Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Estimasi Nilai Ekuivalensi Mobil Penumpang untuk Simpang Tak Bersinyal di Yogyakarta Ramlan, Ratnasari; Munawar, Ahmad; Irawan, Muhammad Zudhy
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.34977

Abstract

Nilai Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) diharapkan sangat tepat karena sangat penting dalam menentukan kapasitas, derajat kejenuhan hingga penanganan simpang tak bersinyal. Banyak metode yang telah digunakan dalam estimasi nilai EMP, namun berdasarkan literatur review menyatakan bahwa metode occupancy time dan metode kecepatan yang paling sesuai dengan kondisi simpang tak bersinyal.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai EMP yang paling tepat dengan membandingkan metode occuoancy time dan metode speed. Untuk menentukan metode yang paling tepat dalam perhitungan EMP simpang tak bersinyal maka dilakukan perhitungan nilai kapasitas dan derajat kejenuhan berdasarkan metode speed dan occupancy time dan dibandingkan dgn nilai EMP MKJI. Hasilnya menunjukkan bahwa nilai EMP yang paling sesuai bagi simpang tak bersinyal adalah metode speed. Perubahan nilai EMP yang dianjurkan adalah EMP kendaraan tak bermotor= 0,45, EMP sepeda motor= 0,17, dan EMP kendaraan besar= 2,2. Penentuan nilai EMP yang  tepat diharapkan dapat memberikan hasil kinerja simpang dan penentuan masalah simpang yang akurat. 
Evaluasi Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP) dengan Risk Management Maturity Model (RM3) di Workshop Ngrombo Fajar Subekti; Siti Malkhamah; Muhammad Zudhy Irawan
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/stti.v3i1.6111

Abstract

Keselamatan perkeretaapian merupakan aspek penting dalam menjamin keandalan operasional dan keberlanjutan transportasi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat maturitas penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP) di Balai Perawatan Perkeretaapian Workshop Ngrombo menggunakan pendekatan Risk Management Maturity Model (RM3). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada pegawai yang terlibat dalam pelaksanaan keselamatan perkeretaapian. Analisis dilakukan berdasarkan lima tema utama RM3 dengan 26 kriteria yang mencakup aspek kepemimpinan keselamatan, komunikasi organisasi, kompetensi pekerja, manajemen risiko, serta monitoring dan evaluasi keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat maturitas penerapan SMKP di Workshop Ngrombo secara umum berada pada Level 3 (Standarised). Organisasi telah memiliki kebijakan dan prosedur keselamatan, dan implementasinya sudah konsisten pada seluruh lini organisasi.
Evaluasi Pelayanan Keselamatan Penumpang Rentan di KRL Yogyakarta–Solo Integrasi Importance-Performance Analysis (IPA) dan Analisis Kesenjangan Regulasi Andhika Teguh Putranto; Siti Malkhamah; Muhammad Zudhy Irawan
Sistem dan Teknik Transportasi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/stti.v3i1.6241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai ketersediaan fasilitas, mengevaluasi kondisi keselamatan, serta mengidentifikasi faktor-faktor penentu keselamatan penumpang rentan pada layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Yogyakarta–Solo. Fokus studi dibatasi pada penumpang lanjut usia, ibu hamil, dan orang tua yang membawa balita. Melalui metode deskriptif kuantitatif–kualitatif, data primer dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dari 210 responden (Purposive Sampling) dan observasi lapangan berdasarkan standar PM 63 Tahun 2019. Analisis data menggunakan Importance-Performance Analysis (IPA) yang dikomparasikan melalui analisis kesenjangan regulasi (benchmarking) dengan Inclusive Design Code dari Land Transport Authority (LTA) Singapura. Hasil pemetaan IPA menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur fisik dasar sudah sangat memadai dan melampaui ekspektasi (Kuadran IV dan II), namun kualitas pelayanan operasional justru menjadi titik lemah yang mendesak untuk diperbaiki (Kuadran I). Keselamatan penumpang rentan terkompromi akibat minimnya ketegasan petugas dalam melindungi hak ruang prioritas serta kelemahan respons darurat medis. Analisis kesenjangan membuktikan bahwa standar domestik masih berorientasi pada penyediaan perangkat keras (compliance-based) dan belum menjamin perlindungan proaktif yang berpusat pada pengguna (outcome-based). Rekomendasi penelitian mendesak transformasi SOP petugas menjadi pelindung ruang yang proaktif serta pembentukan norma sosial keselamatan secara sistemik.