Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PERENCANAAN KAWASAN PARIWISATA DI KECAMATAN TOMOHON SELATAN Barambae, Yuliet Elviseni; Egam, Pingkan P.; Siregar, Frits O.P.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Tomohon Selatan memiliki empat jenis objek wisata yang menjadi daya tarik yaitu wisata alam Air Terjun Tumimperas, Hutan Pinus Lahendong, Danau Linow, Danau Tampusu. Berdasarkan laporan Akhir Rencana Induk Perencanaan Pariwisata Daerah (RIPPDA) Kota Tomohon objek wisata yang ada di Kecamatan Tomohon Selatan masih belum terpenuhi secara maksimal untuk ketersediaan prasarana dan sarana dalam menunjang suatu objek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ketersediaan prasarana-sarana diobjek wisata di Kecamatan Tomohon Selatan serta mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman diobjek wisata Kecamatan Tomohon Selatan metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan kuesioner secara langsung ke lokasi wisata, selanjutnya data dikelola menggunakan data primer dan sekunder, dan analisis SWOT hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase tertinggi dari ketersediaan prasarana dan sarana terdapat pada objek wisata Danau Linow dengan hasil 91%, kedua Hutan Pinus Lahendong 82%, ketiga Air Terjun Tumimperas 73%, dan keempat Danau Tampusu 69%.Kata Kunci: Perencanaan, Kawasan Pariwisata, Kecamatan Tomohon Selatan
KAJIAN DANAU POSO SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA BERBASIS MASYARAKAT Talimba, Vinanda Putri; Egam, Pingkan P.; Prijadi, Rachmad
SPASIAL Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Poso merupakan daerah destinasi yang sangat diminati karena mempunyai potensi sumber daya alam yang menjanjikan sehingga sangat menunjang kelangsungan hidup dan pertumbuhan kepariwisataan daerah yang secara kompetitif lebih unggul dibandingkan daerah lainnya, seperti terdapat beragam jenis tempat wisata yang berada di Kabupaten Poso. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting daya tarik wisata di kawasan Danau Poso, mengetahui bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan Danau Poso. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi eksisting daya tarik wisata di 4 lokasi objek wisata yaitu di Pantai Siuri, Padamarari, Taman Anggrek, dan Pantai Pasir Putih di kawasan Danau Poso yaitu pada umumnya merupakan kawasan wisata yang berpotensi untuk dikembangkan. Pada kawasan tersebut memiliki panorama dan pantai yang indah dengan keunikan yang khas pasir kuning keemasan dan warna airnya yang menunjukkan gradasi hijau dan berubah menjadi biru di tengahnya. Namun belum dikelola dengan baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Fasilitas wisata belum menunjang dan pada beberapa tempat wisata belum tersedia transportasi. Bentuk partisipasi masyarakat pada wisata Pantai Siuri, Padamarari, Taman Anggrek, dan Pantai Pasir Putih di kawasan Danau Poso, berdasarkan hasil analisis rata-rata masyarakat ikut terlibat, bentuk keterlibatan masyarakat yaitu ikut mempromosikan objek wisata melalui media elektronik media internet media lainya seperti mengadakan atau menyelenggarakan acara Festival Danau Poso, turut menjaga kebersihan dan pelestarian, pembuatan suvenir atau oleh-oleh khas daerah untuk menambah pendapatan masyarakat.                               Kata Kunci: Wisata, Berbasis Masyarakat, Danau Poso
EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL BERSEHATI TERHADAP TATA RUANG KOTA MANADO Bata, Aprisela Previa Petris; Egam, Pingkan P.; Makarau, Vicky H.
SPASIAL Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Bersehati merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Manado. Berdasarkan RTRW Kota Manado, Pasar Bersehati termasuk dalam pusat pelayanan kota meliputi pusat perdagangan dan jasa. Lokasi pasar strategis yaitu berada di pusat Kota Manado. Masalah yang sering terjadi seperti kemacetan, aksesibilitas, pengelolaan manajemen, fasilitas sarana prasarana, kondisi kenyamanan dan keamanan di lokasi pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi Pasar Tradisional Bersehati baik dari segi fisik maupun non fisik serta ingin mengetahui persepsi masyarakat berkaitan dengan eksistensi pasar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif (mixed method) dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa eksistensi Pasar Bersehati dapat melayani masyarakat yang ada di Kota Manado, tetapi lebih cenderung untuk masyarakat yang berada di bagian wilayah tengah dan utara Kota Manado, selain itu juga sebagai pasar yang memfasilitasi masyarakat yang berada di Kecamatan Bunaken Kepulauan. Berdasarkan SNI, ruang yang memenuhi standar 41% sedangkan 59% tidak memenuhi standar. Dalam aspek kenyamanan dan keamanan berdasarkan persepsi masyarakat menunjukkan bahwa nilai kenyamanan dan keamanan pada pasar tersebut tergolong kurang seperti dari segi kebersihan, penandaan sirkulasi papan nama zonasi, dan penjagaan pada lokasi Pasar Bersehati.Kata Kunci: Eksistensi, Pasar Tradisional Bersehati, SNI
ANALISIS ELEMEN WATER SENSITIVE URBAN DESIGN PADA PERUMAHAN TERENCANA (Studi Kasus: Griya Paniki Indah Manado) Purukan, Anggreny; Warouw, Fela; Egam, Pingkan P.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1, Maret Tahun 2018
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep pembangunan perumahan berkelanjutan dapat memberikan banyak keuntungan seperti adaptasi terhadap perubahan iklim, perlindungan terhadap bencana alam, dan lain-lain. Desain kawasan perumahan yang tidak mempertimbangkan perubahan iklim dapat mengakibatkan terjadinya bencana seperti banjir pada area tertentudalam kawasan. Hal ini terjadi pada kawasan perumahan terbesar di Kota Manado yakni Perumahan Griya Paniki Indah. Salah satu konsep perancangan infrastruktur ramah lingkungan pada kawasan perumahan berkelanjutan adalah water sensitive urban design. Untuk itu tujuan dilakukannya penelitian ini yakni menganalisis elemen WSUD yang dapat diterapkan pada perumahan terencana yakni di Perumahan Griya Paniki Indah. Penelitian ini menggunakan metode Mixed Method Research (MMR). Pada tahap pertama dilakukannya proses identifikasi karakteristik kawasan perumahan, selanjutnya dilakukan pembagian zona berdasarkan karakteristik kawasan. Tahap berikut dilakukan analisis karakteristik ruang terbuka. Pada tahap akhir dilakukan analisis elemen perencanaan WSUD yang dapat diterapkan pada perumahan Griya Paniki Indah. Hasil penelitian menunjukkan kawasan perumahan Griya Paniki Indah yang dibagi menjadi empat zona terdapat perbedaan dalam penerapan elemen WSUD. Berdasarkan empat perangkat desain WSUD yang terdiri dari dua puluh tiga elemen perencanaaan WSUD yang dapat diterapkan pada perumahan terencana, terdapat empat belas elemen perencanaan WSUD yang penting untuk diterapkan pada kawasan perumahan Griya Paniki Indah dalam rangka mencapai kawasan yang berkelanjutan.Kata-kunci : Berkelanjutan, Infrastruktur, Perumahan, Ramah Lingkungan, Water Sensitive Urban Design 
MEMORIAL PARK DI MANADO “FENG SHUI DALAM GUBAHAN BENTUK DAN RUANG ARSITEKTUR” Loho, Jonathan B.; Siregar, Frits O. P.; Egam, Pingkan P.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 No.1 Mei 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia akan mengalami siklus kehidupan, mulai dari lahir hingga meninggal, bukan hanya manusia yang hidup yang membutuhkan lahan, bahkan Manusia yang telah meninggal pun membutuhkan lahan sebagai tempat peristirahatan terakhir. Kondisi pemakaman yang ada sekarang ini khususnya di Kota Manado kurang mendapatkan perhatian, dilihat dari kondisi pemakaman yang bertumpuk tumpuk, kotor dan tak terawat mengakibatkan dibutuhkannya kompleks pemakaman yang dikelola secara profesional. Maka diperlukan adanya pemakaman yang berkonsep feng shui serta memiliki fasilitas fasilitas penunjang.Feng shui merupakan ilmu yang mempelajari tentang keseimbangan antara manusia dan lingkungan, feng shui sangat memperhatikan tata letak dan penyatuan antara seseorang dan aktifitas, bangunan sebagai tempat orang itu berada dan lingkungan disekitar bangunan.dengan memperhatikan elemen elemen feng shui seperti kayu, api, logam, air, tanah yang diterapkan melalui pencocokan elemen dengan aktifitas yang terjadi di dalam bangunan, sehingga terciptanya suatu area pemakaman yang memiliki konsep kembali ke alam dengan memperhatikan perancangan ruang luar sesuai dengan feng shui itu sendiri dan juga memperhatikan filosofi yang ada tentang pemakaman itu sendiri. Kata Kunci : Meninggal, Pemakaman, Feng Shui
FRAGMENTASI SERIAL VISION DALAM PEMBENTUKAN CITRA KAWASAN. Studi Kasus Koridor Jalan Pierre Tendean Sumayku, Andrew R.; Egam, Pingkan P.; Waani, Judy O.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melihat arah pengembangan kota Manado sebagai kota ekowisata yang berdaya saing tinggi mengacu dari Visi Kota Manado sebagai Kota Cerdas, lebih membuka peluang terhadap pengembangan berbagai fungsi dan aktifitas terutama pada kawasan reklamasi Boulevard On Bussiness. Koridor jalan Pierre Tendean berperan sebagai sumbu penghubung kawasan tersebut sudah diwarnai dengan berbagai macam fungsi dan aktifitas tercermin dari visualnya, citra kawasan pun dipertanyakan kejelasannya. Penelitian ini mengkaji kualitas visual dari koridor Jalan Pierre Tendean dengan menggunakan media teori serial vision menyangkut place dan content, untuk menentukan citra kawasannya. Dimana citra kawasan ditentukan dari kualitas visual dan untuk melihat visualisasi koridor diperlukan media serial vision untuk menyusun sequences. Untuk mempermudah dalam analisis, digunakan metode Fragmentasi terhadap visualisasi yang didapatkan, dimana data – data visual diurutkan dalam sequences dan dibagi dalam beberapa fragment. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif. Hasil Penelitian ini, menyimpulkan bahwa tingkat kualitas visual berdasarkan aspek legibility (pengenalan) terbesar ada pada kawasan koridor Manado Town Square, sementara citra kawasan koridor Jalan Pierre Tendean yaitu merupakan kawasan perniagaan dengan gaya arsitektur modern.   Kata kunci : Koridor, Citra Kawasan, Kualitas Visual
STASIUN TELEVISI TVM DI MANADO (REGIONALISME DALAM ARSITEKTUR) Pasuhuk, Lifiana; Egam, Pingkan P.; Prijadi, Rachmat
Jurnal Arsitektur DASENG Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 No.2 November 2015
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan arsitektur modern muncullah sebuah paham baru yang diperkiran berkembang sekitar tahun 1960, yaitu Regionalisme yang merupakan sebuah perhatian besar terhadap ciri kedaerahan. Menurut Suha Ozkan sendiri cirri utama regionalisme adalah menyatunya arsitektur tradisional dan arsitektur modern. Menurut William Curtis sendiri diharapkan dapat menghasilkan bangunan yang bersifat abadi, melebur atau menyatukan antara yang lama dan yang baru, antara regional dan universal. Pendekatan ini adalah salah satu kritik terhadap Arsitektur Modern yang memandang arsitektur pada dasarnya bersifat universal. Regionalisme Dalam Arsitektur pada Stasiun TV Swasta TVM di Manado merupakan salah satu wujud nyata dari peleburan antara arsitektur modern dan arsitektur tradisional. Selain itu, dengan penerapan tema tersebut tentunya dapat menambah nilai estetika dari desain bangunan. Tujuan dari penerapan Regionalisme Dalam Arsitektur yaitu untuk menunjang tujuan dari objek rancang. Sebagai stasiun tv tentu saja unsur modern sangat berkaitan erat tetapi sebagai representative daerah khususnya Manado unsur tradiosional juga tidak kalah pentingnya. Sehingga dengan upaya ini diharapkan agar unsur-unsur daerah dapat dikenal kembali oleh pemirsanya juga diharapkan bisa dikenal oleh seluruh pemirsa Indonesia. Dengan dihadirkannya desain Stasiun Televisi Swasta TVM ini diharapkan dapat menunjang kegiatan pertelevisian kota Manado yang ada ataupun dapat menjadi salah satu wadah bagi para pemuda dan pemudi Manado mengarahkan kekreatifitasan mereka. Selain dari penerapan Regionalisme Dalam Arsitektur sebagai tema perancangan dari Stasiun Televisi Swasta TVM di Manado, tentunya desain stasiun televisis secara keseluruhan harus sesuai dengan standar kenyamanan karena bangunan tersebut berhubungan langsung dengan individu-individu pengguna. Kata kunci : Regionalisme Dalam Arsitektur, Stasiun Televisi Swasta TVM
PERENCANAAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT PADA KAWASAN KHUSUS KONSERVASI PENYU DI DESA LAMANGGO KABUPATEN SITARO (STUDI KASUS : DESA LAMANGGO) Buangsampuhi, Ria; Egam, Pingkan P.; Takumansang, Esli D.
SPASIAL Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencaanaan Pariwisata berbasis masyarakat pada kawasan khusus konservasi penyu merupakan program Pelestarian sekaligus menjadi wadah pendidikan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari suatu pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi Potensi sumber daya lain serta mengetahui peran masyarakat terhadapat pariwisata yg ada. (2) Startegi perencanaan wisata kawasan penyu berbasis masyarakat di desa Lamanggo. Pariwisata di Kecamatan Biaro desa Lamanggo ini tergolong masih baru dan belum terekspos oleh wisatawan, karna pemerintahan daerah setempat masih dalam usaha Perencanaan pariwisata. Kecamatan Biaro menjadi salah satu destinasi pariwisata Kabupaten Sitaro. Desa Lamanggo khususnya Pantai Bira Menjadi lokasi Kawasan khusus Konservasi penyu. Penelitian ini menggunakan Metode Analisis SWOT . Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu : Empat (4) Potensi Pariwisata selain Kawasan Konsrvasi yaitu: (a).Pemandangan jalan Lamanggo, (b).Batu Kuda, (c).Spot Diving, (d).Gugusan Pulau-pulau. Strategi perencanaan dilakukan pengembangan Program yaitu : (A) Partisipasi masyara-kat melalui pariwisata, (B) Peningkatan kesadaran peran masyarakat, (C) Upaya pengelolaan wisata, (D) Pengembangan Kelembagaan.Kata kunci: Pariwisata, pariwisata berbasis masyarakat, konservasi, Konservasi penyu, desa Lamanggo
ANALISIS KAWASAN STRATEGIS SOSIAL BUDAYA DI KOTA MANADO Monoarfa, Alifa A.S.; Egam, Pingkan P; Tungka, Aristotulus E
SPASIAL Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan strategis sosial budaya merupakan kawasan dengan ciri khas dalam bidang sosial budaya yang mempunyai pengaruh penting terhadap perkembangan kota. Di Kota Manado, beberapa daerah masih mempertahankan budaya leluhurnya yaitu Suku Bantik. Suku Bantik terletak di kecamatan Malalayang. Masyarakat Suku Bantik memiliki ciri khas tersendiri dalam interaksi sosial. Tujuan dari penelitian ini ialah, untuk mendeskripsikan kondisi sosial budaya pada permukiman suku Bantik di Kecamatan Malalayang Kota Manado, dan untuk mengidentifikasi potensi permukiman Bantik di Kecamatan Malalayang sebagai kawasan strategis sosial budaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode analisis deskriptif kualitatif dan ArcGIS dalam pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suku Bantik masih memegang teguh adat istiadat dalam berinteraksi satu sama lain. Suku Bantik masih melestarikan beberapa peninggalan leluhur mereka. Warisan budaya Suku Bantik memiliki jejak fisik yang berpotensi di kawasan tersebut. Permukiman suku Bantik terdapat potensi alam berupa pemandangan pantai, yang jarang ditemukan di perkotaan. Oleh karena itu, potensi permukiman Suku Bantik tidak hanya potensi budaya, tetapi juga potensi alam yang perlu dikembangkan. Kata Kunci: Kawasan Strategis, Sosial Budaya, Suku Bantik, Malalayang
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KAWASAN MONUMEN DI MANADO Sumarandak, Marco E.N.; Tungka, Aristotulus E; Egam, Pingkan Peggy
SPASIAL Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persepsi merupakan bagian dari proses kehidupan yang pada setiap orang dengan cara membuat penilaian terhadap apa yang dilihat dan kemudian melakukan kegiatan berpikir untuk memutuskan apa yang akan dilakukan. Manusia merupakan individu yang dapat beradaptasi sehingga persepsi terhadap lingkungan akan mempengaruhi hubungan antara individu terhadap lingkungannya. Monumen adalah salah satu bangunan karya seni arsitektural pada suatu kawasan kota yang menarik untuk diteliti karena sebagai salah satu aset wisata, keberadaan monumen pada area ruang publik yang mudah dijangkau dapat menampilkan identitas kawasan kota Manado dan memberikan sensasi pada mata pengamat sehingga desain dari monumen dapat membentuk persepsi dari masyarakat. Tujuan yang hendak dicapai yaitu untuk menganalisa bagaimana persepsi masyarakat terhadap monumen dan karakter visual yang terdapat pada monumen Boboca, monumen God bless park dan monumen tugu Lilin. Prinsip - prinsip Gestalt yang sangat berpengaruh pada sensasi dan persepsi digunakan sebagai cara untuk menganalisis proses terbentuknya persepsi dari pengamat ketika berada di kawaan monumen. Pengamatan langsung dan menyebar kuisioner pada responden saat berada di lokasi monumen dilakukan untuk mengungkap persepsi dari masyarakat terhadap kawasan monumen di Manado. Kesimpulan yang diperoleh tentang persepsi masyarakat terhadap kawasan monumen di Manado yaitu sebagian besar responden menerima keberadaan monumen Boboca, monumen God bless park dan monumen Lilin atau adanya kecocokan antara lingkungan dengan keadaan individu saat berada dilokasi yang dipengaruhi oleh karakter visual dari masing- masing monumen dengan nilai yang berbeda - beda. Karakteristik ketiga monumen diperoleh sesuai hasil analisa elemen - elemen visual setiap monumen.Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Kawasan Monumen, Kota Manado