Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Technology Readiness and Acceptance Model: Analisis Kesiapan Pengguna dalam Penerapan Rekam Medis Elektronik di RSUD Provinsi NTB Nurul Khatimah Ismatullah; Reni Chairunnisah; Helmina Andriani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v13i1.756

Abstract

Implementation of RME is a complex process, involving many stakeholders and requiring consideration of many aspects of the organization, including clinical, structural, administrative, and cultural factors. The many challenges that will be faced in the effort to implement RME are the basis for the need to assess user readiness and acceptance. One model that can be used to assess RME implementation readiness is the Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM). TRAM tries to explain how people adopt new technology. This study aims to analyze user readiness and acceptance in facing the demands of implementing RME at the NTB Provincial Hospital based on the Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM). This study is a quantitative analytical study. The population in this study were all NTB Provincial Hospital officers involved in filling out medical records with a sample size of 87 people. The study's findings, analyzed through Partial Least Squares (PLS), reveal that Innovativeness (INN) exerts the strongest influence on Perceived Ease of Use (PEOU) with a ?-value of 0.434. Additionally, PEOU shows the most significant impact on Intention to Use (USI) with a ?-value of 1.106
Analisis Penerimaan Rekam Medis Elektronik Menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) di Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat Ismatullah, Nurul Khatimah; Chairunnisah, Reni; Andriani, Helmina; Qolbi, Najua; Rukmana, Nuraini
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 11, No 1 (2025): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Pertama 2025
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29241/jmk.v11i1.2209

Abstract

Pasca COVID-19, rekam medis elektronik (RME) berkembang pesat karena efisiensi, pengurangan kesalahan, dan akses informasi yang lebih baik. Di Indonesia, fasilitas kesehatan diwajibkan menerapkan RME paling lambat 31 Desember 2023, namun hanya 11% rumah sakit yang telah memenuhinya. Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadapi tantangan dalam penerapan RME, terutama karena kurangnya pemahaman staf. Menganalisis penerimaan staf terhadap RME menggunakan technology acceptance model (TAM) sangat penting untuk keberhasilan implementasi.Studi kuantitatif ini melibatkan 87 staf yang terlibat dalam pengisian rekam medis, dipilih dari populasi 692 menggunakan rumus Slovin. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner terverifikasi dianalisis menggunakan partial least square (PLS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived ease of use (PEU) secara signifikan memengaruhi perceived usefulness (PU) dan use intention (USI) dalam konteks RME. PEU memiliki pengaruh positif terhadap PU (koefisien jalur: 0.749, T-Statistik: 16.470, P-Value: 0.000) dan USI (koefisien jalur: 1.116, T-Statistik: 9.728, P-Value: 0.000). Namun, PU memiliki pengaruh negatif terhadap USI (koefisien jalur: -0.441, T-Statistik: 2.730, P-Value: 0.007), kemungkinan karena hambatan seperti ketidaksesuaian antara sistem RME dengan kebutuhan pengguna atau keterbatasan infrastruktur yang membatasi manfaat sistem yang dirasakan.Semua variabel penelitian saling berhubungan, dengan PEU memainkan peran penting dalam memengaruhi PU dan USI. Mengatasi hambatan yang memengaruhi hubungan PU-USI sangat penting untuk memastikan keberhasilan adopsi RME. 
Hubungan Kedisiplinan Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa dalam Mata Kuliah Konsep Dasar Biostatistika Syaidatussalihah, Syaidatussalihah; Mala, Faiqotul; Permata, Reny Amalia; Andriani, Helmina; Qudsi, Jihadil
JSN : Jurnal Sains Natural Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v2i3.568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedisiplinan dengan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah konsep dasar Biostatistika. Penelitian ini termasuk penelitian asosiatif dengan desain expost-facto. Subjek penelitian terdiri dari 60 mahasiswa Prodi DIII RMIK di Politeknik Medica Farma Husada Mataram. Data dikumpulkan melalui melalui angket dan tes. Berdasarkan tabulasi silang, mahasiswa yang memiliki kedisiplinan yang baik sebanyak 35 orang (58%), dengan rincian mahasiswa dengan hasil belajar yang baik berjumlah 19 orang (54%), sementara mahasiswa yang memiliki hasil belajar buruk berjumlah 16 orang (46%). Selanjutnya, dari Tabel 2 mahasiswa dengan kedisiplinan yang tidak baik berjumlah 25 orang (42%), dengan rincian mahasiswa dengan belajar yang tidak baik berjumlah 19 orang (76%), sementara mahasiswa dengan hasil belajar baik berjumlah 6 orang (24%). Analisis data dilakukan menggunakan teknik uji chi square. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai X2 hitung lebih besar daripada X2 tabel, yaitu 5,503 > 3,841, yang berarti Ho ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kedisiplinan dan hasil belajar dalam mata kuliah Konsep Dasar Biostatistika.
Perhitungan Beban Kerja Petugas Filing Rekam Medis Menggunakan Metode FTE di RS X Ismatullah, Nurul Khatimah; Andriani, Helmina
JSN : Jurnal Sains Natural Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/jsn.v2i3.569

Abstract

Rumah Sakit X adalah rumah sakit tipe A pendidikan yang terakreditasi JCI dan menggunakan sistem hybrid dalam pelayanan rekam medis, yaitu kombinasi sistem manual dan elektronik. Standar waktu pencarian berkas rekam medis adalah < 15 menit, namun sering kali melebihi waktu tersebut, mengakibatkan pelayanan lebih lama. Ini disebabkan oleh jumlah petugas filing yang hanya 13 orang untuk mengurus berbagai jenis berkas. Petugas filing merasa pekerjaannya terlalu berat dan melelahkan, terutama dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien. Jika jumlah pasien meningkat tanpa penyesuaian beban kerja, kualitas pelayanan akan menurun karena waktu pencarian berkas menjadi lebih lama. Kelelahan akibat beban kerja yang tidak sesuai dapat menurunkan mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menghitung beban kerja petugas filing di RS X menggunakan metode Full Time Equivalent (FTE), yang mengukur waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dan mengonversi jam beban kerja menjadi jumlah karyawan yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara kepada 13 orang petugas filing. Hasil menunjukan perhitunagn beban kerja petugs filing sebesar 3,38 yang masuk pada kategori overload, sehingga RS X memerlukan penambahan petugas pada bagian filing sebanyak 3 orang.
MODEL EPIDEMIK SIR DAN MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI NTB Alfian, Muhammad Rijal; Bahri, Syamsul; -, Marwan; Awalusshaumi, Lailia; Harsiyah, Lisa; Azmi, Kamalatul; Andriani, Helmina
Jurnal Silogisme : Kajian Ilmu Matematika dan Pembelajarannya Vol 8 No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/silogisme.v8i1.6202

Abstract

Salah satu masalah kesehatan untuk negara beriklim tropis dan subtropis adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Sepanjang 2021, ada 73.518 kasus DBD di Indonesia dengan 2.697 kasus terjadi di NTB dengan kasus kematian yang disebabkan oleh DBD sebanyak 21 kasus. Penyakit DBD dengan prediksi perkembangan jumlah penderita yang terinfeksi dapat dimodelkan dengan menggunakan model matematis epidemiologi yaitu model persamaan diferensial nonlinear SIR yang diklasifikasi ke dalam tiga kompartemen yaitu S (Susceptible), I (Infectious), dan R (Recovered) serta dapat disimulasikan dengan neural network. Dalam neural network, terdapat ide untuk melakukan pemetaan suatu fungsi pada konsep classifier yaitu pengklasifikasian objek dengan memanfaatkan persamaan linear, 𝑦 = 𝑓(𝑥) untuk meregresi data. Data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Dinas Kesahatan Provinsi NTB. Data yang diperoleh kemudian dianalisis sehingga memperoleh titik keseimbangan. Dari hasil analisis model SIR penyebaran penyakit deman berdarah di NTB diperoleh dua titik keseimbangan namun hanya satu titik yang stabil asimtotik karena semua nilai eigen yang diperoleh bernilai negatif. Nilai dari , artinya titik keseimbangan bebas penyakit demam berdarah di NTB berangsur-angsur akan menghilang.
Data Jenius : Peningkatan Pemahaman Statistika Untuk Siswa SMAN 1 Gunung Sari Qudsi, Jihadil; Andriani, Helmina; Permata, Reny Amalia; Syaidatussalihah, Syaidatussalihah
Sinergi dan Harmoni Masyarakat MIPA Vol. 1 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sinonim.v1i1.5636

Abstract

Keterampilan memahami dan menganalisis data sangat penting di era digital, terutama bagi siswa SMA yang akan melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja. Namun, pemahaman statistik di kalangan siswa masih rendah, terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap sumber daya pendidikan statistik. Statistik bukan hanya mata pelajaran, tetapi keterampilan dasar yang membentuk pola pikir kritis dan analitis dalam memahami berbagai fenomena. Program pengabdian masyarakat bertajuk "Data Jenius (Jendela Informasi Dunia)" ini merupakan kolaborasi dosen Statistika Universitas Mataram dan Politeknik Medica Farma Husada untuk membekali siswa dan guru SMAN 1 Gunung Sari dengan dasar-dasar statistik. Melalui pelatihan interpretasi data, siswa diharapkan mampu melihat keterkaitan antar data, menemukan pola tersembunyi, dan menarik kesimpulan yang akurat. Program ini melibatkan 46 siswa kelas 12 dalam kegiatan berupa pre-test, sesi pemberian materi, dan post-test, yang berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang statistik (nilai p=0,002). Diharapkan, kegiatan ini membuka wawasan siswa dan guru akan pentingnya data sebagai sumber informasi yang kredibel dalam pengambilan keputusan, serta menjadi model berkelanjutan dalam meningkatkan literasi data di sekolah.
Pengembangan Media Edukasi Berbasis Vidio Untuk Peningkatan Kompetensi Kader Posyandu dalam Mendukung Desa Cantik di Lembar Selatan Zulhan Widya Baskara; Istiqamah, Istiqamah; Baskara, Zulhan Widya; Harsyiah, Lisa; Putri, Dina Eka; Andriani, Helmina; Qudsi, Jihadil; Saputri, Intan Editia
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v5i2.894

Abstract

The integrated health posts (posyandu) in South Lembar Village, West Lombok Regency, face challenges in recording and reporting health data due to the low level of digital literacy among community health cadres, which slows down decision-making for village-level health programs. This community service initiative aims to enhance the competencies of cadres from 13 posyandu through the development of educational media in the form of Microsoft Excel tutorial videos, combined with in-person training sessions and field mentoring.The implementation methods included outreach activities, intensive training, the application of technology through short video tutorials on the TikTok platform, and evaluation using paired t-test analysis. The evaluation results indicated a significant improvement in cadre competencies, with the average pre-test score increasing from 62.00 to 90.00 in the post-test. Furthermore, the paired t-test results (p-value 0.045 < 0.05) demonstrate that the training had a positive impact on cadre skills.This improvement reflects the effectiveness of combining self-directed video learning with direct mentoring in accelerating mastery of basic Excel functions for managing nutrition, immunization, and maternal visit data. Overall, the program succeeded in strengthening the digital reporting system of the posyandu.