Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

THE EFFECT OF GIVING MILK CHOCOLATE AND PUMPKIN (CURCUBITA MOSCHATA DUCH) ON REDUCING PRIMARY MENSTRUAL PAIN (DYSMENORRHEA) IN X-XI GRADES ADOLESCENT GIRLS AT SMA IBRAHIMY 2 OF SALAFIYAH SYAFI'IYAH SUKOREJO SITUBONDO ISLAMIC BOARDING SCHOOL Neny Yuli Susanti; Jasmiati, Jasmiati; Nur Dina Camelia
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1124

Abstract

Background: Dysmenorrhea is a condition where pain and cramps are felt in the lower abdomen, followed by signs of headache, nausea, diarrhoea, and sweating occurring 24 hours before menstruation and lasting 1-2 days during menstruation. Objective: This study is to determine the effect of milk chocolate and pumpkin (Curcubita Moschata Duch) on reducing primary menstrual pain (dysmenorrhea) in female adolescents in X-XI grades at SMA Ibrahimy 2 of Salafiyah Syaf'iyah Sukorejo Situbondo Islamic Boarding School. Method: The study was conducted at SMA Ibrahimy 2 on students in X-XI grades. This study is a quasi-experimental study with a two-group pre-test and post-test design. The sample of this study was 60 (30 intervention groups, control groups), and the study population was 1042 female students. Measurement of pain intensity using the Numeric Rating Scale (NRS), which was conducted before and after the intervention, was given, with administration 2x/day for 3 days. Data analysis using Mant Withnay to see the effect of giving milk chocolate and pumpkin (curcubita moschata duch) on reducing the intensity of menstrual pain scale (dysmenorrhea) in adolescent girls at the Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo Islamic Boarding School and the Wilcoxon test to see the comparison of the intensity of the pain scale of the intervention group and the control group. Results: The results showed that there was an effect of giving Milk Chocolate and pumpkin (curcubita moschata duch) on reducing primary menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescent girls in X-XI grades at SMA Ibrahimy 2 with a value (p <0.005) and a comparison of the intensity of the pain scale in the intervention group p-value = 0.000 (<0.05). In contrast, in the control group, p-value = 1.000 (>0.05). There is a difference between the intensity of the pain scale in the intervention and control groups.
Hubungan Lama Puasa dengan Kejadian Mual Muntah pada Pasien Post Operasi Sectio Caesarea dengan Tindakan Spinal Anestesi Jasmiati, Jasmiati; Wibowo, Tophan Heri; Murniati, Murniati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6736

Abstract

PONV merupakan komplikasi umum yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan signifikan dan mengganggu proses pemulihan pasien. Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara lama waktu berpuasa sebelum anestesi dan kejadian mual muntah pasca tindakan operasi (PONV) pada pasien yang menjalani tindakan operasi caesarea menggunakan anestesi spinal di RSUD dr. Soedirman Kebumen. Memakai desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, 80 responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mengenai lama puasa dan observasi mual muntah setelah operasi, kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berpuasa selama 6-8 jam (55%), dengan 57,5% dari mereka mengalami mual muntah pasca operasi. Meskipun ada indikasi bahwa lama puasa dapat berkontribusi pada ketidaknyamanan, analisis statistik menunjukkan Tidak terjalin hubungan yang signifikan antara lama puasa dan kejadian mual muntah (p-value=0,466; p-value>0.05). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain juga berperan penting dalam kejadian PONV. Kesimpulannya, penelitian ini menyatakan tidak terjalin korelasi yang kuat antara lama puasa dengan kejadian mual dan muntah pada pasien post operasi sectio caesarea.
Peningkatan Kompetensi Profesi Guru Memanfaatkan Media Pembelajaran Berbasis Information Technology melalui In House Training di SD Negeri 5 Gunuang Malintang Jasmiati, Jasmiati
JUSIE (Jurnal Sosial dan Ilmu Ekonomi) Vol. 3 No. 02 (2019): JUSIE (Jurnal Sosial dan Ilmu Ekonomi)
Publisher : Jurusan PIPS FKIP UMMY Solok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36665/jusie.v3i02.93

Abstract

This School Action Research is intended to improve teachers’ competence in using IT-Based Learning Media. The study was conducted at SDN 05 Gunuang Malintang with 12 research subjects. The results of the data analysis which was collected through observation, interviewing, and tests indicated that the teacherss’ ability in utilizing IT-based learning media can be improved through IHT. The steps of IHT activities are as follows: (1). Distributing the initial test to the teachers, (2) The teachers worked on the initial test to determine the ability to use and utilize IT as a learning medium. (3) Providingmaterial perceptions about the use of IT-based learning media. (4) Providing services and guidance to teachers about the use of IT. (5) Providing opportunities for teachers to create and innovate in utilizing IT as a learning media. (6). Providing services and guidance to teachers during IHT. (7). Giving the final test. The results of this study are the teachers ability to utilize IT-based learning media can be improved through IHT at SDN 05 Gunung Malintang.
PENETAPAN KADAR MAHAR DALAM PERNIKAHAN (STUDI KOMPARATIF IMAM ABU HANIFAH DAN IMAM ASY-SYAFI’I) Jasmiati, Jasmiati
HUKUMAH: Jurnal Hukum Islam Vol 8, No 1 (2025): HUKUMAH
Publisher : STAI Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55403/hukumah.v8i1.1070

Abstract

Penelitian ini membahas perbedaan pendapat antara Imam Abu Hanifah dan Imam Asy-Syafi’i mengenai kadar minimal mahar dalam pernikahan. Ulama Hanafiyah menetapkan batas minimal mahar sebesar sepuluh dirham, sedangkan ulama Syafi’iyyah berpendapat tidak ada batasan minimal, selama mahar memiliki nilai dan sah untuk dijual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan bersifat deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Abu Hanifah menetapkan kadar mahar berdasarkan hadits yang menyebut minimal sepuluh dirham, sedangkan Imam Asy-Syafi’i menggunakan hadits yang menunjukkan kelonggaran tanpa batasan jumlah, selama memiliki nilai. 
Pengaruh Pendampingan Keluarga Yang Memiliki Balita Melalui Kelas Ibu (Mother Class) Terhadap Peningkatan Berat Badan Dan Perbaikan Status Gizi Balita Elizar, Elizar; Putri, Hendrika Wijaya Kusuma; Prihatin, Nova Sumaini; Kartinazahri, Kartinazahri; Nurmila, Nurmila; Rosyita, Rosyita; Jasmiati, Jasmiati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v16i1.1018

Abstract

Latar Belakang: Kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat, cerdas, dan produktif sangat dipengaruhi oleh status gizi. Kekurangan gizi dan gizi buruk pada anak balita masih menjadi masalah utama yang memerlukan penanganan intensif karena dapat menghambat tumbuh kembang. Faktor penyebabnya antara lain praktik pengasuhan yang kurang tepat, seperti pemberian makanan sebelum ASI, tidak memberikan ASI eksklusif, serta pemberian makanan pendamping ASI yang tidak sesuai.Tujuan: Mengetahui pengaruh pendampingan keluarga balita melalui kelas ibu (mother class) terhadap peningkatan berat badan dan perbaikan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Samudra.Metode: Penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest melibatkan seluruh ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Samudra sebanyak 32 orang. Data awal (pretest) dikumpulkan sebelum intervensi. Intervensi berupa pendampingan keluarga balita melalui mother class dengan edukasi gizi dan pemantauan pemberian makanan tambahan (PMT). Setelah intervensi, dilakukan pengukuran kembali (posttest) untuk menilai perubahan berat badan dan status gizi. Analisis menggunakan paired t-test dan uji Wilcoxon.Hasil:Rata-rata berat badan balita meningkat dari 9,39 kg menjadi 11,5 kg, dengan nilai p=0,000. Status gizi juga menunjukkan perbaikan signifikan (p=0,000), menandakan efektivitas mother class.Kesimpulan:Pendampingan keluarga balita melalui mother class efektif meningkatkan berat badan dan memperbaiki status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Samudra.The Effect of Family Assistance for Families with Toddlers through Mother Classes on Weight Gain and Nutritional Status Improvement in Toddlers Background: The quality of human resources that are superior, healthy, intelligent, and productive is greatly influenced by nutritional status. Malnutrition and poor nutrition in toddlers remain a major problem that requires intensive treatment because it can hinder growth and development. The causes include inappropriate childcare practices, such as feeding before breastfeeding, not providing exclusive breastfeeding, and providing inappropriate complementary foods.Objective: To determine the effect of family support for toddlers through mother classes on weight gain and improved nutritional status of toddlers in the working area of the Samudra Community Health Center.Method: A quasi-experimental study with a one-group pretest-posttest design involving all mothers of infants in the Samudra Health Center's service area, totaling 32 participants. Baseline data (pretest) were collected before the intervention. The intervention consisted of family support for infants through mother classes, including nutrition education and monitoring of complementary feeding (PMT). After the intervention, a follow-up measurement (posttest) was conducted to assess changes in weight and nutritional status. Analysis used paired t-tests and the Wilcoxon test.Results: The average weight of infants increased from 9.39 kg to 11.5 kg, with a p-value of 0.000. Nutritional status also showed significant improvement (p=0.000), indicating the effectiveness of mother classes.Conclusion: Family support for infants through mother classes is effective in increasing weight and improving nutritional status among infants in the Samudra Health Center's service area. 
HUBUNGAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN SIKAP REMAJA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE DI DAYAH TERPADU AL-MADINATUDDINIYAH SYAMSUDDHUHA Elizar, Elizar; Prihatin, Nova Sumaini; Nurmila, Nurmila; Jasmiati, Jasmiati
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 2 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i2.112

Abstract

Iron deficiency can cause anemia. Failure to reduce anemia can result in millions of women experiencing impaired health and quality of life, and can interfere with adolescent development and learning. Basic Health Research Data (RISKESDAS) in 2018 shows the percentage of this case increased to 48.9%. The proportion of anemia in adolescent girls is greatest in the age group 15-24 years and 25-34 years, when compared to 2013 it was found that it was only 37.1%. The purpose of this study was to analyze the relationship between the role of health workers and adolescent attitudes with adherence to Fe tablet consumption in Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, North Aceh Regency. This research is an observational study with a cross-sectional approach. The population in this study were young women MA grades 2 and 3. The sample size was 120 samples, using stratified random sampling. The results of the chi-square test obtained p-value <0.05 for the variable of the role of health workers and adolescent attitudes with adherence to the consumption of Fe tablets and attitudes. However, logistic regression test , the double test carried out on both variables showed that the attitude variable was more dominantly related than health workers with a p-value of 0.05. It is very important for adolescents to continue to obediently consume iron tablets, as an effort to prevent anemia by attending health classes and counseling related to this problem by involving the participation of teachers other than health workers. Abstrak Kekurangan zat besi dapat menyebabkan terjadinya anemia. Kegagalan untuk mengurangi anemia dapat mengakibatkan jutaan wanita mengalami gangguan kesehatan dan kualitas hidup, dan dapat mengganggu perkembangan serta pembelajaran remaja. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menujukkan persentase kasus ini meningkat menjadi 48,9%. Proporsi anemia pada remaja putri terjadi paling besar di kelompok umur 15-24 tahun dan 25-34 tahun jika dibandingkan tahun 2013 ditemukan hanya sebesar 37,1 %. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan peran petugas kesehatan dan sikap remaja dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe di Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri Tingkat MA kelas 2 dan 3. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 120, dengan menggunakan pengambilan sampel secara stratified random sampling. Hasil uji chi – squre test diperoleh nilai p-value < 0,05 untuk variable peran petugas kesehatan dan sikap remaja dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe sikap. Namun uji regresi logistik ganda yang dilakukan terhadap kedua variabel menunjukkan variabel sikap lebih dominan berhubungan dibandingkan dengan petugas kesehatan dengan nilai p-value 0,05. Sangatlah penting bagi remaja untuk terus patuh mengkonsumsi tablet besi, sebagai salah satu upaya pencegahan anemia dengan mengikuti kelas kesehatan dan penyuluhan yang tekait dengan masalah tersebut dengan melibatkan peran serta guru selain petugas kesehatan.
POSISI HANDS AND KNEES PADA KEHAMILAN DAN PERSALINAN Jasmiati, Jasmiati
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 2 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i2.113

Abstract

Changing position during labor is an important aspect of labor and has a major impact on the progress of labor, reducing pain and providing adequate oxygenation to the fetus. Vaginal delivery positions that are usually adopted by women are the supine position (57%), the half-sitting position (35%), the inclined position (4%), the upright position such as squatting/sitting (3%), and the hands and knees position (1% ). Stremler et al (2009) suggested that the hands and knees position is more effective than other positions in reducing back pain and supporting the rotation of the occipito posterior of the fetus to the occipito anterior, but their study sample did not achieve statistical power. The hands and knees position it can reduce the effects of gravity and the duration of contractions, reduce pain due to pressure of the lowest part of the fetus in the pelvis and internal rotation of the fetus, correct and prevent fetal malposition, reduce cervical edema and sacral pressure of the presenting part, and increase the antero posterior diameter of the pelvis at the stage of expulsion. This study is a literature review that tries to find information about the position of hands and knees in pregnancy and childbirth through systematic search study of computerized databases (Ebscohost, Google schoolar, and Pubmed), a literature review of 6 journals and 2 text books. Some literature suggests that adopting the hands and knees position in late pregnancy or delivery for fetal malposition (lateral or posterior) has the short-term potential of changing fetal position, but does not affect delivery outcomes. Use of this position during labor is associated with reduced back pain. Therefore, women should be encouraged to use this position for comfort in labour. Abstrak Perubahan posisi selama persalinan adalah aspek penting dari persalinan dan memiliki dampak besar dalam kemajuan persalinan, mengurangi rasa sakit dan memberikan cukup oksigenasi pada janin. Posisi persalinan pervaginam yang biasanya diadopsi oleh wanita yaitu posisi telentang (57%), posisi setengah duduk (35%), posisi miring (4%), posisi tegak misalnya jongkok/duduk (3%), dan posisi hands and knees (1%). Stremler et al (2009) menyarankan posisi hands and knees lebih efektif dari pada posisi lain dalam mengurangi nyeri punggung dan mendukung rotasi occipito posterior janin menjadi occipito anterior, tetapi sampel penelitian yang mereka lakukan tidak mencapai kekuatan statistik. Posisi hands and knees dapat mengurangi efek dari gravitasi dan durasi kontraksi, mengurangi nyeri karena tekanan bagian terendah janin pada panggul dan rotasi internal janin, memperbaiki dan mencegah malposisi janin, mengurangi oedema serviks dan tekanan sacrum dari bagian presentasi, dan meningkatkan diameter antero posterior panggul pada tahap ekspulsi. Studi ini merupakan tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali informasi mengenai posisi hands and knees pada kehamilan dan persalinan melalui studi pencarian sistematis database terkomputerisasi (Ebscohost, Google schoolar, dan Pubmed), tinjauan pustaka berjumlah 6 jurnal dan 2 teks book. Beberapa literatur menjelaskan bahwa mengadopsi posisi hands and knees pada akhir kehamilan atau persalinan untuk malposisi janin (lateral atau posterior) memiliki potensi jangka pendek mengubah posisi janin, tetapi tidak mempengaruhi hasil persalinan. Penggunaan posisi ini selama persalinan dikaitkan dengan pengurangan nyeri punggung. Oleh karena itu, perempuan harus didorong untuk menggunakan posisi ini untuk kenyamanan dalam persalinan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE SELAMA KEHAMILAN DI PMB SALABIAH KOTA LHOKSEUMAWE Iswani, Rayana; Jasmiati, Jasmiati; Wahyuni, Yenni Fitri
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 2 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i2.114

Abstract

The importance of Fe tablets for pregnant women so that anemia does not occur which will result in a greater risk of experiencing health problems for both the mother and the baby being born. Therefore, Fe tablets are very necessary during pregnancy which are used to increase the number of red blood cells of the Fetus and placenta. This study aims to determine whether there is a relationship between maternal knowledge and adherence to consuming Fe tablets during pregnancy at PMB Salabiah, Lhokseumawe City in 2021. This study was analytic with a cross sectional design. The study was conducted from 28 June to 24 July 2021. The population in this study were all pregnant women who visited PMB Salabiah, Lhokseumawe City, totaling 30 people, the sample was taken using accidental sampling technique. The measurement method uses a questionnaire which is processed by editing, coding, entry, and cleaning processes, then analyzed by univariate and bivariate analysis using the chi square test.. The results showed that there were 19 respondents who were obedient to consuming Fe tablets and 11 respondents who did not comply. There are 18 respondents with good knowledge, and 12 people with less knowledge. After statistical testing, the results obtained p value: 0.000, meaning Ha is accepted and Ho is rejected. The conclusion is that there is a relationship between mother's knowledge and adherence to taking Fe tablets during pregnancy at PMB Salabiah, Lhokseumawe City in 2021. Mothers who do not comply with taking Fe tablets do not know the impact of not taking Fe tablets during pregnancy. Health, especially midwives, always monitor pregnant women to always consume Fe tablets correctly and correctly so that the incidence of anemia can be minimized. Abstrak Pentingnya tablet zat besi (Fe) pada ibu hamil agar tidak terjadi anemia yang akan mengakibatkan resiko yang lebih besar sehingga mengalami gangguan kesehatan baik pada ibu maupun pada bayi yang dilahirkan. Oleh karena itu tablet Fe sangat diperlukan saat kehamilan yang digunakan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah janin dan plasenta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan di PMB Salabiah Kota Lhokseumawe tahun 2021. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 28 Juni sampai 24 Juli 2021. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil yang berkunjung ke PMB Salabiah Kota Lhokseumawe yang berjumlah 30 orang, sampel diambil menggunakan tehnik accidental sampling. Cara ukur menggunakan kuesioner yang diolah dengan proses editing, coding, entry, dan cleaning, kemudian dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 responden yang patuh mengkonsumsi tablet Fe dan 11 responden yang tidak patuh. Terdapat 18 responden berpengetahuan baik, dan 12 orang berpengetahuan kurang. Setelah dilakukan uji statistik maka diperoleh hasil p value: 0,000, artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan di PMB Salabiah Kota Lhokseumawe tahun 2021. Ibu yang tidak patuh mengkonsumsi tablet Fe ternyata tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila tidak mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan. Dari hasil analisa diatas diharapkan agar tenaga kesehatan khususnya bidan selalu memantau ibu hamil untuk selalu mengkonsumsi tablet Fe secara tepat dan benar sehingga kejadian anemia bisa diminimalkan.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN TERHADAP RENCANA PEMILIHAN TEMPAT PELAYANAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA Jasmiati, Jasmiati; Nurmila, Nurmila; Rosyita, Rosyita; Elizar, Elizar
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.142

Abstract

The high maternal mortality rate (MMR) in several regions of the world reflects inequality in access to quality health services. MMR in developing countries in 2017 is 462/100,000 live births (KH) while in developed countries it is 11/100,000 KH. The program to accelerate the reduction of MMR is carried out by ensuring that every mother is able to access quality maternal health services, such as health services for pregnant women, delivery assistance by trained health workers at health service facilities, postpartum care for mothers and babies, special care and referrals if complications occur and family planning services including postpartum family planning. Efforts that can be made by health workers to prevent maternal and fetal morbidity and death are early detection of complications of pregnancy and preparing the mother for normal delivery, while efforts that can be made by pregnant women in early detection of complications of pregnancy are checking the pregnancy as soon as possible and regularly to the facility health services (Posyandu, Puskesmas, Hospitals, Clinics/Independent Midwife Practices) and are able to recognize danger signs of pregnancy early so that if signs of danger are found, immediately go to the nearest health care facility to get immediate treatment. This study aims to analyze the relationship between the knowledge and attitudes of pregnant women about danger signs of pregnancy to the plan for choosing a health service location in the Work Area of ​​the Samudera Public Health Center in North Aceh Regency in 2022. This type of research was a community-based cross-sectional study conducted on pregnant women using the technique Sampling was determined by accidental sampling, namely all pregnant women who were met in September according to the established criteria totaled 60 pregnant women. The bivariate analysis shows that there is a relationship between the knowledge and attitude of pregnant women towards the plan for choosing a health service location in the Work Area of ​​the Samudera Public Health Center, North Aceh District. It is expected that mothers will be prepared in choosing where to go for health services if danger signs of pregnancy are encountered and as input for the Puskesmas in determining policies, especially in efforts to improve maternal and child health. Abstrak Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di beberapa wilayah di dunia mencerminkan ketidaksetaraan dalam akses ke layanan kesehatan yang berkualitas. AKI di negara-negara berkembang pada tahun 2017 adalah 462/100.000 kelahiran hidup (KH) sedangkan di negara-negara maju adalah 11/100.000 KH. Program percepatan penurunan AKI dilakukan dengan menjamin agar setiap ibu mampu mengakses pelayanan kesehatan ibu yang berkualitas, seperti pelayanan kesehatan ibu hamil, pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih di fasilitas pelayanan kesehatan, perawatan pasca persalinan bagi ibu dan bayi, perawatan khusus dan rujukan jika terjadi komplikasi, dan pelayanan keluarga berencana termasuk KB pasca persalinan. Upaya yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mencegah terjadinya kesakitan dan kematian ibu dan janin adalah deteksi dini penyulit kehamilan dan menyiapkan ibu untuk persalinan normal sedangkan upaya yang dapat dilakukan oleh ibu hamil dalam deteksi dini terhadap penyulit kehamilan adalah memeriksakan kehamilan sesegera mungkin dan teratur ke fasilitas pelayanan kesehatan (Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik/Praktik Mandiri Bidan) dan mampu mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan secara dini sehingga apabila ditemukan tanda-tanda bahaya maka segera ke fasilitas pelayanan kesehatan yang terdekat untuk mendapatkan penanganan segera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan terhadap rencana pemilihan tempat pelayanan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022. Jenis penelitian ini studi cross-sectional berbasis komunitas yang dilakukan pada ibu hamil dengan teknik pengambilan sampel ditentukan secara accidental sampling yaitu semua ibu hamil yang di temui pada bulan September sesuai dengan kriteria yang ditetapkan berjumlah 60 ibu hamil. Dari analisis bivariat menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu hamil terhadap rencana pemilihan tempat pelayanan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara. Diharapkan kesiapsiagaan ibu dalam memilih tempat pelayanan kesehatan yang dituju apabila ditemui tanda-tanda bahaya kehamilan dan sebagai masukan bagi pihak Puskesmas dalam menentukan kebijakan khususnya dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI DAYAH TERPADU AL-MADINATUDDINIYAH SYAMSUDDHUHA KECAMATAN DEWANTARA KABUPATEN ACEH UTARA Jasmiati, Jasmiati; Elizar, Elizar; Rosyita, Rosyita; Kartini Putri, Hendrika Wijaya
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.165

Abstract

A public health problem that still often occurs in adolescents is anemia which occurs not only in developing countries but also in developed countries. The prevalence of anemia in the world ranges from 40-88% and the incidence of anemia in adolescent girls in developing countries is around 53.7%. Basic Health Research Data (RISKESDAS) in 2018 shows that the prevalence of anemia in Indonesia in women is 27.2% and in men is 20.3%. Anemia is more common in young women, namely 32.0% in the 15-24 year age group. In accordance with the recommendations of the World Health Organization (WHO) in 2011, efforts to prevent and control anemia in adolescent girls and women of childbearing age (WUS) are focused on promotional and preventive activities, namely increasing consumption of iron-rich foods, supplementation with Blood Additive Tablets (TTD), and increasing fortification of food with iron and folic acid. The aim of this research is to analyze the relationship between knowledge about anemia and anemia prevention behavior among adolescent girls in Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha, Dewantara District, North Aceh Regency. This research is an observational study with a cross-sectional approach. The population in this study were young women at Madrasah Aliyah grade 3 level. The number of samples in this study was 60 people, using total sampling. The results of the chi - squre test obtained a p-value < 0.05, indicating that there is a relationship between knowledge about anemia and anemia prevention behavior in adolescent girls. To prevent anemia, teenag ers must consume adequate nutritional food intake and iron tablets regularly and increase knowledge by updating information through various media and following counseling about anemia delivered by health workers by involving peers who are the closest environment for young women. Abstrak Masalah kesehatan masyarakat yang masih banyak terjadi pada remaja adalah anemia yang terjadi tidak hanya di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Prevalensi anemia di dunia berkisar 40-88% dan angka kejadian anemia pada remaja putri di negara-negara berkembang sekitar 53,7%. Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 menujukkan prevalensi anemia di Indonesia pada perempuan sebesar 27,2% dan pada laki-laki sebesar 20.3%. Anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri yaitu 32,0% pada kelompok umur 15-24 tahun. Sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO) tahun 2011, upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri dan Wanita Usia Subur (WUS) difokuskan pada kegiatan promosi dan pencegahan, yaitu peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD), serta peningkatan fortifikasi bahan pangan dengan zat besi dan asam folat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di Dayah Terpadu Al-Madinatuddiniyah Syamsuddhuha Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri tingkat Madrasah Aliyah kelas 3. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang, dengan menggunakan pengambilan sampel secara total sampling. Hasil uji chi – squre test diperoleh nilai p-value < 0,05 menunjukkan ada hubungan pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri. Untuk mencegah anemia, remaja harus mengkonsumsi asupan makanan yang cukup gizi dan tablet besi secara rutin serta meningkatkan pengetahuan dengan update informasi melalui berbagai media dan mengikuti penyuluhan tentang anemia yang disampaikan oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan teman sebaya yang merupakan lingkungan terdekat remaja putri.