Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Isolasi, Karakterisasi, dan Identifikasi Bakteri Aeromonas sp. pada Lele (Clarias sp.) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19557

Abstract

Budidaya lele (Clarias sp.) cukup prospektif untuk terus dikembangkan, tetapi di lapangan sering mendapat kendala, salah satunya adalah penyakit bakterial. Infeksi bakteri patogen pada ikan dapat menyebabkan munculnya gejala klinis bahkan kematian. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis bakteri penyebab lele sakit agar dapat dilakukan upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi, karakterisasi dan identifikasi bakteri penyebab penyakit pada lele. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Pengambilan sampel ditentukan dari satu kolam budidaya lele di Desa Singasari dan Cikawung, Banyumas. Uji postulat Koch dilakukan untuk membuktikan isolat bakteri yang diisolasi merupakan bakteri penyebab penyakit pada lele. Isolat yang telah diuji postulat Koch kemudian diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Hasil isolasi bakteri diperoleh 17 isolat dari daerah Singasari dan Cikawung. Sebanyak tujuh isolat dari dua tempat tersebut dilakukan uji lanjut. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa mortalitas ikan selama 14 hari pengamatan mencapai 60-100%. Gejala klinis eksternal yang muncul, yaitu hiperemia, hemoragik, depigmentasi, white spot, ulser, erosi, sirip progresif, abdominal dropsi, dan exopthalmia color alteration. Gejala klinis internal yang muncul, yaitu hati pucat, ginjal kehitaman, usus kehitaman, empedu pecah, insang pucat, edema, dan asites. Hasil karakterisasi secara morfologi dan biokimiawi berdasarkan Bergeys’s Manual of Systematic Bacteriologi 2nd Edition diperoleh bahwa ketujuh isolat adalah bakteri Aeromonas sp., dengan kesamaan ciri, yaitu Gram negatif, fermentatif, katalase positif, oksidase positif, dan memproduksi gas.
Effectiveness of Herbal Diet Nigella sativa and Gracilaria verrucosa Against Non-specific Immunity of Tilapia (Oreochromis niloticus) Cahyono Purbomartono; Rofiqoh Rofiqoh; Arief Husin; Dini Siswani Mulia
Sainteks Vol 20, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i1.16410

Abstract

The addition of Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to feed is used as a supplement to increase non-specific immunity in tilapia. The addition of herbal supplements is safe for consumption, easy to decompose, has no residue on the fish's body, and does not harm the environment. This study aims to find the effectiveness of the addition of the herbs Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to increase non-specific immunity in tilapia. The study used an experimental method with a completely randomized design, applying 4 treatments and 1 control to tilapia. The dietary doses of Nigella sativa were T0 (control, without Nigella sativa), T1 (2.5), T2 (5), T3 (7.5), and T4 (10) (g kg-1 feed). While the dietary doses of Gracilaria verrucosa were T0 (control, without G. verrucosa), T1 (0.5), T2 (1), T3 (1.5), and T4 (2) (g kg-1 feed). The results showed that the percentage of hematocrite increased significantly with the Nigella sativa diet, while on the Gracilaria verrucosa diet, the percentage of hematocrit was not significant. Further, the Nigella sativa diet and the Gracilaria verrucosa diet can significantly increase the percentage of lymphocytes, but not significantly to the percentage of monocytes. In fish farming, the Nigella sativa and Gracilaria verrucosa diets have the potential to be used to increase non-specific immunity in tilapia, but it is more effective to use the Nigella sativa diet at a dose of 5 g kg-1 feed.
Efektivitas dan Potensi Herbal untuk Peningkatan Pertumbuhan Benih Lele dumbo (Clarias gariepinus) Cahyono Purbomartono; Arief Husin; Irene Septya Bagasnabila; Fani Giri Dwi Zularini; Alvia Trisakti Susiyani; Eka Puji Purwaningsih; Purnomo Purnomo
Sainteks Vol 19, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v19i2.14903

Abstract

Potensi perikanan Indonesia sangat besar namun belum berhasil seluruhnya dimanfaatkan secara optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan seperti adanya hambatan penyakit yang dapat mempengaruhi pertumbuhan. Pertumbuhan yang optimal merupakan factor utama agar dapat mencapai produktivitas biomass ikan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menemumukan efektivitas herbal akuatik maupun teresterial untuk memperoleh pertumbuhan optimal. Metode penelitian adalah eksperimen laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), masing-maisng dengan 3 ulangan. Hasil penelitian membuktikan herbal teresterial temulawak yang dikombinasikan dengan bawang putih dapat meningkatkan semua indikator pertumbuhan yang signifikan dibanding kontrol dengan dosis optimal 20 g temulawak + 4,50 g bawang putih pada lele dumbo. Demikian pula diet herbal teresterial Aloe vera lebih efektif dibanding diet bawang putih yang ditunjukkan dengan capaian berat akhir dan pertambahan berat yang signifikan pada lele dumbo. Selanjutnya, kombinasi herbal akuatik dan teresterial yaitu diet (fucoidan + kunyit) lebih efektif dibanding hanya pemberian diet tunggal fucoidan saja pada lele dumbo dengan meningkatnya pertambahan berat dan panjang yang lebih optimal. Herbal akuatik fucoidan maupun herbal teresterial temulawak, bawang putih, Aloe vera dan kunyit berpotensi digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan pada budidaya ikan yang dapat diberikan secara tunggal maupun kombinasi.
Efektivitas Diet Gracilaria verrucosa terhadap Respon Imun Non-Spesifik pada Ikan Cyprinus carpio dan Oreochromis niloticus Cahyono Purbomartono; Wildan Ahid Mujamal; Dwi Ma’rifatun Khasanah; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19002

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang digemari masyarakat.  Kebutuhan ikan yang meningkat menuntut adanya sistem budidaya intensif. Namun budidaya intensif memiliki kendala mudah terserang penyakit. Pengendalian penyakit ikan selama ini menggunakan obat kimia maupun antibiotik. Pemberian antibiotik yang kurang tepat dapat menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan dan residu dalam tubuh ikan yang membahayakan konsumen.  Perlu upaya meningkatkan imunitas yang lebih aman dengan pemberian imunostimulan herbal, salah satunya rumput laut merah Gracilaria verrucosa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penggunaan G. verrucosa dalam meningkatkan imun non-spesifik ikan mas dan nila serta menemukan dosis yang tepat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, menerapkan 4 perlakuan, 1 kontrol, masing-masing diulang 3 kali. Dosis ekstak G. verrucosa yang digunakan 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; dan 2 g (kg-1 pakan). Parameter yang diamati adalah persentase hematokrit, leukokrit, limfosit dan monosit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%. Jika hasil analisis tersebut menunjukkan hasil yang berbeda nyata, dilakukan uji lanjut DMRT (Duncun Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan diet G. verrucosa meningkatkan imun non-spesifik pada ikan mas dan ikan nila. Diet gracilaria lebih efektif pada ikan nila daripada ikan mas dengan dosis optimal 1,5 g kg-1 pakan. Respon imun ditandai dengan meningkatnya persentase leukokrit sebesar 3,62% dan limfosit sebesar 73,57% pada ikan nila. Oleh karena itu, diet Gracilaria verrucosa berpotensi digunakan untuk meningkatkan imunitas non-spesifik pada budidaya ikan.
Expert System for Diagnosing Gourami Fish Diseases Using the Certainty Factor Approach Hindayati Mustafidah; Ilham Gunadi; Cahyono Purbomartono; Suwarsito Suwarsito; Eri Zuliarso
JUITA: Jurnal Informatika JUITA Vol. 13 Issue 1, March 2025
Publisher : Department of Informatics Engineering, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/juita.v13i1.26031

Abstract

Gourami is an economically significant fish in the aquaculture sector due to its high market demand and relatively stable price. However, it is also challenging to cultivate, with disease outbreaks being one of the primary difficulties. Early diagnosis of gourami fish diseases requires expertise from fish health specialists, who are often difficult to find due to their limited availability. With advancements in artificial intelligence-based technology, this study developed an expert system to diagnose gourami fish diseases based on observed symptoms. The system employs the Certainty Factor (CF) approach to estimate the likelihood of a particular disease affecting the fish. The Certainty Factor approach utilizes a knowledge base derived from expert knowledge to address uncertainty in diagnosis. The certainty factor weights are determined based on confidence levels from both experts and users to generate an accurate diagnosis. This expert system was developed using data from 20 types of gourami fish diseases and 38 associated symptoms. The system successfully identified diseases with a certain level of confidence and provided appropriate treatment recommendations based on the confidence level obtained. By implementing this expert system, the risk of disease outbreaks can be minimized, thereby improving efficiency and productivity in gourami fish farming while helping maintain fish health and reducing economic losses caused by disease.
MEMPERKOKOH EKONOMI PADA SATUAN PENDIDIKAN DENGAN MENGEMBANGKAN BADAN USAHA MILIK SEKOLAH Wakhudin Wakhudin; Cahyono Purbomartono; Raden Beny Wijarnako
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pentingnya membangun Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS) di Sekolah Dasar sebagai sumber pendanaan alternatif dalam pembiayaan sekolah. Artikel ini merupakan bahan sosialisasi dalam pelaksanaan Iptek bagi Masyarakat (IbM) yang dilaksanakan di SD 1 Muhammadiyah Gentasari, Kroya Cilacap, Jawa Tengah. Selain melakukan sosialisasi, pengabdi juga melakukan pendampingan dan monitoring pembangunan BUMS. Hasil sosialisasi dan analisis menggambarkan, jika negara memiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah Daerah memiliki (BUMD), dan Pemerintah Desa memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumdes, mengapa sekolah tidak memiliki Badan Usaha Milik Sekolah (BUMS)? BUMS dibangun tak harus dengan modal besar, melainkan bertolak dari keadaan sekolah seadanya. Dimulai dari mengelola makan peserta didik, mengelola seragam sekolah, simpan pinjam warga sekolah, pada akhirnya BUMS bisa membangun toko, pabrik tekstil dan produk tekstil, bahkan tidak mungkin membangun perbankan. Dengan memiliki BUMS, memungkinkan sekolah memiliki sumber pendanaan alternatif yang tidak tergantung kepada negara dan orang tua siswa. Mereka memungkinkan menggaji guru lebih besar, membangun laboratorium yang memadai, dan menyiapkan berbagai fasilitas yang diperlukan bagi pendidikan.
Penguatan Kewirausahaan Perempuan Melalui Pelatihan Pembuatan Nugget Ikan Nila di Ranting Aisyiyah Ledug, Kembaran, Banyumas Ade Rusman; Hamami Alfasani Dewanto; Wiranti Sri Rahayu; Supriyadi Supriyadi; Cahyono Purbomartono; Diniatik Diniatik; Teguh Pribadi
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i2.7515

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan perempuan melalui pelatihan pembuatan nugget ikan nila bagi anggota Ranting ‘Aisyiyah Ledug, Kembaran, Banyumas. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah terbatasnya keterampilan dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah serta minimnya pengetahuan mengenai aspek kewirausahaan, pengemasan, dan pemasaran produk. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, penyampain teori, diskusi, praktik, dan pendampingan, serta evaluasi. Peserta diberikan pengetahuan dasar tentang kewirausahaan, praktik pembuatan nugget ikan nila yang higienis, teknik pengemasan yang menarik, serta strategi pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi dan terjadi peningkatan pengetahuan serta keterampilan dalam mengolah ikan nila menjadi produk nugget yang siap jual. Selain itu, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pengemasan dan promosi sebagai strategi pemasaran. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa tumbuhnya motivasi wirausaha, peluang usaha rumah tangga berbasis perikanan, serta penguatan peran perempuan dalam mendukung perekonomian keluarga dan masyarakat. Berdasarkan nilai rata-rata hasil pre-test (66,667±6,764), nilai post-test (93,25±6,667) dan nilai p value = 4,052 .10-12 (<0,05) hasil uji t (22) = -14,673. Dengan demikian, pelatihan pembuatan nugget ikan nila terbukti efektif sebagai langkah awal penguatan kewirausahaan perempuan di tingkat komunitas lokal.