Claim Missing Document
Check
Articles

Potential Radiological Hazard of Coal-Fired Power Plant Oktamuliani, Sri; Caredek, Puspa Tirta; Wiyono, Muji; Wahyudi, Wahyudi; Kusdiana, Kusdiana
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 14 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jipfalbiruni.v14i1.25879

Abstract

Coal-fired power plants not only generate electricity but also produce coal ash containing naturally occurring radionuclides, which may pose radiological hazards to workers and nearby residents. This study aimed to assess the radiological risks associated with natural radionuclides present in coal ash and surrounding soil near PT Sugar Labinta, Lampung. To achieve this, samples of fly ash, bottom ash, and soil were systematically collected, and the specific activities of radionuclides radium-226, thorium-232, and potassium-40 were measured using gamma-ray spectrometry with High-Purity Germanium (HPGe) detectors. These measurements served as the basis for evaluating potential radiation hazards. The results showed that the gamma index values for fly ash (zero point seven seven seven), bottom ash (zero point three seven zero), and soil (zero point five one four) were all below the safety threshold (gamma index less than or equal to one), indicating low levels of gamma radiation and minimal radiological risk. Similarly, the external hazard index values ranged from zero point one two six to zero point six zero five, remaining under the recommended limit (external hazard index less than or equal to one). However, several samples, particularly fly ash (up to ninety-nine point zero two five nanogray per hour) and soil (up to sixty-five point five one one nanogray per hour), had absorbed dose rates exceeding the global average set by the United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation (UNSCEAR). While most soil samples had annual effective dose equivalents below the standard limit of zero point zero seven millisievert per year, fly ash exceeded this value, signaling the need for continued monitoring, especially in residential areas near the power plant chimney. These findings suggest that coal ash and soil around PT Sugar Labinta generally present a low radiological risk. However, ongoing monitoring is essential to detect and mitigate potential long-term exposures. The study contributes valuable data for environmental radiation assessments and supports the implementation of effective radiological protection strategies in coal-fired power plant areas.
Pengelolaan Laboratorium di SMAN 2 Sipora Kepulauan Mentawai Mardiansyah, Dedi; Mahyudin, Alimin; Wildian, Wildian; Dahlan, Dahyunir; Shafii, Mohammad Ali; Zulfi, Zulfi; Rasyid, Rahmat; Milvita, Dian; Astuti, Astuti; Yusfi, Meqqory; Firmawati, Nini; Oktamuliani, Sri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.4793

Abstract

Laboratorium adalah fasilitas penting dalam pembelajaran fisika di sekolah yang berperan dalam meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk mempelajari fisika. Aktivitas di laboratorium umumnya berupa kegiatan praktikum atau demonstrasi. Agar laboratorium dapat berfungsi optimal sebagai media pembelajaran fisika, pengelolaannya perlu direncanakan dengan baik. Berdasarkan hasil observasi di beberapa SMA di Sumatera Barat, ditemukan bahwa banyak laboratorium kurang dikelola dengan baik sehingga keberadaannya tidak efektif. Siswa jarang diajak untuk praktikum, dan peralatan yang sudah disediakan oleh Dinas Pendidikan sering kali jarang digunakan, sehingga banyak yang rusak karena tidak terpakai. Tata letak dan fasilitas laboratorium sering kali kurang rapi dan belum diinventarisasi dengan baik. Guru fisika mengalami kendala dalam melaksanakan praktikum karena tidak tersedia modul atau buku panduan. Akibatnya, kegiatan praktikum yang seharusnya dilakukan di laboratorium kini hanya dilaksanakan di kelas dengan peralatan yang terbatas, sehingga potensi laboratorium tidak dimanfaatkan sepenuhnya. Atas dasar masalah-masalah ini, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melakukan pembinaan pengelolaan laboratorium fisika di SMAN 2 Sipora untuk mendukung kelancaran kegiatan praktikum dan proses pembelajaran. Tahapan kegiatan PKM meliputi: 1) Sosialisasi tentang pengelolaan laboratorium, 2) Pengembangan Laboratorium Percontohan Implementasi Merdeka Belajar, 3) Diskusi pembuatan alat-alat praktikum sederhana, 4) Diskusi pembuatan modul atau buku panduan praktikum, dan 5) Monitoring awal serta lanjutan di SMAN 2 Sipora.
Pabrikasi Bolus 3D berbahan Polylactic Acid untuk Terapi Radiasi pada Pasien Kanker Payudara Yuliandari, Annisa; Oktamuliani, Sri; Harmadi; Pratama, Andra
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i2.52443

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang menempati urutan pertama  sebagai penyumbang kematian akibat kanker di Indonesia. Pengobatan kanker payudara pada beberapa kasus belum mendapat dosis permukaan yang maksimal, sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membuat bolus 3D setara dengan jaringan payudara manusia dan dapat meningkatkan  dosis. Penelitian ini menggunakan Polylactic Acid (PLA) sebagai bahan utama pembuatan bolus. Bolus dicetak menggunakan printer 3D dengan variasi permukaan persentase material pengisi  (infill) yaitu (20, 40, 60, 80, 100) %. Hasil pabrikasi bolus 3D dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif berdasarkan hasil pengukuran nilai Relative Electron Density (RED) dan dosis serap menggunakan LINAC 15 MeV pada payudara manekin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bolus 3D berbahan PLA memberikan keseragaman dari segi ketebalan. Bolus dengan persentase infill 20% memiliki nilai RED yang paling mendekati RED payudara yaitu 0,99 dan mampu menyerap radiasi sebesar 1,98 Gy lebih optimal, jika dibandingkan dengan bolus komersial. Hal ini menunjukkan bahwa bolus 3D berbahan PLA dapat menjadi bolus alternatif saat pengobatan kanker psayudara menggunakan radioterapi dengan elektron.
The Accuracy of TIAC Calculated Using SPECT/CT Imaging Data at 36- and 100-Hours Post Injection and Prior Information in 177Lu-DOTATATE Siyami, Rizka Mutik; Sri Oktamuliani; M. Dlorifun Naqiyyun; Intan Apriliani Syaridatul Mu'minah
Jurnal Ilmu Fisika Vol 16 No 1 (2024): March 2024
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.16.1.55-62.2024

Abstract

In internal radionuclide therapy, there is a growing demand for streamlined methods that alleviate the measurement burden on patients and reduce the associated costs of individual dosimetry. This study assessed the precision of the Two Time Point Dosimetry (2TPD) model, a data-efficient approach, compared to the well-established All Time Point Dosimetry (ATPD) model. The investigation involved the analysis of time-activity data collected from the kidneys of seven patients who were administered 177Lu-DOTATATE and underwent SPECT/CT imaging (PMID 3344306). Data points were specifically gathered at the 36-hour and 100-hour post-injection marks. Employing prior information, a monoexponential function was applied to fit the biokinetic data. Consequently, two crucial metrics, TIAC ATPD and TIAC 2TPD, were computed for ATPD and 2TPD, respectively. To provide a benchmark, the TIAC determined via the Hänscheid method was also incorporated for comparison. The comparative analysis revealed that the percentage error between the population ATPD model and the 2TPD model was (3.97 ± 7.85)%, and for the Hänscheid model, it was (1.8 ± 7.9)%. These findings affirm that the accuracy of TIAC values derived from the 2TPD approach, leveraging prior-information fitting, is reasonably satisfactory.
Optimizing Doppler Ultrasound Parameters: The Study of Insonation Angle, PRF, and Dynamic Range in Blood Flow Assessment Oktamuliani, Sri; Ishii, Takuro; Saijo, Yoshifumi
Jurnal Ilmu Fisika Vol 17 No 1 (2025): March 2025
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.17.1.53-62.2025

Abstract

Doppler ultrasound is critical in medical diagnostics for evaluating blood flow and detecting vascular conditions. Accurate blood flow velocity measurements depend on insonation angle, Pulse Repetition Frequency (PRF), and dynamic range. This study optimizes these parameters to enhance Doppler ultrasound performance and diagnostic accuracy. A Xario-100 ultrasound machine and the Doppler 403TM flow phantom were used to evaluate the effects of insonation angle, PRF, and dynamic range on measurement accuracy. Insonation angles of 0o and 60o were tested to assess their impact on aliasing and precision. At 0o, significant aliasing occurred, while 90o, aliasing was minimized. PRF settings were adjusted from 14,000 Hz to 17,900 Hz, with higher PRF extending the Nyquist Velocity from 9.8 cm/s to 37.4 cm/s, reducing aliasing and improving high-flow measurement clarity in the dynamic range from 30 dB to 60 dB, with optimal contrast observed at 50 dB. Histogram analysis revealed a balanced pixel intensity distribution at 50 dB, enhancing the Signal-to-Noise Ratio (SNR). The findings demonstrate an insonation angle of 60o, at PRF 17,900 Hz, and a dynamic range of 50 dB optimal Doppler ultrasound performance. Standardizing these parameters can improve diagnostic accuracy, supporting better patient outcomes in clinical practice.
Analisis Kandungan Radionuklida Alam Pada Fly Ash, Bottom Ash, dan Tanah dari PLTU di Industri Gula dengan Menggunakan Spektrometer Gamma Caredek, Puspa Tirta; Wiyono, Muji; Wahyudi, Wahyudi; Kusdiana, Kusdiana; Oktamuliani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.423-429.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas spesifik 226Ra, 232Th dan 40K yang terdapat pada sampel fly ash, bottom ash, dan tanah di sekitar PLTU pada industri gula. Masing – masing tiga sampel fly ash dan bottom ash diambil dari silo, dan Sembilan sampel tanah diambil pada radius (0-4) km dari PLTU. Pencacahan sampel dilakukan menggunakan spektrometer gamma dengan detektor HPGe. Sampel dicacah selama 17 jam, dan diolah menggunakan software Maestro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas spesifik 226Ra dan 40K pada fly ash dan bottom ash berada di bawah nilai rata-rata dunia, kecuali 232Th pada fly ash dengan nilai rata-rata 88,45 ± 2,48 Bq/kg di atas nilai yang dilaporkan UNSCEAR. Pengukuran aktivitas spesifik 226Ra, 232Th dan 40K pada tanah di sekitar industri gula menunjukkan konsentrasi tertinggi pada tanah yang berada semakin dekat dengan cerobong PLTU. Kesimpulan dari penelitian ini adalah aktifitas spesifik 226Ra, 232Th dan 40K pada sampel fly ash, bottom ash, dan tanah di sekitar industri gula tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Analisis Pengaruh Filter Terhadap Kualitas Citra Berbasis Resolusi Spasial Dan Derau Pada Pesawat Fluoroskopi C-Arm Syifa, Dinda Nurul; Oktamuliani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.248-253.2023

Abstract

Mode Cinefluorographic Acquisition adalah mode pencitraan pada pesawat fluoroskopi C-Arm yang menggunakan tegangan tinggi. Penggunaan tegangan yang tinggi pada mode ini memberikan peningkatan dosis pasien sehingga perlu diperhatikan besar tegangan dan filter yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan filter Al dan filter Al + Cu pada pesawat fluoroskopi C-Arm terhadap tegangan dan arus waktu keluaran menggunakan phantom PMMA (Polymethyl methacrylate) dengan ketebalan 14 cm dan filter dengan ketebalan 2,5 mm Al, 3 mm Al, 2,5 mm Al + 0,1 mm Cu dan 3 mm Al + 0,1 mm Cu, serta menganalisis kualitas citra berdasarkan Signal to Noise Ratio (SNR) dan Modulation Transfer Function (MTF) dengan menggunakan software MATLAB 2017a. Hasil yang dari penelitian ini yaitu tegangan dan arus keluaran meningkat dengan penambahan ketebalan dan kombinasi filter. Tegangan dan arus waktu keluaran tertinggi terdapat pada filter Al 3 mm + 0,1 mm Cu adalah 62,1 kV dan 203 ± 2 mAs. Histogram citra menunjukkan tingkat kecerahan yang cukup baik pada rentang derajat keabuan 60 - 150, serta nilai SNR dan MTF meningkat pada ketebalan dan kombinasi filter. Uji komparatif MTF, SNR dan variasi filter menghasilkan nilai P-value < 0,05 yang berarti ada pengaruh penambahan filter terhadap kualitas citra.
Pengaruh Tegangan terhadap Nilai CTDIvol, Dose Length Product dan Dosis Efektif pada Pemeriksaan Computed Tomography (CT) Abdomen: Studi di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Fiarka, Fulki; Oktamuliani, Sri; Nuraeni, Nunung
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.4.591-597.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak variasi tegangan pada dosis radiasi yang diterima oleh pasien yang menjalani pemeriksaan Computed Tomography (CT) abdomen menggunakan mesin pemindai Philips 128 slice. Penelitian ini difokuskan pada evaluasi hubungan antara tegangan, Compued Tomography Dose Index Volume (CTDIvol), Dose Length Product (DLP), dan dosis efektif pada organ gonad pasien. Sampel terdiri dari 20 pasien dengan postur tubuh normal yang menjalani pemeriksaan CT abdomen, dengan variasi tegangan sebesar 100 kV dan 120 kV. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata CTDIvol adalah (72,028 ± 18,88) mGy dan DLP diukur sebesar (3369,06 ± 1036,70) mGy.cm. Selain itu, dosis efektif yang diserap organ gonad sebesar (6,8011 ± 2,30) mSv. Terdapat peningkatan yang signifikan secara statistik dalam CTDIvol, DLP, dan dosis efektif dengan peningkatan variasi tegangan. Hubungan ini didukung oleh P-value < 0,05, menunjukkan signifikansi statistiknya. Hasil ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan pengaturan tegangan dalam mengoptimalkan protokol pemeriksaan CT untuk menjaga keselamatan pasien. Dengan memahami pengaruh tegangan pada dosis radiasi, para profesional kesehatan dapat mengadopsi strategi untuk meminimalkan paparan radiasi pada pemeriksaan CT abdomen.
Efektivitas Perubahan Fase Material KCl/H2O sebagai Sistem Pendingin Ikan Laut Alief, Iqbal; Usna, Sri Rahayu Alfitri; Astuti, Astuti; Oktamuliani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.8-14.2024

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of phase change material (PCM) KCl/H2Oas a fish cooling system. KCl/H2Ois a eutectic PCM of hydrate salts with a melting temperature of -10.7 °Cand an enthalpy of 273 kJ/kg. The samples tested were Kuwe marine fish with a mass of 1 kg (4 heads). The variation in fish mass to KCl/H2Ois 1:0.5, 1:1, 1:2, and 1:3. The process of changing the temperature of the fish cooling system every time is measured using the DS18B20 temperature sensor. Based on the study's results, KCl/H2Ois effective in reducing fish temperature by -0.22 °C/minute.The use of 2 kg KCl/H2O is effective in maintaining fish temperature in the temperature range of0 to 5 °C for 20 hours, and the use of 3 kg KCl/H2Ois good in maintaining fish temperature in the lower temperature range of -5 to 0 °C for 16 hours. In terms of economy, the cost of handling the fish cooling process using KCl/H2Ois six times greater than conventional cooling, so this system is less recommended.
Estimasi Faktor Transfer Radionuklida Alam Tanah ke Beras dan Dosis Internal Tahunan Pada Penduduk di Sekitar Geotermal Solok Selatan Nabilah, Afifah; Oktamuliani, Sri; Nirwani, Leli
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.96-102.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang nilai faktor transfer radionuklida alam 226Ra, 232Th, dan 40K dari tanah ke beras dan perkiraan dosis efektif tahunan yang diterima penduduk di daerah geotermal Solok Selatan. Tujuan penelitian ini untuk memperkirakan faktor transfer alami dari tanah dan beras dan dosis efektif tahunan penduduk di jalur geotermal Solok Selatan. Penelitian dilakukan pada tiga kecamatan, yaitu pada Kec. Sungai Pagu, Kec. Pauh Duo, dan Kec. Sangir di Kabupaten Solok Selatan dengan total enam sampel tanah dan enam sampel beras. Aktivitas spesifik radionuklida diukur menggunakan spektrometer gamma. Rata-rata konsentrasi radionuklida alam yang diperoleh pada sampel tanah yaitu 226Ra sebesar (17,09 ± 0,75) Bq/kg, 232Th sebesar (30,01 ± 0,99) Bq/kg, dan 40K sebesar (214,1 ± 0,87) Bq/kg. Konsentrasi radionuklida alam yang diperoleh dalam beras yaitu 226Ra dengan rata-rata (59,36 ± 0,33) Bq/kg, 232Th dengan rata-rata (0,10 ± 0,11) Bq/kg, dan 40K dengan rata-rata (37,75 ± 1,58) Bq/kg. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampel tanah yang berada pada jalur geotermal memiliki konsentrasi tertinggi yaitu Nagari Koto Baru, Kec. Sungai Pagu. Nilai faktor transfer radionuklida pada beras tertinggi pada unsur 226Ra sebesar 5,59 terletak di daerah Koto Baru. Perkiraan dosis efektif perorangan tertinggi diperoleh yaitu 226Ra sebesar 2,97 mSv/tahun, 232Th sebesar 0,002 mSv/tahun, 40K sebesar 0,022 mSv/tahun. Nilai dosis efektif yang diperoleh tergolong aman untuk penduduk, karena lebih rendah dari batas dosis yang direkomendasikan oleh United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation, kecuali pada unsur 226Ra yang terdapat pada sampel daerah Koto Baru
Co-Authors Adrial, Rico Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Afdhal Muttaqin Afifah Nabilah Ahmad Fauzi Pohan Alief, Iqbal Alimin Mahyudin Arif Budiman Astuti Astuti - Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Astuti Aulia Firma Betta Centaury Caredek, Puspa Tirta Dahyunir Dahlan Damayanti, Elok Dedi Mardiansyah Dian Fitriyani Dian Fitriyani Dian Milvita Dinda Nurul Syifa Dinda Nurul Syifa Dwi Pujiastuti Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Eif Sparzinanda Eli Defira Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Faza Atika An'umillah Faza Atika An’umillah Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Fiarka, Fulki Fitra Ramadana Fulki Fiarka Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Haq, Haritsul Haritsul Haq Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Harmadi Hasnel Sofyan Imam Taufiq Imam Taufiq Intan Apriliani Syaridatul Mu'minah Iqbal Alief Iqbal Ramadhan Iqbal Ramadhan Ishii, Takuro Kaoru Hasegawa Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana Kusdiana, Kusdiana Lazuardi Umar Leli Nirwani Leony Chantika Leony M. Dlorifun Naqiyyun Mahdiyah, Luqyana Marzuki Marzuki Marzuki Marzuki Meqorry Yusfi Mohammad Ali Shafii Mohammad Randy Alhafiz Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Ilyas Muhammad Kahfi Muhammad Kahfi Muji Wiyono Muldarisnur, Mulda Mutya Vonnisa Nabilah, Afifah Naela Amalia Zulfa Naela Amalia Zulfa Nazri MZ Nazri MZ, Nazri Nehru Nehru Nini Firmawati Nirwani, Leli Nunung Nuraeni Nunung Nuraeni, Nunung Nurul Hasanah Nurul Khaira Sabila Pratama, Andra Puspa Tirta Caredek Rahmat Rasyid Rahmat Rasyid Ramacos Fardela Rinnesa Apria Ernando Saijo, Yoshifumi Salim Muhaimin Samsidar Samsidar Siyami, Rizka Mutik Solly Aryza Sri Handani Syifa, Dinda Nurul Tadanori Minagawa Trengginas Eka Putra Sutantyo Usna, Sri Rahayu Alfitri Vanessa Illona Giovanni Veithzal Rivai Zainal Viesca Fredilla Hanif Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wildian Wildian Wiyono, Muji Wulandani Liza Putri Yoshifumi Saijo Yuliandari, Annisa Yusfi, Meqqory Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi