Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pengaruh penambahan tepung Sargassum sp. dan Ulva lactuca terhadap penerimaan dan nilai gizi kue kastengel: Effect of adding Sargassum sp. and Ulva lactuca flour on the acceptance and nutritional value of kaasstengels cookies Nusaibah, Nusaibah; Rhamadani , Thia Jenika; Arumsari, Kusuma; Siregar, Arpan Nasri; Andayani, Tri Rahayu; Maulid, Deden Yusman; Pangestika, Widya
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 6 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(6)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i6.53338

Abstract

Rumput laut Sargassum sp. dan Ulva lactuca dikenal memiliki kadar serat pangan yang cukup tinggi. Serat pangan tersebut dapat menyehatkan saluran pencernaan serta membantu mengenyangkan dalam waktu lama. Kue kering kastengel merupakan salah satu camilan yang tinggi kalori sehingga diperlukan tambahan dari bahan lain yang dapat meningkatkan nilai gizinya terutama serat pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi terbaik penambahan tepung rumput laut Sargassum sp. dan U. lactuca pada kue kering kastengel berdasarkan tingkat kesukaan, nilai gizi proksimat, dan predictive dietary fiber. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan, yaitu P0 sebagai kontrol (tanpa penambahan tepung Sargassum sp. dan U. lactuca), P1 dengan penambahan tepung Sargassum sp. 1,13%, P2 dengan penambahan tepung U. lactuca 1,13% dan P3 dengan penambahan kombinasi tepung Sargassum sp. dan U. lactuca masing-masing sebanyak 0,56%. Parameter yang diuji meliputi uji hedonik, proksimat, dan predictive dietary fiber. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung Sargassum sp. dan U. lactuca berpengaruh terhadap tingkat kesukaan, nilai proksimat, serta predictive dietary fiber kastengel. Formulasi terbaik pada perlakuan P2 dengan nilai proksimat kadar abu 2,51±0,03%bk, lemak 34,29±0,34%bk, protein 5,89±0,32%bk, karbohidrat 57,31±0,01%bk, predictive dietary fiber 1,65% b/b, serta disukai oleh panelis pada seluruh parameter. Penambahan tepung rumput laut dapat meningkatkan kadar abu, protein dan predictive dietary fiber, namun dapat menurunkan tingkat kesukaan terhadap kue kastengel.
The Effect of Fermentation Time on the Chemical and Sensory Characteristics of Yoghurt Containing Eucheuma cottonii Seaweed Deden Yusman Maulid; Nusaibah Nusaibah; Arpan Nasri Siregar; Muhamad Hikam Idris; Endah Yuniarti
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 1 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 1 January 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/gtech.v9i1.6329

Abstract

Eucheuma cottonii is a seaweed from the Rhodophyta group (red algae) which is widely used in the food industry, especially carrageenan. The fiber content in seaweed comes from cellulose and hemicellulose, carrageenan, agar, and alginate. Yogurt has an important role in the body, such as maintaining stomach health, preventing cancer, and improving the digestive tract. This study aims to determine the effect of fermentation time on the chemical and sensory characteristics of yogurt added with Eucheuma cottonii seaweed. The long fermentation treatment used consisted of P1 = 12 hours; P2= 14 hours; and P3 = 16 hours. The addition of E. Cottonii seaweed to yogurt with a 12-hour fermentation time showed the highest parameters by SNI yogurt compared to other treatments. These parameters consist of moisture content, fat content, and ash content. The fermentation time of 16 hours in yogurt containing E. Cottonii seaweed showed the highest effect on sensory characteristics compared to other treatments. Based on this, yogurt fermentation time can determine the chemical and sensory characteristics of the product.
Penyuluhan Diversifikasi Pangan Lokal untuk Peningkatan Gizi Rumah Tangga di Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran Yuniarti, Endah; Akbarsyah, Nora; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Sitio, Nurul Mardhiah; Maulid, Deden Yusman
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.65508

Abstract

Pola konsumsi yang masih terfokus pada nasi berisiko menurunkan keberagaman asupan gizi keluarga. Desa Ciliang, Pangandaran memiliki kekayaan pangan lokal seperti singkong, ubi, talas, jagung, dan kacang-kacangan yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu rumah tangga terhadap pentingnya diversifikasi pangan guna menunjang ketahanan pangan dan peningkatan gizi keluarga. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap manfaat, faktor pendukung, dan dampak sosial dari diversifikasi pangan. Peserta mulai memahami bahwa pangan lokal dapat menggantikan beras dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Selain itu, persepsi terhadap pentingnya dukungan pemerintah dan perubahan pola konsumsi juga meningkat. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi yang tepat dapat menjadi katalis dalam membangun kesadaran dan mendorong praktik diversifikasi pangan di tingkat rumah tangga secara berkelanjutan.
PELATIHAN PEMBUATAN STEAK IKAN NILA DI DESA CINTAKARYA, KABUPATEN PANGANDARAN Pangestika, Widya; Nusaibah, Nusaibah; Arumsari, Kusuma; Maulid, Deden Yusman; Siregar, Arpan Nasri; Andayani, Tri Rahayu
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v5i1.3756

Abstract

Desa Cintakarya yang terletak pada Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, merupakan desa yang dikenal dengan desa budidaya ikan nila. Banyaknya bahan baku ikan nila hasil budidaya di desa ini menumbuhkan semangat masyarakat sekitar untuk terus berinovasi dalam melakukan pengolahan pasca panen untuk memperpanjang masa simpan produk perikanan ini. Selama ini, masyarakat di Desa Cintakarya hanya mengolah ikan nila dengan cara dibakar saja. Padahal, masih banyak jenis olahan diversifikasi produk perikanan lainnya yang dapat dihasilkan untuk membuka peluang usaha baru dan meningkatkan ekonomi masyarakat pada desa tersebut. Salah satu jenis produk olahan perikanan yang inovatif dan mampu mendorong penjualan produk hasil pengolahan pasca panen adalah steak ikan nila. Steak ikan nila merupakan hasil pengembangan produk berbahan baku ikan nila dengan rasio penggunaan ikan nila terhadap tepung tapioka adalah 6,67:1. Pelatihan yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 21 Juni 2023 di Blok Nyalindung, Desa Cintakarya ini dihadiri oleh 10 orang ibu PKK. Metode yang digunakan pada pelatihan ini adalah praktik langsung. Steak ikan nila diolah dengan cara mencetak adonan bakso ke dalam bentuk steak, kemudian dipanggang di atas pemanggang hingga berwarna kecoklatan. Selain pengolahan, masyarakat juga diberikan pendampingan dalam mengemas produk. Produk dapat dikemas menggunakan kemasan thinwall agar lebih menarik perhatian dan meningkatkan daya jual. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada Masyarakat Desa Cintakarya terkait salah satu jenis produk diversifikasi olahan hasil perikanan agar pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam mengolah ikan nila ke dalam bentuk steak ikan dan cara pengemasannya dapat meningkat.
PENYULUHAN OPTIMALISASI PERAN KOPERASI PETERNAK IKAN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN DI DESA CINTAKARYA, PARIGI, PANGANDARAN Yuniarti, Endah; Maulid, Deden Yusman; Pangestika, Widya
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1789

Abstract

Salah satu kegiatan tri dharma perguruan tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat. Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran (PKPP) melaksanakan salah satu tri dhrama tersebut di Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Pangandaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan penyuluhan terkait optimalisasi peran koperasi peternak ikan. Peran koperasi peternak ikan sangatlah penting dalam tataniaga dan pemasaran hasil budidaya ikan, mengingat semangat yang dibawa koperasi merupakan semangat gotong royong dan kekeluargaan dalam mencapai tujuan organisasi. Optimalisasi peran koperasi yang melibatkan anggota koperasi (peternak ikan), pemerintah, industri, dan akademisi diharapkan dapat memberikan dampak positif khususnya bagi peternak ikan. Penyuluhan optimalisasi peran koperasi peternak ikan ini dapat dinyatakan mencapai target yang diharapkan dengan kehadiran 89,28% peserta dan antusiasme peserta yang tinggi
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES (SSOP) PADA PENGOLAHAN SCALLOP DI PT. INDO LAUTAN MAKMUR, SIDOARJO, JAWA TIMUR Pangestika, Widya; Sivana, Siska; Widianto, David Indra; Maulid, Deden Yusman; Siregar, Arpan Nasri; Andayani, Tri Rahayu
MARLIN Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V6.I2.2025.%p

Abstract

Good manufacturing practices (GMP) adalah cara atau teknik berproduksi yang baik dan benar untuk menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan. GMP memiliki tujuan khusus yaitu untuk memberikan beberapa prinsip dasar yang penting dalam produksi makanan, mulai dari bahan baku hingga sampai konsumen akhir, untuk menjamin bahwa makanan yang diproduksi aman dan layak untuk dikomsumsi oleh manusia, mengarahkan industri agar memenuhi berbagai persyaratan produksi. Sanitation standard operating prosedure (SSOP) merupakan prosedur standar penerapan prinsip pengelolaan yang dilakukan melalui kegiatan sanitasi dan hygiene. Scallop merupakan salah satu produk vallue added yang diolah dari lumatan daging ikan yang disebut surimi dan bahan tambahan lainnya, berbentuk bulat dan pipih. Scallop merupakan salah satu produk frozen food yang digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan karena scallop adalah produk olahan setengah jadi yang sangat praktis untuk dikomsumsi. Bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan scallop  diantaranya adalah surimi, tepung tapioka, Isolate Soy Protein (ISP), tepung telur, mentega, minyak wijen, minyak sawit, bawang daun, bawang bombai. Proses pengolahan scallop adalah penerimaan bahan baku surimi, pencampuran, pencetakan dan perebusan I, perebusan II, perendaman, pemotongan, pembekuan mesin IQF, pengemasan I, pengecekan serpihan logam, pengemasan II, penyimpanan, distribusi. Mesin dan peralatan yang digunakan adalah troli pengangkut bahan baku dan produk jadi, keranjang berlubang, silent cutter, IQF, keranjang tidak berlubang, timbangan duduk, mesin sealer, mesin potong scallop, cold storage, hand palet, meat ball, dan conveyor.
PEMANFAATAN RUMPUT LAUT (Sargassum sp.) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PELEMBAB BIBIR Pangestika, Widya; Abrian, Satriya; Maulid, Deden Yusman; Herawati, Vipi
MARLIN Vol 5, No 1 (2024): (FEBRUARI) 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V5.I1.2024.11-24

Abstract

Pelembab bibir merupakan produk yang mengandung bahan-bahan bermanfaat dengan tujuan untuk melembabkan, melindungi bibir tidak mudah kering dan pecah-pecah. Rumput laut coklat dengan jenis Sargassum sp memiliki kandungan antioksidan tinggi sehingga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pelembab bibir. Pembuatan pelembab bibir ini bertujuan untuk menghasilkan produk pelembab bibir dengan penambahan Sargassum sp, mengetahui karakteristik fisik produk berupa: pH dan homogenitas, tingkat penerimaan konsumen, daya simpan produk, dan kelembaban pelembab bibir. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan penambahan bubur rumput laut Sargassum sp, yaitu: kontrol (tanpa penambahan rumput laut), F1 (dengan penambahan Sargassum sp. 10 g), F2 (dengan penambahan Sargassum sp. 15 g), F3 (dengan penambahan Sargassum sp. 20 g). Hasil dari pengujian pH pada pelembab bibir yaitu kontrol 4,6; F1 5,3; F2 5,7; dan F3 5,8. Dari hasil uji homogenitas, diketahui bahwa perlakuan kontrol adalah satu-satunya perlakuan yang memiliki tekstur produk yang homogen. Perlakuan terbaik yang didapatkan berdasarkan tingkat kesukaan melalui uji hedonik oleh panelis yaitu pada P1 dengan nilai parameter aroma 3,57 (netral) warna 4,24 (suka) dan tekstur 4,18 (suka). Berdasarkan uji daya simpan produk pelembab bibir pada suhu ruang dapat bertahan selama lebih dari 35 hari. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa Sargassum sp. Dapat ditambahkan ke dalam pelembab bibir dengan tujuan untuk menambah daya kelembaban produk.
PEMBUATAN KUE BARUASA DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN TUNA (Thunnus sp) Maulid, Deden Yusman; Hikma, Alfiratul; Arumsari, Kusuma; Yuniarti, Endah
MARLIN Vol 4, No 1 (2023): (Februari) 2023
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V4.I1.2023.1-9

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk menambah nilai gizi pada kue baruasa dari penambahan tepung tulang ikan serta dapat mengetahui konsentrasi terbaik pada penambahan tepung tulang ikan tuna pada formula kue baruasa dengan analisis nilai hedonik, dan mengetahui karakteristik kimia dan mutu hedonik dari formula terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi penambahan tepung tulang ikan tuna yang terbaik terhadap kadar kalsium dan organoleptik pada kue baruasa. Hasil terbaik diambil dari uji hedonik yaitu pada P0 dan P3. Pada P0 (tanpa pe nambahan tepung tulang ikan tuna) yang menghasilkan, uji hedonik warna 4,32, hedonik aroma 4,32, hedonik rasa 4,32 dan hedonik tekstur 4,4. kadar air (9,90%), kadar abu (0,76%), kadar protein (9,46%), kadar lemak (16,13%), dan kadar kalsium 1,14%. Pada P3 (penambahan tepung tulang ikan tuna) yang menghasilkan, uji hedonik warna 3,2, hedonik aroma 3,2, hedonik rasa 3,44 dan hedonik tekstur 3,2. kadar air (9,97%), kadar abu (11,16%), kadar protein (6,13%), kadar lemak (36,03%), dan kadar kalsium 42,84%Aim of the risearch to increase the nutritional value of baruasa cake from the addition of fish bone meal and to find out the best concentration of adding tuna fish bone meal to the baruasa cake formula by analyzing the hedonic value, and knowing the chemical characteristics and hedonic quality of the best formula. The purpose of this study was to determine the best concentration of tuna bone meal addition to calcium and organoleptic levels in baruasa cake. The best results were taken from the hedonic test, namely at P0 and P3. At P0 (without the addition of tuna bone meal), the color hedonic test was 4.32, aroma hedonic was 4.32, taste hedonic was 4.32 and texture hedonic was 4.4. water content (9.90%), ash content (0.76%), protein content (9.46%), fat content (16.13%), and calcium content 1.14%. In P3 (the addition of tuna fish bone meal) which resulted, the color hedonic test was 3.2, the aroma hedonic test was 3.2, the taste hedonic test was 3.44 and the texture hedonic test was 3.2. water content (9.97%), ash content (11.16%), protein content (6.13%), fat content (36.03%), and calcium content 42.84%
STRATEGI PEMASARAN DAN PROSEDUR EKSPOR PRODUK NOBASHI EBI PADA TAHUN 2023-2024 DI PT. DUA PUTRA UTAMA MAKMUR, PATI, JAWA TENGAH Pangestika, Widya; Siahaan, Juan Tiardo; Maulid, Deden Yusman
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v12i2.12619

Abstract

Indonesia’s abundant shrimp production has driven the country to increase foreign exchange earnings through the export of value-added shrimp products. To ensure successful exports, fishery product export procedures must be conducted systematically and in compliance with prevailing regulations. This study aimed to examine the export procedures for nobashi ebi (stretched shrimp) products and to formulate alternative marketing strategies to boost export volume. The research was conducted at PT Dua Putra Utama Makmur using SWOT analysis as the primary analytical tool. Results showed that the export procedure for nobashi ebi consists of 17 sequential process flows carried out in accordance with national and international regulations. Required export documents include HC, Packing List, Invoice, Sales Contract, Test Result Sheet, PEB, NPE, Bill of Lading, COO, and evidence of Telegraphic Transfer. Key institutions involved are BPPMHKP, Customs, EMKL, and shipping companies. Based on the SWOT matrix, recommended marketing strategies to increase export volume include expanding production capacity and export volume by improving the efficiency of raw material supply, enhancing marketing approaches and strengthening bilateral trade relations to penetrate new markets, and conducting comprehensive market research to better understand current market conditions and demand trends
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG TULANG IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) DAN FILTRAT RUMPUT LAUT (Ulva lactuca) PADA PENINGKATAN GIZI KUE SEROJA Nusaibah, Nusaibah -; Lestari, Syifa Candra; Maulid, Deden Yusman
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 21, No 4 (2025): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.21.4.290-298

Abstract

Tepung tulang Ikan Manyung dikenal memiliki kandungan kalsium yang tinggi, sedangkan Ulva lactuca dikenal memiliki kandungan serat pangan yang tinggi. Kue seroja merupakan salah satu kue tradisional yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Pemanfaatan kedua bahan ini berpotensi meningkatkan nilai gizi kue seroja. Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tulang ikan manyung dan filtrat rumput laut U. lactuca terhadap sifat sensori dan peningkatan gizi pada kue seroja (proksimat, kalsium dan serat pangan). Rancangan penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan yaitu P0 (tanpa penambahan tepung tulang ikan manyung dan filtrat U. lactuca), P1 (penambahan tepung tulang ikan manyung), P2 (penambahan filtrat U. lactuca), dan P3 (penambahan kombinasi tepung tulang dan filtrat U. lactuca). Uji yang dilakukan untuk semua perlakuan adalah hedonik, sedangkan untuk uji proksimat, serat pangan dan kalsium hanya dilakukan pada perlakuan P0 dan P3. Analisis data hedonik menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney U dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa perlakuan P3 paling disukai panelis (warna dan tekstur) dan P0 (aroma dan rasa). Hasil uji proksimat menunjukkan kadar abu dan protein pada P3 lebih besar jika dibandingkan dengan P0 yaitu 4,28±0,17% dan 5,8±0,21%. Selain itu, kandungan kalsium dan serat pangan P3 juga lebih tinggi dari P0, dengan kadar kalsium sebesar 7756,96 mg/kg dan serat pangan 67,91%. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan tepung tulang manyung dan filtrat U. lactuca terbukti dapat meningkatkan gizi pada Kue Seroja.