Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Gangguan Mental Emosional dengan Kualitas Hidup Caregiver Pasien Skizofrenia Seftyarni, Moudy Annisa; Liza, Rini Gusya; Burhan, Ida Rahmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1075

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang membutuhkan bantuan caregiver. Caregiver pasien skizofrenia di Indonesia rata-rata adalah keluarga pasien tersebut sehingga berisiko mengalami gangguan mental emosional akibat beban perawatan dan beban emosional yang harus dipikul. Gangguan mental emosional dapat menyebabkan terganggunya kualitas hidup seseorang. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gangguan mental emosional dengan kualitas hidup caregiver pasien skizofrenia. Metode: Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2022 – November 2022. Jenis penelitian adalah penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini adalah seluruh caregiver pasien skizofrenia di RSJ Prof. Dr. HB Saanin Padang dengan total sampel sebanyak 160 responden yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Hasil: 50,6% caregiver mengalami gangguan mental emosional dan 45,9% caregiver berada pada tingkat kualitas hidup sedang. Terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan mental emosional dengan kualitas hidup (p-value <0,001) pada nilai signifikansi 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara gangguan mental emosional dengan kualitas hidup caregiver pasien skizofrenia. Kata kunci: gangguan mental emosional, kualitas hidup, caregiver, skizofrenia
Gambaran Kelainan Refraksi di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2021 Dzulkifli, Dzulkifli; Hidayat, Muhammad; Liza, Rini Gusya; Vitresia, Havriza; Adrial, Adrial; Fadrian, Fadrian
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jikesi.v5i1.1207

Abstract

Latar belakang: Kelainan refraksi merupakan tidak tepatnya cahaya jatuh di retina yang diakibatkan panjang aksial mata serta kekuatan optik yang terganggu. Ametropia adalah kondisi cahaya tidak dapat difokuskan di retina tanpa bantuan akomodasi karena adanya kelainan refraksi pada mata. Terdapat tiga jenis kelainan refraksi, yaitu miopia, hipermetropia, serta astigmatisme. Objektif: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelainan refraksi di Poli Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional melalui studi kasus dengan mengumpulkan data rekam medis pasien kelainan refraksi di Poliklinik Mata RSUP Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2021 – 31 Desember 2021 dengan mata yang didiagnosis kelainan refraksi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebanyak 110 pasien. Seluruh variabel dianalisis dengan analisis univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 85 pasien didiagnosis astigmatisme, dengan 50 pasien didiagnosis miopia, serta 8 pasien didiagnosis hipermetropia. Pasien kelainan refraksi dengan kelompok usia terbanyak adalah pada rentang 10-19 tahun (31.82%) dengan mayoritas perempuan (67.27%). Gejala klinis terbanyak adalah pandangan kabur (100%). Berdasarkan tingkatannya pasien miopia terbanyak adalah miopia tinggi (70.73%), hipermetropia terbanyak adalah hipermetropia rendah (76.92%), lalu astigmatisme miopia kompositus merupakan jenis astigmatisme terbanyak (83.01%). Visus pasien kelainan refraksi sebelum dan sesudah dikoreksi terbanyak adalah kelompok mild – no visual impairment (39.54%) & (94.09%). Kesimpulan: Gambaran dari pasien kelainan refraksi pada penelitian ini rentang usia 10-19 tahun merupakan kelompok usia terbanyak serta perempuan mengalami kelainan refraksi lebih banyak dari laki-laki. Dengan miopia derajat tinggi merupakan miopia terbanyak. Hipermetropia derajat rendah merupakan yang terbanyak. Serta astigmatisme miopia kompositus merupakan kelompok astigmatisme terbanyak. Keluhan umum terbanyak adalah pandangan kabur. Kategori visus terbanyak sebelum dan sesudah dikoreksi adalah kategori mild – no visual impairment. Kata kunci: miopia, hipermetropia, astigmatisme
PELATIHAN PENGGUNAAN STRENGTHS AND DIFFICULTIES QUESTIONNAIRE PADA GURU BIMBINGAN KONSELING UNTUK DETEKSI DINI GANGGUAN EMOSI DAN PERILAKU PADA REMAJA Liza, Rini Gusya; Yanis, Amel; Yaunin, Yaslinda; Ashal, Taufik; Sauma, Eldi; Marni, Trisna; Syafwan, Ridho Akbar; Yuliandi, Rozi; Ariadi, Ariadi
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 6 (2025): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v2i6.1901

Abstract

Emotional and behavioral disorders in adolescents are mental health conditions that significantly affect adolescents' feelings, thoughts, and behavior. These disorders can interfere with school, family life, friendships, and overall development. The purpose of this activity is to provide training on the use of the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) to guidance and counseling teachers for the early detection of emotional and behavioral disorders in adolescents. The activity method is to provide training on the use of the SDQ questionnaire to guidance and counseling teachers in high schools throughout Padang City. The results after the training was given to 35 guidance and counseling teachers showed an increase in the average knowledge score before and after. The results of the facilitator's evaluation of the participants' skills were generally very good, while the participants' evaluation of the training was generally very satisfactory. It is hoped that this training will facilitate guidance and counseling teachers in the early detection of emotional and behavioral disorders
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS DI POLI VCT RSUP DR. M. DJAMIL TAHUN 2023 Bantar, Kevin; Liza, Rini Gusya; Burhan, Ida Rahmah; Yanis, Amel; Firdawati, Firdawati; Fadrian, Fadrian
EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2025): EMPIRIS : Jurnal Sains, Teknologi dan Kesehatan, Desember 2025
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/empiris.v2i4.1938

Abstract

HIV/AIDS has been a global health issue for many years. This chronic condition affects multiple aspects of life and acts as a significant stressor that reduces patients’ quality of life. People living with HIV/AIDS (PLWHA) often face limitations in daily activities, making it difficult to accept their identity and life circumstances. This study aimed to analyze the relationship between self-acceptance and quality of life among HIV/AIDS patients at the VCT Clinic of Dr. M. Djamil General Hospital in 2023. An analytical cross-sectional design was used with purposive sampling, involving 84 participants. Data collection took place from November 2022 to November 2023 using the USAQ and WHOQOL HIV-BREF questionnaires. Data were analyzed using Pearson correlation tests. Results showed a positive and significant correlation between self-acceptance and quality of life (p = 0.034; r = 0.231). Significant relationships were also found with the physical (p = 0.012; r = 0.272) and psychological (p = 0.014; r = 0.269) domains. In conclusion, self-acceptance is positively associated with overall quality of life, particularly in physical and psychological aspects, among HIV/AIDS patients.