Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Jurnal MAIYAH

Struktur Komunitas Zooplankton di Sungai Ponggawa, Kabupaten Purbalingga Novita Paramis; Hendrayana Hendrayana; Sesilia Rani Samudra
MAIYAH Vol 1 No 3 (2022): Maiyah : Vol.1 No.3 September 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.87 KB) | DOI: 10.20884/1.maiyah.2022.1.3.7016

Abstract

Sungai Ponggawa merupakan aliran sungai yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk aktivitas sehari-hari, salah satunya digunakan untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK) dan irigasi lahan pertanian. Sungai Ponggawa terindikasi mengalami pencemaran organik yang berasal dari aktivitas tersebut. Struktur komunitas zooplankton dapat dijadikan indikator ekologi terhadap perubahan kualitas air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas zooplankton di Sungai Ponggawa dan mengetahui parameter fisika kimia perairan Sungai Ponggawa. Metode yang digunakan adalah Purposive Sampling, dengan 3 titik sampling dan 5 kali ulangan. Hasil yang didapatkan adalah ketiga stasiun pengambilan sampel memiliki kelimpahan rata-rata zooplankton berkisar antara 226-340 ind/L dan indeks keanekaragaman berkisar antara 1,53-1,99. Hasil tersebut menunjukkan bahwa zooplankton di Sungai Ponggawa memiliki keanekaragaman jenis yang sedang, yang berarti produktivitas perairan di Sungai Ponggawa juga termasuk sedang. Spesies zooplankton dengan nilai kelimpahan paling tinggi dan ditemukan merata pada tiga stasiun adalah Arcella discoides. Hasil pengukuran parameter fisika kimia perairan Sungai Ponggawa menunjukkan bahwa perairan tersebut masih layak untuk kegiatan sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan air untuk mengairi pertanaman.
Keanekaragaman Makrozoobentos di Sungai Mengaji, Banyumas Humanica, Anyelir Putri; Putri, Desta Fatma; Jasttin, Jasttin; Hilaliyah, Sayyidah Nurul; Kusuma, Putra Zulfandi; Lupitasari, Yulina Dwi; Azizah, Ilma Arviani; Samudra, Sesilia Rani
MAIYAH Vol 2 No 3 (2023): Maiyah : Vol.2 No.3 September 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.3.9096

Abstract

Sungai Mengaji merupakan sungai di Kabupaten Banyumas yang terindikasi tercemar limbah organik yang berasal dari pemukiman warga di sekitar sungai. Akibat pencemaran yang terjadi di Sungai Mengaji akan berdampak pada keberadaan biota di dalamnya seperti makrozoobentos. Keanekaragaman makrozoobentos akan mengalami perubahan dibandingkan dengan perairan yang tidak tercemar, hal tersebut karena makrozoobentos memiliki sifat yang relatif menetap dengan pergerakan yang sangat terbatas sehingga akan terkena dampak langsung terhadap pencemaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali pengulangan pada bulan Maret dan April 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman makrozoobentos yang menjadi bioindikator kualitas perairan pada sungai Mengaji Purwokerto. Metode yang digunakan adalah transek kuadrat 1m x 1m. Data penelitian yang dianalisis menggunakan rumus kepadatan makrozoobentos, indeks keanekaragaman (H’) dan Indeks dominansi (D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan jenis berkisar 1-14 ind/m2, keanekaragaman makrozoobentos pada kisaran nilai 0-1,73 dan dominansi dengan nilai 0,18-1. Berdasarkan indeks keanekaragaman makrozoobentos di Sungai Mengaji memiliki keanekaragaman dengan rata-rata tercemar sedang.
Status Mutu Air Waduk Penjalin Berdasarkan Parameter Fisika-Kimia Menggunakan Metode Storet dan Indeks Pencemaran Handayani, Anik Maulia Tri; Samudra, Sesilia Rani; Hidayati, Nuning Vita; Sarasati, Wulandari
MAIYAH Vol 2 No 4 (2023): Maiyah : Vol. 2 No. 4 Desember 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2023.2.4.10418

Abstract

In the vicinity of Penjalin Reservoir there are residential areas, eateries, livestock farms, rice fields, and floating net cages. These activities have the potential to lead to a decline in water quality of Penjalin Reservoir due to the direct discharge of waste into the water body. Therefore, research on the water quality status of Penjalin Reservoir is necessary as a means of monitoring water quality in the reservoir. This research aims to determine the water quality status of Penjalin Reservoir using the Storet and the Pollution Index Methods. The research method employed is a survey method, with the selection of sampling points carried out through purposive random sampling, comprising nine stations. Water quality data are analyzed descriptively and compared to the water quality standards for lakes and similar bodies of water, as outlined in the Republic of Indonesia Government Regulation No. 22 of 2021. Subsequently, the water quality status is determined using the Storet and the Pollution Index Methods, as per the Minister of Environment Decision No. 115 of 2003. The results indicate that the water quality status of Penjalin Reservoir, when used for various purposes ranging from Class 1 to Class 3 according to the Storet Method, falls within the heavily polluted category. However, according to the Pollution Index Method, it is categorized as slightly polluted. Nevertheless, Penjalin Reservoir still meets the water quality standards when utilized for agricultural irrigation.
Analisis Kadar BOD dan COD di Perairan Waduk Panglima Besar Soedirman, Banjarnegara, Jawa Tengah Rayhan, Nadeffa Nurfa; Samudra, Sesilia Rani; Sarasati, Wulandari
MAIYAH Vol 3 No 2 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.2.11850

Abstract

Waduk PB Soedirman merupakan waduk yang berada di Banjarnegara, Jawa Tengah yang pemanfaatannya digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai pariwisata, budidaya ikan dengan metode keramba jaring apung, sumber air irigasi untuk persawahan dan perkebunan di sekitar waduk, dan untuk menampung DAS Serayu yang bermanfaat untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebagai penyuplai listrik Jawa dan Bali. Aktifnya kegiatan di Waduk PB Soedirman, membuat waduk harus dikelola supaya tidak terjadi pencemaran air. BOD dan COD merupakan parameter kimia perairan yang penting untuk dipantau demi keberlangsungan segala aktivitas yang ada di waduk. BOD merupakan banyaknya kebutuhan oksigen biologis yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk melangsungkan proses dekomposisi ,sedangkan nilai COD dapat digunakan untuk indicator pencemaran organik di perairan. Tujuan Kerja Praktik ini untuk mengetahui nilai BOD dan COD di perairan Waduk PB Soedirman dan mengetahui kondisi perairan Waduk PB Soedirman berdasarkan nilai BOD dan COD. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 stasiun pada bulan Juli, Agustus, dan September menggunakan metode purposive random sampling. Analisis kadar BOD menggunakan metode dilusi dan analisis kadar COD menggunakan metode permanganometri. Hasil dari analisis kadar BOD berkisar antara 1,4 mg/L – 4,9 mg/L dan analisis kadar COD berkisar antara 21,63 mg/L – 36,08 mg/L. Secara umum kualitas air di perairan Waduk PB Soedirman masuk ke dalam kelas III, dimana nilai maksimal BOD sebesar 6 mg/L dan nilai COD sebesar 40 mg/L sesuai dengan peruntukkan pada PP RI NO. 22 Tahun 2021.
Struktur Komunitas Mikroalga Epifit yang Melekat Pada Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Di Waduk Penjalin Samudra, Sesilia Rani; Dwiana, Islita Alis; Meinita, Maria Dyah Nur; Soeprobowati, Tri Retnaningsih
MAIYAH Vol 3 No 4 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 4 Desember 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.4.13771

Abstract

Waduk Penjalin terletak di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang secara umum banyak dimanfaatkan untuk irigasi, pariwisata, dan sebagai sarana perikanan tangkap. Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tumbuhan gulma yang mudah ditemukan di permukaan perairan Waduk Penjalin, di mana sebagian tubuhnya terendam di dalam air. Eceng gondok dapat menjadi substrat bagi tempat hidupnya mikroalga atau yang disebut sebagai mikroalga epifit. Keberadaan mikroalga epifit pada eceng gondok dapat dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur komunitas mikroalga epifit yang melekat pada eceng gondok, termasuk nilai kelimpahan, keanekaragaman, serta dominansinya. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Desember 2022. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan pengambilan sampel dari lima stasiun yang berbeda. Mikroalga epifit dari kelas Bacillariophyceae paling banyak ditemukan dengan total kelimpahan 60.367 ind/cm² (46%). Genera yang ditemukan meliputi Gomphonema, Peridinium, Staurastrum, Navicula, Pediastrum, Aulacoseira, Pachus, Ulothrix, Botryococcus, dan Synedra menunjukkan bahwa perairan Waduk Penjalin telah mengalami eutrofikasi. Indeks eanekaragaman berkisar antara 1,03-1,88 dan indeks dominasi berkisar antara 0,19-0,30. Nilai tersebut juga menunjukkan bahwa perairan Waduk Penjalin telah mengalami pencemaran bahan organik pada tingkat sedang. Oleh karena itu perlu adanya upaya pencegahan agar eutrofikasi yang terjadi tidak semakin tinggi dan memperburuk kondisi Waduk Penjalin.
Dinamika Kualitas Air dan Kepadatan Plankton Terhadap Pertumbuhan Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) di Kolam Budidaya Desa Beji, Kedungbanteng, Banyumas Astuti, Wahyu Widi; Sayidina, Aprilia; Sabrina, Aulia Putri; Widhi, Raut Nugrahening; Hidayati, Nuning Vita; Samudra, Sesilia Rani; Irawan, Hery
MAIYAH Vol 4 No 1 (2025): Maiyah : Vol. 4 No. 1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2025.4.1.15613

Abstract

Water quality becomes an important parameter to observe in aquaculture activities to understand its impact on fish growth. The objective of this research is to determine the effect of plankton density and the parameters of pH, temperature, and dissolved oxygen on the growth of Nilem fish (Osteochilus vittatus). The research was conducted from September 2024 to October 2024. The method used is quantitative, which includes plankton density, Nilem fish weight, and water quality, with the results presented as numerical data in the form of tables and graphs. The average temperature of the Nile tilapia cultivation pond is 32°C, dissolved oxygen with an average value of 4.95, and pH with an average value of 6. The highest fish growth rate was in the first week at 8.39%, followed by the fourth week at 7.29%, while the growth rates in the second and third weeks did not reach 5%. The results of the plankton density regression analysis found that 6% of the specific growth rate is influenced by this factor, while 94% is influenced by other factors. The correlation coefficient (r) obtained is 0.24 and the value of b = -11.611x (negative relationship). Based on PP No. 22 of 2021, the water quality value of this nilem fish farming pond still meets the water quality standard, but compared to the water quality for nilem fish farming, the average water quality value measured in this farming pond does not meet the standard. The observed plankton density over 4 weeks showed fluctuating results, and the growth rate of Nile tilapia also exhibited fluctuating results. The relationship between plankton density and the growth rate of Nile tilapia is classified as weak.