Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Permukiman Rawan Banjir Pendekatan Mitigasi Bencana Studi Kasus Kelurahan Ternate Tanjung Pantow, Megani R. N.; Warow, Fela; Egam, Pingkan P.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman bantaran sungai dijadikan tempat tinggal tanpa menghiraukan bahaya, status kepemilikan, permukiman terbentuk secara spontan. Banjir menjadikan rumah terendam, struktur tidak berfungi, tanda bahaya dan petunjuk evakuasi tidak diperbaiki menjadikan kualitas lingkungan terbangun mengalami kerusakan. Kualitas perlu di identifikasi menggunakan evaluasi kualitas lingkungan bangunan untuk mengetahui kondisi dan upaya melalui pendekatan mitigasi. Metode perencanaan banjir didukung peraturan. Metode kualitatif menemukan pola hubungan, teori ataupun menggambarkan realita. Teori dapat berperan sebagai perspektif melalui pernyataan, dengan pendekatan etnografi menyelidiki suatu pemukiman, pemilihan purposive sampling atau metode tak acak bertitik tolak penilaian peneliti yang benar dan representative serta diketahui sifat tujuan juga permasalahan. Lokasi memiliki karakteristik sosial gotong royong, tiga lingkungan pemekaran memiliki topografi berombak bergelombang. Pola permukiman mengikuti sungai dan ruang kota tersedia di lokasi Kelurahan Ternate Tanjung. Permukiman memiliki konstruksi umumnya menggunakan bahan beton dan atap seng, warna rumah mengikuti keinginan pemilik. Variabel kekuatan struktur lahan, struktur fisik bangunan, ketersediaan prasarana, sarana, dan utilitas serta variabel pembangunan diidentifikasi lebih lanjut. Kekuatan struktur lahan memiliki kontur merupakan potensi dapat disiasati pembangunan talud, struktur fisik bangunan menggunakan strategi menaikan dasar rumah, ketersediaan prasarana, sarana dan utilitas pada lokasi evakuasi tidak memiliki tanda penunjuk lokasi, jaringan jalan perlu perbaikan, drainase perlu pembersihan, peralatan peringatan dini tidak berfungsi serta tempat sampah perlu diadakan. Mitigasi bencana berdasarkan lokasi banjir perlu pembangunan baru, perawatan bersama masyarakat dan pemerintah sebab kualitas mitigasi perlu ditingkatkan. Upaya mitigasi yang dilakukan telah ada tanpa perawatan, renovasi, rehabilitas dan penggantian baru tidak akan berjalan sesuai dengan perencanaan mengurangi resiko banjir. Kata-kunci: Permukiman, banjir, mitigasi, pembangunan
Kajian Akustik Bangunan Antara Gedung Gereja dan Lingkungan Sekitar di Kota Manado Manganguwi, Ronald F.; Sangkertadi, .; Egam, Pingkan P.
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol 6, No 1 (2021): Volume 6 Nomor 1, Maret 2021
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Letak dari bangunan gereja yang ada di sepanjang jalan dengan volume lalu lintas padat, diperhadapkan dengan masalah kebisingan yang tidak bisa dihindari. Paparan langsung akan sangat dirasakan secara konstan akibat dari kebisingan jalan raya. Kebisingan telah dianggap sebagai polusi lingkungan yang mengganggu kesehatan dan kenyamanan. Dua buah Gereja di Manado sebagai kasus dalam studi ini dirancang dengan penyesuaian terhadap iklim tropis, dimana menempatkan sejumlah bukaan ventilasi dan jendela cukup lebar pada selubung dinding. Namun ada konsekuensi terjadinya aliran kebisingan yang mengganggu melalui transmisi langsung dari bunyi yang dihasilkan oleh sumber bunyi dari luar kedalam bangunan dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan besarnya nilai reduksi bunyi karena faktor arsitektur selubung dan posisinya pada tapak. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Telah dilakukan pengukuran lapangan mengenai distribusi bunyi dari ruang dalam hingga ruang luar dan sebaliknya. Peralatan yang di gunakan adalah Sound Level Meter. Sumber bunyi yang konstan namun divariasikan setiap 10 dB mulai dari 60 hingga 100 dB telah diterapkan, baik untuk kasus sumber bunyi didalam ruang maupun di luar Gedung. Studi ini juga menggunakan sofware ISIMPA sebagai alat analisis untuk mengetahui sebaran bunyi secara spasial 2 dimensi. Hasilnya menunjukkan bahwa pengurangan bising dapat mencapai sekitar 7 sd 30 dB karena didukung factor jarak antara sumber bunyi dan pendengar sekitar 18 m. Namun factor arsitektur selubung bangunan dengan ventilasi dan jendela terbuka, hanya memberi konstribusi pengurangan bising yang kecil yakni sekitar angka 2 sd 3 dB saja.Kata-kunci: Akustik Gereja, Selubung Bangunan, Pengurangan Bising
PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI KECAMATAN KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Junus, Alan Yehezkiel Langi; Syafriny, Reny; Egam, Pingkan P
SPASIAL Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research focuses on the community around the tourist attraction in Kema District, namely in Kema II Village, Kema III Village, and Makalisung Village. The method approach used is descriptive quantitative analysis, as well as the measuring tool used, namely the application of the SPSS (Statistical Package for the Scientists) version 25 program. The objectives, theories and analysis used are to identify the social characteristics of the community (Slamet, 1993), the forms of community participation (Dusseldorp, 1981), as well as the level of community participation (Sherry Arnstein, 1969), using analysis a frequency distribution. Then the analysis was crosstabs used to compare the number of people's participation in the first and second research objectives. The results of this study indicate that, community participation begins with the social characteristics of the community (gender, age, job level, type of work, and income level). This makes the difference between each individual characteristic that a person has in participating in community participation. Nevertheless, the community still tries and cooperates in carrying out its role in the activities of its forms of participation, without limiting the differences of each person's individual characteristics. The community's activeness in participating in activities shows that the community cares about a series of activities organized by the village government and is willing to be invited to cooperate, in order to improve and develop their village. This can be seen from the fairly good number of community participation, as well as the voluntary involvement of the community. The level of community participation, Kema II and Kema III villages are at thelevel Consultation, Makalisung Village is at thelevel Informing. Keywords: Levels and Forms of Community Participation, Tourism Object Development
Adaptasi Komunitas Nelayan Kecamatan Tuminting Terhadap Pembangunan Jalan Boulevard Dua Kota Manado : Adaptation of Fisherman Community in Tuminting Distric to the Development of Jalan Boulevard Dua Manado City Lerah, Sustri Novita; Waani, Judy O.; Egam, Pingkan P.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 11 No. 2 (2022): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v11i2.45995

Abstract

Abstrak Kecamatan Tuminting sebagai salah satu wilayah administrasi di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara.Pembangunan Jalan Boulevard Dua yang terletak di sepanjang pesisir utara Kota Manado tersebut terletak di Kecamatan Tuminting dengan mayoritas bermata pencaharian para warga yaitu nelayan. Nelayan Kecamatan Tuminting dengan komunitas yang terdiri dari 10 anggota. Riset berikut mempunyai tujuan guna pengidentifikasian perubahan lahan dalam Jalan Boulevard Dua dan mengukur tingkat adaptasi masyarakat nelayan terhadap perubahan guna lahan sebab adanya Jalan Boulevard Dua Kota Manado dengan mempergunakan metode deskriptif kuantitatif, serta mempergunakan teknik menganalisis overlay atau tumpang susun dalam sistem informasi geografis (sig). Landasan teori dalam penelitian ini adalah Teori Tingkat Adaptasi yang di kemukakan oleh Wohlwill (1974). Mengacu pada hasil riset yang diselenggarakan, diperoleh yakni fungsi lahan di sekitar Jalan Boulevard Dua Kota Manado sebelumnya adalah pesisir pantai dengan rumah – rumah tinggal masayarakat nelayan dan setelah adanya Jalan Boulevard Dua masyarakat nelayan mulai beradaptasi dengan adanya Jalan Bouleavrd Dua dengan mengambil potensi dari Jalan Boulevard Dua seperti terdapat tambatan perahu, menjual hasil tangkap di sekitar Jalan Boulevard Dua dan rumah yang terlindung dari ombak pasang. Kata kunci: Perubahan guna lahan, Komunitas Masyarakat Nelayan, Adaptasi Masyarakat Nelayan. Abstract Tuminting sub-district is one of the administrative areas in Manado City, North Sulawesi Province.The construction of the Boulevard Dua road, which is located along the north coast of the city of Manado, is located in the Tuminting sub-district where most of the residents livehoods are fishermen.Tuminting sub-district fishermen with the communities consisting of ten members. The study aims to identify changes in land use on Boulevard Dua road and measure the level of adaptation of fishing communities to changes in land use due to the existence of Boulevard Dua road in Manado City by using quantitative descriptive methods and using overlay analysis.The theoretical basis in this study is the level of adaptation theory proposed by Wohlwill (1974) . Based on the result of the research conducted, it was found that the function of the land around the Boulevard Dua of the Manado City before was the coast with fishing community houses and after the Boulevard Dua road the fishing communities began to adapt to the existence of Boulevard Dua road by taking the potential of Boulevard Dua such as there are boat moorings,selling catches around Boulevard Dua road and houses protected from tidal waves. Keyword: Land use change, Fishing community, Adaptation of fishing communities.
Persepsi Pengguna Pedestrian di Koridor Jalan Pierre Tendean dan Jalan Sam Ratulangi Arif, Nugrah Rhisandy; Egam, Pingkan Peggy; Prijadi, Rachmat
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i1.56744

Abstract

Jalan Pierre Tendean and Jalan Sam Ratulangi are the main roads in Manado City which are classified as primary arterial roads in Manado City. Due to the status of these two roads, quite a few pedestrians pass through the pedestrian paths on both roads. This research aims to identify the condition of pedestrian paths on Jalan Pierre Tendean and JalanSam Ratulangi and to determine the perceptions of pedestrians who use pedestrian path facilities on these two road corridors. To determine the perceptions of pedestrians who pass this road, a questionnaire was used which was distributed to respondents and measured using a Likert scale. To differentiate the condition of pedestrian paths, researchers divided the two roads into five segments. Based on the research results, the best pedestrian conditions were found in Segments I and II on Jalan Pierre Tendean and from the research results, good scores were in Segments I and II, while Segments III, IV and V received quite good scores.
Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Kecamatan Wori Kabupaten MInahasa Utara Manginsela, Meyka Prayanti; Egam, Pingkan Peggy; Sondakh, Julianus
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i1.56745

Abstract

Mangrove forests are an ecosystem that has a very important function for the environment. Wori District has several areas that have mangrove forests, namely the villages of Tiwoho, Wori, Kima Bajo, Minaesa, Budo, Darunu, Bulo, Pontoh, Lansa, Lantung, Kulu, Mantehage and Nain . Of the several villages in Wori District, Tiwoho Village and Wori Village are included in the conservation area managed by the Bunaken National Park Office. The management of the mangrove forests in Wori District is not yet running completely well, therefore community participation is very necessary in managing the mangrove forest areas. This research aims to determine the form of community participation in mangrove forest management and to determine the level of community participation in mangrove forest management. This research uses qualitative methods with data collection carried out through direct observation, interviews and documentation. The data obtained was then analyzed using Cohen and Uphouff's theory and Arnstein's theory, to see the extent of involvement in the form and level of community participation in mangrove forest management. The results show that community participation is at low and high levels of participation which are included in the categories of therapy, reassurance, partnership, delegation and community control. Mangrove forest management requires the involvement of various parties in the form of planning, implementation, utilization and evaluation to encourage increased community participation in mangrove forest management. Keywords: Community Participation, Management, Mangrove Forests
Pendekatan Tourism Business District Pada Pengembangan Kawasan Pariwisata Terpadu Di Kota Tomohon Rantung, Alsa Margareth; Egam, Pingkan Peggy; Tarore, Raymond
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 1 (2024): Vol 9, No 1 (2024): Volume 9 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i1.56746

Abstract

Tourism is one of the fastest growing sectors of the economy and has an impact on various other sectors. Tourismdevelopment links all components into an integrated tourism plan. Tomohon City is an area where community activitiesare concentrated by concentrating services and developed into a tourist destination connected to the function of thecity's business center. So that tourism is presented along with the attractiveness of the city and its landscape. Thepurpose of this research is to identify factors that influence tourism development and map the category of tourist areasthrough the Tourism Business District (TBD) concept approach with qualitative descriptive research methods. Based onthe results of the study, it was found that there are four factors that influence tourism development: public infrastructure,public facilities, tourism facilities and accessibility that have an impact on the carrying capacity of tourist attractions. Thisresults in four categories of tourism potential, there are 10 very high potential tourism, 9 high potential tourism, 12medium potential tourism, and 12 low potential tourism. Based on the results of the analysis, there are 5 zones with 4categories of tourism district, first artificial, religious and historical based tourism district divided into 2 zones in theTomohon Highway corridor, the second is artificial and history based tourism district in West Tomohon, the third isartificial and nature based tourism district in East Tomohon, and fourth agrotourism and artificial based tourism district inNorth Tomohon. Keywords : Tourism Business District Concept, Tomohon City, Tourism
WISATA EDUKASI ALAM di LIKUPANG: Design With Nature Jacobus, Axel D.; Egam, Pingkan P.; Tarore, Raymond D. Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wisata edukasi adalah bentuk aktivitas yang bertujuan untuk memberikan pengalaman pembelajaran secara langsung kepada pengunjung melalui kunjungan ke lokasi-lokasi wisata tertentu. Selain berfungsi sebagai sarana hiburan dan rekreasi, wisata edukasi dirancang untuk mengedepankan aspek edukatif, sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam atau fasilitas yang ada, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai topik, seperti sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, dan lingkungan. Dengan adanya wisata edukasi, sektor pariwisata daerah bisa berkembang, sekaligus menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Dalam konteks ini, desain objek wisata edukasi alam diharapkan bisa menggabungkan elemen rekreasi dan hiburan dengan pembelajaran dan peningkatan kesadaran lingkungan. Konsep "design with nature" menjadi pedoman utama dalam perancangan, yang berupaya menciptakan harmoni antara bangunan dan alam sekitarnya. Prinsip ini menekankan pada penggunaan material alami, meminimalkan dampak terhadap ekosistem, dan mengintegrasikan fitur-fitur yang mendukung keberlanjutan. Desain dengan pendekatan ini mendorong interaksi yang lebih dekat antara pengunjung dan alam, memungkinkan mereka untuk belajar tentang keanekaragaman hayati, konservasi, dan cara hidup yang ramah lingkungan. Dengan demikian, objek wisata edukasi alam dapat menjadi katalisator bagi kesadaran lingkungan dan memiliki dampak positif terhadap pelestarian alam. Kata Kunci : Likupang, Wisata edukasi, Design with Nature
Coping Strategi Masyarakat Di Kawasan Rawan Banjir Kota Manado Demotekay, Selfi Joisefien; Waani, Judy O.; Egam, Pingkan P.
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.56016

Abstract

Abstrak Strategi coping masyarakat merupakan respon yang dapat dilakukan oleh masyarakat setempat terhadap perubahan lingkungan terhadap bencana yang dihadapi oleh karena itu, Bencana banjir tidak hanya mengakibat kerusakan bangunan dan sarana prasarana umum, tetapi terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Berdasarkan BPBD Kota Manado, terdapat banyak bencana salah satunya banjir yang menyebabkan kerugian harta benda, jiwa, dan rumah-rumah warga yang terendam air dan kerangka bangunan dibeberapa kelurahan pada Kota Manado. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui sebaran wilayah rawan banjir di Kota Manado dan tingkat strategi coping masyarakat diwilayah rawan banjir Kota Manado. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif-kuantitatif Likert untuk mengetahui strategi coping pada setiap variabel dan secara spasial untuk menghasilkan peta terkait sebaran wilayah rawan banjir dan strategi coping masyarakat diwilayah rawan banjir. Hasil dari analisis tersebut dapat menunjukkan daerah-daerah yang menerapkan strategi penanggulangan pada wilayah sebaran tempat yang rentan terhadap banjir pada Kecamatan Tuminting dan Kecamatan Bunaken di Kota Manado serta sikap masyarakat sebelum bencana, selama bencana dan sesudah banjir berdasarkan aspek ekonomi, sosial dan aspek kulturan. Kata Kunci: Coping Strategi, Rawan Banjir, Kota Manado Abstract Coping strategies are one of the responses that local communities implement to the environmental changes and disasters they face. Therefore, floods not only inflict physical harm on public buildings and infrastructure, but also disrupt the social and economic activities of the community. According to the Manado City BPBD, numerous disasters, including floods, have occurred, resulting in the loss of property, lives and homes of residents, as well as the flooding of structures in several sub-districts of Manado City.The objective of this research is to identify the distribution of flood-prone areas in Manado City and to assess community coping strategies in these areas. A descriptive-quantitative Likert analytical method is used to determine the coping strategies for each variable and a spatial approach is used to develop maps showing the distribution of flood-prone areas and the coping strategies of communities in these areas. The results of this analysis can show areas that implement mitigation strategies in areas that are vulnerable flooding in Tuminting District and Bunaken District in Manado City, as well as community attitudes before the disaster, during the disaster, and after the flood based on economic, social, and cultural aspects. Keywords: Coping Strategy, Flood Prone, Manado City
Analisis Kenyamanan Pejalan Kaki di Pedestrian Pasar 45 Kota Manado Andaki, Jordan; Egam, Pingkan Peggy; Malik, Andy
Fraktal : Jurnal Arsitektur, Kota dan Sains Vol. 9 No. 2 (2024): Vol 9, No 2 (2024): Volume 9 Nomor 2, November 2024
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/fraktal.v9i2.59127

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat kenyamanan ruang pejalan kaki di Kawasan Pasar 45 Kota Manado.Penelitian ini difokuskan pada tanggapan pengguna terhadap standar dan juga teori tentang fasilitas pejalan kaki yangsesuai, bersahabat dan mendukung mobilitas yang lancar bagi pengguna jalan. Penelitian menggunakan pendekatan emancipator research. Seluruh informan pada tahap pengumpulan data diposisikan sebagai subjek penelitian, bukanobjek penelitian. Kajian tingkat kenyamanan digunakan mix method, yaitu menggabungkan metode kuantitatif dankualitatif. Analisis data digunakan skala penilaian khusus untuk tingkat kenyamanan, yaitu 1,00–1,75 (sangat tidaknyaman); 1,76 – 2,50 (tidak nyaman); 2,51 – 3,25 (cukup nyaman); dan 3,26 – 4,00 (nyaman). Berdasarkan hasilpenelitian dapat ditarik kesimpulan, yaitu: 1) Pedestrian di Kawasan Pasar 45 Kota Manado secara umum belummemenuhi standar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan; dan 2) rata-rata penilaian kenyamanan jalurpedestrian pada 4 segmen untuk wujud konstruksi=2,36; tekstur=2,42 ; dimensi=2,23; street furniture (pohon)=2,22;dan faktor eksternal=1,86. Semua nilai ini termasuk pada kategori tidak nyaman. Kata kunci: kawasan pasar, pejalan kaki, perilaku, kenyamanan
Co-Authors . Sangkertadi Adrian Sembor, Adrian Amanda S. Sembel Andaki, Jordan Andrew R. Sumayku, Andrew R. Andy Malik Anggreny Purukan Anthonius N. Tandali Arif, Nugrah Rhisandy Aristotulus E Tungka, Aristotulus E Badu, Risnawati Barambae, Yuliet Elviseni Bata, Aprisela Previa Petris Bella, Tirsani Buangsampuhi, Ria Buangsampuhi, Ria Calfin Daniel Pilok, Calfin Daniel Cynthia E. V. Wuisang, Cynthia E. V. Datu, Novianti R. Deddy Erdiono Demotekay, Selfi Joisefien Desty Rara Retna Kalude Eldija, Fadillah D. Esli D Takumansang Esli D. Takumansang Eunike L. Tombokan Fela Warouw Ferdine, Debora Frits O. P. Siregar Frits O.P. Siregar Gontung, Anatasya T. Hanny Poli Hartono, Gabrielle D. A. Hendriek H. Karongkong Ingerid L. Moniaga Jacobus, Axel D. Janalgi, Lardnejho Jefrey I. Kindangen Judy O. Waani Junus, Alan Yehezkiel Langi Leidy M. Rompas Lerah, Sustri Novita Lifiana Pasuhuk, Lifiana Linda Tondobala Loho, Jonathan B. Mandak, Michael B. Manganguwi, Ronald F. Manginsela, Meyka Prayanti Michael M Rengkung, Michael M Michael Moldy Rengkung Moniaga, Virgino S. Monoarfa, Alifa A.S. Muntiaha, Grety I. J. Najoan, Stephanie J. Nani, Sry Devita Ontorael, Giska D. Pangau, Christania M. Pangau, Debora Sara Pangau, Debora Sara Pantow, Megani R. N. Pengan, Ardanny Prijadi, Rachmad Purukan, Meldrick A. G. Rachmat Prijadi Rantung, Alsa Margareth Raymond Ch. Tarore Raymond D. Ch. Tarore Reny Syafriny Rieneke L Sela, Rieneke L Rombon, Orlando R. Rompas, Leidy Magrid Roosje J. Poluan Siregar, Frits O.P Solang, Steven Sondakh, Julianus Sonny Tilaar Sumarandak, Marco E.N. Surentu, Mutiara L. Talimba, Vinanda Putri Tarore, Raymond Thambas, Arthur Harris Tiara Putri Ananta Poli, Tiara Putri Ananta Tumangkeng, Richy F. Veronica A Kumurur, Veronica A Veronica A. Kumurur Vicky H. Makarau Warow, Fela Windi D. Loho, Windi D. Yusran Pauwah