p-Index From 2021 - 2026
3.207
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan BSI
Erna Irawan
Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN DI RUMAH SAKIT Erna Irawan; Nurul Iklima; Anggi Saputra; Yunita Sari
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencegahan infeksi nosokomial yang paling efektif adalah dengan cuci tangan. Perilaku mencuci tangan yang baik didapatkan dari pengetahuan yang baik pula. Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan cuci tangan disesuaikan dengan tata cara standar untuk mencegah bakteri berkembangbiak. Upaya peningkatan kepatuhan perilaku cuci tangan harus dilakukan secara simultan tidak hanya kepada seluruh civitas rumah sakit, namun juga kepada pengunjung rumah sakit yang merupakan bagian dari rantai transmisi penyebaran infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga pasien dengan perilaku cuci tangan di Ruang Anak RSUD Kota Bandung. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian korelasional dengan pendektan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 136 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Anlisa data dilakukan dengan univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uij rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,2% responden berpengetahuan kurang dan 55,1% responden berperilaku tidak baik. Hasil analisis uji rank spearman menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan keluarga pasien di Ruang Anak di Rumah Sakit dengan p-value 0,000 < 0,05. Diharapkan tenaga kesehatan bisa melakukan pendidikan kesehatan tentang cuci tangan yang baik dan benar.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PUSKESMAS BABAKAN SARI Dhestirati Endang Anggraeni; Erna Irawan; Hudzaifah Al Fatih; Nining Handayani; Siska Nurmala
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya usia lanjut akan mengalami keterbatasan, hingga kualitas hidup usia lanjut mengalami penurunan. Keterbatasan lansia yaitu keterbatasan fungsional, kelemahan ketidakmampuan serta keterhambatan yang akan dialami bersama dengan proses kemunduran akibat proses penuaan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berumur < 58 tahun atau lebih di Puskesmas Babakan Sari sebanyak 5180 orang. Hasil penelitian menunjukan jenis kelamin sebagian besar (50,7%) yaitu 35 responden berjenis kelamin perempuan. Kemudian berdasarkan usia responden tidak terbagi rata, sebagian besar responden (47,8%) yaitu 33 responden beusia 58-69 tahun. Selanjutnya berdasarkan pendidikan sebagian besar responden (34,8%) yaitu 24 responden SD. Terdapat hubungan antara umur dengan kualitas hidup lansia dengan hasil uji statistik nilai p-value (0,023) < 0,05. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan hasil uji statistik nilai p-value (0,437) < 0,05, pendidikan dengan hasil uji statistik nilai p-value (0,371) < 0,05 dengan kualitas hidup lansia. Dari hasil analisis diperoleh bahwa dari 3 faktor, ada 1 faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup lansia di Puskesmas Babakan Sari, yaitu usia. Dan 2 faktor yang tidak berhubungan yaitu Jenis Kelamin dan Pendidikan. Disarankan penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi sehingga tenaga kesehatan lebih peka terhadap kualitas hidup yang memasuki lanjut usia dan dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif.
GAMBARAN KEPATUHAN PERAWAT INSTALASI RAWAT JALAN DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) MASKER SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Erna Irawan; Tita Puspita Ningrum; Yanti Budiyanti; Lena Rahmidar; Purwo Suwignjo; Leni Irawati
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) masker menjadi salah satu keharusan yang harus digunakan perawat dalam melayani pasien selama masa pandemic COVID-19. Perawat adalah petugas kesehatan yang paling sering dan paling lama berinteraksi dengan pasien, terutama perawat yang bekerja di bagian rawat jalan, hal ini dikarenakan di rawat jalan pasien dan keluarga dapat kontak erat dengan perawat tanpa lolos tes swab terlebih dahulu, sehingga resiko tertular dan menularkan penyakit sangat tinggi jika tidak benar dalam cara pemakaian dan pelepasan Alat Pelindung Diri (APD) Masker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran bagaimana kepatuhan perawat instalasi rawat jalan dalam menggunakan APD masker selama pandemi COVID-19. Jenis penelitian menggunakan metode deskriptif observational dengan pendeketan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat instalasi rawat jalan yaitu 56 perawat yang diambil dengan teknik total sampling. Analisis yang digunakan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian sebagian besar perawat instalasi rawat jalan dengan angka 46 (82,1%) patuh menggunakan APD Masker, dan yang tidak patuh sebanyak 10 perawat (17,9%). Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh perawat sebagai masukan dalam meningkatkan pengawasan terhadap pemaikan APD Masker pada perawat rawat jalan, dan sebagai masukan untuk membuat kebijakan baru yang bisa berupa reward atau punishment yang meningkatkan kepatuhan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) Masker.
GAMBARAN SEDENTARY LIFESTYLE PADA REMAJA DI SMA KOTA BANDUNG Maidartati; Sri Hayati; Dhestirati Endang Anggraeni; Erna Irawan; Asma Damayanti; Dwi Ayu Rizkia Silviani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sedentary lifestyle adalah gaya hidup kurang gerak, dimana aktivitas tersebut biasanya berupa menonton televisi, bermain game hingga berjam-jam, menonton video game, dll. Aktivitas tersebut banyak dilakukan pada usia sekolah, yang notabenenya adalah remaja. Terdapat perbedaan angka kejadian sedentary lifestyle pada remaja sebelum dan selama masa pandemi covid-19. Sedentary lifestyle pada remaja menimbulkan dampak yang serius apabila tidak ditangani dengan baik. Dampak sedentary lifestyle pada remaja yaitu dapat mengakibatkan dampak fisik seperti kejadian obesitas, penyakit jantung, hipertensi, diabetes melitus tipe 2, hiperkolesterolemia, kanker hingga kematian dan dampak psikologis yang salah satunya adalah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran sedentary lifestyle pada remaja di masa pandemi covid-19 Metode yang digunakan adalah penelitian jenis deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel 50 remaja (usia 15-18 tahun). Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data sedentary lifestyle menggunakan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ), selain itu menggunakan Physical Activity Questionnaire for Adolescent (PAQ-A) dan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat aktivitas fisik dan frekuensi makan remaja dengan sedentary lifestyle. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dengan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan tidak satupun responden yang termasuk kategori sedentary lifestyle rendah, dan sebagian kecil yaitu sebanyak 8 responden (16%) termasuk kategori sedentary lifestyle sedang serta hampir seluruh responden termasuk sedentary lifestyle tinggi sebanyak 42 responden (84%). Kesimpulan: Hampir seluruh (84%) remaja melakukan sedentary lifestyle dengan kategori tinggi . Diharapkan petugas kesehatan dan guru yang memegang program UKS dapat memberikan penyuluhan tentang sedentary lifestyle dan dampak yang ditimbulkan sedentary lifestyle.
GAMBARAN DIRI PASIEN POST MASTEKTOMI DI RUANG KEMOTERAPI SANTOSA HOSPITAL BANDUNG CENTRAL Dhestirati Endang Anggraeni; Erna Irawan; Sri Hayati; Ira Marlina; Tita Puspita Ningrum
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia tahun 2020 angka kejadian kanker payudara menempati urutan pertama mencapai 68.858 kasus (16.1%). Salah satu tindakan yang sering dilakukan yaitu mastektomi. Dampak yang terjadi dari post mastektomi pada pasien dapat mempengaruhi gambaran diri. Penelitian bertujuan untuk menganalisa Gambaran Diri Pasien Post Mastektomi Di Ruang Kemoterapi Santosa Hospital Bandung Central. Penelitian menggunakan deskriptif. Populasi yaitu seluruh pasien post mastektomi di ruang kemoterapi SHBC. Sampel sebanyak 50 orang, dengan tekhnik sampling accidental sampling. Pengambilan data dengan data primer menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan analisa univariat. Hasil analisis univariat diperoleh gambaran diri pasien post mastektomi berdasarkan aspek bentuk tubuh sebagian besar positif (52%), berdasarkan aspek ukuran tubuh sebagian besar positif (52%), berdasarkan aspek fungsi tubuh sebagian besar negatif (56%), berdasarkan aspek penampilan sebagian besar positif (56%). Hasil penelitian secara keseluruhan diperoleh gambaran diri pasien post mastektomi yaitu negate. Perlunya upaya dalam pemberikan asuhan keperawatan lebih baik pada pasien post mastektomi¸dan selalu memberikan suport sistem kepada pasien agar timbulnya rasa gambaran diri positif sehingga menerima dengan baik dengan segala kondisi pasca operasi.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE-OPERASI KATARAK DI RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG Putti Rahima; Erna Irawan; Mery Tania; Sujut Royana; Nurul Iklima
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak merupakan keadaan dimana lensa mata bersifat opasitas (tidak tembus cahaya) dan merupakan penyebab dominan masalah sosio-medis yaitu kebutaan diseluruh dunia. Salah satu pengobatan katarak adalah pembedahan atau operasi. Pembedahan dilakukan dengan membuat sayatan pada suatu bagian tubuh kemudian akan akan dilakukan pemulihan dan diakhiri dengan jahitan atau tanpa dengan jahitan. Tindakan pembedahan merupakan sebuah pengalaman yang dapat menyebabkan kecemasan. Adanya kecemasan pada setiap pasien merupakan hal yang wajar, namun kecemasan yang berlebihan dapat menyebabkan respon patofisiologis seperti hipertensi, takikardi, penurunan kemampuan untuk mentoleransi rasa sakit baik intra operasi dan post operasi. Meningkatnya tekanan darah pada pasien akan mengakibatkan Tekanan Intra Okuler (TIO) juga meningkat. TIO yang meningkat akan menyulitkan ketika intra operasi yang menyebabkan lensa menjadi lengket sehingga sulit dikeluarkan serta menyulitkan dokter bedah mata untuk implant Intra Okuler Lens (IOL). Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriftif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan yaitu Acidental Sampling, selanjutnya penelitian ini menggunakan kuesioner APAIS dan dianalisa menggunakan analisa univariat dan responden ditabulasi silang dengan tingkat kecemasan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuhnya 47,5% responden mengalami kecemasan ringan sejumlah 19 responden, sebagian kecil 52,5% responden mengalami kecemasan sedang sejumlah 21 responden.
GAMBARAN KECEMASAN, STRES, DAN DEPRESI PERAWAT PADA MASA PANDEMI DI RUMAH SAKIT Yanti Budiyanti; Lisna Annisa Fitriana; Lena Helen Supriatna; Erna Irawan; Hera Wahyuni
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Februari 2022 kasus COVID-19 varian omicron meningkat pesat. Varian omicron merupakan varian baru dari Corona virus yang diduga dapat menyebar serta menginfeksi manusia lebih cepat dari varian sebelumnya. Transmisi penyakit yang cepat serta mortalitas yang tinggi menyebabkan kepanikan dan kecemasan yang luar biasa tidak hanya bagi masyarakat tetapi juga pada kalangan kesehatan. Salah satu tenaga kesehatan yang sangat rentan menerima dampak dari munculnya COVID-19 adalah perawat. Selain terinfeksi secara langsung, gangguan psikologis yakni kecemasan, stres maupun depresi sangat mudah dialami oleh perawat dikarenakan berbagai penyebab. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kecemasan, stres, dan depresi perawat pada masa COVID-19 varian omicron. Metode penelitian yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di ruang rawat inap dewasa RSUD Kota Bandung pada bulan Februari 2022. Responden sebanyak 64 orang perawat dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42) yang dikumpulkan melalui google form. Data menghasilkan persentase. Dapat disimpulkan bahwa sebagian kecil perawat yang mengalami kecemasan, stres, dan depresi ringan dan sedang. Hal ini kemungkinan dikarenakan perawat sudah beradaptasi dengan kondisi pandemi yang sudah berlangsung selama 2 tahun dan sudah di vaksin lengkap. Adapun saran dari penelitian ini yaitu sebaiknya pihak rumah sakit memberikan pelatihan mengenai cara mengatasi kecemasan, stres, dan depresi bagi perawat agar perawat memiliki mekanisme koping adaptif saat terjadi kecemasan, stres, ataupun depresi.
HUBUNGAN PERILAKU MENGGOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK KELAS V SDN 045 PASIR KALIKI Rita Darmayanti; Erna Irawan; Nurul Iklima; Putri Anggriani; Nining Handayani
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan masalah utama kesehatan gigi dan mulut. Prevalensi karies gigi di Indonesia sebesar 80% pada anak usia dibawah 12 tahun. Karies gigi pada anak menyebabkan anak mengalami daya kunyah kemudian mengganggu pencernaan sehingga mengambat perkembangan anak. Salah satu faktor penting yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada anak adalah perilaku menggosok gigi anak yang kurang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku menggosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak. Penelitian dilaksanakan di SDN 045 Pasirkaliki. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN 045 Pasirkaliki Bandung yang berumur 10-12 tahun. Analisis data menggunakan korelasi rank spearman (spearman rho). Hasil analisis menunjukkan bahwa perilaku menggosok gigi dan kejadian karies gigi memiliki hubungan yang kuat dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,731 dan bermakna dengan nilai signifikansi sebesar 0,001. Perilaku menggosok gigi dan kejadian karies gigi memiliki korelasi negatif yang berarti semakin baik perilaku menggosok gigi maka semakin rendah kejadian karies gigi.
GAMBARAN TINGKAT STRES KERJA PADA PERAWAT DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Erna Irawan; Mery Tania; Mutia Awaliah Nur S; Eva Supratin
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan kerja ICU merupakan salah satu lingkungan kerja yang memiliki stres tinggi. Hal ini dikarenakan perawat ICU harus berhadapan denagna klien yang kondisinya kritis dan mengancam jiwa, sehingga membutuhkan perhatian khusus, pengetahuan dan keterampilan untuk dapat memberikan tindakan dengan cepat dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran stres kerja pada perawat di ruang intensive care unit (ICU). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriftif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat yang bekerja di ruang ICU sejumlah 91 perawat. Sampel menggunakan total sampling sebanyak 91 perawat yang bekerja di ruang Intensive Care Unit (ICU). Instrument yang digunakan adalah expanded nursing stress scale (ENSS) versi Bahasa Indonesia. Analisa dalam penelitian ini adalah distribusi frekuensi. Dari Hasil Gambaran stres kerja perawat di Ruang Intensive Care Unit (ICU) memperlihatkan sebanyak 46 responden (51%) mengalami stres kerja tinggi, sedangkan (49%) 45 responden sisanya mengalami stres kerja rendah, dengan begitu responden dalam penelitian ini lebih dari separuh mengalami stres kerja tinggi pada perawat yang bekerja di Ruang ICU Dilihat dari 9 indikator didapatkan, subskala yang paling dirasa membuat stres adalah beban kerja sebesar 17% diikuti dengan ketidakpastian mengenai pengobatan sebesar 16%, masalah dengan permasalahan dengan pasien sebesar 15%, masalah dengan atasan sebesar 13%, kematian dan sekarat sebesar 10%, konflik dengan dokter dan masalah dengan teman kerja masing- masing sebesar 9%, diskiminasi sebesar 6% dan yang paling rendah yaitu subskala tidak cukup persiapan sebesar 5%. Saran bagi Rumah Sakit untuk bisa melakukan beberapa kegiatan relaksasi untuk mengurangi stres kerja.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT PADA MASA PANDEMI COVID-19 Erna Irawan; Nurul Iklima; Tita Puspita Ningrum; Rosalina Pujayanti
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) telah menyatakan COVID-19 menjadi pandemi global. Dengan adanya pandemi ini perawat sebagai garda terdepan dalam menangani pasien dengan COVID-19 memiliki resiko penularan yang sangat tinggi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi gambaran tingkat kecemasan perawat RSUD Kota Bandung pada masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 56 orang yang merupakan perawat yang secara langsung menangani pasien COVID-19. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 20 Januari 2022 – 27 Januari 2022. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan instrumen Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) yang sudah disesuaikan dengan kecemasan pada era pandemi COVID-19. Alat ukur ini memiliki uji validitas 0,9 dan reliabilitas dengan cronbach alpha 0,756. Instrumen tersebut diberikan kepada responden melalui google form. Teknik analisa data yang digunakan yaitu analisa data univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu sebanyak 2 orang (3,6%) responden tidak mengalami kecemasan, 14 orang (25%) mengalami kecemasan ringan, 25 orang (44,6%) mengalami kecemasan sedang dan 15 orang (26,8%) mengalami kecemasan berat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hampir separuhnya perawat RSUD Kota Bandung mengalami kecemasan sedang menuju berat. Hasil penelitian ini diharapkan agar RSUD Kota Bandung sebagai tempat penelitian dapat meningkatkan dukungan kepada semua karyawan terutama perawat seperti adanya update ilmu tentang COVID-19, screening karyawan yang dilakukan setiap 3 bulan sekali serta adanya rotasi setiap 3 bulan sekali bagi perawat yang menangani pasien COVID-19 guna mengembalikan kondisi fisik maupun psikis mereka.