Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PRofesi Humas

STRATEGI REBRANDING ZORA RADIO Dini Safitri Istiqamah Bantilan; Roro Retno Wulan; Indra N. A Pamungkas
PRofesi Humas Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.102 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.12110

Abstract

Persaingan di dunia bisnis yang semakin hari semakin ketat mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk terus melakukan upaya agar dapat tetap bertahan di industri yang digelutinya. Radio sebagai salah satu media massa populer di Indonesia juga tidak lepas dari tingginya tingkat persaingan dalam memperebutkan pasar. Meskipun suatu produk telah memiliki merek yang dikenal oleh khalayak luas, titik kejenuhan pada tingkat kedewasaan dalam siklus hidup suatu produk terkadang mengharuskan perusahaan untuk melakukan perubahan-perubahan agar tetap mampu memiliki daya saing. Perubahan yang dilakukan terhadap merek ini dikenal dengan rebranding. Salah satu kasus rebranding pada radio adalah rebranding yang dilakukan oleh Zora Radio. Pada tahun 2014, Zora Radio yang merupakan salah satu radio di Kota Bandung yang melakukan rebranding yang ditandai dengan perubahan segmenting menjadi radio muda. Perubahan ini diikuti dengan perubahan-perubahan lainnya yang tidak terlepas dari proses penetapan strategi dalam pelaksanaan rebranding. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi rebranding dari Zora Radio dengan melihat melalui tiga tahapan utama strategi yaitu tahap perencanaan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian, tahap perencanaan strategi rebranding Zora Radio dilakukan dengan menetapkan tujuan, identifikasi kekuatan dan kelemahan internal, identifikasi peluang dan ancaman eksternal, serta penetapan jangka waktu bagi strategi. Tahap implementasi diwujudkan melalui empat elemen utama rebranding yaitu repositioning, renaming, redesigning, dan relaunching. Tahap akhir yaitu evaluasi dilakukan dengan memantau feedback dari berbagai sumber. 
Deconstructing the concept of masculinity in Indonesian public service advertisements Hasan, Yassar; Nugroho, Catur; Wulan, Roro Retno
PRofesi Humas Vol 9, No 2 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v9i2.53572

Abstract

Background: The reason for this research is the rise of hate speech attributed to the rigid concept of traditional masculinity, which leads to toxic masculinity. In addition, there are limited Public Service Advertisements in Indonesia that discuss biased concepts of masculinity. Therefore, public service advertisements on sexual harassment and masculinity produced by Indonesian government agencies, the Indonesian Ministry of Education and Culture, such as “#GerakBersama – Ini Gak Lucu” are interesting to analyze further. Purpose: This study examined how masculinity is represented and the message conveyed in the public service advertisement “#GerakBersama – Ini Gak Lucu”. Methods: To see the representation of masculinity and the message, the public service advertisement was divided into several scenes analyzed using Roland Barthes’ semiotics based on primary and secondary meanings. Results: The study found that the public service advertisement “#GerakBersama - Ini Gak Lucu” is intended to introduce a new concept of masculinity, that a man can still embody masculinity even when performing a beautiful and gentle dance. Conclusion: In this public advertisement, masculinity is also portrayed as men who dare to speak up, demonstrate loyalty, and support one another. Implications: Further research is required to assess the advertisement’s effectiveness in reshaping the social perception of masculinity in Indonesian, specifically whether they hold the traditional perception of masculinity or embrace this new perspective.