Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peranan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Dalam Mendukung Program Pemberdayaan Masyarakat di Kota Magelang Ristanto, Ristanto; Supardal, Supardal
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13221

Abstract

Dalam rangka mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan, Kota Magelang menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat maju sehat, dan bahagia (Rodanya Masbagia) dengan mengalokasikan dana sebesar Rp. 30 juta/RT/tahun. Untuk melaksanakan program tersebut salah satunya dengan membentuk kelompok masyarakat (pokmas) di tiap kelurahan. Pokmas menjadi elemen penting dalam pelaksaan program karena merupakan cerminan keterwakilan berbagai unsur masyarakat. Pokmas melaksanakan kegiatan pemberdayaan dalam aspek melakukan pengadaan barang/jasa melalui mekanisme swakelola tipe IV. Untuk melaksanakan tugasnya maka Pokmas membentuk tim persiapan, tim pelaksana, dan tim pengawas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur maupun tidak dan pengamatan langsung dengan tujuan memperoleh data yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok masyarakat (pokmas) memiliki peran penting dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat di Kota Magelang. Peran ini terlihat dalam setiap tahapan pelaksanaan program yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, pengawasan, dan penyerahan hasil pekerjaan. Dalam tahapan persiapan, peran pokmas yaitu menyiapkan proposal kegiatan swakelola sebagai dasar pelaksanaan kegiatan, tahapan pelaksanaan, pokmas bertanggungjawab dalam pelaksanaan kegiatan baik fisik maupun non fisik serta bertanggungjawab mengelola dana RT secara efektif dan efisiena. Pada tahapan pengawasan, pomas melakukan monitoring dan evaluasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan supaya sesuai dengan rencana dan ketentuan yang berlaku. Pada tahaapan penyerahan hasil pekerjaan, pokmas wajib membuat laporan atas kegiatan yang sudah dilaksanakan dan hasil yang telah dicapai guna transparansi dan akuntabilitas kegiatan. Dalam perannya di setiap tahapan tersebut, pokmas membantu pemerintah untuk mencapai tujuan pemberdayaan masyaraakt maju, sehat, dan bahagia. Adapun faktor pendukungnya adalah dukungan anggaran, adanya kebijakan/aturan sebagai pedoman, partisipasi masyarakat, dan kesadaran masyarakat akan manfaat yang akan didapat. Faktor penghambatnya adalah kapasitas pokmas yang belum merata, perubahan kebijakan, dan tingkat pemahaman masyarakat yang berbeda-beda.
Penguatan usaha kelompok menuju UMKM hijau di Kalurahan Sukoreno Kapanewon Sentolo Kabupaten Kulon Progo Sugiyanto, Sugiyanto; Muhammad, Adji Suradji; Supardal, Supardal; Putro, Widodo Tri
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Februari
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v8i1.2571

Abstract

Berpedoman Peraturan Gubernur DIY Nomor 93 Tahun 2020  tentang Desa/Kalurahan Mandiri Budaya. Kalurahan dapat memperoleh predikat mandiri budaya apabila Kalurahan telah mencapai empat predikat, yaitu kalurahan preneur, kalurahan prima, kalurahan budaya dan kaluran wisata. UMKM di kalurahan Sukoreno memiliki peran dan fungsi pada predikat kalurahan preneur, untuk itu perlu penguatan kelompok UMKM menuju UMKM hijau. UMKM Hijau memperpendek waktu kalurahan Sukoreno berpredikat kalurahan mandiri budaya. Sebab UMKM di kalurahan Sukoreno sebagian besar belum menyiapkan generasi kedua dalam mengelola bisnisnya, kususnya generasi penerus dari keturunannya. Data  menunjukan pergerakan UMKM generasi pertama dan sudah waktunya menyiapkan generasi kedua dan ketiga agar UMKM dapat berkelanjutan. Penguatan UMKM menuju UMKM hijau dilakuan dengan teknik FGD, diskusi terbuka dan curhat colaborative bahwa keberlanjutan sangat penting karena produk UMKMnya sudah masuk pasar nasional dan sebagian pasar global. Hasil pengabdian menunjukan ada kesadaran anggota keluarga untuk menjaga keberlangsungan bisnis keluarga melalui pembelajaran andragogi dari keluarga dan paguyuban.
DINAMIKA PERAN TOKOH NON-STRUKTUR DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN PEMBANGUNAN DIDESA UMAMANU Ohal, Geniayu Rambu; Supardal, Supardal
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.6197

Abstract

This study discusses the role of non-structural figures in decision-making and development of Umamanu village, Lewa Tidahu District, East Sumba Regency. Traditional figures, religious figures, and community leaders have great influence in village government. Their existence is the main guide in decision-making and development. The purpose of the study is to analyze the role of non-structural figures in the decision-making and development process by looking at how they interact and collaborate with the government and the real impact of their role on community participation and sustainable development. This study uses a qualitative descriptive method, with a field study approach focusing on deliberation activities, interactions between non-structural figures and the village government and the community. With data collection techniques using observation, interviews, documentation. The results of this study indicate that there is a dualism of power between the formal government structure and non-structural figures, where the cultural legitimacy of non-structural figures is the key to the success or failure of the Umamanu village development program. The community listens more to the direction of non-structural figures because of strong emotional, cultural, and historical ties. ABSTRAKPenelitian ini membahas peran tokoh non-struktural dalam pengambilan keputusan dan pembangunan desa Umamanu, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur. Tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memiliki pengaruh besar di dalam pemerintahan desa. Keberadaan mereka menjadi petunjuk utama dalam pengambilan keputusan, dan pembangunan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis bagaimana peran tokoh non-struktural dalam proses pengambilan keputusan dan pembangunan dengan melihat cara mereka berinteraksi, dan berkolaborasi dengan pemerintah serta dampak nyata peran mereka terhadap partisipasi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pendekatan yang bersifat studi lapangan dengan fokus pada kegiatan musyawara, interaksi antara tokoh non-struktural dan pemerintah desa serta masyarakat. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya dualisme kekuasaan antara struktur pemerintah formal dan tokoh non-struktur, dimana lagitimasi budaya yang di miliki tokoh non-struktur menjadi kunci keberhasilan atau kegagalan program pembangunan desa Umamanu. Masyarakat lebih mendengarkan arahan tokoh non-struktural karena ikatan emocional, kultural, dan historis yang kuat.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, AKTIVITAS, DAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN MODEL STAD SUPARDAL, SUPARDAL; SUNARTI, SUNARTI
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) peningkatan kemampuan berpikir kritis, (2) peningkatan aktivitas belajar, dan (3) peningkatan hasil belajar IPS, pada peserta didik kelas VIII G SMP 3 Bantul dengan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian berjumlah 29 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Pembelajaran IPS menggunakan model Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan (1) kemampuan berpikir kritis peserta didik, yaitu persentase peserta didik yang memperoleh nilai dengan kategori minimal baik dari pra siklus 24,14%, siklus I 62,07%, dan siklus II 79,31%, sehingga memenuhi kriteria yang ditetapkan yaitu 70% (2) aktivitas belajar peserta didik, yaitu persentase peserta didik yang memperoleh nilai dengan kategori minimal baik dari pada pra siklus 13,79%, siklus I 79,31%, dan siklus II 93,10%, sehingga memenuhi kriteria yang ditetapkan yaitu 75%, dan (3) hasil belajar IPS pada peserta didik, yaitu pada pra siklus nilai rata-rata sebesar 65,69, siklus I 77,38, dan siklus II 79,08, memenuhi kriteria yang ditetapkan sebesar 75. Ketuntasan belajar peserta didik juga meningkat dari pra siklus 44,83%, siklus I 79,31%, dan siklus II 86,21%, memenuhi kriteria yang ditetapkan yaitu 80%.Kata kunci: kemampuan berpikir kritis, aktivitas, hasil belajar, STADThis research aimed to describe the improvement of Social Studies (1) critical thinking capability, i.e. the percentages of students achieving good minimum grade increased from 24.14% at pre-cycle to be 62.07%, and 79.31% at cycles I and II, respectively (2) learning activity, this was showed by the increasing percentages of 13.79% at pre-cycle to be 79.31%, and 93.10% at cycles I and II, respectively and (3) learning outcomes of Students, achievement score averagesalso increased from 65.69 at pre-cycle to be 77.38, and 79.08, respectively. Students’ learning mastery has also improved, from 44.83% at pre-cycle to be 79.31% and 86.21% at cycles I and II, respectively.Keywords:criticalthinking capacity, learning activity, learning outcomes, STAD