Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE UNTUK MEMUDAHKAN GURU DALAM PENYAMPAIAN MATERI DALAM PEMBELAJARAN Paulus Haniko; Riri Mayliza; Suriati Lubis; Baso Intang Sappaile; Siti Aisyah Hanim; Baiq Fina Farlina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk menjelajahi pemanfaatan media pembelajaran online dalam meningkatkan efektivitas penyampaian materi pembelajaran oleh guru kepada siswa. Dalam kondisi pendidikan yang terus berkembang, guru sering menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi secara efektif dan menarik bagi siswa. Pemanfaatan media pembelajaran online menjadi solusi yang dapat diadopsi untuk mengatasi tantangan ini. Melalui kegiatan ini, kami menyelenggarakan pelatihan daring melalui aplikasi Zoom pada bulan Maret 2023. Peserta kegiatan terdiri dari 65 guru dari seluruh Indonesia. Metode pelaksanaan melibatkan presentasi, diskusi, dan sesi praktis yang mengeksplorasi berbagai platform dan fitur media pembelajaran online. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran online memberikan potensi besar dalam memfasilitasi guru dalam penyampaian materi pembelajaran. Dalam era digital yang semakin maju, media pembelajaran online memberikan keuntungan seperti fleksibilitas waktu dan tempat, aksesibilitas yang lebih luas, serta penggunaan multimedia yang interaktif dan menarik bagi siswa. Selain itu, penggunaan media pembelajaran online juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan hasil belajar mereka. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman, strategi, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan media pembelajaran online. Dalam mengadopsi teknologi ini, penting untuk mempertimbangkan aksesibilitas yang merata bagi semua siswa, keberagaman gaya belajar siswa, dan peningkatan kolaborasi antar guru.
PELATIHAN PENYUSUNAN ARTIKEL ILMIAH TERINDEKS SINTA Ramdhan Kurniawan; Jekmal Malau; Eka Melati; Nofirman Nofirman; Ari Purwanti; Siti Aisyah Hanim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah pelatihan penyusunan artikel ilmiah terindeks SINTA. Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui aplikasi Zoom pada tanggal 20 Maret 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 33 peserta dari berbagai kalangan seperti guru, mahasiswa, dan dosen. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta dalam penyusunan artikel ilmiah yang berkualitas dan dapat diindeks pada SINTA. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sesi presentasi, diskusi interaktif, dan penugasan individu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta terkait penyusunan artikel ilmiah terindeks SINTA. Peserta berhasil mengembangkan kemampuan dalam menyusun argumen yang jelas, menggunakan gaya penulisan akademik, dan mengidentifikasi jurnal terindeks SINTA yang relevan. Kegiatan ini memberikan manfaat yang positif dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat melalui publikasi ilmiah yang relevan dan bermutu.
COLLABORATIVE MANAJEMENT DALAM PELAKSANAAN HUKUM JINAYAT DI KOTA LHOKSEUMAWE Ahmad Yani; Nazaruddin Nazaruddin; Arinanda Arinanda; Ti Aisyah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 4, No 1 (2023): Dinamika Sosial Pada Masyarakat
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v4i1.10972

Abstract

The emergence of polemics at the level of thought of young intellectuals is a reality that is positive enough for people's intelligence to understand. Not to mention that since the implementation of Qanun Jinayat Number 6 in 2014 there have been no good results, there are still hundreds of violators/years, this proves that the implementation of Qanun Jinayat in the city of Lhokseumawe has not been successful. Chaos Theory regarding the Butterfly Effect. based on this theory does not rule out the possibility that in the future the Province of Aceh, especially the youth, will lose their identity as Acehnese people because social problems today cannot be resolved by the government, the government is not serious about involving other stakeholders, it is necessary to have a collaborative manager in implementing the Qanun Jinayat. have an impact on the future. Based on these conditions, the researcher here wants to take the first step to anticipate potential problems in the future because Jinayat Law is a form of resistance to the era of globalization which can eliminate the identity of a region or country.Munculnya polemik di level pemikiran para intelektual muda merupakan realitas yang cukup positif bagi pencerdasan masyarakat untuk memahami. Belum lagi semenjak di implementasikan Qanun Jinayat Nomor 6 tahun 2014 belum ada hasil yang baik masih terdapat pelanggar dalam jumlah ratusan/tahun, ini membuktikan bahwa implementasi Qanun Jinayat pada kota lhokseumawe belum berhasil. Chaos Theory mengenai Butterfly Effect. berdasarkan teori tersebut tidak menutup kemungkinan di masa mendatang Provinsi Aceh terkhususnya muda-mudi akan kehilangan identitasnya sebagai masyarakat Aceh, sebab permasalahan sosial dewasa ini tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah, ketidak seriusan pemerintah dalam  melibatkan stateholder lain, maka diperlukan  collaborative managent dalam menjalankan Qanun Jinayat akan berdampak pada masa mendatang. Berdasarkan kondisi tersebut disini peneliti ingin mengambil langkah awal untuk mengantisipasi potensi masalah di masa yang akan datang dikarenakan Hukum Jinayat merupakan wujud Resistance terhadap era globalisasi yang dapat menghilangkan identitas sebuah daerah maupun negara.
EMPOWERMENT OF SALTED FISH PROCESSING BUSINESS IN INCREASING COMMUNITY INCOME IN LHOKSEUMAWE CITY Ti Aisyah; Murniati Murniati; Ahmad Yani; Muhammad Hasyem; Arinanda Arinanda
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Malikussaleh (JSPM) Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : FISIP Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jspm.v4i2.11754

Abstract

Empowerment is essential for the salted fish processing community in Gampong Ujung Blang. Because the salted fish processing business is one of the main livelihoods of the Ujung Blang Gampong coastal community. The powerlessness of the community whose main livelihood is in the salted fish processing business with weaknesses in various aspects, both knowledge is still carried out in traditional Processing, skills are still limited, availability of infrastructure is still limited, capital is limited, and productivity results are still narrow, only enough to be marketed to local communities. The research focuses on empowering Salted Fish Processing Businesses to increase the Income of Gampong Ujung Blang Communities, Lhokseumawe City. The study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques by observation, interviews, and documentation. The data analysis technique was carried out by an interactive model: data reduction, data display, verification, and conclusion. The research results on empowering salted fish processing businesses in Ujung Blang village have been carried out by the Maritime Affairs and Fisheries Service of Lhokseumawe City through financial assistance, infrastructure assistance, and training. However, they are still constrained and unsustainable, yet to be evenly distributed among the community. The salted fish processing business which the people of Ujung Blang village occupy has yet to be able to increase Income because each salted fish processing production is limited with a limited workforce (5 people). With erratic wages with an average worker wage of Rp. 50,000/day. Meanwhile, the Income from the owner of the salted fish processing business is around Rp. 5 million/month is only enough for daily needs and business capital playback because capital and production are still low and marketing is limited (local area).Pemberdayaan penting dilakukan kepada masyarakat pengolahan ikan asin Gampong Ujung Blang. dikarenakan  usaha pengolahan ikan asin merupakan salah satu pencaharian utama masyarakat pesisir gampong Ujung Blang. Ketidak berdayaan masyarakat yang pencaharian utamanya bidang usaha pengolahan ikan asin dengan kelemahannya pada berbagai aspek baik pengetahuannya masih dilakukan proses pengolahan secara tradisional, ketrampilan masih terbatas, ketersediaan sarana prasarana masih terbatas, modal terbatas, dan hasil produktivitasnya masih terbatas hanya cukup dipasarkan untuk masyarakat lokal. Fokus penelitian bagaimana Pemberdayaan Usaha Pengolahan Ikan Asin Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat  Gampong Ujung Blang Kota Lhokseumawe. Metode penelitian dengan menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif dengan Tehnik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.   Tehnik analisis data dilakukan model interaktif yaitu reduksi data penyajian data (data display) verifikasi serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pemberdayaan usaha pengolahan ikan asin di gampong Ujung Blang telah dilakukan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Lhokseumawe dalam bentuk bantuan dana, bantuan sarana prasarana dan pelatihan namun masih sangat terbatas dan tidak berkelanjutan, belum merata kepada masyarakat. Usaha pengolahan ikan asin yang ditekuni mayarakat gampong Ujung Blang belum dapat meningkatkan pendapatan karena hasil produksi pengolahan ikan asin masing terbatas dengan penggunaan tenaga kerja yang terbatas (5 orang). Dengan upah yang tiidak menentu dengan upah pekerja rata-rata  Rp. 50.000/hari. Sedangkan Pendapatan dari pemilik usaha pengolahan ikan asin berkisar Rp. 5 juta/bulan hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk pemutaran modal usaha, dikarena modal dan produksi masih rendah dan pemasaran yang terbatas (wilayah lokal).
The Effect of Organizational Culture and Communication Skills on Administrative Performance in Higher Education Institutions in East Java Mohamad Sudi; Ivon Arisanti; Siti Aisyah Hanim; Ridwan Sya’rani; Kusuma Agdhi Rahwana
West Science Interdisciplinary Studies Vol. 2 No. 02 (2024): West Science Interdisciplinary Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsis.v2i02.673

Abstract

This research investigates the impact of organizational culture and communication skills on administrative performance in higher education institutions in East Java. Utilizing a quantitative approach with a sample of 250 administrative staff, the study employs Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS) to analyze the relationships among these key variables. The measurement model assessment confirms the reliability and validity of the constructs, while the structural model reveals significant and positive effects of both organizational culture and communication skills on administrative performance. The findings highlight the importance of fostering a positive organizational culture and enhancing communication skills to optimize administrative efficiency. The study contributes valuable insights to the field of higher education administration and offers practical recommendations for institutions seeking to improve their administrative practices.
Collaborative Governance in Environmental Management for Climate Change Mitigation in Rayeuk Kareung Village, North Aceh Putri Mandasari; Ferizaldi; Ti Aisyah; Muhammad Hasyem; Maryam
Jurnal Transparansi Publik (JTP) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Transparansi Publik (JTP) - November 2025
Publisher : Program Magister Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jtp.v5i2.25236

Abstract

The issue of environmental governance is a critical urgency as it directly impacts the sustainability of human life. The collaboration among stakeholders requires attention to assess whether it is functioning effectively or not, in order to mitigate environmental governance challenges. This study aims to examine the processes and obstacles encountered in the collaboration between the government and non-governmental organizations in environmental governance in Gampong Rayeuk Kareung and various related stakeholders in Lhokseumawe City. A qualitative descriptive approach is employed, utilizing in-depth interviews, observations, and documentation as data collection methods, followed by data management, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that cross-sectoral collaboration has successfully increased environmental awareness among the community, reduced surface water pooling, and met water needs through eco-friendly technologies such as biopore infiltration holes and rainwater harvesting systems. The program's sustainability is supported by the local institution "Iserap," which enhances the community’s sense of ownership and ensures the continuity of the initiative. However, challenges persist in three key aspects: cultural, institutional, and political. Low collective awareness, lack of coordination between institutions, limited technical capacity, and local political dynamics are the primary factors hindering the effectiveness of the collaboration.
PRIVATE SPREADING TRAINING (PUBLIC SPEAKING) FOR MAN 1 MEDAN OSIS MANAGERS Siti Aisyah Hanim
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 1 No. 3 (2021): Desember: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v1i3.106

Abstract

Pelatihan berbicara di depan umum (Public Speaking) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan publik speaking pengurus Osis MAN 1 Medan, sebagai keterampilan yang dibutuhkan sebuah organisasi di sekolah. Public Speaking merupakan kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan dihadapan banyak orang dengan tujuan menyampaikan suatu informasi dengan jelas, efisien, dan dapat mudah diterima oleh pendengarnya. Public Speaking dapat berupa pidato, presentasi, ceramah, dan sebagainya. Berbicara di depan umum atau Public Speaking menjadi salah satu keterampilan yang berperan dalam pengembangan diri seorang. Tidak semua orang dapat melakukan Public Speaking dengan baik, akan tetapi keterampilan ini bisa dipelajari dan dikuasai dengan belajar dan berlatih secara terus menerus. Menjadi seorang Public Speaker perlu memperhatikan beberapa hal agar penyampaian pesan atau informasi dapat dilakukan dengan efektif. Pemateri dalam pelatihan ini menggunakan metode ceramah, dilengkapi slide presentasi dalam menyajikan materi tentang public speaking. Pelatihan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan praktik agar semua peserta pelatihan memahami dengan baik semua teori yang telah didapatkan. Materi dibagi menjadi tiga sesi, mulai dari pembahasan masalah-masalah Public Speaking, unsur-unsur dalam Public Speaking, hingga teknik menyajikan slide presentasi yang efektif. Pengurus Osis MAN 1 Medan mampu memahami materi yang dipelajari selama pelatihan. Hal ini terlihat pada sesi praktik, dimana peserta pelatihan menunjukkan perubahan yang signifikan dalam mengawali pembicaraan, memanfaatkan bahasa tubuh dalam berbicara hingga mengakhiri penampilan dengan cukup baik.
Evaluation of the Implementation of the Stunting Management Program in Pusong Baru Village Banda Sakti District Lhokseumawe City Anggi Pradini; Ti Aisyah; Mauludi Mauludi; Ferizaldi Ferizaldi; Murniati Murniati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50460

Abstract

This research is entitled “Evaluation of the Implementation of the Stunting Management Program in Pusong Baru Village, Banda Sakti District, Lhokseumawe City”. The background of this study is the high prevalence of stunting in the area. The objective is to evaluate the implementation of the program and identify inhibiting factors in stunting prevention. The study applied a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The analysis was carried out using Theodoulou and Kofinis’ policy evaluation theory, which includes process, outcome, and impact evaluation. The findings indicate that, in terms of process, the program has been implemented through interventions targeting adolescent girls, pregnant women, and toddlers. Activities include iron and folic acid supplementation, nutrition education, growth monitoring at community health posts, and provision of supplementary food. In terms of outcomes, there has been an improvement in nutritional awareness, though uneven due to limited access to health posts and low participation of mothers and children. Meanwhile, the long-term impact remains less significant, as stunting rates are still relatively high. Barriers to implementation include limited resources, ineffective management, and inadequate infrastructure. Therefore, more optimal, integrated, and sustainable strategies are required to ensure the program reaches all target groups and successfully reduces stunting in New Pusong Village.
A Tindak Tutur Ilokusi pada Adat Perkawinan Masyarakat Batak Toba terhadap Penggunaan Umpasa di Kecamatan Aek Song-Songan, Kabupaten Asahan Mahyuni Br. Marpaung; Siti Aisyah Hanim; Maulidawati
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i1.706

Abstract

This study aims to describe the types of illocutionary speech acts contained in the use of umpasa in the customary marriage of the Toba Batak community in Aek Song-songan District, Asahan Regency. The approach used is qualitative with descriptive research. The data used contains types of illocutionary speech acts. The data source of this research is perhata in Aek Song-songan District, Asahan Regency. Data collection techniques in this research are observation, recording techniques, listening techniques, note-taking techniques and interviews. Data analysis techniques in this research are data reduction, data presentation and conclusion. Based on the results of the study found a total of thirty-four data divided into types of illocutionary speech acts, namely assertive speech acts totaling three data, directive speech acts totaling eight data, commissive speech acts totaling three data, expressive speech acts totaling nineteen data and declarative speech acts totaling one data.
IMPLEMENTATION OF HALO CAPIL SERVICES IN POPULATION ADMINISTRATION SERVICES IN PADANG LAWAS REGENCY Yulia Rahmadani Hrp; Ti Aisyah; Risna Dewi; Muhammad Hasyem
Journal of International Islamic Law, Human Right and Public Policy Vol. 4 No. 1 (2026): March
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Population services are crucial public services because they directly relate to the provision of citizens' civil rights. In an effort to improve the quality and effectiveness of services, the Population and Civil Registration Office of Padang Lawas Regency has launched the Halo Capil Service as a technology-based service innovation through the WhatsApp application. This service provides easy access to information and facilitates the submission of population documents such as Family Cards and birth certificates. However, its implementation has not been optimal, mainly due to a lack of clear information and minimal socialization, resulting in rural communities lacking understanding of the service's purpose and benefits. This study aims to describe the implementation of the Halo Capil Service in population services in Padang Lawas Regency. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The research analysis refers to the Edward III policy implementation model, which includes aspects of communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The results show that service implementation has not been optimal due to limited human resources, network constraints, and a lack of socialization and infrastructure support.