Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PKM PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA BERBASIS TPACK (CANVA) BAGI GURU SMP DI KABUPATEN GOWA Hasnawati Hasnawati; Karta Jayadi; Aulia Evawani Nurdin; Nurainun Muhammad; Sitti Suryani
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 3, No 1 (2024): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v3i1.62728

Abstract

Peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterlibatan peserta didik. Ada beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembelajarannya. Strategi tersebut adalah memberikan pelatihan dan workshop kepada guru-guru yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran. Berdasarkan analisis situasi di lapangan telah ditemukan beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra, yaitu kurangnya kemampuan guru seni budaya di Kabupaten Gowa dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajarannya, guru seni budaya di Kabupaten Gowa belum pernah mengikuti pelatihan atau workshop pemanfaatan dan pengintegrasian TPACK dalam pembelajaran. Kurangnya keterampilan guru seni budaya di Kabupaten Gowa dalam memanfaatkan aplikasi canva sebagai aplikasi yang dapat membuat media pembelajaran yang inovatif. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka permasalahan prioritas yang perlu ditangani oleh pelaksana adalah memberikan pelatihan pembuatan media pembelajaran seni rupa berbasis TPACK (Canva) bagi guru SMP di Kabupaten Gowa, dengan harapan agar guru-guru seni budaya di Kabupaten Gowa dapat menambah dan meningkat pemahaman dan keterampilannya dalam membuat media pembelajaran dengan memanfaatkan dan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajarannya.
Pengembangan Video Pembelajaran Kriya Teknik Ikat Celup untuk Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar Nurdin, Aulia Evawani; Hasnawati, Hasnawati; Aziz, Baso Indra Wijaya
Nuansa Journal of Arts and Design Vol 8, No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/njad.v8i1.62999

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan video pembelajaran kriya teknik ikat celup untuk mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar. jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan dengan menerapkan model 4D oleh Thiagarajan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawamcara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif kualitatif yakni mendeskripsikan tahapan pengembangan video pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran kriya teknik ikat celup yang dikembangkan melalui beberapa tahapan yakni: 1) define (menganalisis kebutuhan mahasiswa melalui studi pustaka dan studi lapangan, 2) design (merancang video pembelajarana) dilakukan dengan pengmbangan RPS, menentukan materi dan membuat storyboard. 3) develop (mengembangkan video pembelajaran) dilakukan dengan mengembangkan storyboard menjadi video pembelajaran, setelah itu dilakukan pengeditan video.video yang tekah dikembangkan selanjutnya divalidasi oleh ahli materi dan media dan direvisi berdasarkan hasil validasi tersebut. Video pembelajaran kriya teknik ikat celup untuk mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Makassar telah melalui validasi dari ahli materi dan media. Hasil validasi tersebut menunjukkan video pembelajaran tersebut layak untuk digunakan mahasiswa.
Analisis Perkembangan Motif Batik Sulawesi Selatan Evawani Nurdin, Aulia
Keraton: Journal of History Education and Culture Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/keraton.v6i1.5421

Abstract

Sulawesi Selatan memiliki kekayaan budaya yang beragam. Beragam suku atau etnis hadir di Sulawesi Selatan yakni Suku Bugis-Makassar dan Tojara. Setiap suku memiliki tradisi, bahasa, adat istiadat dan seni yang terus berkembang sehingga mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Batik merupakan salah satu budaya di Indonesia dan telah menjadi warisan budaya dunia oleh Badan Internasional PBB, United Nations Education, Scientific, and Culture Organization (UNESCO). Batik Sulawesi Selatan menjadi satu diantara beragam batik di Indonesia yang menerapkan kearifan lokal sebagai motif batik. Beragam batik tercipta dengan inspirasi budaya sulawesi selatan, seperti kapal pinisi, aksara lontara Bugis-Makassar, ukiran Toraja dan sebagainya. Batik Makassar khas Sulawesi Selatan yang memiliki motif aksara lontara Bugis-Makassar telah dipasarkan hingga mancanegara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan motif batik yang ada di Sulawesi Selaran tahun 1995 – 2023. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil wawancara dengan Bapak Drs. A. Mattaropura Husain membuat karya batik sutera sulawesi selatan mulai tahun 1995 dengan menerapkan motif batik berbasis kearifan lokal sulawesi selatan yakni motif Bugis-Makassar dan Toraja. Hal tersebut beliau lakukan sebagai wujud kecintaannya terhadap sulawesi selatan dan upaya pelestarian budaya Sulawesi Selatan. Pada tahun 1995 – 2009 mahasiswa membuat batik yang terinspirasi dari budaya Sulawesi Selatan yakni ukiran Toraja yang terdapat di Rumah Adat Tongkonan suku Toraja. Pada tahun 2010 – 2023 mahasiswa membuat batik dengan inspirasi ide motif dari kaligrafi dan alam sekitar seperti bunga, ikan dan sebagainya. Karya batik yang dibuat berupa kain batik panjang dan batik untuk pajangan atau lukis batik. Motif batik yang diterapkan oleh Batik Sulawesi Istinana berupa motif khas Makassar – Sulawesi Selatan seperti motif rumah adat, aksara lontara Bugis-Makassar, lagosi, coto, I Lagaligo, pinisi dan beragam motif lainnya. Pada tahun 2023 mahasiswa mengangkat tema batik sulawesi selatan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan meraih juara perunggu. Batik tersebut dijadikan sebagai media terapi dan sebagai upaya pelestarian budaya Sulawesi Selatan. Karya batik Sulawesi Selatan yang diciptakan pada tahun 1995 – 2023 memiliki motif batik yang sangat bervariatif. Motif tersebut berupa motif Ukiran Toraja, aksara lontara Bugis-Makassar, sulapa appa, kaligrafi, tumbuhan, hewan dan makanan tradisional Sulawesi Selatan.
Evaluasi Terhadap Implementasi Kegiatan Asistensi Mengajar Program MBKM di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Hasnawati, Hasnawati; Nurdin, Aulia Evawani; Akmal, Muhammad Syafruddin
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak implementasi kegiatan Asistensi Mengajar Program MBKM di Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar terhadap kualitas lulusan, yaitu kompetensi dan kesiapan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskripstif kuantitatif. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket dan wawancara. Sedangkan teknik analisis datanya adalah teknik analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak implemetasi kegiatan asistensi mengajar program MBKM terhadap kualitas lulusan adalah mahasiswa memiliki pengalaman dalam mengelola kelas, dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada peserta didik setelah mengikuti kegiatan Asistensi Mengajar Program MBKM. Mahasiswa mampu menunjukkan kolaborasi yang baik antara guru pamong dan pihak sekolah. Kegiatan Asistensi Mengajar dapat menjadi wahana belajar bagi mahasiswa agar dapat meningkatkan kompetensi mengajar dan menjadi bekal kompetensi untuk menghadapi pekerjaan sebagai guru. Kegiatan Asistensi Mengajar dapat menjadi wahana belajar bagi mahasiswa agar dapat meningkatkan kompetensi mengajar, serta mahasiswa memperoleh tambahan informasi terkini dan pengetahuan serta pengalaman tentang menjadi guru dan dinamika pendidikan secara langsung di sekolah.Kata Kunci: Evaluasi, Asistensi Mengajar, Program MBKM
SENI BATIK DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU: KAJIAN TERHADAP ONTOLOGI, EPISTOLOGI, DAN AKSIOLOGI Hasnawati, Hasnawati; Sinring, Abdullah; Nurdin, Aulia Evawani
JURNAL IMAJINASI Vol 9, No 1 (2025): Januari-Juni
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v9i1.71618

Abstract

Seni batik mencerminkan identitas budaya, simbol sosial, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Namun pemahaman masyarakat secara mendalam terhadap seni batik masih terbatas pada aspek estetis dan teknis. Diperlukan kajian dalam perspektif filsafat ilmu untuk menyelami lebih dalam tentang hakikat (ontologi), pengetahuan (epistemologi), dan nilai (aksiologi) yang ada dalam seni batik sehingga masyarakat memiliki landasan yang kuat untuk pelestarian seni batik di era saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ontologi seni batik menyelidiki elemen-elemen dasar yang membentuk karya batik, seperti bahan (kain, pewarna, dan malam), teknik misalnya teknik batik tulis, batik cap, atau batik kombinasi, motif dan pola yang digunakan, serta hubungan antara berbagai elemen tersebut dalam konteks budaya dan ekspresi artistik. Epistemologi seni batik merujuk pada cara kita mengetahui, memahami, dan mengapresiasi batik sebagai bentuk seni budaya yang kaya akan nilai estetika, simbolisme, serta pengetahuan tradisional yang terkandung di dalamnya. Aksiologi seni batik berkaitan dengan nilai-nilai yang ada dalam seni batik itu sendiri, baik dari segi estetika, moral, sosial, maupun budaya.
PKM Batik Tulis Bagi Guru MGMP Seni Budaya SMP se-Makassar Nurdin, Aulia Evawani; Hasnawati, Hasnawati; Ahmad, Abd. Aziz; B., Sukarman
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2024:PROSIDING EDISI 7
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat memiliki peranan penting dalam upaya pelestarian budaya batik sebagai identitas bangsa Indonesia yang memiliki beragam kekhasan motif berbasis kearifan lokal. Batik bukanlah hal baru bagi masyarakat di Kota Makassar. Batik telah banyak digunakan oleh masyarakat di Kota Makassar pada berbagai tempat atau kegiatan/acara. Batik yang digunakan memiliki beragam motif seperti motif kawung, bunga, mega mendung hingga lontara Bugis Makassar. Pengetahuan masyarakat di Kota Makassar terhadap batik cenderung berupa kain bermotif yang sering digunakan sebagai seragam siswa atau dikenakan ke kantor atau acara pernikahan. Batik yang cenderung yang digunakan masyarakat tersebut berupa tekstil bermotif batik. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami tentang batik. Salah satu upaya untuk memberikan pemahaman tentang batik dapat dilakukan melalui pembelajaran di sekolah. Beberapa guru yang tergabung di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya Tingkat SMP se-Makassar memiliki latar belakang pendidikan bukan dari seni rupa atau pendidikan seni rupa dan belum pernah mengikuti pelatihan membatik sehingga guru kurang terampil membelajarkan batik di sekolah. Solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut ialah mengadakan pelatihan yakni “PKM Batik Tulis bagi Guru MGMP Seni Budaya SMP se-Makassar”. Pelaksanaan pelatihan tersebut menggunakan metode ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik dan evaluasi. Pelatihan tersebut diikuti 28 orang guru seni budaya yang tergabung dalam MGMP Seni Budaya SMP Makassar. Hasil dari pelatihan tersebut ialah guru memperoleh pengetahuan dan keterampilan membuat karya batik tulis berbasis kearifan lokal Sulawesi Selatan dengan menerapkan motif perahu padewakang dan teripang. Motif tersebut terinspirasi dari jalur teripang yakni kisah pelaut Makassar menuju Australia mencari teripang. Karya batik tulis yang dihasilkan guru-guru tersebut sangat bervariasi dengan memadukan aksara lontara, ombak dan unsur motif lainnya sehingga menambah keindahan karya batik tersebut. Pengetahuan dan keterampilan tentang batik tulis yang telah diperoleh guru pada pelatihan tersebut dapat diajarkan kepada siswa di sekolah masing-masing.
PKM Pelatihan Kriya Tekstil Teknik Ikat Celup bagi Guru dan Peserta Didik di SMA Negeri 3 Makassar Nurdin, Aulia Evawani; Hasnawati, Hasnawati; Izmi, Siti Asmaulul
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Kriya tekstil teknik ikat celup merupakan salah satu teknik menghias kain yang telah diterapkan oleh leluhur kita sejak dulu. Pelestarian budaya lokal melalui pembelajaran seni berperan penting dalam mengasah kreativitas generasi muda dan memperkuat identitas budaya bangsa. Berdasarkan observasi awal di SMA Negeri 3 Makassar belum pernah melaksanakan pembelajaran seni berupa pembuatan kriya tekstil teknik ikat celup sehingga guru dan peserta didik masih memiliki keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam pembuatan karya kriya tekstil teknik ikat celup. Menanggapi permasalahan tersebut, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Pelatihan Kriya Tekstil Teknik Ikat Celup menjadi solusi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan bagi guru dan peserta didik melalui pelatihan kriya tekstil teknik ikat celup. Metode pelaksanaan pelatihan meliputi ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan praktik. Tahapan pelaksanaan PKM berupa sosialisasi, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi. Pelaksanaan PKM berjalan dengan penuh semangat dan  antusiasme peserta yang sangat tinggi pada setiap tahapannya. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan contoh modul ajar mata pelajaran seni rupa yang mengintegrasikan materi kriya tekstil teknik ikat celup kepada guru. Pelatihan pembuatan kriya tekstil teknik ikat celup diberikan kepada peserta mulai dari proses persiapan alat dan bahan, pengikatan, pencelupan warna, pengeringan hingga pelepasan ikatan. Penerapan teknologi diberikan dalam bentuk video tutorial pembuatan kriya tekstil ikat celup, pendampingan kepada peserta selama proses pembuatan kriya tekstil ikat celup. Evaluasi pelaksanaan PKM menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terhadap kriya tekstil ikat celup.. Kegiatan PKM ini berkontribusi pada penguatan pendidikan seni berbasis budaya lokal sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya melalui inovasi dan regenerasi di lingkungan sekolah.Kata kunci: Kriya, Tekstil, Ikat Celup
INOVASI BATIK CAP BERBASIS KERTAS BEKAS UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS BATIK LONTARA DI RUMAH BATIK BALLA SARI MAKASSAR Hasnawati, Hasnawati; Nurdin, Aulia Evawani; Irfan, Irfan
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 4, No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v4i2.79232

Abstract

Rumah Batik Balla Sari Makassar merupakan rumah produksi batik lontara yang selama ini hanya menghasilkan batik tulis dan belum pernah memproduksi batik cap karena keterbatasan alat, biaya, serta pengetahuan teknis. Mitra berlokasi di Jalan Gunung Nona No. 45, Kota Makassar. Permasalahan tersebut direspons melalui serangkaian solusi berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan batik cap berbahan kertas bekas, penerapan inovasi teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas, pengembangan desain motif lontara, serta pendampingan dalam aspek produksi dan pemasaran. Inovasi pemanfaatan kertas bekas sebagai media cap menjadi alternatif yang murah, mudah dibuat, ramah lingkungan, dan berpotensi meningkatkan variasi serta produktivitas batik lontara di Rumah Batik Balla Sari. Metode pelaksanaan program meliputi: (1) sosialisasi mengenai konsep batik cap berbahan kertas bekas; (2) pelatihan teknis pembuatan alat cap berbahan kertas bekas yang sederhana dan ramah lingkungan; (3) penerapan inovasi yaitu pelatihan proses pencapan motif lontara; (4) pendampingan dan evaluasi produksi (5) keberlanjutan program. Hasil kegiatan telah mampu menghasilkan sembilan desain lokal beserta canting cap dari kertas bekas, tiga lembar kain batik cap, serta melalui program ini mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalam pembuatan canting cap dari kertas bekas, peningkatan produktivitas, serta memperkenalkan inovasi teknik produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.