Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

PENDAMPINGAN PENGABDIAN MASYARAKAT UKM TEMPE DAN MAKANAN KECIL DI AISYIYAH CABANG GODEAN Tri Maryati; Hasnah Rimiyati; Nila Fadilatul Jannah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 1. Kebijakan Publik Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Industri Kreatif
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.935 KB) | DOI: 10.18196/ppm.31.143

Abstract

UKM yang didampingi adalah produksi tempe dan makanan kecil. Permasalahan yang dihadapi oleh UKM tempe adalah proses pengelupasan kulit kedelai yang masih menggunakan cara tradisional, kemasan yang masih sederhana dan belum mempunyai pembukuan keuangan. Permasalahan yang dihadapi oleh usaha makanan kecil adalah kemasan produk yang belum menarik, masih rendahnya omzet penjualan dan belum punya pembukuan keuangan. Tujuan pendampingan membantu : (1) UKM tempe untuk alih teknologi dari cara tradisioanal dengan cara yang lebih modern, (2) UKM makanan kecil untuk memperoleh PIRT, (3) UKM tempe dan makanan kecil cara melakukan pengemasan produk yang menarik, (4) UKM makanan kecil memiliki media promosi online, (5) UKM tempe dan makanan kecil memiliki administras keuangan. Metode yang akan digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan dan pendampingan tentang desain kemasan, promosi produk, dan administrasi keuangan. Implikasi dari pendampingan adalah UKM tempe dan makanan kecil omzetnya meningkat. Hasil pendampingan :(1) UKM tempe sudah beralih teknologi menggunakan mesin, (2) UKM makanan kecil sudah memiliki PIRT, (3) UKM tempe dan makanan kecil sudah memiliki kemasan yang menarik dilengkapi dengan merek dengan nama “BAROKAH” dan logo bertuliskan MEK Aisyiyah Cabang Godean, (4) UKM makanan kecil sudah memiliki media promosi secara online yaitu melalui wa bisnis dengan nama B. Minah Snak dan Instagram dengan nama Sarminah48, dan (5) Baik UKM tempe maupun makanan kecil sudah memiliki buku administrasi keuangan.
PENINGKATAN KETRAMPILAN KOMPUTER DAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN DI KOPERASI PERTUNI CABANG SLEMAN Siti Noordjanah Dj; Tri Maryati; Farizna Permata Sari
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 11. Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1900.734 KB) | DOI: 10.18196/ppm.311.345

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah Koperasi Sejahtera PERTUNI Cabang Sleman. Anggota koperasi ini semua tuna netra dan pengelola koperasi juga tuna netra. Karena keterbatasannya pengurus koperasi dalam mencatat transaksi koperasi masih menggunakan cara manual. Disamping itu pengurus koperasi juga belum memahami pengetahuan tentang laporan keuangan yang harus dilaporkan pada saat RAT Koperasi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan pengurus koperasi tentang komputer program microsoft excel dan penyusunan laporan keuangan. Target luaran yang ingin dicapai adalah pengurus dapat mengoperasikan komputer dan menyusun laporan keuangan. Metode yang digunakan untuk pencapaian target adalah berupa pelatihan komputer dan penyusunan laporan keuangan koperasi dan praktik penyusunan laporan keuangan. Hasil pengabdian masyarakat adalah pengurus koperasi sudah mampu mengoperasikan komputer dengan program microsoft excel dan membuat laporan keuangan koperasi.
Desa Banyuraden Peduli Difabilitas : Pendekatan Multidisipliner Bambang Edi Susyanto; Sri Sundari; Tri Maryati; Suci Aprilia
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 4. Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.398 KB) | DOI: 10.18196/ppm.24.431

Abstract

Menurut UNESCAP (2009), di Indonesia terdapat 3.063.000 jiwa dengan difabilitas. Anakpenyandang cacat kebanyakan (85,6%) belum memperoleh akses pelayanan kesehatan sebagaimanamestinya. Masalah terkait difabilitas di Banyuraden adalah 1)keluarga dengan difabilitas cukup banyakdan sosial ekonomi kebanyakan kurang dan kurang berdaya dalam bidang sosial ekonomi dan kesehatan2)adanya persepsi negatif tentang difabilitas dan 3)belum adanya kemitraan antar anggota masyarakatdalam hal peduli difabilitas. Meningkatkan kepedulian desa Banyuraden terhadap warga dengandifabilitas dan terbentuknya kemitraan antar warga sebagai desa peduli difabel. Penggalangan dukunganke Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat (kelompok relawan difabel, relawan Rescuer) danmasyarakat luas melalui media TV lokal, website dan sarasehan dan lokakarya. Didapatkan dukungandari Pemerintah Desa Banyuraden, Relawan Rescue Banyuraden dan Relawan Pendamping Difabel disetiap dusun. Dukungan tambahan juga didapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Kabupaten Sleman. Warga difabel dilibatkan dalam kegiatan ekonomi produktif di Lapak KulinerEmbung Serut Banyuraden. membaiknya persepsi masyarakat tentang difabilitas, terbentuknya modelpemberdayaan ekonomi warga difabel namun belum dapat diukur dampaknya terhadap peningkatankesejahteraan keluarga, karena masih tahap rintisan. Telah terlaksana kegiatan pengabdianpengembangan desa mitra di Desa Banyuraden, dari tahap sosialisasi hingga terbentuknya modelpemberdayaan ekonomi dan kemitraan dalam bencana.
Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengembangan Kewirausahaan Keluarga Di Aisyiyah Cabang Godean Tri Maryati; Hasnah Rimiyati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.349 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.499

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah Aisyiyah Cabang Godean. Tujuan pengabdianmasyarakat ini adalah: 1) memberikan pemahaman tentang wirausaha dan peluang usaha ; 2).memberikan pelatihan tentang pembuatan produk-produk yang layak jual; 3). memberikan gambarantentang Manajemen Pemasaran. Target luaran yang ingin dicapai adalah : 1). kelompok mitra termotivasiuntuk melakukan usaha; 2). kelompok mitra dapat menemukan peluang usaha; 3). kelompok mitramampu menetapkan harga produk, kemasan produk, mempromosikan produk dan memilih salurandistribusi yang tepat. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah : 1). melakukan penyuluhanuntuk menumbuhkan semangat wirausaha dan menemukan peluang usaha ; 2). memberikan penyuluhantentang keterampilan membuat produk atau kerajinan yang layak jual, demonstrasi pembuatan produklayak jual, praktik pembuatan produk yang menarik dan layak jual pendampingan pembuatan produkyang menarik dan layak jual; 3). memberikan penyuluhan tentang penentuan harga produk produk ,packaging dan pemilihan saluran distribusi. Hasil pengabdian masyarakat adalah :1) peserta pelatihanantusias mengikuti kursus kewirausahaan dan termotivasi untuk melakukan wirausaha; 2). Pesertapelatihan mampu untuk membuat produk tempe, tempe sagu, keripik tempe dan telur gabus; 3) pesertapelatihan memahami cara menentukan harga pokok produk dan packaging .
PEMBERDAYAAN EKONOMI PARA TUNANETRA ANGGOTA PERTUNI DI MASA PANDEMI Hasnah Rimiyati; Tri Maryati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.29 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.761

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) cabang Sleman Yogyakarta, pertimbangan memilih mitra karena ada permasalahan yang dihadapi para anggota di masa pandemi ini. Pertama, menurunnya pendapatan dari usaha jasa pijat sehat sejak masa pandemi Covid 19 berlangsung hingga saat ini; kedua, masih rendahnya kualitas layanan jasa. Solusi dari permasalahan tersebut adalah: 1) perlu upaya melakukan pemasaran melalui promosi online dengan memanfaatkan media sosial facebook dan whatshApp bisnis, agar dapat menyampaikan informasi mengenai layanan jasa mereka kepada konsumen; 2) perlu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan kualitas layanan prima (service excellent) bagi peserta. Metode pelaksanaan dalam penyelesaian masalah tersebut adalah: 1) Mensosialisasikan program kepada mitra agar implementasi program sesuai kebutuhan dan menentukan jumlah peserta; 2) Melaksanakan peningkatan kapasitas SDM, melalui pelatihan IT dan Pelatihan kualitas layanan prima (service excellent); 3) Pendampingan pada peserta pasca pelatihan. Hasilnya, melalui pelatihan IT peserta dapat membuat akun facebook dan whatshApp bisnis, saat ini para peserta sudah memiliki akun bisnis serta dapat mengoperasikan akun bisnisnya di medsos untuk mempromosikan bisnis jasanya. Melalui pelatihan kualitas sumber daya manusia kemampuan peserta lebih baik dalam melayani pengguna jasa. Berbekal ketrampilan yang diberikan diharapkan dapat membantu peserta memperoleh penghasilan guna pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.