Claim Missing Document
Check
Articles

Model Partisipasi Berbasis Nilai-nilai Islam pada Perencanaan Desain Grafis Arsitektur di Sekolah TK ABA Kembaran Yogyakarta Rohmansyah Rohmansyah; Isnaini Muallidin; Muhammad Heri Zulfiar
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 10. Digitalisasi Dakwah Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.289 KB) | DOI: 10.18196/ppm.310.184

Abstract

Partisipasi dalam merencanakan desain bangunan sekolah merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Hal ini dilakukan untuk menjaga eksistensi sekolah agar bisa bertahan dan berkembang serta memberikan ruang gerak kepada guru dan peserta didik agar dapat mengekspresikan bakat sejak dini. Salah satu yang menjadi fokus pengabdian adalah TK ABA Kembaran yang terletak di daerah Kasihan Bantul Yogyakarta. TK tersebut mengalami kemajuan yang cukup signifikan dengan jumlah pendidik dan jumlah siswa yang terus meningkat, namun sayang tidak dibarengi dengan prasarana yaitu perluasan ruang area sekolah dan sarana untuk pendidikan anak usia dini. Karena itu, perlu model partisipasi yang melibatkan kaum akademik, pihak TK ABA Kembaran, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) kembaran untuk mendesain perencanaan arsitektur bangunan yang berbasis nilai-nilai Islam yang mendukung dalam mencerdaskan peserta didik TK ABA Kembaran, yaitu membuat desain grafis gedung dan struktur arsitektur bangunan yang tahan gempa dan dilengkapi fasilitas sarana tempat belajar anak dan tempat bersuci dan seperti tempat berwudu bagi laki-laki dan perempuan yang terpisah, mushala untuk dijadikan tempat ibadah salat dan tempat latihan praktik salat anak dan area halaman sekolah yang didesain sebagai tempat belajar anak agar berinteraksi dengan dengan alam dan lingkungan untuk mendukung pembentukan pendidikan karakter anak usia dini.
PELATIHAN DAN SOSIALISASI PRODUK TARJIH MUHAMMADIYAH (IBADAH PRAKTIS) ONLINE Asep Setiawan; Rohmansyah Rohmansyah; Mufaddal Al Baqir
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 1. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Publik
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.736 KB) | DOI: 10.18196/ppm.41.856

Abstract

Pelatihan dan sosialisasi produk tarjih Muhammadiyah tentang ibadah praktis bagi warga Muhammadiyah di Banguntapan Selatan dilakukan berangkat dari persoalan yakni ditemukan masyarakat yang notobene berpaham agama Muhammadiyah namun paham dan praktek ibadah sehari-hari mereka, belum sesuai dengan manhaj Muhammadiyah. Dengan adanya pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat Muhammadiyah dan memberikan bekal ilmu sehingga bisa menjadi pedoman dalam menjalankan ibadah praktis keseharian mereka. Metode yang penulis gunakan dalam pengabdian ini yakni pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan secara online via zoom meeting berupa penyampaian materi disertai penampilan ppt, praktek dan video dari pemateri serta diskusi dan tanya jawab. Dengan di adakannya pengabdian ini, warga Muhammadiyah di Banguntapan Selatan menjadi semakin mantap dan berkomitmen menjalankan ibadah keseharian mereka sesuai dengan Putusan Tarjih Muhammadiyah. Termasuk tidak bingung dalam menyikapi berbagai macam khilafiah (perbedaan) seputar masalah ibadah praktis yang sering diperdebatkan di masyarakat. Dari kegiatan pengabdian ini, dapat disimpulkan bahwa meskipun organisasi Muhammadiyah merupakan ormas yang besar dan sudah cukup tua, namun upaya sosialisasi dan dakwah ke akar rumput harus terus dijalankan secara massif, rutin dan berkesinambungan agar warga Muhammadiyah tetap bisa komitmen dalam berorganisasi dan bermanhaj Muhammadiyah dalam paham agama dan praktek ibadah praktis mereka.
HADIS DAN SUNAH DALAM PERSPEKTIF IGNAZ GOLDZIHER Rohmansyah
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 1 (2015): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i1.31

Abstract

Hadith and Sunah is a staple source of Islamic teachings which serve as explanatory against the verses of the Qur'an. But in reality there is still some Orientalist Ignaz Goldziher i.e. makes a statement with distinguishing between Hadith and Sunah which differ with the opinion of the experts of Hadith and Fiqh. This article will try to explain the Hadith and sunah according to Ignaz Goldziher theory of hermeneutics Dasein Heidegger and use methods of analysis-interpretation approach. From here will be revealed how a biography of Ignaz Goldziher, thoughts and opinions of the scholars of Hadith or Fiqh related Hadith and sunah, then the implications in the study of Islamic thought is the Hadith and Sunah.
KONSEP JIHAD DALAM KUTUB AT-TIS’AH (STUDI MAUDU’I) Rohmansyah
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 3 No 2 (2016): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v3i2.40

Abstract

Based on the results of the study, there are about 146 hadith; between 54 jihâd concept and 92 suport jihâd hadith that have been collected from Kutub at-Tis’ah that result in the concept of jihâd, which is the definition of the jihâd, the kinds of the jihâd, the procedure of the jihâd, and the philosophy of the jihâd. The jihâd means mobilizing all of the capabilities in terms of spirits and materials and avoiding blamable conducts in order to be close to Allah SWT. Additionally, the jihâd also means learning religious knowledge and teaching others the knowledge. The kinds of the jihâd include the jihâd against polytheists (musyrik), the jihâd against desires, and the jihâd against tyrant. The procedure of the jihâd includes good intention (niat), parental permission, organized collectively, and under the command of a leader. The philosophy of the jihâd is to spread Islamic knowledge, to deny hostility and evil, to protect and to defend self and possessions, to express truth and justice, to socialize good and noble conduct and to materialize Islamic values in social, national and state lives.
ORGANISASI MASSA DAN ALIRAN BARU DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Rohmansyah
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 5 No 1 (2017): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v5i1.77

Abstract

Indonesia is a country that is loaded with compounds with the pattern of thought to give birth to a variety of religious organizations and the emergence of new flow that starts from the belief that sometimes cause conflict. This paper aims to explore and analyse the principle of mass organization and the new flow in the Qur'an. This paper uses a contextual approach with descriptive analysis method in understanding the Quran about the mass organization and flow. Research results showed the six principles of the Organization, namely staple Istiqamah, al-Mas'uliyah wa al-Amanah, al-Ghardh al-Wadhih, al-Tawassuth, al-Imam, and al-Khudhu ' wa al-Tha'ah. The flow of so-called "firqah" tends to be interpreted as a negative flow (flow left) again went astray due to a pattern of understanding based on the confidence and trust of its own apart from the Qur'an and al-Sunnah.
KITAB WASĀIL ASY-SYĪ’AH FI TAḤṢĪL MASĀIL ASY-SYARĪ’AH (Studi Kitab) Rohmansyah
Al-Majaalis : Jurnal Dirasat Islamiyah Vol 5 No 2 (2018): AL-MAJAALIS : JURNAL DIRASAT ISLAMIYAH
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/almajaalis.v5i2.89

Abstract

Study of the book of hadith is a very important thing for lovers of hadith adding a vast knowledge about the systematics and the chain of the various books of hadith isnaad good book of Shia-Sunni version or later versions. This paper examines the study book of the Wasā’il asy-Syi’ah fi Taḥsil asy-Syarī’ah the works of Muhammad Ibn Hasan al-Hur al-Amili. The method used is descriptive-analytical and historical approach, sociological and anthropological. The book discusses the problems of jurisprudence, Fiqh of worship mu'amalah and morals. Everything is discussed based on the sequence of the chapters and specific theme with their version of the Hadith-hadith (Shi'a). Hadith-hadith that are listed are not much different from the Sunni version, but the isnaad and different accounts, due to their particular scholars resting Ali as a caliph after the Prophet. The quality is good based on results hadisnya research some hadith, but does not cover the possibility of the existence of the Hadith-hadith da'īf. Hadis-hadisnya composed equipped isnaad-isnaad that is only found in Pole al-Arba'ah (four book) they are, namely, al-Kāfi al-Lā Yahdur, Man Kulaini al-Tahdīb, al-Faqīh Ahkām and Al-Istibshār. It also drafted several texts contained in juz or some chapters in the order specified by the author of the book.
Elasticity of Understanding of M. Syuhudi Ismail on Hadith About the Threats for Painter Rohmansyah Rohmansyah
ADDIN Vol 13, No 2 (2019): ADDIN
Publisher : LPPM IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/addin.v13i2.6263

Abstract

Painting or drawing is a penchant for some humans, especially pictures or paintings that are seen as beautiful as images of humans, animals, plants, and others. However, on the other hand it becomes a problem if the painting is worshiped or cultured. This paper seeks to present the elasticity of the understanding of the hadith of M. Syuhudi Islam concerning threats to painters by using library research and descriptive-analysis approaches from the sociological aspects of knowledge and historical-sociological. The findings show the elasticity of M. Syuhudi Ismail in understanding the hadith of painting. Hadith of painting had been understood temporally and locally which occurred when the hadith was delivered by Rasulullah when the new societies came out of idolatry worshiping idols or statues including animate images so that hadiths appeared on the prohibition of painting or drawing because they feared they would do the same again. According to Syuhudi Ismail, the prohibition was seen from ‘illah al-hukm (legal cause), namely worshiping and culturing paintings or drawings so that in today's context it is permissible for painters to aim not to be worshiped or cultured but to be used as a field of economic endeavors to fulfill everyday life.
PENGAMALAN HADIS TENTANG DOA RUQYAH BERBASIS APLIKASI DIGITAL DI DESA SENGONKARANG Rohmansyah, Yudhi Ardiyanto
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v5i2.1684

Abstract

Salah satu problem yang dihadapi masyarakat adalah penyakit fisik dan non-fisik atau kesurupan. Mereka khawatir dengan penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh. Karena itu, solusi yang tepat untuk membantu dalam penyembuhan penyakit baik fisik maupun non-fisik adalah dengan doa. Doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah tanpa perantara merupakan bentuk ruqyah yang syar’i. Atas dasar hal itu, maka perlu pengetahuan tentang ruqyah syar’i. Metode pelaksanaan dari pengabdian ini adalah melakukan pengamatan/observasi ke lapangan, menentukan waktu pengabdian dan pelaksanaannya dengan metode ceramah dan praktik/demontrasi. Hasil dari pengabdian ini, yaitu: Pertama, pengamalan hadis-hadis tentang doa-doa ruqiyah memberikan tujuan mulia bagi warga masyarakat Sengonkarang agar lebih dekat dengan Allah dengan banyak berdoa dimana saja mereka berada. Kedua, aplikasi pengamalan adalah menggunakan handphone android, kemudian menginstall hadis doa-doa ruqyah dari playstore. Ketiga, dengan pengabdian ini, mereka dapat mengamalkan dan mempraktekkan baik untuk kepentingan diri sendiri maupun orang lain. Keempat, menjauhkan mereka dari berbagai macam penyakit baik fisik maupun non-fisik. Kelima, Doa-doa ruqiyah yang dipanjatkan diambil dari hadis Nabi yang mengajarkan manusia berdoa dengan doa-doa ma’tsurat dan surat-surat tertentu yang diajarkan Nabi yang disebutkan dalam kitab-kitab hadis. Keenam, melalui aplikasi hadis ruqiyah digital, diharapkan bisa memberi kemudahan dan pengaruh positif pada masyarakat untuk mengamalkan doa-doa ruqiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Contextualization of Hadical Understanding about Corruption Rohmansyah Rohmansyah
ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/esensia.v20i2.2104

Abstract

Corruption is a major issue and become a barrier against advancement of a country including its inhabitants because it is very detrimental to the economy and finances of the State. This paper tried to do the understanding the Hadith are contextually corruption by using descriptive method-analytical. Findings from this research yielded some important things to talk about corruption, namely: first, the forms of corruption among other ghulul (embezzlement), treasonous, risywah, sariqah and gifts. Second, all the scholars of hadith scholars including agreed five forms of corruption are part of their religious offense finally perpetrators punished corruption according to weight and ringannya corruption. Third, the Hadith-Hadith corruption kontektual, understood that corruption does not occur only at the time of the Prophet, but continues to present an extraordinary influence against the injustice in life, aspects of the implementation of the bureaucracy and others. Fourth, aspects of Islamic trends in corruption were forbidden to keep treasures (hifzh al-Mal), both in the aspect of dharuriyah, tahsiniyah and hajiyah her.[Korupsi merupakan masalah besar dan menjadi penghalang terhadap kemajuan suatu negara termasuk penduduknya karena sangat merugikan perekonomian dan keuangan negara. Tulisan ini mencoba melakukan pemahaman hadis korupsi secara kontekstual dengan menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil temuan dari penelitian ini menghasilkan beberapa hal penting yang berbicara tentang korupsi, yaitu: Pertama, bentuk-bentuk korupsi antara lain ghulul (penggelapan), khianat, risywah, sariqah dan hadiah. Kedua, semua para ulama termasuk ulama hadis sepakat lima bentuk korupsi tersebut merupakan bagian dari perbuatan pelanggaran  agama  yang  akhirnya  pelaku  korupsi  mendapatkan  hukuman  sesuai  berat  dan  ringannya korupsi. Ketiga, hadis-hadis korupsi dipahami secara kontektual, bahwa kasus korupsi tidak hanya terjadi pada masa Nabi, namun terus terjadi sampai masa sekarang yang pengaruhnya sangat luar biasa terhadap aspek ketidakadilan dalam kehidupan, pelaksanaan birokrasi dan lain-lain. Keempat, dari aspek maqashid syariah korupsi dilarang untuk memelihara harta (hifzh al-Māl) baik dalam aspek dharuriyah, hajiyah dan tahsiniyah.]
Pengembangan Keterampilan Guru melalui Pelatihan Khutbah Jumat di SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta Rohmansyah Rohmansyah; Kunnu Purwanto
Madaniya Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.221

Abstract

Problem yang dihadapi masyarakat dewasa ini adalah semakin kurangnya minat dan bakat umat Islam terhadap penguasaan ilmu agama apalagi pada era digital dan global seperti sekarang ini. Hal ini berimplikasi kepada sebagian masyarakat yang kurang percaya diri dalam menyampaikan dakwah Islam baik dalam bentuk ceramah pengajian maupun khutbah jumat. Karena itu pengetahuan dan wawasan keilmuan umat Islam terutama dalam berkhutbah perlu dilatih. Pelatihan khutbah jumat ini dilatikan kepada para guru SMP Muhammadiyah 9 Yogyakarta. Pengabdian ini bertujuan agar para guru bisa menjadi khatib jumat yang ada di sekitar sekolahnya. Pengabdian ini menggunakan metode ceramah, diskusi dan praktik khutbah jumat. Ceramah berisi penjelasan tentang tata cara khutbah berdasarkan tuntunan syariat, kemudian praktik khutbah yang nanti bisa ditiru oleh para guru laki-laki untuk praktik di depan dengan teks khutbah. Hasil dari pengabdian ini tentunya memberikan kontribusi positif bagi para guru SMP Muhammadiyah 9, yaitu: Pertama, para guru dapat memahami khutbah jumat yang baik berdasarkan Alquran dan hadis. Kedua, para guru mengetahui tata cara dan langkah yang dilakukan dalam melakukan khutbah jumat yang sesuai dengan tuntunan. Ketiga, para guru dapat mempraktekkan khtbah jumat dengan baik. Keempat, para guru dapat mengetahui setelah langsung dengan mempraktekkan khutbah jumat di hadapan semua orang. Kelima, sebagian dari mereka menjadi terbiasa melaksanakan khutbah jumat yang sesuai dengan tuntunan. Kelima, para guru antusias dan menjadi khazanah pengetahuan yang selama ini hanya berkhutbah tanpa didasari dengan ilmunya.