Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Arahan Peningkatan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Persepsi Masyarakat di Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda Achmad Ghozali; Dea Cahya Edinita
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 17, No 4 (2021): JPWK Volume 17 No. 4 December 2021
Publisher : Universitas Diponegoro, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v17i4.37956

Abstract

Kurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) publik akibat keterbatasan ruang kota di samping kebutuhan masyarakat terhadap kualitas RTH publik merupakan tantangan yang terjadi di Kecamatan Samarinda Seberang. Kualitas RTH publik yang ada perlu ditingkatkan untuk menciptakan kawasan hunian yang aman, nyaman, segar dan asri. Oleh karena itu, arahan peningkatan kualitas RTH publik berdasarkan prioritas persepsi masyarakat di Kecamatan Samarinda Seberang diperlukan untuk menjawab tantangan yang ada. Untuk mencapai tujuan penelitian dilakukan 3 tahapan analisis. Pertama, identifikasi pengelompokan persepsi terhadap RTH publik dengan menggunakan analisis cluster. Kedua, dilakukan analisis evaluasi kualitas RTH Publik berdasarkan persepsi masyarakat dengan analisis importance performance analysis (IPA). Terakhir, dirumuskan arahan peningkatan kualitas RTH publik berdasarkan faktor penting yang teridentifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Kelompok 1 diperlukan peningkatan RTH publik pada unsur kenyamanan dan kelerestarian RTH publik yang sudah ada. Di sisi lain, kelompok 2 perlu upaya penghijauan kembali dan konservasi pada jalur hijau yang ada. Meskipun demikian, akibat terbatasnya ketersediaan RTH Publik maka wilayah studi memerlukan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam penghijauan kawasan perumahan dengan memanfaatkan kecukupan pengetahuan dan perhatian masyarakat terhadap isu ekologis.
STRATEGI PENGEMBANGAN UMKM INDUSTRI PERDAGANGAN DI KAWASAN KECAMATAN BONTANG SELATAN BERDASARKAN PERSEPSI PELAKU UMKM: Lokasi Studi Kecamatan Bontang Selatan Septian Imandi Krisdianto; Achmad Ghozali
Jurnal PROYEKSI: Arsitektur dan Perencanaan Vol. 2 No. 2 (2022): EDISI SEPTEMBER 2022, JURNAL PROYEKSI: ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN
Publisher : Arsitektur Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/proyeksi.v2i2.861

Abstract

MSMEs in Bontang City from 2019 to 2020 have quite a large number of MSME actors. However, PAD in Bontang City has decreased. Bontang City's GRDP growth rate for the MSME sector has also continued to decline. The purpose of this study is to provide suggestions for the development strategy of the trading industry SMEs in South Bontang District to increase the GRDP growth rate of the MSME sector, with the goal being carried out to achieve the goal of identifying the distribution of the characteristics of the trading industry SMEs in each sub-district in Bontang City, analyzing priority factors for the development of SMEs trade industry, and formulate the right strategy for the development of SMEs in the trade industry in South Bontang District. The analytical method used is a Likert scale/scoring analysis to determine the factors of MSME development. The results obtained based on the priority factors obtained are internal factors in which there is human resource expertise which is a priority factor for the development of SMEs in the trading industry. The strategy formulated based on the results of the analysis is to increase human resource expertise, develop the potential of the fashion business in the Berbas Pantai Village, develop the potential for the furniture business in the Tanjung Laut Indah Village, maintain stability and increase the food and beverage and craft businesses, and provide financial assistance and facilities for production.
Analisis Tingkat Pelayanan Jalan di Koridor Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru Kota Samarinda Umul Baitul Mu'amanah; Achmad Ghozali; Asri Prasaningtyas
Ruang Vol 9, No 1 (2023): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.9.1.52-61

Abstract

Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru adalah jalan Arteri Sekunder yang menghubungkan kawasan primer dan kawasan sekunder. Dimana Jalan Jenderal Sudirman adalah satu arah tanpa median (1-3/1), sedangkan untuk Jalan Gunung Semeru termasuk pada tipe jalan dua jalur dua arah tanpa median (2/2 UD). Peningkatan volume lalu lintas harus di imbangi dengan peningkatan tingkat pelayanan jalan. Hasil volume lalu lintas harian rata-rata yang didapatkan selama 2 hari pada tiap ruas jalan 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Meningkatnya volume kendaraan pada koridor Jalan Jenderal Sudirman – Gunung Semeru berbanding terbalik dengan kinerja ruas jalan di Jalan Jenderal Sudirman - Jalan Gunung Semeru yang mana didapatkan nilai LOS (level of services) yang semakin menurun mulai dari nilai 0,43 yang berarti B pada tahun 2003, menjadi 0,68 yang berarti C pada tahun 2014, hingga pada tahun 2018 memiliki nilai 1,55 yang berarti F. Sedangkan menurut RTRW Kota Samarinda Tahun 2014-2034 jalan arteri sekunder sekurang-kurangnya harus memiliki nilai LOS (level of services) C agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan analisis tingkat pelayanan jalan dengan menentukan kapasitas, derajat kejenuhan hingga tingkat pelayanan dari 6 ruas jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas jalan 4,5, dan 6 memiliki nilai LOS diatas dari batas yang ditentukan yaitu E, F, dan F.
The Change of Land Cover and Biocapacity of CO2 Gas Emission Absorption in Gresik Urban Area Achmad Ghozali; Fery Irfan Nurrahman; Eko Budi Santoso
SPECTA Journal of Technology Vol. 1 No. 3 (2017): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.891 KB) | DOI: 10.35718/specta.v1i3.81

Abstract

Gresik urban area is dominated by industrial, housing, trade and services activities. The growth of activities contributes to the land use change from green open spaces into built-up areas. The impact of land use change influence the level of air pollution and CO2 gas emission in Gresik urban area. The previous study briefly shows that this urban area produces 50.37% of the total CO2 gas emissions. The production of CO2 gas emissions should be controlled to reduce the impact of climate change in urban areas such as increasing urban temperature, hydrological cycle anomaly, drought, land degradation and other social and environmental issues. The green open space can recycle the CO2 gas emissions and can increase the absorption capacity of the CO2 gas emissions (bio-capacity). The land cover change for built-up area potentially reduces the absorption of CO2 gas emissions in Gresik urban area. Therefore the identification of the land cover change on CO2 emission absorption becomes an objective of this study. The preliminary study can formulate the strategic steps in the development of Gresik urban area that supports urban greenery and adaptive effort to respond the climate change. The study is conducted in two steps. The first step is to analysis the land cover change based on the Landsat satellite imagery analysis. The second step is to measure the dynamic change of the region's ability(bio-capacity) to absorb CO2 emissions by using ecological footprint analysis. The results show that Gresik urban area has a high development of developed land to the North area, Manyar Sub District. The growth of the developed land is more converting the fishpond land. The green areas in this regiontend to be influenced by farming activities which also convert into fishpond land. Bio-capacity of CO2 gas emission absorption increases from 2003 of 3.548 gha to 5.656 gha but the comparison between bio-capacity of CO2 gas emission absorption and developed land shows the declining tendency in each year. In 2003, the comparison score is 1.59 gha/ha of developed land. In 2014, the score is declining into 1.48 gha/ha or developed land.
Evaluasi Sistem Drainase Kawasan Kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan (Studi Kasus: Fakultas MIPA) Rossana Margaret Kadar Yanti; Achmad Ghozali; Muhammad Alif Firdaus
SPECTA Journal of Technology Vol. 4 No. 3 (2020): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.109 KB) | DOI: 10.35718/specta.v4i3.226

Abstract

Pembangunan kawasan kampus Institut Teknologi Kalimantan mengakibatkan perubahan fungsi lahan dan meningkatkan nilai koefisien pengaliran (c). Kondisi ini berbanding lurus dengan peningkatan nilai debit limpasan (hidrologi). Berdasarkan kondisi ini, maka perlu dilakukan evaluasi terkait sistem drainase eksisting pada Fakultas MIPA ITK untuk mengetahui kapasitas saluran dalam mengalirkan debit limpasan (hidrologi) yang terjadi. Dalam penelian ini dilakukan analisis hidrologi untuk menghitung debit puncak pada Fakultas MIPA dengan menggunakan metode rasional dan analisis hidrolika untuk mengetahui kapasitas saluran eksisting dengan menggunakan metode manning. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara debit hidrologi dengan kapasitas saluran Fakultas MIPA. Hasil analisis didapatkan debit limpasan yang terjadi pada Fakultas MIPA memiliki nilai yang bervariasi antara 0,007 m3/detik hingga 0,300 m3/detik. Dalam sistem drainase Fakultas MIPA terdapat 7 saluran tersier, 8 saluran sekunder dan 2 saluran primer yang mengalami kelebihan kapasitas sehingga terjadi luapan. Debit luapan yang terjadi pada kawasan Fakultas MIPA bervariasi mulai dari 0,001 m3/detik hingga 0,163 m3/detik.
Analisis Intensitas Dampak Kejadian Longsor Di Kelurahan Selili, Kota Samarinda Tamariska Anawati Hasibuan; Achmad Ghozali
SPECTA Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2022): SPECTA Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.757 KB) | DOI: 10.35718/specta.v6i2.725

Abstract

Kelurahan Selili, Kota Samarinda merupakan suatu kawasan yang memiliki potensi bencana longsor. Berdasarkan pada tahun 2015-2022 bahwa Kelurahan Selili memiliki 16 kejadian longsor dan merupakan lokasi yang memiliki kejadian terbanyak di Kota Samarinda. Dampak kejadian longsor di Kelurahan Selili tersebut mengakibatkan kerugian dan kerusakan serta korban jiwa. Oleh maka dari itu peneliti ingin mengetahui seberapa besar intensitas dampak kejadian longsor di Kelurahan Selili, Kota Samarinda. Metode dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis skoring overlay. Adapun Variabel dalam penelitian ini yaitu Jumlah kejadian longsor, jiwa terpapar, kerugian kerusakan rumah, kerugian kerusakan fasilitas umum serta luasan longsor. Setelah dilakukan analisis s maka didapatkan hasil penelitian didapatkan melalui analisis Skoring bahwa intensitas dampak kejadian longsor kelurahan selili terdiri dari intensitas dengan rendah hingga sedang. Intensitas rendah berada pada titik 2-8, titik 10, titik 12, dan titik 14, sedangkan kategori sedang berada pada titik 1, titik 9, titik 11, dan titik 14.
Dampak Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Peningkatan Debit Banjir Pada DAS Ampal Kota Balikpapan Rossana Margaret Kadar Yanti; Achmad Ghozali; Ajeng Nugrahaning Dewanti
REKA RUANG Vol 5 No 2 (2022): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v5i2.2344

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal merupakan salah satu wilayah sistem drainase yang berada di daerah terbangun yang relatif padat, dan memiliki arti penting dari aspek sosial ekonomi kota. DAS Ampal terletak di Kecamatan Balikpapan Selatan Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur. DAS seluas 2.800,19 ha ini memiliki sungai sepanjang 4,69 km. Sistem Drainase Ampal atau Klandasan Besar terdiri dari saluran primer yang berupa alur sungai asli yang langsung bermuara ke laut. Pada musim penghujan, debit yang mengalir dari hulu sungai Ampal cukup besar dan sering melampaui kapasitas alir sungai, sehingga menyebabkan terjadinya luapan air ke lahan di kiri dan kanan sungai. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak pembangunan atau penggunaan lahan untuk kawasan terbangun terhadap peningkatan debit banjir yang melimpas. Tahapan analisis dimulai dari analisis hujan periode ulang dengan menggunakan data hujan harian maksimum. Hasil analisis hujan periode ulang kemudian dilanjutkan dengan analisis penggunaan lahan untuk memperoleh nilai koefisien pengaliran (C) berdasarkan kondisi tutupan lahan DAS Ampal. Analisis penggunaan lahan dilakukan dalam dua kondisi yaitu eksisting tahun 2019 dan rencana penggunaan lahan sesuai RTRW 2011-2031 pada tahun 2032. Dari hasil analisis besarnya nilai koefisien pengaliran DAS Ampal, dilanjutkan dengan menganalisis besarnya debit banjir kondisi eksisting dan rencana akibat hujan yang membebani sungai Ampal. Diperoleh hasil yang membuktikan bahwa perubahan tata guna lahan yang terjadi di DAS Ampal berdampak pada peningkatan debit banjir yang mencapai 105% berbanding lurus dengan besarnya peningkatan koefisien pengaliran. Debit banjir maksimum dengan periode ulang 20 tahun yang mengalir pada DAS Ampal pada tahun 2032 mencapai 636,05 m3/det.
Spatial Characterization of Flood Intensity over the Drainage Condition of East Sempaja Village, Samarinda Ghozali, Achmad; Rizki, Ayu Fitriana Fitriana; Mustofa, Umar
Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Vol 21, No 3 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/presipitasi.v21i3.917-935

Abstract

The flood events frequently impacting Samarinda City have not yet been thoroughly examined based on their intensity, particularly in the most flood-prone village in the city, East Sempaja Village. This paper employed a rigorous methodology, including K-means cluster analysis and Getis-Ord G* statistics, to reveal spatial clustering patterns based on flood intensity and residential drainage conditions in East Sempaja. The Spearman correlation was determined to identify the relationship between both factors. The present study demonstrates that using community-derived data can enhance flood disaster mitigation strategies, particularly within regions with insufficient data availability. The analysis shows that most neighborhood areas in East Sempaja have moderate to high flood intensity levels. The areas with high flood intensity are spread across the North. This paper confirms that the condition of drainage channels has a positive, yet weak, significant relationship with the level of flood intensity. Thus, optimizing drainage channels is still relevant in managing flood disasters in East Sempaja, providing practical strategies for a pressing issue. 
Sinkretisme Agama dan Budaya Bagi Masyarakat Jawa Ghozali, Achmad
Javano Islamicus Vol. 1 No. 1 (2023): October
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/Javano.2023.1.1.67-79

Abstract

This article discusses the relationship between religion and culture within Javanese society, emphasizing that both are closely interconnected. Parents play a significant role in educating their children to remain steadfast in upholding religious and cultural values. The purpose of this study is to explore the interrelation between religion and culture among the Javanese people. This research employs a library research method by analyzing relevant literature and previous studies. The findings reveal that Javanese society possesses a profound understanding of the inseparable bond between religion and culture, perceiving them as an integrated unity rather than distinct entities. Consequently, religion is not viewed as something apart from their cultural identity. Instead, both religion and Javanese culture jointly shape the ethics, norms, and behavioral patterns characteristic of their community. This integration demonstrates the vital role of religion and culture in constructing the moral foundation and daily life of the Javanese people.
Zakat Collection System in Zakat Amil Agency (Baz) Pekanbaru City Achmad Ghozali
International Journal of Educational and Life Sciences Vol. 2 No. 2 (2024): February 2024
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijels.v2i2.1391

Abstract

The collection of zakat (divine tax) is one of the main responsibilities of the zakat amil (collector). In fulfilling these responsibilities, the Pekanbaru City Regency BAZ has been successful. Therefore, this research aims to determine the growth of zakat collection in the Pekan baru City Regency BAZ during the 2010-2015 period in terms of nominal value, sources and efforts made in zakat collection. To achieve this aim, this research uses a case study. The findings show that the amount of zakat collected during the period increased significantly to a total of more than IDR 34.44 billion. This increase is far above the average that can be achieved globally. In terms of zakat sources, the sources are expanded from professional zakat to other sources, such as trade and services zakat. To support the success of zakat collection, Pekanbaru City Regency BAZ continues to strive to improve the Zakat Collection Unit (UPZ), form a marketing team, distribute marketing tools, and carry out massive zakat outreach.