Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI MENGHIDUPKAN HADITS FILANTROPI TENTANG ZAKAT PADA JAMAAH MASJID JAMI’ JADDA AL-AMIN Rohmansyah Rohmansyah; Zaini Muchlis
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 4 No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v4i4.4553

Abstract

Problem yang ada di masyarakat adalah kurangnya pengetahuan umat Islam akan ajaran agamanya seperti pengetahuan tentang hadis filantropi khususnya zakat. Padahal zakat merupakan hal yang penting untuk diketahui sumber hadisnya dan cara pembagiannya yang sesuai ajaran Alquran dan hadis. Masyarakat hanya asal membagi zakat tanpa ilmu tentang zakat sehingga yang terjadi ketidaksesuaian dan tidak meratanya pembagian zakat. Karenanya, diperlukan pembelajaran hadis-hadis yang membahas tentang zakat agar mereka terutama masyarakat masjid al-Amin mengetahui dasarnya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat khusus masyarakat masjid Jadda al-Amin tentang urgensi pengetahuan hadis tentang zakat dan cara pembagiannya. Adapun metode pelaksanaan pengabdian ini adalah melakukan observasi ke lapangan, wawancara dan diskusi kepada masyarakat terutama tokoh agama dan takmir, kemudian tahap pelaksanaan dilakukan dengan metode ceramah dan dilakukan evaluasi. Adapun hasil dalam pengabdian ini adalah; Pertama, hadis-hadis filantropi tentang zakat dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat yang sebelumnya masih mengikuti nasihat seorang ulama tanpa mengetahui dalil. Kedua, hadis-hadis zakat memberikan informasi bagaimana cara pembagian zakat yang baik, seperti hadis zakat fitrah dan zakat mal seperti zakat pertanian, zakat profesi, zakat emas dan perak, zakat rikaz, zakat barang tambang, zakat perdagangan, dan zakat peternakan. Ketiga, tata cara pembagian zakat menarik perhatian jamaah atau masyarakat untuk belajar menghitung zakat. Belajar hadits dan mempraktekkan cara menghitung zakat merupakan bentuk living hadis. Keempat, model pengabdian tentang zakat ternyata memberikan perubahan pada masyarakat yang awalnya tidak mengetahui sama sekali menjadi mengetahui pembagian zakat yang sesuai tuntunan Nabi dan mereka menyadari bahwa yang selama mereka lakukan masih taqlid atau mengikuti tradisi atau kebiasaannya tanpa dasar agama.
Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga Berbasis Syariat bagi Ibu Dasawiswa Asep Setiawan; Rohmansyah Rohmansyah; Mufaddal Al Baqir
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.56.920

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Dusun Donoloyo, Banguntapan, Bantul, Yogyakarta dengan tema pelatihan manajemen keuangan rumah tangga berbasis syariat bagi ibu-ibu dasawisma. Ibu rumah tangga mempunyai posisi penting sebagai pengatur keuangan keluarga. Latar belakang pelaksanaan kegiatan disebabkan tingkat pemahaman mitra sasaran terhadap pentingnya perencanaan dan cara melakukan pengelolaan keuangan keluarga yang masih tergolong rendah, terlebih pengelolaan keuangan berbasis syariat. Mitra sasaran juga belum memahami pentingnya berinvestasi untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Ajaran Islam mendesak muslim untuk mengelola keuangan sesuai dengan ajaran Allah untuk memastikan kesuksesan dalam hidup. Tujuan penyuluhan ini untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai pentingnya perencanaan keuangan dan cara melakukan pengelolaan keuangan yang baik di lingkungan keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dalam bentuk pelatihan atau training manajemen keuangan rumah tangga dan investasi. Hasil dari pengabdian ini ialah dengan memberikan materi pelatihan kepada para ibu dasawisma. Jadi, ibu-ibu dasawisma diharapkan mampu lebih bijaksana dalam mengelola keuangan keluarga sehingga dapat terhindar dari pemborosan yang berakibat terjerat hutang. Bahkan, konflik dalam keluarga seharusnya tidak perlu terjadi. Selain itu, ibu-ibu dasawisma juga diharapkan mampu memaksimalkan pengelolaan keuangan rumah tangga dengan menerapkan prinsip-prinsip syariat. Dengan demikian, akan ada efisiensi dari pengeluaran keluarga yang dapat digunakan untuk menabung dan berinvestasi.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos sebagai Implementasi Nilai-nilai Ajaran Islam di Ngaranan Rohmansyah Rohmansyah; Muhamad Yusvin Mustar
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.56.921

Abstract

Permasalahan yang dihadapi masyarakat cukup komplek terutama masalah ekonomi. Kebanyakan mata pencaharian mereka rata-rata petani sawah, mereka terbantu dengan adanya peternakan sapi, kambing dan bebek yang menjadi penopang hidupnya. Karena itu, dalam rangka membantu masyarakat dukun Ngaranan dari aspek pengembangan ekonomi, pengabdi menawarkan solusi yang dapat memberikan ilmu dan keterampilan yaitu pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Hal ini diharapkan bisa membantu mengurangi beban biaya kebun. Adapun metode pelaksanaan pengabdian yang digunakan adalah dengan melakukan pelatihan langsung dalam bentuk ceramah di hadapan masyarakat hingga mereka dapat memahaminya dan mempraktikannya dan dilanjutkan sesi diskusi. Hasil pengabdian ini adalah: Pertama, membantu masyarakat untuk meningkatkan kualitas tanah kebun yang subur dan menghasilkan hasil panen yang cukup bagus. Kedua, pemanfaatan sampah organik cukup membantu dalam mengurangi beban biaya yang dikeluarkan petani Ngaranan. Ketiga, pengabdian ini menarik perhatian masyarakat sehingga mereka merasakan manfaat atas pelatihan yang disampaikan karena bisa langsung dipraktekkan di lapangan. Keempat, pengabdian ini merupakan dakwah Islam yang cukup menarik simpati dari dua agama yang berada di Ngaranan yakni Islam dan Kristen sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai ajaran Islam kepada masyarakat Ngaranan. Mereka mau menerima dakwah Islam dalam bentuk perbuatan nyata (bil al-hal) tersebut yang menghadirkan Islam yang rahmatan lil alamin.
PENGUATAN NILAI-NILAI KEMANDIRIAN DALAM MENGHADAPI BENCANA DAN PERUBAHAN MENURUT AJARAN ISLAM Aris Fauzan; Rohmansyah Rohmansyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.53.1111

Abstract

Penguatan Nilai-nilai Kemandirian dalam Menghadapi Bencana dan Perubahan menjadi sangat relevan di sepanjang zaman. Karena bencana dan perubahan akan menjadi bagian hidup umat manusia kapanpun dan dimanapun. Termasuk juga yang dialami oleh Anggota Majelis Ta'lim Tanwirul Qulub di Pedukuhan Gandu, Sendangtirta, Berbah, Sleman, Yogyakarta. Pilihan Pengabdian kepada masyarakat ini pada warga Gandu, karena sejak terjadinya bencana Gempa Bumi pada 27 Mei 2006 dan Pandemi Covid 19 yang berlangsung 2 tahun, telah menggeser sejumlah aktivitas keagamaan yang selama ini berlaku di masyarakat Gandu. Metode kegiatan ini adalah dengan memberi ceramah dan memberi Mushhab Al-Quran terjemah dan sumbangan pembinaan untuk pengembangan Majelis Ta'lim Tanwirul Qulub. Kegiatan ini diikuti oleh 104 peserta, jumlah yang besar bila dibandingkan dengan jumlah peserta pada kegiatan yang sama pada masa sebelumnya. Hal ini menunjukkan satu kesadaran baru bahwa gairah warga gandu untuk kegiatan keagamaan semakin lebih baik
Strategi Pemasaran terhadap Produksi Abon Ikan Lele Berbasis Syariah di Daerah Padon Sendangrejo Rohmansyah; Syarif As’ad
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v6i6.10341

Abstract

Padon is a strategic village used as a place for catfish business and rice farming and animal husbandry. So that Padon is strategic enough to develop the community's economy, in addition to its abundant water, beautiful natural conditions that support making handicrafts and businesses of catfish, shredded catfish and others. Some of them have collaborated with entrepreneurs, but in the business of making shredded catfish, they still experience difficulties in marketing or sales problems because they do not know much about marketing strategies. This service aims to improve the economy of small and medium enterprises, especially the marketing of Abon Catfish. The implementation method used is observation, interviews, marketing training. The results of service as part of what is offered in a sharia-based marketing strategy are making good catfish floss packaging, making quality catfish shredded production, making a more varied list of catfish shredded menus, making social media such as facebook, instagram, telegram and youtube and other media. In addition, doing sharia-based marketing to avoid the element of fraud.
PENINGKATAN KEILMUAN AGAMA BAGI MASYARAKAT KRAGILAN MELALUI PELATIHAN PERAWATAN JENAZAH DALAM HADIS Rohmansyah Rohmansyah; Anna Nur Nazilah Chamim; Royan Utsany
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Membangun Negeri
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/pkm.v7i1.3301

Abstract

Problem permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah sebagian masyarakat kurang faham terhadap perawatan/ tazhijul al-Janazah yang didasarkan pada ajaran Nabi SAW. Sebagian masyarakat Kragilan biasanya melakukan perawatan jenazah mengikuti tradisi yang biasa dilakukan oleh nenek moyangnya. Pengabdian ini bertujuan untuk: Pertama, memberikan wawasan ilmu pengetahuan kepada masyarakat pentingnya melakukan perawatan jenazah yang sesuai dengan ajaran Islam agar tidak termasuk dalam kategori bid’ah dhalalah. Kedua, membiasakan hidup baik dalam hal menjalankan ibadah dan melakukan segala sesuatu yang bersih karena kebersihan bagian dari iman. Karena itu, masyarakat akan terbiasa melakukan segala bentuk ibadah yang sesuai dengan petunjuk Alquran dan hadis Nabi. Metode dalam pengabdian ini adalah metode pelatihan ceramah dan demontrasi praktis. Hasil pengabdian perawatan jenazah adalah masyarakat memahami hadis-hadis yang digunakan dalam mengurus jenazah dengan baik sesuai tuntunan Islam dan masyarakat dapat melakukan perawatan jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, mensalatkan dan menguburkan. Selain itu, masyarakat bisa menirukan dan memperaktikkan perawatan jenazah sesuai tuntunan dari Nabi Muhammad SAW serta berusaha meninggalkan perawatan jenazah yang biasa dilakukan sesuai tradisinya.
Geneology of Muhammadiyah Education Movement in Indonesia: Study of Living Hadith Rohmansyah Rohmansyah
Jurnal Ushuluddin Vol 31, No 1 (2023): January - June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v31i1.21930

Abstract

Muhammadiyah education was founded in 1908, before the founding of Muhammadiyah. This education is a response to social conditions in the past such as ignorance, poverty, and underdevelopment. The response to these three things is based on religious doctrine, namely the Qur’an and hadith. This study aims to explain the hadiths that inspired Muhammadiyah to carry out educational movements as a response to social phenomena that occurred in the past and what influenced Muhammadiyah to carry out educational movements based on hadiths. The research method is a qualitative one based on observation, interviews, and library research. The findings of this study are: Muhammadiyah, through KH. Ahmad Dahlan, carried out an educational movement as a response to social problems that occurred during the Dutch colonial period. This educational movement is based on the hadiths of the Prophet, who ordered this organization to carry out reforms and renewals. Renewal in the field of education is carried out by changing the old educational model into a new one. The hadiths of the educational movement were written by two students of KH. Ahmad Dahlan, namely Sudja and KRH. Hadjid. This educational movement was influenced by four factors, namely social factors, economic factors, political factors, and cultural factors that developed in Java
Implementation of Community Moral Religiosity Values in Hadith and Educational Psychology in Congregation of Al-Amin Godegan Mosque, Yogyakarta Rohmansyah; Azam Syukur Rahmatullah; Budi Jaya Putra
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 6 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i6.13826

Abstract

Changes in society from traditional patterns to modern patterns have a significant influence on changes in behavior and lifestyle. Lifestyle changes that eliminate Islamic behavior, for example lack of respect for others and other behaviors. This activity was carried out in the godegan community. Their lives are heavily influenced by Javanese traditions. Some of them pay less attention to Islamic teachings, especially moral teachings. Even though the Prophet emphasized morals to educate children and adolescents. This service uses the lecture and learning model method. This activity aims to make people know and understand and practice the hadiths about social morality in everyday life. The results of this activity are: First, the community understands and understands the Prophet SAW's message about morals. Second, social moral education can have a better impact on change with character education in community and family life. Third, the community can understand and implement social morality that is in line with the values of religiosity contained in the hadith of the Prophet and the psychology of Islamic education.
Peningkatan Ekonomi Masyarakat Bulu Melalui Pelatihan Manajemen Pemasaran UMKM Suryaningsih Suryaningsih; Siti Haja Ainun Syah Ugar; Aulia Anggadita Subyantari; Rindi Fatika Iftisyara; Akmal Haikal Ajoyasa; Haris Laksono; Muhammad Farid Gilang Nuswantoro; Rohmansyah Rohmansyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1193

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu para pelaku UMKM dalam mengatasi masalah mereka. Program ini meliputi tiga tahap, yaitu sosialisasi manajemen pemasaran, pelatihan manajemen pemasaran, dan pendampingan. Program ini bertujuan untuk membantu pelaku UMKM memahami dan memanfaatkan teknologi digital, serta meningkatkan pengetahuan mereka dalam manajemen pemasaran, termasuk strategi branding dan citra merek produk. Hasil dari program ini diharapkan dapat membantu UMKM di Dukuh Bulu untuk memperluas jangkauan pemasaran produk mereka, meningkatkan kualitas produk, dan membantu pelaku usaha dalam proses perijinan usaha. Program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi dan pengembangan masyarakat di Dukuh Bulu. Dengan begitu, UMKM di wilayah ini memiliki peluang untuk berkembang lebih besar lagi dan berperan aktif dalam meningkatkan ekonomi lokal. Hasil menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat berjalan secara bertahap, dengan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Adapun faktor yang mendukung dan menghambat dalam pemberdayaannya adalah pengetahuan, motivasi dan sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Hasil dari pemberdayaan, pelaku Usaha UMKM dapat memgembangkan usahanya secara bertahap dari yang awalnya kecil bisa meningkat dari segi pendapatan dan jumlah produksi.
JAVANESE TRANSLATION OF ANÂ ALLÂH: STUDY ON THE JAVANESE TRANSLATION IN QS. THAHA/20:9-15 Fauzan, Aris; Wibowo, Safrudin Edi; Muhsin, Masrukhin; Rohmansyah, Rohmansyah; Ismail, Nawari
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 21 No. 2 (2023)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v21i2.9676

Abstract

The purpose of this article is to reveal the Javanese translation of the word Anâ Allâh in QS. Taha/20: 9-15. To discuss the issue the author uses a critical content analysis and comparative analysis approach. The findings in this qualitative research are: first, the translators agreed to use Ingsun to translate Anâ Allâh. Second, they use Ingsun for Anâ Allâh because they want to dwell and honor Allah above everything, the Almighty. It is related to their understanding, awareness, and implementation of Javanese culture, unggah-ungguh (honorific speech). Third, they chose Ingsun to translate Anâ Allâh: philosophically, Ingsun is the Essence and Existence of God. Culturally ethically, Ingsun is only used by high-class people. An ordinary man who pronouns Ingsun for himself, shows that he is involved in conflict or doesn’t understand unggah-ungguh. Sufistically, Ingsun is a perfect word that represents a person's spiritual experience of uniting with his God. This research significantly contributes to the body of knowledge on ethical linguistics in religious texts, especially from a Javanese perspective which is relatively understudied by scholars of Islamic studies.