Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Partisi N-Heksan dan Metanol Ekstrak Etanol Daun Boroco Merah (Celosia Argentea L) Terhadap Bakteri Escherichia Coli ATCC 25922 dengan Metode Sumuran Amudya, Farry Mushab Usaidy; Slamet, S; Waznah, Urmatul; Ningrum, Wulan Agustin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boroco Merah (Celosia Argentea L) merupakan tanaman liar yang digunakan masyarakat untuk pengobatan diare dan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, saponin, tanin dan steroid. Diare merupakan penyakit dengan angka kematian tinggi yang disebabkan adanya rotavirus dan bakteri Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti aktivitas antibakteri ekstrak etanol, partisi n-heksan, partisi metanol daun Boroco Merah (Celosia Argantea L) terhadap bakteri Escherichia coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dan uji antibakteri dengan metode sumuran. Penelitian ini menggunakan konsentrasi 15%, 20%, 30%, dan 40% pada masing – masing sampel, kontrol positif yang digunakan yaitu kloramfenikol 2% dan kontrol negatif menggunakan DMSO. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat aktivitas antibakteri pada sampel dengan konsentrasi hambat minimum sebesar 15%, zona hambat ekstrak etanol sebesar 12,15mm, partisi metanol sebesar 10,4 mm dan partisi n-heksan sebesar 12,5 mm. Ekstrak etanol dinilai lebih menghambat dibandingkan dengan partisi metanol dan n-heksan. Hasil yang didapatkan kemudian di analisis menggunakan ANOVA (Analysis of variance) dan dilanjutkan dengan Uji Tukey. Pada uji Tukey menunjukkan perbedaan yang signifikan dari ekstrak etanol, partisi metanol dan n-heksan dengan nilai sig 0,00 atau ? 5%. Ekstrak etanol dinilai lebih menghambat dibandingkan dengan partisi metanol dan n-heksan.
Pengaruh Suhu Dan Waktu Penyimpanan Terhadap Penurunan Kadar Sirup Kering Cefadroxil Dengan Metode FTIR Alfarizi, Muhammad Bahtiar; Rahmasari, Khusna Santika; Slamet, S; Nur, Achmad Vandian
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cefadroxil merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang bersifat tidak stabil dan mengalami reaksi degradasi dalam larutan selama penyimpanannya karena adanya reaksi hidrolisis. Turunan 2,5-diketopiperazine merupakan senyawa hasil reaksi hidrolisis cefadroxil yang menyebabkan peningkatan efek toksisitas dan penurunan aktivitas antibakteri. Sediaan sirup kering dalam larutan sensitif terhadap suhu dan kelembapan udara sehingga dapat mempengaruhi stabilitasnya serta dapat terjadi pembentukan sedimentasi dan terjadinya caking. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap persentase penurunan kadar sirup kering cefadroxil. Sirup kering disimpan pada suhu ruang (15-30 oC), suhu sejuk (8-15 oC) dan suhu dingin (2-8 oC) yang terhindar dari cahaya matahari dan dianalisis kadarnya pada hari ke 0, 3, 5 dan 7. Analisis kadar cefadroxil ditentukan menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu penyimpanan berpengaruh terhadap penurunan kadar cefadroxil, selama 7 hari penyimpanan telah terjadi penurunan kadar pada suhu ruang sebesar 7,67 %, suhu sejuk sebesar 40,16 % dan suhu dingin sebesar 51,93 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sirup kering cefadroxil lebih stabil dalam penyimpanan suhu ruang dengan batas penggunaan sampai 7 hari penyimpanan.
Skrining Fitokimia Dan Penetapan Nilai SPF Ekstrak Etanol Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Khoiriyah, Nisa'ul; Pambudi, Dwi Bagus; Slamet, S; Rahmatullah, St.
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) mengandung senyawa flavonoid dan polifenol yang berfungsi sebagai photoprotective serta memiliki aktivitas antioksidan yang dapat melindungi permukaan kulit dari radikal bebas yang disebabkan oleh paparan radiasi sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yang dapat berpengaruh terhadap nilai Sun Protection Factor (SPF) serta mengetahui nilai SPF dari ekstrak etanol kulit buah kakao. Penelitian ini menggunakan metode reaksi dengan pereaksi warna serta metode spektrofotometri UV-Vis untuk mengetahui nilai SPF dari ekstrak etanol kulit buah kakao. Nilai SPF ekstrak etanol kulit buah kakao dianalisis dengan persamaan Mansur. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak etanol kulit buah kakao mengandung flavonoid, alkaloid, tannin, dan fenol. Ekstrak etanol kulit buah kakao pada konsentrasi 1.250, 2.500, 3.750, dan 5.000 ppm menunjukkan nilai SPF secara berturut-turut 14,88 ± 0,19, 26,74 ± 0,18, 35,10 ± 0,14, 38,70 ± 0,05.
Uji In Vitro Antikolesterol Fraksi Metanol, N-Heksan dan Ekstrak Etanol Daun Telang (Clitoria ternatea L.) Maharisti, Retno Aulia; Waznah, Urmatul; Slamet, S; Rahmasari, Khusna Santika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesterol merupakan senyawa dengan sifat fisik serupa lemak tetapi mempunyai gugus steroida. Kolesterol dalam jumlah normal dibutuhkan oleh tubuh, namun dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah (aterosklerosis). Daun bunga Telang (Clitoria ternatea L.) mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki potensi sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antikolesterol dan nilai EC50 dari fraksi metanol, n-heksana dan ekstrak etanol daun bunga Telang (Clitoria ternatea L.) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan Lieberman Burchard dengan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 625 nm dengan seri konsentrasi 100; 200; 300; 400 dan 500 ?g/mL. Hasil nilai EC50 ekstrak etanol sebesar 326,87 ?g/mL, fraksi metanol sebesar 461,73 ?g/mL, fraksi n-heksana sebesar 574,96 ?g/mL dan simvastatin sebesar 17,57 ?g/mL. Hasil analisis data menunjukkan fraksi metanol, n-heksana, dan ekstrak etanol menunjukkan nilai ANOVA sebesar 0,000 (p<0,05) yang dapat diartikan tiap konsentrasi berbeda bermakna, sedangkan hasil uji Tukey ekstrak etanol daun bunga Telang konsentrasi 400 ?g/mL dan fraksi metanol konsentrasi 500?g/mL memiliki aktivitas antikolesterol tidak berbeda dengan simvastatin konsentrasi 100 ?g/mL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fraksi metanol, n-heksana dan ekstrak etanol daun bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki aktivitas sebagai antikolesterol secara in vitro dengan sampel yang memiliki aktivitas antikolesterol terbaik adalah ekstrak etanol daun bunga Telang.
Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) Terhadap Jamur Candida albicans Dengan Metode Sumuran Cahyaningrum, Galuh Surya; Slamet, S; Wirasti, W; Pambudi, Dwi Bagus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lengkuas merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat, salah satunya sebagai antijamur. Lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) merupakan tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenol, tannin, saponin, flavonoid dan terpenoid yang memiliki fungsi sebagai fungisida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak (Alpinia galanga (L) Willd) dapat mengetahui efektifitas antifungi terhadap jamur Candida albicans. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sumuran pada uji aktivitas antijamur ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) dan metode maserasi untuk ekstraksi lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd). Analisis data yang diperoleh menunjukkan ekstrak lengkuas (Alpinia galanga (L) Willd) memiliki aktivitas antifungi pada konsentrasi 5% memiliki daya hambat sebesar 9,10 mm, konsentrasi 10% memiliki daya hambat sebesar 10,16 mm dan konsentrosi 15% memiliki daya hambat sebesar 11,43 mm terhadap jamur Candida albicans yang merupakan kategori kuat.
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Obat Tradisional Dan Obat Modern Terhadap Swamedikasi Demam Pada Anak Amalia, Lia; Permadi, Yulian Wahyu; Muthoharoh, Ainun; Slamet, S
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam merupakan suatu penyakit yang dialami tubuh dengan adanya infeksi yang menyebabkan suhu tubuh melebihi normal (> 37,5?C). Penyembuhan demam dapat diobati dengan cara pengobatan mandiri (swamedikasi) yang merupakan suatu tindakan pengobatan penyakit ringan dengan menggunakan obat tradisional atau obat modern tanpa adanya resep dokter. Obat tradisional yang sering digunakan dalam pengobatan demam seperti ramuan tumbuhan, sedangkan obat modern yang umumnya digunakan yaitu dengan obat golongan bebas dan obat bebas terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional dan obat modern terhadap swamedikasi demam pada anak di kelurahan Kertoharjo. Metode pada penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel Purposive sampling dengan jumlah sampel yaitu 102 responden. Pengukuran pada penelitian ini berupa kuesioner dengan hasil berupa angket. Angket tersebut dianalisis menggunakan uji deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang obat tradisional dan obat modern yaitu 58,8% (sangat baik), 30,4% (baik), 7,8% (cukup) dan 2,9% (kurang). Swamedikasi demam pada anak diperoleh hasil 51% (sangat baik), 40,2% (baik) dan 8,8% (kurang). Kesimpulan tidak ada hubungan yang signifikansi pada tingkat pengetahuan terhadap swamedikasi demam pada anak.
Uji Efektivitas Antibakteri Deo Lotion Ekstrak Etanol Kulit Jeruk Bali (Citrus Maxima (Burm.) Merr) Tehadap Bakteri Staphylococcus Aureus Atcc 25923 Pk/5 Aliyah, Himatul; Rahmatullah, St.; Slamet, S; Rahmasari, Khusna Santika
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit jeruk Bali memiliki kandungan alkaloid, flavanoid, likopen, vitamin C, pektin dan tanin serta memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol kulit jeruk bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) dapat dibuat sediaan deo lotion, serta mengetahui pada konsentrasi berapa deo lotion ekstrak kulit buah jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) mempunyai aktivitas sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus aureus ATCC 25923 PK/5. Pembuatan ekstrak menggunakan metode maserasi, sedangkan untuk uji antibakteri menggunakan metode sumuran. Variasi konsentrasi ekstrak etanol kulit jeruk bali 4%, 6% dan 10%. Hasil yang diperoleh berupa sediaan deo lotion dengan evaluasi sediaan yang telah memenuhi syarat berdasarkan SNI dan deo lotion ekstrak kulit jeruk Bali (Citrus maxima (Burm.) Merr) memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 PK/5 sebesar F1 14,65 mm; F2 16,36 mm; F3 18,33 mm terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 PK/5.
The link and match of the demand and supply for productive vocational school teachers with regard to spectrum of vocational skills in the perspective of education decentralization Tamrin, A.G.; Slamet, S; Soenarto, S.
Jurnal Pendidikan Vokasi Vol. 8 No. 1 (2018): February
Publisher : ADGVI & Graduate School of Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.885 KB) | DOI: 10.21831/jpv.v8i1.15135

Abstract

The purpose of this study was to describe the pattern of link and match of the demand and supply for productive vocational school teachers which should be carried out in the future. This study is descriptive qualitative with the grounded theory approach. The unit of analysis consisted of: policy makers at central level; policy makers at local level; productive vocational school teachers; Teacher Education Institutes (LPTK), and Non-Teacher Education Institutes (Non-LPTK). The data were analyzed using the three phases: open coding, axial coding, and selective coding. The research results are as follows. (1) The pattern of the demand for productive vocational school teachers has been fulfilled through such programs as Three Year Diploma for Vocational Teacher of Engineering, Bond-based Remuneration for Bachelor's Level, Civil Servant Recruitment, Regional Civil Servant Recruitment, and Non-permanent Teachers. (2) Productive vocational school teachers supplied included LPTK graduates majoring in 22 vocational skills training programs and Non-LPTK graduates majoring in 45 vocational skills training programs out of 48 programs. (3) Productive vocational school teachers were distributed in three types of programs. (4) A system of vocational teacher education was conducted by increasing and refining. (5) Link and Match pattern of demand and supply for productive vocational school teachers involved integration of supply for LPTK graduates and that of Non-LPTK graduates, the distribution of such supply, and the pattern of implementation of vocational teacher education.