Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan

PENGARUH METODE PETA KONSEP DAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI SISWA KELAS IV SD BAYEMTAMAN KECAMATAN KARTOHARJO KABUPATEN MAGETAN Gusanti, Ardhita; Irawati, Lulus; Soleh, Dwi Rohman
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v1i1.14464

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk  mengetahui ada tidaknya interaksi pengaruh  metode peta konsep dan media audio visual terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas IV SD Bayemtaman Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian diskriftif kuantitatif eksperimen. Dalam penelitian penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi  yang  terkendali. Digunakan pendekatan ini karena penelitian ini akan mengkaji rangkaian penelitian dan akan menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah yang berkaitan  dengan: ada tidaknya interaksi pengaruh  metode peta konsep dan media audio visual terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas IV SD Bayemtaman Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan. Hasil penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut: Dalam uji F atau one way anaova ternayata ada pengaruh metode peta konsep dan media audio visual terhadap kemampuan menulis teks deskripsi, hal ini dikarenakan perolehan nilai Fhit diperoleh sebesar 4,086, dengan sig 0,014, sedangkan Ftab dengan taraf kepercayaan 95 % dengan Df = 3 dan 36 diperoleh nilai 2,87, hal ini berarti Fhit ≥ Ftab. (4,086 ≥ 2,87) atau sighit ≤ sigprob (0,014 ≤ 0,05). Oleh karena Fhit ≥  Ftab (4,086≥  2,87) atau sighit ≤ sigprob (0,014 ≤ 0,05). Interaksi pengaruh  metode peta konsep dan media audio visual terhadap kemampuan menulis teks deskripsi adalah sebagai berikut: Ada Perbedaan (1)  Kemampuan menulis teks deskripsi tanpa peta konsep dan tanpa audio visual siswa kelas IV SD Bayemtaman   Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan, terdapat perbedaan yang signifikan; (2) Kemampuan menulis teks deskripsi tanpa peta konsep dan dengan media audio visual siswa kelas IV SD Bayemtaman   Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan, ada perbedaan yang signifikan. Abstract This study aims to determine whether or not there is an interaction effect of the concept map method and audio-visual media on the ability to write description texts for fourth grade students of SD Bayemtaman, Kartoharjo District, Magetan Regency. The approach used is descriptive quantitative experimental research. Experimental research is a research method used to find the effect of certain treatments on others under controlled conditions. This approach is used because this study will examine a series of studies and will answer questions in the formulation of problems related to: whether or not there is an interaction effect of the concept map method and audio-visual media on the ability to write descriptive texts for fourth grade students of SD Bayemtaman, Kartoharjo District, Magetan Regency. The results of the study can be stated as follows:In the F test or one way analysis, it turns out that there is an influence of the concept map method and audio visual media on the ability to write description texts, this is because the Fhit value obtained is 4.086, with a sig of 0.014, while Ftab with a 95% confidence level with Df = 3 and 36 obtained a value of 2.87, this means Fhit Ftab. (4.086  ≥ 2.87) or sighit ≤ sigprob (0.014 ≤ 0.05). Therefore Fhit Ftab (4.086 ≥ 2.87) or sighit sigprob (0.014≤ 0.05). The interaction of the influence of the concept map method and audio visual media on the ability to write descriptive text is as follows: There are differences (1) The ability to write description texts without concept maps and without audio visuals for fourth grade students of SD Bayemtaman, Kartoharjo District, Magetan Regency, there is a significant difference; (2) The ability to write descriptive text without a concept map and with audio-visual media for fourth grade students of SD Bayemtaman, Kartoharjo District, Magetan Regency, there is a significant difference.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS (PROBLEM BASED LEARNING) PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI CEPOKO KECAMATAN PANEKAN KABUPATEN MAGETAN Fidiasri, Fidyah; Cahyono, Bambang Eko Hari; Soleh, Dwi Rohman
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v1i1.14465

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran model PBL (Problem Bassed Learning) pada siswa kelas VI SDN Cepoko Panekan Magetan. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang berkaitan dengan permasalahan yang muncul pada penerapan pembelajaran model PBL : (1) Penggunaan model pembelajaran PBL, terdapat kendala yaitu: (a) Kemampuan guru dalam memahami dan menerapkan model tersebut dalam  pembelajaran; b) Ketidaksesuaian pemilihan model dengan karakteristik materi; (c) siswa kurang aktif dalam merespons diskusi, (d) siswa kekurangan ide, (e) siswa kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Di samping hal itu kendala model pembelajaran PBL yaitu: (1) Guru belum terbiasa mengelola kelas dengan menerapkan model pembelajaran PBL; (2) Siswa belum terbiasa belajar dengan berkelompok; (3) Siswa belum terbiasa terlibat aktif dalam pembelajaran; (2) Hasil test belajar siswa dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia, siswa yang belum tuntas dalam belajarnya sebanyak 2 siswa atau 11,11% (perolehan nilai < KKM), sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 16 orang atau 88,89% (perolehan nilai > KKM).  AbstractThis study aims to explain and describe the implementation of the PBL (Problem Based Learning) learning model in class VI students at SDN Cepoko Panekan Magetan. The approach used is quantitative descriptive research. The results of research related to the problems that arise in the application of the PBL learning model: (1) The use of the PBL learning model, there are obstacles, namely: (a) The teacher's ability to understand and apply this model in learning; b) Incompatibility of model selection with material characteristics; (c) students are less active in responding to discussions, (d) students lack ideas, (e) students lack confidence in expressing opinions. In addition to this, the obstacles to the PBL learning model are: (1) Teachers are not used to managing classes by applying the PBL learning model; (2) Students are not used to learning in groups; (3) Students are not used to being actively involved in learning; (2) The results of student learning tests in the implementation of Indonesian language learning, students who have not completed their learning are 2 students or 11.11% (acquired scores <KKM), while students who complete learning are 16 people or 88.89% (acquired scores > KKM).  
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MULTIMEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA INTENSIF PADA SISWA KELAS 6 SDN 2 TEMON KECAMATAN SAWOO KABUPATEN PONOROGO Maryani, Sri; Parji, Parji; Soleh, Dwi Rohman
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v1i1.14466

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca intensif melalui penerapan model problem discovery learning berbantuan multimedia video pada siswa kelas VI di SDN 2 Temon Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Di mana setiap siklus terdiri dari tahap penelitian, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI di SDN 2 Temon Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo yang berjumlah 18 siswa pada semester I tahun pelajaran 2021/2022, dan objek penelitiannya adalah kemampuan membaca intensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya membaca intensif melalui penerapan model discovery learning berbantuan multimedia video dapat meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa kelas VI di SDN 2 Temon Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo. Hal ini terbukti dari hasil observasi dan analisis data pada setiap siklusnya. Peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran siklus I sebesar 71,88% meningkat menjadi 81,25% di siklus II.  Meningkatnya persentase ketuntasan belajar klasikal kemampuan membaca intensif pada siklus I sebesar 72,22% meningkat disiklus II sebesar 83,33%. Serta meningkatnya respon siswa pada siklus I sebesar 72,22% meningkat di siklus II sebesar 88,89%. AbstractThis study aims to improve intensive reading skills through the application of a multimedia video-assisted problem discovery learning model for sixth grade students at SDN 2 Temon, Sawoo District, Ponorogo Regency. This research was carried out in two learning cycles. Where each cycle consists of the stages of research, planning, implementation, observation, and reflection. The subjects in this study were class VI students at SDN 2 Temon, Sawoo District, Ponorogo Regency, a total of 18 students in semester I of the 2021/2022 academic year, and the object of the research was intensive reading skills. The results showed that learning Indonesian especially intensive reading through the application of a video-assisted discovery learning model could improve the intensive reading skills of class VI students at SDN 2 Temon, Sawoo District, Ponorogo Regency. This is evident from the results of observation and data analysis in each cycle. The increase in student activity in cycle I learning was 71.88%, increasing to 81.25% in cycle II. The increase in the percentage of completeness in classical learning for intensive reading in cycle I was 72.22%, an increase in cycle II was 83.33%. As well as an increase in student responses in the first cycle of 72.22%, an increase in the second cycle of 88.89%.Â