Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

GAMBARAN KECEMASAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA Iklima, Nurul; Irawan, Erna; Mawaddah, Rizka Aulia; Budiyanti, Yanti; Saputra, Anggi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa pada saat ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan, dan setiap tahun di berbagai belahan dunia jumlah penderita gangguan jiwa bertambah. Keadaan pasien gangguan jiwa menyebakan anggota keluarga pasien yang sedang merawat mengalami tekanan psikologis, Salah satunnya yaitu kecemasan. Kecemasan pada keluarga yang merawat pasien odgj dapat menjadi sumber masalah klinis jika sudah sampai tingkat ketegangan yang sedemikian rupa sehingga mempengaruhi kemampuan berfungsinya seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Babakansari. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah keluarga yang sedang merawat pasien gangguan jiwa berat dengan jumlah 130 orang, dan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 50 responden. proses pengambilan sampel penelitian ini menggunakan Teknik Non-probability purposive sampling. Hasil penelitian ini sebagian besar memiliki tingkat kecemasan ringan dengan jumlah 21 (42.0%) responden, 22 (44.0%) responden memiliki kecemasan sedang, dan 7 (14.0%) memiliki kecemasan berat. Sehingga perlu disarankan kepada keluarga untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam merawat pasien gangguan jiwa di rumah.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HALUSINASI DI PUSKESMAS CIGADUNG BANDUNG Irawan, Erna; Suwignjo, Purwo; Tania, Mery; Khasanah, Umi; Sundayanti, Susi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan kejiwaan dan kondisi medis yang dapat mempengaruhi fungsi otak manusia, mempengaruhi emosional, tingkah laku dan dapat mempengaruhi fungsi normal kognitif. Kepatuhan minum obat merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan masalah yang sering dialami pada pasien gangguan halusinasi. Angka proporsi pengobatan dengan anggota rumah tangga gangguan jiwa halusinasi yang rutin berobat selama 1 bulan terakhir yaitu sebesar 48,9% dan untuk yang tidak rutin minum obat sebesar 51,1% pada pasien halusinasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis “Gambaran Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Halusinasi di Puskesmas Cigadung Bandung. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelian dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kusioner kepatuhan minum obat MMAS-8 (Medication Morisky Adherence Scale 8). Hasil penelitian menunjukan gambaran kepatuhan minum obat pada pasien halusinasi di Puskesmas Cigadung rendah dengan jumlah responden sebanyak 45 orang. Hampir seluruhnya klien halusinasi memiliki kepatuhan minum obat yang rendah (66,67 %). Penelitian ini hanya mengidentifikasi gambaran kepatuhan minum obat pada pasien halusinasi di Wilayah Kerja Puskesmas Cigadung. Evaluasi yang berkelanjutan sangat diperlukan dalam memperbesar peluang klien untuk disiplin minum obat serta dapat mengontrol halusinasinya.
Gambaran Dukungan Keluarga Kader Di Posyandu Wilayah Uptd Puskesmas Padasuka Irawan, Erna; rosdiana, dede; saputra, anggi; ningrum, tita puspita; tania, Mery
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/pvz09845

Abstract

ABSTRAK Posyandu merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Keberlangsungan kegiatan Posyandu sangat dipengaruhi oleh partisipasi aktif kader sebagai pelaksana utama dalam menjangkau masyarakat serta mendukung tugas tenaga kesehatan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi konsistensi dan kehadiran kader dalam menjalankan perannya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dukungan keluarga kader Posyandu di wilayah UPTD Puskesmas Padasuka. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan potong lintang. Teknik pengambilan sampel adalah stratified sampling dengan total 88 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga kader dan daftar hadir kader pada periode Juni 2024–Juni 2025. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi Puskesmas Padasuka untuk memperkuat program pembinaan serta pemberdayaan kader agar keberlanjutan pelayanan Posyandu dapat terjaga. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Posyandu, Kader   ABSTRACT Posyandu is a strategic community-based health effort initiated by the government to improve public health status. The sustainability of Posyandu activities relies significantly on the active participation of cadres as the primary implementers who assist health workers and reach the community more broadly. Family support is an important factor that may influence cadre consistency and attendance in carrying out their roles. This study aims to describe family support of cadre at Posyandu under the UPTD Padasuka Health Center. The study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. Stratified sampling was applied, involving a total of 88 respondents. Data were collected using a family support questionnaire and the cadre attendance list recorded from June 2024 to June 2025. Data were analyzed using the Chi-Square test. The findings are expected to support the Padasuka Health Center in strengthening coaching and empowerment programs for Posyandu cadres to ensure service sustainability. Keywords: Cadres,  Family Support, Posyandu
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Posyandyu Wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung SAPARINGGA DASTI PUTRI; Hayati, sri; Romadan, Alika Aropa; fatih, hudzaifah al fatih; irawan, erna
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/3yyj0123

Abstract

  Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam pemantauan tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dengan kunjungan balita ke Posyandu di UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 83 ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan dan dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup (42,2%) Kesimpulan:  sebagian besar pengetahuan ibu termasuk cukup dengan kunjungan balita ke posyandu di UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Pengetahuan yang lebih baik mendorong ibu untuk lebih rutin membawa balitanya ke posyandu. Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based health effort that plays an important role in monitoring the growth and development of toddlers. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu at UPTD Puskesmas Babakan Sari, Bandung City. This research used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 83 mothers with toddlers aged 12–59 months, selected using total sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with the Spearman Rank correlation test. Results: The findings showed that most mothers had a moderate level of knowledge (42.2%), and the majority of toddler visits to Posyandu were categorized as routine. Statistical analysis indicated a significant relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu (p-value < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between maternal knowledge and toddler visits to Posyandu at UPTD Puskesmas Babakan Sari, Bandung City. Mothers with better knowledge tend to bring their toddlers to Posyandu more regularly.
Gambaran Keaktifan Kader Di Posyandu Wilayah UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung Hera, Hera Wahyuni; ningrum, tita puspita; irawan, erna; saputra, anggi; rosdiana, dede
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jpg8k658

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk pendekatan yang dilakukan pemerintah untuk mewujudukan tercapainya kemampuan hidup sehat bagi masyarakat, keberlangsungan kegiatan posyandu sangat bergantung pada partisipasi aktif dari kader Posyandu sebagai pelaksana utama. Banyak faktor yang mempengaruhi keaktifan seorang kader posyandu, salah satunya adalah dukungan keluarga yaitu dukungan yang paling diharapkan dalam memberikan motivasi yang kuat khususnya bagi seorang kader dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang kader posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan Dukungan Keluarga kader dengan keaktifan kader posyandu di wilayah UPTD Puskesmas Padasuka Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden (86.4%) atau 76 orang dapat dikategorikan sebagai kader yang aktif. Kader posyandu diharapkan untuk terus meningkatkan dedikasi dan keaktifan dalam menjalankan tugas-tugas di posyandu sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian lebih lanjut dan mendalam mengenai faktor-faktor lain yang mungkin lebih berpengaruh terhadap keaktifan kader posyandu.
Gambaran Kunjungan Balita di Posyandu Wilayah UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung Khasanah, Umi; tania, Mery; Hayati, sri; IRAWAN, ERNA
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/2exnrt05

Abstract

Posyandu merupakan bentuk pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran strategis dalam upaya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara berkesinambungan. Melalui kegiatan Posyandu, balita dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar seperti penimbangan berat badan, pemantauan status gizi, imunisasi, serta edukasi kesehatan bagi ibu. Namun demikian, cakupan kunjungan balita ke Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung, yaitu sebesar 85%. Data menunjukkan bahwa capaian kunjungan balita hanya mencapai 60,22%, sehingga masih terdapat kesenjangan yang cukup besar antara target dan realisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kunjungan balita ke Posyandu di wilayah kerja UPTD Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 83 ibu yang memiliki balita usia 12–59 bulan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita, yaitu 66,3% atau sebanyak 55 balita, melakukan kunjungan ke Posyandu secara rutin, sedangkan 33,7% atau 28 balita masih belum melakukan kunjungan secara rutin. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas balita telah memanfaatkan layanan Posyandu, masih diperlukan upaya peningkatan untuk mencapai target kunjungan yang optimal.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA KEPADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 UNTUK MELAKUKAN KONTROL RUTIN DI PUSKESMAS SERANG KOTA Mulyana, Hilman; IRAWAN, ERNA; Firmansyah, Rony Suhada; nurjannah, evi
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/sfsqx541

Abstract

Latar Belakang: Penderita diabetes melitus (DM) tipe 2 yang tidak melakukan kontrol rutin dapat menyebabkan banyak komplikasi kronis seperti kebutaan, gagal ginjal, serangan jantung, stroke, dan amputasi kaki diabetik. Dukungan keluarga seperti dukungan emosional, instrumental, dan informasional sangat penting untuk tetap memotivasi penderita mengikuti pengobatan DM tipe 2, melakukan kontrol rutin pada tenaga kesehatan profesional sehingga dapat mencegah komplikasi jangka panjang dan jangka pendek didukung dengan kerja sama yang kuat antara penderita, tenaga kesehatan, dan keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan melakukan kontrol rutin pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Serang Kota. Metode: Desain penelitian ini  adalah descriptive correlational pendekatan cross-sectional. Poulasi penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota sebanyak 143 orang yang didapatkan dari Random Sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel penelitian yaitu variable independent dukungan keluarga dan variable dependen kapatuhan kontrol rutin. Data diambil melalui penyebaran instrument berupa kuesioner dukungan keluarga dab data sekunder dari puskesmas berupa frekuensi kunjungan ke puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dengan signifikan ? > 0,05. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi square penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (65%) responden melaporkan kurangnya dukungan keluarga dan 100 (69.9%) responden kurang patuh dalam melakukan kontrol rutin. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Serang Kota dengan ?-value = 0,000 (<0,05). Saran: Diharapkan pihak Puskesmas melakukan penyuluhan kepada keluarga tentang pentingnya dukungan keluarga terhadap pasien DM tipe 2, sehingga diharapkan dengan dukungan keluarga yang baik akan dapat menghindari komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi pada pasien Diabetes melitus.
GAMBARAN  SELF CARE PADA PASIEN PASCA PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION DI CARDIAC CENTRE RUMAH SAKIT SANTOSA BANDUNG CENTRAL IRAWAN, ERNA; Ningrum, Tita Puspita Ningrum; witdiawati, witdiawati; maidartati, Maidartati; Assidik, Muhamad Fajar Assidik
Jurnal Keperawatan BSI Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/szqgmm46

Abstract

  PCI merupakan salah satu tatalaksana penyakit jantung koroner yang pada saat ini banyak digunakan karena proses penatalaksanaan yang cepat dan minimal resiko yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.Penerapan self care yang tidak adekuat dapat meningkatkan kekambuhan gejala seperti nyeri dada, sesak nafas, dada terasa seperti tertindih serta keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Self Care Pada Pasien CAD Post Tindakan PCI di Cardiac Centre Santosa Hospital Bandung Central. Penelitian ini merupakan penelitian descriptive corelative dengan desain cross sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah pasien CAD rajal post PCI sebanyak 200 responden, Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling n sampel berjumlah 133 orang dengan kriteria minimal 4 minggu post PCI. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner (SC-CHDI dan  SAQ-7). Pengolahan data dianalisis menggunakan software statistic SPSS, kemudian untuk analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji ranks spearman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran self care responden menunjukan sebagian besar memiliki self care baik sebanyak 80 responden (60.2%), dan sebagian kecil memiliki self care kurang sebanyak 53 responden (39.8%).   PCI is one of the coronary heart disease treatments that is currently widely used because the management process is fast and minimal risk that can improve the quality of life of patients. Inadequate self-care implementation can increase the recurrence of symptoms such as chest pain, shortness of breath, chest feels like being crushed and limitations in carrying out daily activities. This study aims to determine the Relationship of Self-Care with Quality of Life in CAD Patients Post PCI Procedures at the Cardiac Center Santosa Hospital Bandung Central. This study is a descriptive correlative study with a cross-sectional design. In this study, the population was 200 respondents of CAD patients post PCI. The sampling technique in this study used purposive sampling with a sample of 133 people with a minimum criterion of 4 weeks post PCI. The instrument in this study used a questionnaire (SC-CHDI and SAQ-7). Data processing was analyzed using SPSS statistical software, then for univariate analysis using frequency distribution, while bivariate analysis using the Spearman ranks test. Based on the research results, the description of respondents' self-care shows that most have good self-care, as many as 80 respondents (60.2%), and a small portion has poor self-care, as many as 53 respondents (39.8%).  
The Effect of Tera Gymnastics to Decrease Blood Pressure in Elderly Hypertension in UPT Babakan Sari Community Health Center Irawan, Erna; Maidartati, Maidartati; Iklima, Nurul; Tania, Mery; Yulia, Yulia
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 10, No 2 (2024): Volume 10, Nomor 2, Desember 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v10i2.75308

Abstract

Introduction: Hypertension is one of the leading causes of premature death worldwide. Hypertension is defined as a persistent increase in blood pressure, where systolic pressure exceeds 140 mmHg and diastolic pressure exceeds 90 mmHg. One of the therapies that can be used to lower blood pressure is Tera gymnastics, which is specifically designed for the elderly and individuals with hypertension. This therapy involves regular, structured, and planned movements that are slower and more harmonious compared to other types of gymnastics, reducing the risk of injury and promoting overall fitness in the elderly. The purpose of this study was to examine the effect of Tera gymnastics on reducing blood pressure in elderly individuals with hypertension. Methods: This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The sampling technique employed was purposive sampling, involving 17 respondents from the Babakan Sari Community Health Center, RW 09. Instruments used in this study included a digital sphygmomanometer, a stethoscope, and observation sheets. Results: The results of the t-test analysis showed a significant effect of Tera gymnastics on blood pressure reduction, with a p-value of 0.000 ( 0.05) for both systolic and diastolic pressures. The average blood pressure before the intervention was 140/179 mmHg, while the average blood pressure after the intervention was 132/157 mmHg. The movements in Tera gymnastics improve blood circulation, making it a suitable alternative therapy for individuals with hypertension. Conclusion: Tera gymnastics has a significant influence on reducing blood pressure in elderly individuals with hypertension at UPT Babakan Sari RW 09, Bandung City. It is suggested that community health cadres continue implementing Tera gymnastics as an alternative treatment for hypertension. Additionally, it is recommended to perform Tera gymnastics three times a week to maintain blood pressure stability in elderly individuals with hypertension.
The Effect of Ergonomic Exercise on Reducing Blood Pressure in Hypertensive Elderly at Ciparay Panti Sosial Tresna Werdha Ciparay Irawan, Erna; Maidartati, Maidartati
Jurnal Pendidikan Keperawatan Indonesia Vol 9, No 1 (2023): Volume 9, Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v9i1.61105

Abstract

Hypertension is a condition when blood pressure is at 140/90 mmHg or more. Every year people with hypertension continue increased, it is estimated that in 2025 as many as 1.5 billion people suffer from hypertension... One way to reduce blood pressure is to do ergonomic exercises. The purpose of this study is to find out ergonomic exercises for decreasing blood pressure on elderly hypertension at Ciparay Elderly Social Rehabilitation Institution. This research used quasi Experiment design by designing a pre and post test group. The population of this study was hypertensive elderly totaling 70 people, The sampling technique uses non probability sampling with the technique purposive sampling, its about 23 respondent. Data collection using questionnaires, observation sheets, and digital sphygmomanometer. The number of respondents was 23 respondents, ergonomic exercises done 3 times repeatedly - according to 3 weeks. Pressure measurement blood is done before gymnastics (pre test) and after 30 minutes after gymnastics (post test). Statistical test results show the average systole pressure before gymnastics is equaldari to160.15 mmHg to and the remaining gymnastics 140.05 mmHg, a decrease of 20.1 mmHg. Diastolic pressure before gymnastics isfrom 96.28 mmHg and as is gymnastics to 86.11 mmHg, a decrease of 10.17 mmHg. Data analysis using Paired Sample T-Test related to ergonomic exercises for impairment blood pressure in hypertensive elderly with systole pressure p value = 0,000 and diastolic pressure p = 0,000.The conclusion Can be accessed the effect of ergonomic exercises on reducing blood pressure in elderly hypertension. The results of ergonomic exercise intervention can be used as a therapy in pressure reduction blood and it is expected that the elderly are routinely approved for ergonomic exercises.