Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Tunagrahita Dari Sudut Pandang Ekonomi di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo Yunantika, Dewi Palupi; Widodo, Joko; Hartanto, Wiwin
Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jep.v20i1.58564

Abstract

Abstrak: Sumber Daya Manusia (SDM) mempunyai peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, namun tidak semua Sumber Daya Manusia (SDM) terlahir dengan kondisi fisik dan mental yang sempurna. Sejumlah 98 warga Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo mempunyai keterbelakangan mental yang perlu diberdayakan oleh Pemerintah Desa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pemerintah desa dalam pemberdayaan tunagrahita dari sudut pandang ekonomi di Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tahap analisis data penelitian dilakukan dengan mengelola dan mempersiapkan data untuk dianalisis, membaca keseluruhan data, membuat coding data, menerapkan proses coding untuk membuat deskripsi, menghubungkan antar tema dalam bentuk narasi, interpretasi dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Karangpatihan Kabupaten Ponorogo telah melakukan perannya sesuai dengan fungsinya yaitu instruktif, konsultatif, partisipasi, delegasi, dan pengendalian dengan cukup baik.Kata kunci: ekonomi, pemberdayaan, peran pemerintah desa, tunagrahita.Abstract: Human resources have an important role in the growth and development of the economy. However, human resources are not all born with perfect, physical or mental conditions. A total of 98 residents of Karangpatihan Village, Ponorogo Regency, have mental retardation. In which, mental retardation is necessary empowerment by the local village government. This study aims to describe the role of the village government in empowering mental retardation from an economic perspective in Karangpatihan Village, Ponorogo Regency. The type of study used descriptive qualitative and research data collection methods through interviews, observation, and documentation. The research data analysis phase is organized by managing and preparing the data for analysis, reading the entire data, coding the data, applying the coding process to create a description, connecting between themes in narrative form, and interpreting qualitative research. The results of the study showed that the Karangpatihan Village Government of Ponorogo Regency had carried out its role in accordance with its functions, such as instructive, consultative, participation, delegation and presentable control.Keywords: Economic, Empowerment, Role of Village Government, Mental Retardation.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA TANI PADI PADA KELOMPOK TANI SIDOMUKTI DESA SUKOSARI KECAMATAN SUKOWONO KABUPATEN JEMBER Maulah, Siti Ismiatul; Sukidin, Sukidin; Hartanto, Wiwin
Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jep.v19i2.59695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan finansial usaha tani padi pada Kelompok Tani Sidomukti Desa Sukosari Kecamatan Sukowono Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara melalui panduan angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis arus kas, analisis investasi R/C Ratio dan B/C Ratio, serta analisis sensitivitas. Responden dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 12 petani padi yang tergabung dalam Kelompok Tani Sidomukti di Desa Sukosari. Berdasarkan data yang didapatkan, pendapatan petani sebesar Rp1.749.825,00/bulan per rata-rata luas lahan 0,38 hektar, dimana nilai tersebut tidak layak jika dibandingkan dengan UMK Jember. Hasil analisis R/C Ratio adalah 5,11 dan nilai B/C Ratio adalah 4,11 atau > 1. Berdasarkan hasil analisis kelayakan finansial yang dilakukan tersebut, usaha tani padi layak untuk dilakukan. Sedangkan berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penurunan harga dan penurunan produksi 60% dapat menyebabkan usaha tani mengalami titik impas berdasarkan analisis R/C Ratio dan B/C Ratio.
MEMANFAATKAN EKOWISATA UNTUK MEMPERKUAT EKONOMI LOKAL BERBASIS KOMUNITAS: STUDI DARI TAMAN NASIONAL BROMO TENGGER SEMERU JAWA TIMUR INDONESIA Choirul Hudha; Sukidin Sukidin; Putri Wulandari; Sela Rachmawati; Wiwin Hartanto
EDUNOMIA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger semeru memiliki potensi ekowisata yang besar, namun pemanfaatannya dalam memperkuat ekonomi lokal masih belum optimal. Ketimpangan akses ekonomi, keterbatasan kapasitas manajerial pelaku usaha, serta ketergantungan pada musim kunjungan wisata menjadi tantangan utama. Kondisi ini menunjukkan urgensi pengelolaan ekowisata yang inklusif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ekowisata dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif masyarakat dalam memanfaatkan peluang ekonomi dari aktivitas ekowisata. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaku usaha meliputi pengrajin lokal, pemandu wisata, penyedia jasa wisata, penjual suvenir, serta pelaku usaha produk olahan pertanian. Analisis data dilakukan melalui tahapan transkripsi, reduksi, kategorisasi, dan interpretasi makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata berkontribusi mendorong pertumbuhan UMKM melalui diversifikasi usaha seperti homestay, transportasi wisata, kuliner lokal, dan kerajinan khas daerah. Selain itu, ekowisata juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kapasitas kewirausahaan berbasis komunitas. Namun tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan kapasitas manajerial pelaku usaha dan ketergantungan pada fluktuasi kunjungan wisata. Penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan ekowisata berbasis partisipasi masyarakat merupakan kunci dalam menguatkan pembangunan ekonomi lokal berkelanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi perumusan kebijakan yang mendorong sinergi antara ekowisata dan pelaku UMKM. Kata Kunci: ekonomi berbasis komunitas; ekowisata; UMKM; wisata berkelanjutan ABSTRACT The Bromo Tengger Semeru National Park area has significant ecotourism potential, yet its utilization to strengthen the local economy remains suboptimal. Economic inequality, limited managerial capacity among business operators, and dependence on the tourist season pose the primary challenges. These conditions underscore the urgency of implementing inclusive and sustainable ecotourism management to improve the well-being of local communities. This study aims to analyze the role of ecotourism in strengthening community-based local economies. It employs an interpretive qualitative approach with a phenomenological design to understand the subjective experiences of communities in capitalizing on economic opportunities from ecotourism activities. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation of business operators, including local artisans, tour guides, tourism service providers, souvenir sellers, and operators of processed agricultural products. Data analysis was conducted through the stages of transcription, reduction, categorization, and interpretation of meaning. The research findings indicate that ecotourism contributes to driving the growth of MSMEs through business diversification, such as homestays, tourist transportation, local cuisine, and regional handicrafts. Additionally, ecotourism plays a role in creating jobs, increasing community income, and strengthening community-based entrepreneurial capacity. However, the challenges faced include limited managerial capacity among business operators and dependence on fluctuations in tourist visits. This study emphasizes that community-participatory ecotourism management is key to strengthening sustainable local economic development and preserving the environment. These findings have important implications for policy formulation that promotes synergy between ecotourism and SMEs operators. Keywords: community-based economy; ecotourism; SMEs; sustainable tourism