p-Index From 2021 - 2026
1.665
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL ILMIAH PLATAX
Nego E. Bataragoa, Nego E.
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Food Habits of Lencam Lethrinu Food Habits of Lencam Lethrinus rubrioperculatus Sato, 1978 (Fish: Lethrinidae) Tampi, Aprillia A.; Bataragoa, Nego E.; Rangan, Jety K.; Rembet, Unstain N. W. J.; Mandagi, Stephanus V.; Boneka, Farnis B.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.43931

Abstract

This study was conducted to determine the type and composition of food contained in the stomach of the Spotchheek emperor Lethrinus rubrioperculatus in Napo Keluar Nain Likupang waters based on sex and body size. Samples were taken from the catch of fishermen and then the fish samples were then taken to the laboratory for data collection. The method used to determine the composition of fish food used the Index of preponderance (IP). The results showed that the food habits of Spotchheek emperor in Napo Luar Nain Likupang waters with the types of food contained in the stomach of Spotchheek emperor, namely fish, shrimp, gastropods, Polychaeta, crabs (megalopa), and octopus where the main food of Spotchheek emperor is IP fish (94,16%). While the main food based on sex and length of body size is fish, with male IP 96.98% and female 91.15% respectively, while based on body length of Spotchheek emperor where small IP 91.06%, medium IP 98.45% and large IP 82.22%. Keywords: Food, Likupang, preponderance Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis dan komposisi makanan yang terdapat dalam lambung ikan lencam Lethrinus rubrioperculatus di Napo Keluar Nain Perairan Likupang berdasarkan jenis kelamin dan ukuran tubuh. Sampel diambil dari hasil tangkapan nelayan kemudian sampel ikan selanjutnya dibawah ke Labolatorium untuk pengambilan data. Metode yang digunakan untuk mengetahui  komposisi makanan ikan digunakan indeks bagian terbesar (IBT). Metode ini  digunakan untuk menilai bermacam-macam jenis makanan ikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebiasaan makanan ikan lencam di Napo Keluar Nain Perairan Likupang dengan jenis makanan yang terdapat dalam lambung ikan lencam yaitu ikan, udang, gastropoda, polychaeta, kepiting (megalopa) dan octopus di mana makanan utama dari ikan lencam adalah ikan IBT (94,16%). Sedangkan makanan utama berdasarkan jenis kelamin dan panjang ukuran tubuh yaitu ikan, dengan masing-masing IBT  jantan 96,07% dan betina 91,15% sedangkan berdasarkan panjang ukuran tubuh ikan lencam IBT kecil 91,98%, sedang 98,45% dan besar 82,22%. Kata kunci: Makanan, Likupang, Indeks Bagian Terbesar.
Length-weight Relationship and Reproduction of Halfbeak Hemiramphus lutkei Valenciennes, 1847 In The Waters Around Nain Island, North Minahasa Regency Umasangadji, Muhammad Hasril; Bataragoa, Nego E.; Kondoy, Khristin I. F.; Lumingas, Lawrens .J. L .; Mantiri, Rose. O.S.E; Lumoindong, Frans
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.44031

Abstract

Abstract The waters around Nain Island have quite a lot of biological resources. One of the resources in these waters is the halfbeak Hemiramphus lutkei. This study aims to determine the relationship between length-weight and reproduction of the halfbeak Hemiramphus lutkei. The length-weight relationship, growth patterns and condition factors. Reproduction includes sex ratio, gonadal maturity level, gonadal maturity index and fecundity. Fish sampling were taken from the catches of fishermen. The number of samples required is 200, the samples are taken twice in two months from June-July. The length-weight relationship of male was W= 0.1705L1.8204 negative allometric growth pattern and female fish W = 0.0572L2.1962 negative allometric growth pattern. The condition factor of male and female where 0.98 ± 0.06 and 1.03 ± 0.07 respectively. The sex ratio of male and female (1: 0.835). The gonad maturity level of male (immature, developing, mature, ripe and spent) was found in June and female (immature, developing, mature, ripe and spent) found in June and July. The fecundity of ranged from 923 – 3,578 eggs with an average of 1,899 ± 666. Keywords: Length-weight, growth patterns, gonad, fekundity ABSTRAK Perairan Sekitar Pulau Nain ialah perairan yang memiliki cukup banyak sumberdaya hayatinya. Salah satu sumberdaya yang berada di perairan tersebut yaitu, ikan julungjulung Hemiramphus lutkei. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang-berat dan reproduksi ikan julungjulung Hemiramphus lutkei. Hubungan panjang-berat meliputi pola pertumbuhan dan faktor kondisi. Reproduksi meliputi rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan fekunditas. Lokasi pengambilan sampel ikan diambil di perairan sekitar Pulau Nain dan sampel diambil dari hasil tangkapan nelayan. Jumlah sampel yang diperlukan sebanyak 200 ekor, sampel diambil sebanyak dua kali dalam dua bulan dari Juni-Juli. Hubungan panjang-berat ikan julungjulung jantan yaitu W= 0,1705L1,8204 pola pertumbuhan allometrik negatif. Ikan julungjulung betina W = 0,0572L2,1962 pola pertumbuhan allometrik negatif. Faktor kondisi ikan julungjulung jantan dan betina bernilai 0,98 ± 0,06 dan 1,03 ± 0,07. Rasio kelamin ikan julungjulung jantan dan betina (1:0,835). Tingkat kematangan gonad ikan julungjulung jantan (I, II, III, IV dan V) ditemukan pada setiap bulan Juni. Tingkat kematangan gonad ikan julungjulung betina (I, II, III, IV dan V) ditemukan pada setiap sampel pada bulan Juni maupun Juli. Fekunditas ikan julungjulung berkisar antara 923 – 3.578 butir dengan rata-rata 1.899 ± 666. Kata Kunci: Panjang-berat, pola pertumbuhan, gonad, fekunditas
Preliminary Study of Reproduction of Dolphinfish Coryphaena hippurus Linnaeus, 1758 which exploited in the Maluku Sea, Eastern of North Sulawesi Wagiu, Yohana R.; Rondonuwu, Arie B.; Bataragoa, Nego E.; Manginsela, Fransine B.; Manu, Gapar D.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.48402

Abstract

This study aims to determine the sex ratio, gonad maturity level, gonad maturity index, and fecundity of dolphinfish Coryphaena hippurus.  Samples were obtained from the catches of fishermen who landed in Kalinaun Village. Fish and gonadal weight were measured with a digital scale with an accuracy of 0,1 gram and fork length was measured to an accuracy of 0.1 cm. Samples obtained were 60 individuals, 16 males with a size range of 40.5-57.4 cm and 44 females with a size range of 42.9-72.6 cm.  The sex ratio of males and females was 1:2.75.  The level of gonadal maturity of all samples was level II (developing) III (maturation) and IV (mature) for both males and females, level I (undeveloped) and V (saline) were not found. The gonadal maturity level was dominated by maturity level III (maturation) every month, except June when level IV for males was dominated.  The gonadal maturity index value of developing (level II) was 0.79 ± 0.37, level III was 3.62 ± 1.33 and level IV was 4.66 ± 0.65 for females. Level  II 0.28 ±0.18, level III 0.47 ±0.16 and level IV 0.63 ±0.06 for male. Fecundity ranged from 28,313-554,023 with an average of 229,839 ±139,967. Abstrak             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nisbah kelamin, tingkat tematangan gonad, indeks kematangan gonad dan fekunditas ikan lemadang Coryphaena hippurus. Sampel diambil dari tangkapan nelayan yang didaratkan di Desa Kalinaun.  Berat ikan diukur dengan timbangan digital berketelitian 0,1 gram dan Panjang cagak diukur sampai ketelitian  0,1 cm. Sampel yang diperoleh sebanyak 60 individu, jantan 16 individu dengan kisaran ukuran 40,5-57,4 cm dan betina 44 individu dengan kisaran ukuran 42,9-72,6 cm.  Perbandingan kelamin jantan dan betina adalah 1:2,75.  Tingkat kematangan gonad dari seluruh sampel adalah tingkat kematangan II (berkembang) III (pematangan) dan IV (matang) baik jantan maupun betina, tingkat kematangan I (belum berkembang) dan V(salin)  tidak ditemukan. Tingkat kematangan gonad didominasi tingkat kematangan III (pematangan) setiap bulan, kecuali bulan Juni didiminasi TKG IV untuk jantan.  Nilai IKG  betina TKG II 0,79 ±0,37, TKG III 3,62 ±1,33 dan TKG IV 4,66 ±0,65. Ikan jantan TKG II 0,28 ±0,18, TKG III 0,47 ±0,16 dan TKG IV 0,63 ±0,06. Fekunditas berkisar 28.313-554.023 dengan rata-rata  229.839 ±139.967.
A Preliminary Studies of Fish Richness in the Tondano River Estuary Manado Bay Bataragoa, Nego E.; Pratasik, Silvester Benny; Menajang, Febry S. I.; Manginsela, Fransine B.; Dauhan, Dulce Maria; Tombi, Indra
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.50025

Abstract

The purpose of this study was to analyze the richness of fish species in the Tondano River estuary. Sampling was done for two months, in July and August 2022, new moon phase, during the low tide at 13.00-16.00 pm. Sampling used a 20-m beach seine with a cod-end part of 0.2-cm mesh and wings of 2-m height and 1.5-cm mesh. The beach seine was operated 10 times starting from the lowest tide at 13.00 pm to the tide condition at 16.00 pm. As a whole, 736 individuals were caught, consisting of 24 species and 17 families, 14 migrant species, and 10 resident species The number of fish varied from 1 to 445 individuals, in which Terapon jarbua (445 ind) was the most abundant, followed by Neovespicula depressifrons (70 ind). The dominant index (C) was 0.38 and the diversity index (H) was 1.65. The resident species were 120 individuals varying from 2 to 70 ind., and the most abundant was Neovespicula depressifrons (70 ind.). The dominant index (C) was 0.37 and the diversity index was 1.47.
Condition Factors and Length-Weight Relationships of Fifteen Important Fish Species in the Estuary of Manado Bay Indonesia Manu, Gaspar; Bataragoa, Nego E.; Mandagi, Stephanus V.; Dauhan, Dulce Maria; Sampe, Ayumi Angraini
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.51491

Abstract

This research aims to analyze condition factors and growth patterns of estuary fish in Manado Bay. Sampling was carried out at the river estuary in Manado Bay, the Pineleng River in Bahu, the Sario River estuary in Sario, the Tondano River estuary in Sindulang, and the Bailang River estuary in Tumumpa. Sampling was carried out in June and July 2023 in the new moon and full moon phases at each river mouth. The fishing gear uses a beach seine 20 m long with a net height of 2 m. Analysis of condition factors and growth patterns using a length-weight relationship approach. Fulton's Condition Factor: K=100W/L3 Where K is the condition factor, W is the weight of the fish and L is the length of the fish (total length). Relative condition factor: Kn=W/Ŵ, where W is the weight of the fish and Ŵ is the estimated weight of the fish from the analysis of the length-weight relationship. Allometric and isometric growth patterns with length-weight relationship analysis: W=aLb where W is the weight of the fish (g), L is the length of the fish (cm), a and b are constants. During the research, 43 fish species were obtained and 15 of them were classified as important species whose presence was ≥1% relative abundance. Fulton's K obtained ranged from 0.69-1.76, the lowest species was 0.69 Stolephorus commersonnii and the highest was 1.76 Neovespicula depressifrons. The Kn value obtained for almost all species was ≈ 1.0, except for Sillago sihama, which was much smaller, namely 0.77. The value of the constant b relationship between length and weight varied between 2.22 in Caranx ignobilis and 3.9 in Ambassis gymnocephalus. The growth pattern is isometric for six species, negative allometric for four species, and positive allometric for five species. Keywords: Species, condition, allomotric, isomatric. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk manganalisis factor kondisi dan pola pertumbuhan ikan muara sungai di Teluk Manado. Pengambilan sampel dilakukan pada muara sungai di teluk Manado, Sungai Pineleng di Bahu, muara Sungai Sario di Sario, muara Sungai Tondano di Sindulang dan muara Sungai Bailang di Tumumpa. Sampling dilakukan pada bulan Juni dan Juli fase bulan baru dan bulan purnama pada masing-masing muara sungai. Alat tangkap menggunakan pukat pantai panjang 20 m dengan tinggi jaring 2 m. Analisis faktor kondisi dan pola pertumbuhan dengan pendekatan hubungan panjang-berat. Fulton’s Condition Factor: K=100W/L3 Di mana K adalah fator kondisi, W berat ikan dan L panjang ikan (panjang total). Faktor kondisi relative: Kn=W/Ŵ, di mana W adalah berat ikan dan Ŵ adalah berat ikan yang diduga dari analisis hubungan panjang-berat. Pola pertumbuhan allometrik dan isometrik dengan analisis hubungan panjang-berat: W=aLb dimana W adalah berat ikan (g), L panjang ikan (cm), a dan b adalah konstanta. Selama penelitian diperoleh 43 speses ikan dan 15 diantaranya tergolong speses penting yang kehadirannya ≥1% kelimpahan relatif. Fulton’s K diperoleh berkisar antara 0,69-1,76 spesies terendah 0,69 Stolephorus commersonnii dan tertinggi 1,76 Neovespicula depressifrons. Kn diperoleh hampir seluruh spesies nilai ≈ 1,0 kecuali Sillago sihama jauh lebih kecil yakni 0,77. Nilai konstatnta b hubungan panjang berat berfariasi antara 2,22 pada Caranx ignobilis dan 3,9 pada Ambassis gymnocephalus. Pola pertumbuhan isometrik enam spesies, allometrik negatif empat spesies dan allometrik positif lima spesies. Kata Kunci: Spesies, kondisi, almotrik, isomatrik.