Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Masyarakat Tentang Diabetes Mellitus Tipe II Irawan, Erna
Jurnal Keperawatan BSI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.383 KB) | DOI: 10.31311/jk.v6i2.4316

Abstract

ABSTRAKPrevalensi diabetes mellitus terutama DM tipe II merupakan salah satu masalah kesehatan global. Komplikasi akibat diabetes merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia. Diabetes Mellitus adalah kondisi kronik, dan berhubungan dengan komplikasi seperti neurophathy, nephropathy, retinophaty, dan kaki diabetik yang merupakan kondisi isu berbahaya dalam masalah kesehatan. Pengetahuan tentang diabetes sangat penting di dalam manajemen diabetes. Pengetahuan yang kurang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes dan pengeluaran  yang lebih tinggi pada penderita diabetes. Resiko dari diabetes sangat tinggi sehingga pengetahuan sangat penting ukan hanya penderita dan keluarga tapi juga masyarakat. Menurut penelitian sebelumnya faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan terdiri dari pendidikan, usia, pekerjaan, keluarga dengan diabetes, dan pengalaman penyakit diabetes. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan masyarakat mengenai diabetes mellitus tipe II. Metode penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik korelasional, respoden berjumlah 66 orang secara accidental. Analisis data menggunakan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan masyarakat tentang diabetes mellitus adalah usia (p-val=0.03) dan pengalaman menjadi penderita DM tipe II (p-val=0.04). Hasil menunjukkan masih banyak responden yang memiliki pengetahuan kurang baik, sehingga perlu ada intervensi seperti pendidikan kesehatan kepada masyarakat agar pengetahuan menjadi baik dan mencegah terjadinya komplikasi diabetes.Kata Kunci: Diabetes Mellitus Tipe II, Faktor-Faktor, Pengetahuan ABSTRACTThe prevalence of diabetes mellitus, especially type II DM, is one of the global health problems. Complications due to diabetes are the third leading cause of death in Indonesia. Diabetes Mellitus is a chronic condition, and is associated with complications such as neurophathy, nephropathy, retinophaty, and diabetic foot which are conditions of dangerous issues in health problems. Knowledge about diabetes is very important in diabetes management. Poor knowledge can increase the likelihood of complications of diabetes and higher spending on diabetics. The risk of diabetes is very high so knowledge is very important not only sufferers and families but also society. According to previous research the factors that influence knowledge consist of education, age, occupation, family with diabetes, and experience of diabetes. The purpose of this study was to determine the factors related to public knowledge about type II diabetes mellitus. This research method is cross sectional with correlational techniques, respondents number 66 people by accidental. Data analysis uses rank spearman. The results showed that factors related to people's knowledge about diabetes mellitus were age (p-val = 0.03) and the experience of being type II DM patients (p-val = 0.04). The results show that there are still many respondents who have poor knowledge, so there needs to be interventions such as health education for the community so that knowledge becomes good and prevents diabetes complications.Keywords: Type II Diabetes Mellitus, Factors, Knowledge
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Terhadap Pasien Gangguan Jiwa Dengan Perilaku Kekerasan di Wilayah Upt Puskesmas Sukajadi Irawan, Erna; Fatih, Hudzaifah Al; Sari, Rika Purnama
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.124 KB) | DOI: 10.31311/jk.v7i1.5238

Abstract

Pada tahun 2030 gangguan diperkirakan meningkat dari 13%  menjadi 25%. Penderita gangguan jiwa di Jawa Barat pada tahun pada tahun 2013 sekitar 465.975. Angka kunjungan gangguan jiwa tertinggi di Kota Bandung berada di UPT Puskesmas Sukajadi yakni sebanyak 1.222 orang. Salah satu gangguan jiwa berat adalah perilaku kekerasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan di Wilayah UPT Puskesmas Sukajadi. Desain penelitian adalah deskriptif yaitu menggambarkan sikap dan perilaku responden. Sampel penelitian adalah 60 orang dengan accidental sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner pengetahuan dan sikap. Hasil penelitian menunjukkan Hampir setengahnya  responden (46,7%) memiliki pengetahuan yang baik tentang perilaku kekerasan dan Sebagian besar  responden (61,7%) memiliki sikap yang mendukung terhadap pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan. Kesimpulannya mayoritas responden memiliki pengetahuan baik dan sikap mendukung.  Saran penelitia, masih terdapat responden yang berpengetahuan rendah dan sikap tidak mendukung sehingga dapat dilakukan intervensi keperawatan untuk meningkatkannya. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi serta dapat melakukan penelitian terkait dengan faktor-faktor mendukung pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pasien gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan.
GAMBARAN TINGKAT STRES PADA REMAJA DI SMAN 10 KOTA BANDUNG Tania, Mery; Irawan, Erna; Suwignjo, Purwo; Saputra, Anggi; Fuspita, Sri Rahayu Della
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan respon individu terhadap tekanan atau beban kehidupan. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya kesehatan jiwa seseorang. Remaja merupakan masa perkembangan transisi dari masa anak-anak ke masa dewasa yang mencangkup beberapa perubahan seperti perubahan biologis, kognitif, dan sosial-ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat stress pada remaja di SMAN 10 Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan kepada siswa siswi kelas X dan XI Di SMAN 10 Kota Bandung dengan jumlah populasi sebanyak 864 siswa dan jumlah sampel sebanyak 226. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tingkat stress pada remaja Di SMAN 10 Kota Bandung adalah memasuki kategori berat sebanyak 111 siswa (49,1%) dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 99 siswa (43,8%) dan jenis kelamin Perempuan sebanyak 127 siswa (56,2%).
GAMBARAN KEPATUHAN FISIOTERAPI PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS Irawan, Erna; Ningrum, Tita Puspita; Anggraeni, Dhestirati Endang; Darmayanti, Rita; Utami, Dian Tri Adi
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OA (osteoarthritis) merupakan bentuk arthritis yang paling umum, penyakit ini merupakan penyebab utama kecacatan pada orang dewasa. Pengobatan yang dilakukan adalah pembedahan pergantian lutut total Knee replacement (TKR). Dibutuhkan penanganan yang tepat pada kasus post operasi TKR sehingga pasien dapat Kembali beraktivitas dengan normal diantaranya fisioterapi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan yaitu dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan fisioterapi pada pasien osteoarthritis. Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sample sebanyak 30 responden menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisis yang digunakan yaitu dengan penghitungan teknik korelasi Rank Spearmant. Hasil penelitian ini menunjukan setengahnya (63,3%) atau 19 responden menjalani fisioterapi pada tingkat rendah. Adapun upaya yang bisa dilakukan oleh rumah sakit sebagai upaya meningkatkan kepatuhan fisioterapi post TKR dengan membuat edukasi melalui media informasi digital tentang OA (osteoarthritis) pada pasien post TKR yang mudah di akses. Untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti mengenai teknik edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan kepatuhan fisioterapi pada pasien osteoarthritis post TKR.
The Effect of Progressive Muscle Relaxation Therapy on Sleep Quality in Elderly Hypertensive Patients Irawan, Erna; Iklima, Nurul; Maidartati, M; Ningrum, Tita Puspita; Safira, Yulia
Journal Medical Informatics Technology Volume 2 No. 4, December 2024
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v2i4.66

Abstract

Hypertension causes sleep quality disturbances. A cost-effective and accessible intervention for sleep quality issues is progressive muscle relaxation therapy, a non-pharmacological approach that can improve sleep quality by alleviating negative feelings and promoting comfort and relaxation in the muscles. The objective of this study was to determine the effect of progressive muscle relaxation therapy on the sleep quality of elderly hypertensive patients at UPT Puskesmas Babakan Sari RW 14, Bandung City.   This study employed a quasi-experimental design with a one-group pre-post test. The population consisted of 118 hypertensive patients, and accidental sampling was used, resulting in 15 respondents visited at their homes. The sleep quality was measured using the PSQI questionnaire. Data analysis included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the paired samples T-Test.  Results showed that the average PSQI score before the intervention was 9.93, which decreased to 4.0 after the intervention. The paired samples T-Test with T value of 6.615 (df=34) and a correlation of 0.770 and a significance level of 0.000 (P<0.05), indicating a significant effect of progressive muscle relaxation on sleep quality.   There is an effect of progressive muscle relaxation therapy on the sleep quality. Hypertensive patients are encouraged to continue practicing progressive muscle relaxation weekly to improve sleep quality and help control blood pressure.
Factors Affecting Nursing Students' Knowledge of Sports Injury Management Tasnim, Marwan; Fitriana, Lisna Anisa; Rohaedi, Slamet; Sumartini, Sri; Irawan, Erna; Maidartati, M; Iklima, Nurul
Journal Medical Informatics Technology Volume 2 No. 4, December 2024
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v2i4.70

Abstract

Knowledge about handling sports injuries is crucial for nursing students at Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), who actively participate in various sports activities. This study analyzes the factors influencing students' knowledge in managing injuries. The influencing factors are categorized into internal factors—such as education, experience, age, and interest—and external factors, including mass media, socio-cultural influences, economic conditions, and environmental aspects. A cross-sectional research design was employed, involving 84 nursing students from UPI. Data were collected using a 90-item questionnaire, and analysis was conducted using the t-test. The results indicate that internal and external factors significantly influence students' knowledge of handling sports injuries, with a significance level of less than 0.05 (p < 0.05). This suggests that improvements in the internal and external factors correlated with enhanced knowledge among nursing students regarding sports injury management. These findings underscore the importance of enhancing both internal and external factors to improve nursing students' capabilities in sports injury management. Conversely, a decline in these factors corresponds with diminished knowledge levels. It is recommended that further research include a larger sample size to strengthen these findings.
Pemeriksaan Dan Pendidikan Kesehatan Hipertensi IRAWAN, ERNA; Alfatih, hudzaifah; ningrum, tita; damayanti, asma
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.296

Abstract

Salah satu kewajiban Perguruan tinggi adalah Pengabdian Masyarakat (PengMas), maka Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas ARS mengadakan PengMas di Puskesmas Babakan Sari yang bertujuan membantu meningkatkan derajat kesehatan penderita Hipertensi. Kegiatan yang dilakukan adalah konsultasi Hipertensi. PengMas dilakukan pada tanggal 6-8 Juli 2020 dengan sistem 2 hari daring dan 1 hari luring. Pasien yang menjadi subjek pengmas adalah pasien Hipertensi yang datang berobat kepuskesmas. Pada saat pelaksanaan pasien awalnya diperiksa oleh dokter dan didiagnosa Hipertensi, bila membutuhkan konsultasi maka diberikan rujukan internal ke ruang nursing center (NC). Di ruang NC dilaksanakan konsulasi, diawali dengan pengetahuan dan gejala yang dirasakan oleh pasien kemudian dilakukan konsultasi. Jumlah pasien yang masuk selama tiga hari adalah 20 orang pasien. Sebagian besar pasien mengatakan sangat terbantu dengan kegiatan konsultasi di NC. Setelah dilakukan PengMas, data kesehatan diserahkan kepada pihak Puskesmas Babakan Sari untuk dilakukan tindak lanjut dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat.
Perawatan Berat Bayi Lahir Rendah IRAWAN, ERNA; Maidartati, Maidartati; tania, mery; Iklima, nurul; Saputra, anggi; Khasanah, umi
Bhakti Sabha Nusantara Vol. 3 No. 2 (2024): Bhakti Sabha Nusantara
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/bsn.v3i2.297

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diartikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gr. Berdasarkan studi epidemiologi, BBLR mempunyai resiko kematian 35 kali lebih besar dibandingkan bayi yang lahir dengan berat badan normal. pada tahun 2018, prevalensi BBLR masih cukup tinggi. Prevalensi berat badan lahir rendah (BBLR) diperkirakan 21% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 4,5% - 40% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang, di Asia angka kejadian BBLR yaitu 42,7% Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini adalah dengan cara memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua yang datang ke poliklinik anak. Selain itu peserta penyuluhan diberikan leaflet yang berisi materi tentang BBLR sehingga materi tentang BBLR dapat dibaca kembali ketika sudah pulang.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PASIEN OSTEOARTHRITIS POST TKR DI SHBC Ningrum, Tita Puspita; Irawan, Erna; Damayanti, Rita; Khasanah, Umi; Utami, Dian Tri Adhi
Jurnal Keperawatan BSI Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum dan menjadi penyebab utama kecacatan pada orang dewasa, yang seringkali mengarah pada pembedahan seperti Total Knee Replacement (TKR). Pemulihan pasca operasi TKR memerlukan dukungan keluarga yang signifikan, mengingat peran mereka dalam mendukung proses rehabilitasi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dukungan keluarga terhadap pasien osteoarthritis post TKR di SHBC. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,7% (11 responden) memiliki dukungan keluarga yang buruk, sementara 63,3% (19 responden) melaporkan dukungan keluarga yang rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pasien belum mendapatkan dukungan keluarga yang optimal dalam proses pemulihan mereka setelah TKR. Penelitian ini menyarankan agar rumah sakit lebih fokus dalam meningkatkan penyuluhan kepada keluarga pasien tentang pentingnya dukungan mereka dalam pemulihan pasien osteoarthritis post TKR. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media edukasi digital yang mudah diakses, yang dapat memberikan informasi tentang OA dan TKR, serta cara-cara keluarga dapat berperan aktif dalam proses rehabilitasi pasien. Penelitian lanjutan diharapkan dapat mengembangkan metode edukasi yang lebih efektif untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung pasien selama masa pemulihan.
Identifying Barriers to Optimal Pain Management in ICU Nurses: A Cross-Sectional Analysis Iklima, Nurul; Maidartati, Maidartati; Irawan, Erna; Nurlianawati, Lia; Nuryanti, Lisna
Journal Medical Informatics Technology Volume 3 No. 1, March 2025
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/medinftech.v3i1.67

Abstract

Pain is a sensitive indicator in the nursing process, so assessment and pain management are the key factors to determining the quality of care and patient satisfaction, especially in critical care areas. The poor handling of pain can have a negative impact on critical patients. Pain management is influenced by internal factors and external factors. Internal factors are knowledge and attitudes while external factors are factors of organizational support and professional authority. This study aims to analyze the factors associated with the implementation of pain management. This study is a quantitative study with an analytic correlation design. The total sample of 84 nurses was taken using the total sampling technique. Data were collected using five questionnaires, namely Regarding Pain Knowledge and Attitudes Survey questionnaire, Perceived Organizational Support, Nursing Autonomy, and Current Practice Related to Pain Assessment and Pain Management. The results showed that the implementation of pain management was quite optimal (51.2%), factors related to the value (p <0.005), The dominant factors contribution score (35.7% for knowledge). The implementation of pain management is quite optimal, but there are some obstacles related to the implementation of pain management including knowledge, attitudes, and professional authority. Nurses are expected to increase their knowledge and competence through education and training to maintain the quality of the implementation of pain management.