rosmala Nurhadi; Yulia Mutmainnah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, penyampaian informasi sangatlah cepat. Berbagai hal mengalami transisi dari yang mulanya dilakukan secara langsung atau offline. Sekarang berubah menjadi online, yang mana bisa diakses dari manapun dan kapanpun. Dengan kemudahan yang ditawarkan, membuat semua harus menyediakan fasilitas untuk pengaksesan online. Tidak luput pula padasastra tulis. Bahan bacaan yang berbagai macam dan karya sastra yang dihasilkan menjadi tindakan revitalisasi satra. Yang sekarang tersedia di media online manapun. Pada penelitian ini, kita akan mengetahui. Adanya akses kemudahan yang berjalan sekarang, mengrtahui minat bacaan pada masyarakat. Jika sebelumnya akses baca belum semudah sekarang dan fasilitas yang kurang memadai. Kini sebaliknya, dengan ribuan bahan bacaan yang bisa diakses dalam satu waktu secara langsung akan bisa meningkatkan minat baca seseorang.  Metode yang digunakan dengan studi literatur, dengan melakukan observasi pada teks, artikel, dan jurnal. Serta memperoleh informasi yaitu dengan cara membandingkan penelitian sebelumnya dengan minat baca masyarakat saat ini dan memilah informasi dari artikel yang telah dibaca. Hasil dari penelitian dapat disimpikan bahwa dengan adanya media online sebagai fasilitas baca dapat meningkatkan baca masyarakat. Kata-kata kunci: revitalisasi, karya sastra, minat baca, media online
Pendampingan Lesson Design dalam Lesson Study untuk Membangun Kolaborasi Guru SMK Muhammadiyah Pekalongan Siti Aimah; Eny Winaryati; Muhimatul Ifadah; Riana Eka Budiastuti; Yulia Mutmainnah; Edy Sutanto; Siska Pris Setyanti; Aufa Rafika Nur
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.2.2023.276-281

Abstract

Collaboration among teachers is required to make them discuss and share their teaching experiences, including some teaching and learning problems with others. Through collaboration in lesson study, it enables them to prepare meaningful learning to students and learning of 21st century. This activity involving six English teachers of SMK Muhammadiyah Pekalongan aims to improve English teachers in designing their lesson. Through lesson study conducted in one-month, English teachers’ awareness and willingness to collaborate each other showed improvement. They became more acutely aware of the necessity to analyze students' needs when discussing issues related to teaching and learning. Additionally, they might learn something from discussing best practices in teaching through lesson study. This condition affected their ability to compose their lesson design, provide students with relevant learning experiences, and help them develop 4C (critical thinking, creative, collaboration, communication) and HOTS (high order thinking skill) skills.
The Changes in the Meaning of the Word 'Azab' In Social Media Status Mutmainnah, Yulia; Hardiyanti, Diana
Dinamika Bahasa dan Budaya Vol 19 No 1 (2024): DINAMIKA BAHASA DAN BUDAYA
Publisher : Universitas Stikubank (UNISBANK) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35315/bb.v19i1.9783

Abstract

As social life develops, the language used by the language community also experiences development and change. The word azab, widely used in communication, has changed its meaning. This research is semantic research, especially on changes in the meaning of words, which aims to get a clear picture of the changes in the meaning of the word azab, which is used in statuses on social media Facebook, Twitter, and Instagram. These three social media were chosen because they are the three big social media that people use to update their status in phrases and sentences containing the word azab. This research uses a qualitative descriptive method to describe linguistic phenomena in society. By using a phenomenological approach, in this research, it was found that the word azab was by its true meaning, but some meanings expanded and shifted. Keywords: azab, meaning, expended meaning, sifted meaning
Siti Walidah and her contribution to Islamic women's movement: Gadamer’s fusion of horizon Santosa, Budi Tri; Mutmainnah, Yulia; Satwika, Rakindra Cahya
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 20 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v20i2.11110

Abstract

This research focuses on Siti Walidah and her preaching in Java in the film script of Nyai Ahmad Dahlan. By focusing on Siti Walidah, this research has several objectives., which are the fusion of horizons towards Siti Walidah to unveil interesting insights into merging cultural boundaries, investigating the transformation of traditional practices and beliefs by fusing horizons between different cultures, and exploring the experiences of Siti Walidah, who exemplifies the intermingling of Indonesian and Western cultures. This research is a qualitative study that uses a hermeneutic approach. In methodological principles, Gadamer's hermeneutics aligns with qualitative research, which aims to find a deep understanding that requires qualitative interpretation. The data source in this research is a literary work of a film script entitled Nyai Ahmad Dahlan (2017) by looking for variables or data from Siti Walidah's manuscript as the object of research on theological humanism in Javanese society in the pre-independence era through several stages: determining research questions, selecting research objects, reviewing data, data categorization, data validation, data analysis, and interpretation. The research findings on the fusion of horizons towards Siti Walidah unveil interesting insights into merging cultural boundaries. The research reveals that the fusion of horizons contributes to a multifaceted identity, allowing Siti Walidah to navigate and embrace diverse cultural perspectives. Moreover, it highlights the positive impact of cultural fusion on personal growth and the development of a unique identity that transcends boundaries. Overall, this research sheds light on the potential benefits and challenges of merging cultures.