Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : AQUATIC SCIENCE

Development of minapolitan area in Bitung City, Indonesia Onibala, Hernie; Kepel, Rene Charles; Sinjal, Hengky J
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 6, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.6.1.2018.24809

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kota Bitung, Indonesia The Ministry of Maritime Affairs and Fisheries has set Bitung City as one of the locations for minapolitan program implementations based capture fisheries. Minapolitan's fisheries Bitung City is a neighborhood-based economic development fishing effort developed in an integrated manner by the government, the privatesectorand community to create a business climate forbetter for regional economic growth, job creation and community income neighborhood Bitung City. This study aimsto analyze the policy strategy for developingMinapolitan Region of the City of Bitung through SWOT analysis and determinepriorities for the development strategy of Bitung city Minapolitan Region. The research method is a survey study, data were collected through interviews and direct observation and literature. SWOT analysis is used to identify strengths, weaknesses, opportunities and threats. Furthermore, to determine the alternative development strategy used OSPM. The study concluded that the strategies that can be used for the development Minapolitan in Bitung are as follows: 1) optimization of fisheriesproduction; 2) improve the facilities, infrastructure and transport infrastructure and fishing port; 3) by improving the quality of human resources in fishing; 4) improving the quality of fisheriesproducts to be able to compete infree market; 5) to build the collective awareness to stay remain committed and consistent in developing minapolitan; 6) industrialization of fisheries bu supportingSpecial Economic Zone (SEZ).Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan Kota Bitung sebagai salah satu lokasi implementasi program minapolitan berbasis perikanan tangkap. Kawasan minapolitan perikanan tangkap di Kota Bitung adalah suatu kawasan pengembangan ekonomi berbasis usaha penangkapan ikan yang dikembangkan secara terintegrasi oleh pemerintah, swasta dan masyarakat untuk menciptakan iklim usaha yang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi wilayah, penciptaan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat kawasan Kota Bitung. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kebijakan pengembangan Kawasan Minapolitan kota Bitung melalui analisis SWOTdan menetapkan prioritas strategi pengembangan Kawasan Minapolitan kota Bitung. Metode penelitian adalah penelitian survei, data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung dan literatur. Analisis SWOT digunakan untuk menidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Selanjutnya untuk menentukan alternatif strategi pengembangan digunakan OSPM. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi yang dapat digunakan untuk pengembangan minapolitan di Bitung sebagai berikut: 1) optimalisasi produksi perikanan; 2) meningkatkan sarana, prasarana dan infrastruktur transportasi dan pelabuhan perikanan; 3) peningkatan kualitas SDM nelayan; 4) peningkatan kualitas produk perikanan untuk dapat berdaya saing dipasar bebas; 5) membangun kesadaran kolektif tetap komitmen dan konsisten dalam mengembangkan minapolitan; 6) industrialisasi perikanan dengan mensuport KEK.
The strategy for implementing National Fish Logistics System (NFLS) in Bitung Fishing Port, Bitung, Indonesia Tassi, Maltonius; Kepel, Rene Charles; Sinjal, Hengk
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.1.2017.24212

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Strategi implementasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Bitung, Indonesia Regulation of the Minister of Marine and Fisheries of Indonesia 2014 (No.5/MEN/2014) regarding National FishLogistics System (NFLS) is a policy issued in order to overcome the problem of limited raw materials of fish. In order to implement the regulation optimally at Bitung Fishing Port (BFP), this study was carried out which aimed to predict production of capture fisheries landed in BOFP for the next 10 years, to identify external and internal factors in formulating alternative strategies, and to set up priorities strategy for NFLS implementation at the BOFP. This descriptive study was carried out using several analyses, namelySimple Regression Analysis, SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats), and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The result of the study showed that the increase in production canstilloccurin accordance with the projections of the secondary data overthe past10 years. The internal factors that become a strength in the implementation of NFLS was the vision of BOFP to increase landings of fishery catch (score 0.660). The weakness was existence of the storehouse of fish which still limited (score 0.440). The external factors seen as opportunities of NLSF implementation was the location of potential fishing ground (score 0,495), while the threats was the cost of fishing operations which are relatively expensive (score 0.440). This study also formulatedsix alternative strategies that can be applied in the implementation of NLSF at BOFP and the best strategies are the optimization of the fleet, loading and unloadingfacilities, and logisticschanneling facilities  in fishing ground with the potential to increase fisheries production (TAS = 5,544).Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan 2014 (No.5/MEN/2014)tentang sistem logistikikan nasional (SLIN) merupakan kebijakan dalam upayamengatasi masalah keterbatasan bahan baku ikan. Untuk mengimplementasikan peraturan tersebut secara optimal di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (PPSB), maka penelitian ini dilakukan di mana bertujuan untukmemprediksi produksi perikanan tangkap yang didaratkan di PPSBuntuk 10 tahun yang akan datang, mengidentifikasi faktor eksternal dan internaldalam merumuskan strategialternatif, dan menetapkan prioritas strategi implementasi SLIN. Penelitianini merupakan penelitian deskriptifmenggunakan beberapaanalisis, yaituanalisis Regresi Sederhana,SWOT (Strengths,Weakness,Opportunity,Thread),dan Quantitative Strategic Planning Matriks(QSPM).Hasil penelitian menunjukan,bahwa peningkatan produksi masih dapat terjadi sesuai dengan proyeksi data sekunder selama 10 tahun terakhir. Faktor internal yang menjadi kekuatan dalam implementasi SLINialah adanya visi PPSB untuk meningkatkan pendaratan hasil perikanan tangkap (skor 0,660).Sedangkan kelemahannya ialahkeberadaan gudang penyimpanan ikan yang masih terbatas (skor 0,440). Faktor eksternal yang menjadi peluang dalam implementasi SLIN ialahlokasi daerah penangkapan ikan yang potensial (skor 0,495).Sedangkan ancamannya ialah biaya operasi penangkapan ikan yang relatif mahal (skor 0,440). Penelitian ini juga merumuskan enam alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam implementasi SLIN di PPSBdi mana strategi terbaiknyaialahoptimasi armada, sarana bongkar muat, dan sarana penyalur logistik pada daerah penangkapan ikan yang potensial untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap (TAS = 5,544).