Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Faktor Yang Berhubungan Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi: Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil ningsih, Sutri; Radhiah, Sitti; Arwan, Arwan; Mantao, Elvaria; Salmawati, Lusia; Hasanah, Hasanah
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 1 (2024): Volume 15 No. 1 (2024)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i1.630

Abstract

ABSTRAK SUTRININGSIH. Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi, Kecamatan Balinggi (dibawah bimbingan Sitti Radhiah) Peminatan Biostatistik, KB, Dan Kependudukan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Tingkat kecemasan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan ibu hamil maupun janin yang ada di dalam kandungan. Angka kecemasan pada ibu hamil di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh terdapat 373 juta orang ibu hami, yang mengalami kecemasan sebanyak 107 juta (28,7%). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balinggi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 75 ibu hamil yang diambil melalui teknik Non Probability Sampling dengan teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling. Pengumpulan data mengunakan kuisioner, data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara usia ibu hamil (p=0,004), pengetahuan (p=0,004), pendapatan (p=0,003), riwayat komplikasi kehamilan (p=0,004) dan dukungan keluarga (p=0,003) dengan tingkat kecemasan ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balinggi. Saran yaitu tenaga kesehatan sebaiknya memberikan pemahaman kepada keluarga ibu hamil untuk melakukan posyandu dan pemeriksaan kehamilan secara teratur disamping itu juga diharapkan partisipasi dari keluarga memberikan motivasi dan dukungan sehingga ibu hamil siap menjalani proses kehamilannya hingga pasca melahirkan. Kata Kunci : Ibu Hamil, Tingkat Kecemasan, Pengetahuan, Komplikasi Kehamilan, Dukungan Keluarga.
Kesiapsiagaan Puskesmas Talise Kota Palu Dalam Menghadapi Bencana Covid-19 Salmawati, Lusia
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 1 (2023): Volume 14 No. 1 (2023)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v14i1.682

Abstract

Bencana (disaster) menurut World Health Organization (WHO) adalah setiap kejadian yang menimbulkan kerusakan, gangguan ekologis, hilangnya nyawa manusia atau memburuknya kesehatan atau pelayanan kesehatan yang memerlukan tanggapan. Menurut Worldometer (2020) per hari ini, 14 Mei 2020, dengan total kasus virus corona meningkat menjadi 4.490.958, dan total kematian 301.616. Sulawesi Tengah merupakan daerah yang paling terpapar ke-21 dari 34 provinsi di Indonesia, dengan 115 terkonfirmasi positif, 24 di antaranya 21% telah pulih, dan 4 orang 3% meninggal. Di Kota Palu sendiri, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Talise yaitu di perumahan dosen, penyebaran Covid-19 sudah mencapai 30 persen bahkan sudah mencapai 17 persen kematian. Lokasi penelitian : Puskesmas Talise Kota Palu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran Kesiapsiagaan Puskesmas Talise Kota Palu dalam menghadapi bencana. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil ditemukan penelitian menunjukkan bahwa kesiapan respon tanggap darurat cukup. penambahan atau pengadaan segi peralatan dan teknologi masih kurang, dan juga pengecekan suhu tubuh maupun screening tidak dilaksanakan secara terus menerus sampai saat ini, pengendalian teknis dari segi pengaturan tata letak belum terlalu baik kemungkinan karena keterbatasan bangunan. Disarankan meningkatkan respon tanggap darurat, penambahan pengendalian teknis dari segi peralatan, pengaturan tata letak ruangan, dan teknologi diperhatikan dan dijalankan secara terus menerus
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MENGGUNAKAN TOOLS HIRADC PADA PEKERJA PUSKESMAS Mughni, Nur Al; Salmawati, Lusia; Yanto, Vid
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v14i2.2907

Abstract

Pendahuluan: Setiap pekerjaan memiliki risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja. Besar kecilnya risiko tersebut tergantung pada jenis pekerjaan itu sendiri. Sesuai dengan peraturan yang berlaku setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang didalamnya terdapat pekerja dan risiko terjadinya bahaya wajib untuk memberikan perlindungan keselamatan. Tujuan : Untuk mengidentifikasi jenis-jenis bahaya, menilai tingkat risiko dan menganalisis faktor risiko yang ada. Metode : Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mengkaji 5 artikel yang relevan dengan menggunakan mesin pencari seperti Google Scholar. Hasil : Analisis 5 artikel menunjukkan bahwa hampir semua risiko kerja itu ada di bahaya fisik,kimia,biologi dan ergonomi. Saran : Untuk penelitian selanjutnya yaitu melakukan riset lebih mendalam dengan beberapa puskesmas untuk mengetahui lebih banyak risiko kerja sehingga data yang didapatkan lebih banyak dan bervariasi. Kata kunci: Analisis Risiko, HIRADC, Puskesmas.
Peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku petugas kesehatan melalui pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja Saipul, Saipul; Salmawati, Lusia; Guli, Musjaya M; Vidyanto, Vidyanto; Miswan, Miswan
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 12 (2026): Volume 19 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i12.1882

Abstract

Background: Occupational Safety and Health (OSH) is an essential aspect in creating a safe and productive work environment, especially for healthcare workers who are at high risk of occupational accidents and diseases. One of the efforts to increase awareness and implementation of OSH is through training programs. Purpose: This study aimed to determine the effectiveness of Occupational Safety and Health (OSH) training on the knowledge, attitudes, and behaviors of healthcare workers at Sarjo Public Health Center, Pasangkayu Regency. Method: This quantitative study employed a quasi-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 38 healthcare workers selected by purposive sampling. Data were collected using questionnaires before and after the training, and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The findings showed a significant improvement between pretest and posttest scores on knowledge (p=0.000), attitude (p=0.001), and behavior (p=0.000). Conclusion: The OSH training was effective in enhancing cognitive ability, fostering positive attitudes, and improving safe work practices among healthcare workers at Sarjo Public Health Center. These results are expected to serve as a foundation for continuous OSH training initiatives as a preventive effort toward workplace accidents and the promotion of safety culture in healthcare settings.   Keywords: Attitude; Behavior; Healthcare Workers; Knowledge; Occupational Safety and Health Training.   Pendahuluan: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, khususnya bagi tenaga kesehatan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan penerapan K3 adalah melalui pelatihan. Tujuan: Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku petugas kesehatan melalui pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 partisipan yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Adanya peningkatan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan pada variabel pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,001), dan perilaku (p=0,000). Simpulan: Pelatihan K3 efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif, membentuk sikap positif, dan memperbaiki perilaku kerja aman petugas kesehatan.   Kata Kunci: Pelatihan K3; Pengetahuan; Perilaku; Petugas Kesehatan; Sikap.
Edukasi Kesiapsiagaan Bencana Melalui Video Kepada Warga Sekolah MTs Sis Aljufri Tatura Palu Salmawati, Lusia; Pertiwi, Pertiwi; Kamilah, Ummu; Bonita, A. Ferina; Ekaputri, Amilah
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v3i4.124

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi karena kondisi geografis, geologis, dan klimatologisnya. Kota Palu termasuk wilayah dengan risiko bencana besar, seperti gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi, yang menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana melalui media video kepada warga sekolah MTs SIS Aljufri Tatura Palu. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2025 dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan staf sekolah. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan (koordinasi, penyusunan materi, dan pembuatan video), pelaksanaan (pemutaran video, penjelasan tambahan, serta diskusi interaktif), dan evaluasi (observasi serta tanya jawab untuk menilai pemahaman peserta). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti pemutaran video, mampu mengulang kembali langkah-langkah dasar menghadapi bencana, dan aktif dalam diskusi terkait jalur evakuasi maupun peran guru saat darurat. Dokumentasi kegiatan memperlihatkan keterlibatan peserta yang tinggi, sehingga media video terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai kesiapsiagaan bencana. Namun, evaluasi masih terbatas pada tanya jawab sehingga belum dapat mengukur peningkatan pengetahuan secara kuantitatif. Kesimpulannya, penggunaan media audiovisual dapat menjadi strategi efektif dalam membangun budaya siaga bencana di sekolah serta menjadi langkah awal untuk memperkuat kapasitas kesiapsiagaan yang selanjutnya perlu dilengkapi dengan simulasi praktis dan evaluasi terukur.
The RANCANG BANGUN MODUL ALAT PELATIHAN KESELAMATAN LISTRIK AC/DC DALAM PENCEGAHAN BAHAYA KELISTRIKAN DAN LEDAKAN Anggraini, Novita Lizza; Nibraas N.H, Naufal; Giyantara, Andhika; Wicaksono, Himawan; Isabella, Mayati; Salmawati, Lusia; Ibrahim, Maulana; Sembiring, Tama Riska Br
SPECTA Journal of Technology Vol. 10 No. 1 (2026): Specta Journal of Technology
Publisher : LPPM ITK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35718/specta.v10i1.8481806

Abstract

Based on Law Number 1 of 1970 concerning Occupational Safety is not only applied in industry, but in all workplaces, it is mandatory to apply Safety and Security (K3), one of which is in education both at school and college levels which have a high risk of danger. The cause of work accidents occurs due to Unsafe Action factors reaching 88% and 10% Unsafe Conditions. Health and Safety Executive data states that 90% of accidents are caused by human error. The purpose of the research is to design AC and DC electrical safety training modules that can be used as practicum media for students in understanding the basic principles of electrical risk control and prevention of explosion hazards due to errors in electrical systems. The engineering and development method is the design and fabrication of training modules, which consist of AC and DC electrical devices, equipped with risk control systems such as automatic circuit breakers, grounding systems, and short circuit protection. The results show that the circuit design consists of 2 circuits, namely AC and DC circuits. The circuits can be separated and can be combined by considering making it easier to carry out practicum and maintenance processes to prevent failures in the system that can cause accidents.