Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENDAMPINGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MAHASISWA DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERSIHAN RAWA DESA BURAI Sumah, Astrid Sri Wahyuni; Genisa, Marlina Ummas; Saputri, Wulandari; Astriani, Meli; Nuraini, Nita; Angraini, Erni; Hidayat, Saleh; Wardhani, Sri; Sidik, Bagas Rasid; Helida, Asvic
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 3 (2024): JP2N: Mei - Agustus 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/rr9tw768

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa. Berbicara merupakan keterampilan produktif dalam artian pembicara menghasilkan bunyi bahasa dan komunikasi dalam dua arah. Pembicara dan pendengar dapat menegosiasikan arti dari apa yang mereka katakan. Era industri 4.0, kemampuan berbicara dan mengemukakan sebuah masalah di depan umum sangat penting karena informasi yang didapatkan tidak lagi terbatas. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahpahaman terhadap isi informasi, diperlukan kemampuan berbicara di depan umum. Kemampuan tersebut membantu seseorang untuk mencari dan memahami informasi dengan benar. Selain itu, kemampuan berbicara di depan umum juga mengajarkan cara meyakinkan orang lain untuk mendapatkan informasi yang benar dan berguna untuk yang membutuhkan. Tulisan ini membahas tentang keterampilan berbicara mahasiswa di depan masyarakat Desa Burai mengenai pengelolaan sampah di daerah rawa. Para mahasiswa didorong untuk melatih kemampuan berbicara mereka dengan topik permasalahan mengenai pembuangan sampah masyarakat di daerah rawa melalui teknik wawancara. Metode kegiatan dimulai dari kegiatan pendampingan oleh dosen pendamping dimulai dengan pendahuluan, pemberian materi, dan evaluasi kegiatan. Hasil yang didapatkan bahwa mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum dengan rasa percaya diri dan termotivasi, tanpa harus takut mengemukakan pendapat atau butir pertanyaan yang dapat menyinggung masyarakat. Kata kunci: Desa Burai, kemampuan berbicara, rawa, wawancara
LAND SURFACE TEMPERATURE ANALYSIS AS AN INDICATOR OF URBAN HEAT ISLAND IN PADANG CITY Sumantri, Hengki; Milantara, Noril; Aditia Putra, Teguh Haria; Helida, Asvic
Sylva Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v14i2.10787

Abstract

Padang City is the largest city on the west coast of Sumatra Island and the capital of West Sumatra Province, Indonesia (BPS Padang City, 2024). Surrounded by hills at an altitude of 1,853 meters above sea level, Padang covers an area of 1,414.96 km². The city had a population of 928,541 in mid-2023, comprising 11 sub-districts, 104 villages, and 19 small islands. Padang is the core city of the Palapa metropolitan area. This study aims to determine the comparison of surface temperatures in Padang City from 2014 and 2024. This research method consists of image data obtained from the USGS Explorer site consisting of Landsat 8 satellite images dated August 15, 2014 and January 23, 2024 and Band 10 and Band 11, and the administrative map of Padang City obtained from the boundaries of the Regency/City of the Population and Civil Registration Office (Dukcapil) of Padang City. The results of this study are that the land surface temperature in the Padang City area has increased over a period of ten years along with the increase in built-up land and land use due to human activities. The increase in built-up land surface temperature and land use is spatially distributed in eleven sub-districts with an average temperature of >25.9 OC. In line with the increase in land surface temperatures caused by changes in temperature class ranges, nine areas in Padang City have a high potential to become sources of urban heat islands: Koto Tangah, Nanggalo, Kuranji, North Padang, West Padang, East Padang, South Padang, Lubuk Begalung, and Bungus Teluk Kabung Districts. Spatially, these nine areas are adjacent to each other or connected to one another.
Penyuluhan Pertanian Presisi Menggunakan Mesin Pencacah Dan Pelatihan Pembuatan Silase Pada Petani Cabai Di Desa Pulau Negara, Kabupaten Ogan Ilir Rahim, Supli Effendi; Muchsiri, Mukhtarudin; Helida, Asvic; Hawayanti, Erni; Rusmila; Fitria, Nia
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v6i1.1610

Abstract

This community service activity aims to enhance the capacity of chili farmers in Pulau Negara Village through the implementation of precision agriculture technology and waste processing. The program focuses on the utilization of organic matter shredding machines and training in livestock feed silage production to address the low efficiency of crop waste management. This initiative involved 20 farmers and 5 extension agents, employing methods such as counseling, equipment demonstrations, practical training, and mentoring. The silage was produced using grass and chili plant residues, supplemented with bran, molasses, and EM4 through a two-week fermentation process. Evaluation using pre-test and post-test methods showed a significant increase in the participants' knowledge and skills. Understanding of precision agriculture increased from 30% to 85%, mastery of shredding machines rose from 20% to 90%, and silage-making proficiency improved from 15% to 88%. These results demonstrate the effectiveness of appropriate technology in fostering innovation and the integration of sustainable crop-livestock systems. These findings are expected to serve as a foundation for local governments in formulating farmer empowerment policies based on waste utilization and local technology.