Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS DAMPAK PENDAYAGUNAAN ZAKAT PRODUKTIF TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN USAHA MUSTAHIK BERDASARKAN MODEL CIBEST (STUDI KASUS PADA BAITUL MAL ACEH) muhibbul jalil; Muhammad adnan; hafas furqani
Journal of Sharia Economics Vol 1 No 2 (2020): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baitul Mal Aceh mendistribusikan zakat produktif menilai calon mustahik menggunakan model CIBEST yang bertujuan dapat memberi pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan usaha dan tingkat kemampuan mustahik dalam mengembangkan modal usaha yang telah diberikan oleh Baitul Mal. Penelitian ini berupaya menganalisis bagaimana penentuan calon mustahik dalam pendistribusian zakat produktif yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh dengan menggunakan model cibest, bagaimana dampak pemberdayaan zakat produktif terhadap peningkatan pendapatan usaha mustahik dengan menggunakan model CIBEST. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan sumber data dari Baitul Mal Aceh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penentuan calon mustahik dalam pendistribusian zakat produktif yang dilakukan oleh Baitul Mal Aceh berdasarkan model CIBEST. Tujuan penggunaan model CIBEST ini adalah untuk melihat tingkat kemiskinan dari calon mustahik, bukan hanya kemiskinan materiil saja yang dinilai tetapi juga kemiskinan spiritual. Dampak pemberdayaan zakat produktif terhadap peningkatan keberhasilan usaha mustahik pada Baitul Mal Aceh ketika dianalisis dengan menggunakan CIBEST terlihat adanya perubahan jumlah mustahik dari kategori miskin materil ke kategori sejahtera yang diketahui dari perubahan pendapatan usaha sebelum dan sesudah diberikan zakat produktif , hal ini sangat dipengaruhi oleh pengelolaan zakat produktif secara baik, pendistribusiannya tepat sasaran serta dilakukan pendampingan secara berlanjut.
PRAKTIK MEKANISME PENETAPAN HARGA JUAL BELI PADI DI KABUPATEN ACEH BESAR Reza Darmawan; Armiadi Musa; Hafas Furqani
Journal of Sharia Economics Vol 3 No 2 (2022): Islamic Finance
Publisher : Program Studi Magister Ekonomi Syariah UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jose.v3i2.1956

Abstract

The purpose of this study is to discuss the practice of determining the selling and buying price of rice that is practiced by the people in Aceh Besar district. In this practice, there are two times for determinations the sale and purchase price of rice which is considered to contain an element of gharar in the second price determination. This research will explain: how the mechanism of the practice, a review of Islamic law related to the practice, whether the practice can be practiced in other areas. This study uses field research methods with data collection techniques in the form of interviews. The results of the study concluded: (1) In the practice of two times price determination buying and selling rice, there are three types of contracts used, that is the ba'i, hybrid contract between ba'i and wadiah and a hybrid contract between ba'i and qardh. (2) The practice using a ba'i is legal by refers to the rules of ushul fiqh related to the basic law of muamalah that is mubah. The legality is also supported by urf which is able to bring benefit even though it contains elements of gharar in it. The element of gharar in the second price fixing is considered gharar yasir which is legal because it has become 'urf that is able to present benefits and mutual pleasure towards the consequences that arise from the gharar element. Two other types of contracts, a hybrid contract between ba’i with wadiah and a hybrid contract between ba’i with qardh according to the Islamic law riview, they are not contrary to Islamic Law. (3) Although in real terms this practice can increase farmers' income, this practice cannot be practiced in other areas. Keywords: Price determination mechanism, Gharar, Hybrid Contract
Peran Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Awe Seubal Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue Riska Srimuliana; Hafas Furqani; Jalilah
Jurnal Ilmiah Basis Ekonomi dan Bisnis Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Basic Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.487 KB) | DOI: 10.22373/jibes.v1i1.1578

Abstract

BUMDes merupakan badan usaha yang diberikan oleh pemerintah kepada desa, agar potensi yang ada di desa dapat dimanfaatkan untuk membentuk program unit usaha yang melibatkan masyarakat dalam mengelola usaha dan membantu bidang keuangan desa sehingga berdirinya BUMDes dapat menunjang dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini mengkaji tentang peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Awe Seubal Kecamatan Teupah Barat Kabupaten Simeulue. Pada hakikatnya BUMDes bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan dokumentasi deskriptif. Responden dalam penelitian ini adalah pengurus BUMDes dan masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran BUMDes dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa Awe Seubal telah membantu pendapatan masyarakat dan strategi yang digunakan oleh pengelola BUMDes telah mampu meningkatkan sektor ekonomi, pendapatan, dan sektor keuangan desa sebagai serta dampak pencapaian berupa output berupa keberhasilan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Desa Awe Seubal.
Sukuk dan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia (Analisis Peran dan Manfaat Sukuk Untuk Pembangunan Indonesia) Novia Khairunnisa; Hafas Furqani; Dara Amanatillah
EKOBIS SYARIAH Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2016.198 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v1i2.9997

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih jelas bagaimana perkembangan sukuk negara dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia dan peluang pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia melalui sukuk negara serta sejauh mana kontribusi sukuk negara terhadap pembangunan infrastruktur di Aceh. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan Badan Pusat Statistik, khususnya mengenai pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun di Aceh pada tahun 2008 hingga tahun 2016 dan laporan Otoritas Jasa Keuangan mengenai perkembangan sukuk negara pada tahun 2008 hingga tahun 2016, serta data laporan Kementrian Keuangan mengenai perkembangan sukuk di Indonesia, data alokasi APBN untuk infrastruktur, serta data alokasi dan realisasi proyek yang dibiayai oleh Surat Berharga Syariah Negara baik nasional maupun di Aceh pada tahun 2013 hingga tahun 2018. Hal ini dapat dilihat dari berbagai jenis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara, namun hanya SBSN seri Project Based Sukuk (PBS) yang berkontribusi untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. SBSN seri PBS ini diterbitkan guna mendukung dan membantu pemerintah dalam menutupi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga mampu membantu pemerintah dalam menutupi kekurangan dana khususnya untuk pembangunan infrastruktur dalam APBN.
Konsep Mata Uang Dalam Ekonomi Islam (Analisis Bitcoin Sebagai Mata Uang Virtual) Cut Niswatul Chaira; Hafas Furqani; Dara Amanatillah
EKOBIS SYARIAH Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.138 KB) | DOI: 10.22373/ekobis.v3i2.10043

Abstract

Alat pembayaran atau uang terus mengalami inovasi dan berevolusi mulai dari bentuk tunai menjadi bentuk non tunai atau disebut juga uang elektronik. Kemunculan bitcoin sebagai salah satu dari virtual currency menimbulkan pro dan kontra di berbagai kalangan. Ada yang membolehkan ada pula yang mengharamkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep mata uang dalam perspektif ekonomi Islam dengan menganalisis bitcoin sebagai salah satu dari virtual currency. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa akademisi dari bidang ekonomi dan pihak regulator yaitu Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Data dianalisis dengan mendeskripsikan konsep bitcoin sebagai mata uang virtual dalam perspektif ekonomi Islam. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa dalam ekonomi Islam mata uang harus memiliki underlying asset dan dijamin oleh pemerintah. Sedangkan bitcoin tidak memiliki underlying asset, tidak jelas siapa penerbitnya dan tidak ada yang bertanggung jawab. Banyak unsur ketidakjelasan yang dimiliki oleh bitcoin. Bahkan di Indonesia belum ada regulasi secara resmi dan masih dalam tahap pengkajian oleh para ulama. Oleh sebab itu, Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk bertransaksi dengan rupiah karena sesuai dengan Undang-Undang No 7tahun 2011 tentang Mata Uang.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Menjadi Nasabah Bank Aceh Syariah Muksal Muksal; Hafas Furqani; Riska Jaya Mustika
EKOBIS SYARIAH Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekobis.v7i1.17789

Abstract

Penelitian ini meneliti tentang pengetahuan dan persepsi pada Bank Aceh Cabang Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu pengetahuan, persepsi, dan keputusan menjadi nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan persepsi terhadap keputusan menjadi nasabah pada Bank Aceh Cabang Aceh Barat Daya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan metode analisis data yang digunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Ha ditolak dan H0 diterima dengan demikian pengetahuan (X1) tidak berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah. (2) Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian perssepi (X2) berpengaruh terhadap keputuan menjadi nasabah. (3) Pengetahuan dan Persepsi bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan menjadi nasabah.
Worldview and the Construction of Economics: Secular and Islamic Tradition Hafas Furqani
TSAQAFAH Vol. 14 No. 1 (2018): Contemporary Islamic Discourses
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/tsaqafah.v14i1.2294

Abstract

Economics as a system of thought and body of knowledge is constructed based on certain philosophical foundations derived from a particular worldview. The term worldview, which originated from the German Weltanschauung (composed of Welt, ‘world’, and Anschauung, ‘view’ or ‘outlook’) refers to a world perception, or the concept and framework of ideas through which human interprets the human life and world. The term worldview, in general, refers to belief, doctrine, perspective and values in the sense that it supplies views, assumptions and images of how to perceive things. The worldview which is the perspective in understanding the existence and realities decorates the scientifc atmosphere, its direction as well as objectives. The worldview is also fundamental in supporting the development of a science and its progress. Mainstream economics is developed from the foundation of Secular Worldview which is characterized as materialist (excluding the metaphysics), reductionist (reducing the epistemological basis on positivism with atomistic perspective) and individualist (isolating individual from society). Islamic economics, on the other hand, is developed on the basis of Islamic worldview. The Islamic worldview is claimed to be more comprehensive, integrative and holistic in nature. This would make Islamic economics having a potential to answer the shortcoming found in conventional economics. The paper would explore the nature of worldview in Secular and Islamic tradition and its implications in developing discipline of economics and Islamic economics. The paper also seeks to develop some foundations for Islamic economics to be a distinct discipline.
Students' Interest In Investing In The Sharia Capital Market Hafidhah; Furqani, Hafas; Millati, Aja Fitria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jimebis.v4i2.408

Abstract

The Indonesia Stock Exchange (IDX) stated that youth, including students, have considerable potential to become stock investors. One of the main targets of capital market investors and Islamic capital markets is students. This study aims to determine whether knowledge, Socialization, and education influence the interest in investing in the Islamic capital market students of the Faculty of Islamic Economics and Business Ar-Raniry State Islamic University Banda Aceh. This research is a quantitative study in which samples were taken from as many as 332 respondents using a probability sampling technique. This probability sampling technique includes several techniques, but the researcher chose the simple random sampling technique because the sample members from the population were taken randomly without regard to the strata in the population. The data type used is primary data, which distributes the questionnaire via Google Forms. The research data analysis method used the Structural Equation Modeling (SEM) method with the Partial Least Square (PLS) approach and SmartPLS software's help. The results of this study indicate that the knowledge variable has a positive and significant effect on the interest in investing in the Islamic capital market. The socialization variable also has a positive and significant effect on the interest in investing in the Islamic capital market, and the education variable also has a positive and significant effect on the interest in investing in the Islamic capital market. Based on the R2 test, the influence exerted by the independent variables (knowledge, outreach, and education) on the dependent variable (intention to invest in the Islamic capital market) is 52.4%. In contrast, the rest is influenced by other variables not included in this study.
The Role Of Waqf Property Buildings For Beneficiaries Jalaluddin; Furqani, Hafas; Ilham
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jimebis.v5i1.485

Abstract

The Tahfidzhul Quran Sulaimaniyah Habibie Center Aceh Besar Islamic Boarding School building is a temporary waqf property resulting from collaboration between the Sulaimaniyah Foundation and the Habibie Center Foundation. There are many permanent waqf building assets whose benefits are less than optimal for mauquf 'alai'ih throughout Indonesia, including in Aceh. This is because the abilities and strategies of waqf managers (nazhir) are still lacking in managing waqf assets professionally. This study aims to determine Nazir's strategy in managing and utilizing waqf land and buildings at the Sulaimaniyah Habibi Center Islamic Boarding School. The research uses a qualitative approach to sources namely Nazirs, Islamic boarding school students, Islamic boarding school alumni, village imams and local communities by collecting data using observation, interviews and documentation techniques. The data analysis method uses data reduction techniques, data presentation, and drawing conclusions. The results of the research show that Nazir's strategy in managing and utilizing waqf property buildings is by managing and utilizing ZIS (Zakat, Infaq and Alms) funds and waqf goods according to their designation as Islamic boarding school operational costs for the continuity of student learning.
THE DISCIPLINE IN THE MAKING: APPRAISING THE PROGRESS OF ISLAMIC ECONOMICS Furqani, Hafas
Journal of Islamic Monetary Economics and Finance Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Bank Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4194.479 KB) | DOI: 10.21098/jimf.v1i1.481

Abstract

Islamic economics is currently moving from a mere discourse on economics in Islamic perspective towards becoming a distinct science of Islamic economics. There is a systematic effort from Islamic economic scientific community to develop a discipline of Islamic economics marked by a complete body of knowledge, clear subject matter, methodology/methodologies to appraise theories and continuous growth and accumulation of knowledge. This could be done if the scientific community put strong effort in explicating all the necessary foundations of science and achieve consensus on certain important aspect of discipline. In this paper we attempt to historically survey the development of Islamic economics towards becoming a distinct discipline, evaluate the current practices a adopted by the Islamic economics’ scientific community in settling up problems, and outlining forward agenda in order to achieve this discipline status.