Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Rancang bangun sistem hydraulic ram pump untuk pengadaan air bersih Agus Setiawan; Aam Hamdani; Nisaudzakiah Utami; Nana Wartana
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.52822

Abstract

Water is the source of life for living things, especially humans. Humans cannot live without water. Parakan Wayang Hamlet, Sirnajaya Village, Gunung Halu Subdistrict, West Bandung Regency, is one area with difficulty getting clean water. Based on a survey, the area's economic, geographical, and remote aspects make it difficult for residents of the hamlet to get clean water. The hamlet's residents use the mountain valley river water for survival. They walk down the mountain carrying jerry cans to meet their daily clean water needs. River water that continues to flow in the area can potentially be used for energy. Based on these conditions, this community service program aims to design a hydraulic ram pump system to pump water from the river to residential areas at a height of 100 meters using two reservoirs installed every 50 meters. This system utilizes the potential energy of water that continues to flow to pump and distribute it to residents. This water pump system is expected to fulfill the need for clean water.   Abstrak Air sebagai sumber bagi kehidupan bagi makhluk hidup khususnya manusia. Manusia tidak dapat hidup tanpa air. Dusun Parakan Wayang Desa Sirnajaya Kecamatan Gunung Halu Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan survey yang dilakukan, aspek ekonomi, geografis, dan terpencilnya daerah tersebut membuat warga dusun sulit mendapatkan air bersih. Pemanfaatan air sungai yang berada di lembah gunung oleh warga dusun digunakan untuk bertahan hidup, mereka berjalan menuruni dan menaiki gunung dengan membawa jerigen untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya. Air sungai yang terus mengalir di daerah tersebut dapat berpotensial untuk dapat digunakan energinya. Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengadakan rancang bangun sistem hydraulic ram pump untuk memompa air dari sungai ke pemukiman warga dengan ketinggian 100 meter dengan menggunakan dua bak penampungan yang dipasang pada setiap 50 meter. Sistem ini menggunakan sistem pemanfaatan energi potensial air yang terus mengalir untuk memompa dan menyalurkan ke warga. Sistem pompa air ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih. Kata Kunci: air bersih; pompa air; pompa hidram
EVALUASI DAN PERBAIKAN KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN MENGGUNAKAN LEAN SIX SIGMA SEBAGAI UPAYA MINIMASI KETERLAMBATAN PENGIRIMAN Nadia Salsabilla Indrawan; Aam Hamdani; Wiku Larutama
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 7 No. 01 (2026): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v7i01.211

Abstract

CV. XYZ menangani permasalahan keterlambatan pengiriman yang berdampak pada menurunnya tingkat kepuasan pelanggan yang disebabkan oleh adanya aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dalam proses operasionalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menghentikan dan memperbaiki kegiatan operasional guna meminimasi keterlambatan pengiriman menggunakan Lean Six Sigma dengan kerangka kerja DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control ). Evaluasi dilakukan dengan identifikasi alur kegiatan operasional, melakukan pengukuran kualitas operasional, hingga melakukan analisis akar penyebab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional masih berada pada angka 3 sigma dengan waste waiting peringkat paling mendominasi dalam menambah lead time proses yang disebabkan oleh tidak adanya standarisasi sistem kerja dan kemampuan monitoring stok yang menyebabkan efek domino terhadap aktivitas lainnya, hal tersebut diketahui dengan melakukan analisis faktor man , method , machine , dan environment dengan menggunakan diagram tulang ikan . Usulan perbaikan yang diberikan meliputi perbaikan alur dan alur kerja serta penerapan sistem visualisasi monitoring stok dengan melakukan pengendalian perbaikan berupa Standar Operasional informasi Prosedur (SOP). Berdasarkan usulan perbaikan yang diberikan dapat mengurangi pemborosan yang terjadi dalam proses operasional serta meningkatkan efisiensi aliran proses sehingga dapat meminimalkan keterlambatan pengiriman pada CV. XYZ.
Efek Harga Keterlambatan dan Brand Image Terhadap Kepuasan Pelanggan dalam Pilihan Jasa Pengiriman Studi Kasus PT. XYZ di Kota Bandung Annisa Febrianti; Aam Hamdani; Saskia Kanisaa Puspanikan
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.59813

Abstract

This study aims to analyze the effect of price, delivery delays, and brand image on customer satisfaction at PT XYZ. This research uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis. Data were collected through a 5-point Likert scale questionnaire distributed online to 113 respondents who had used PT XYZ services at least twice in the past six months. The results show that price and brand image have a significant effect on customer satisfaction, while delivery delays do not have a significant effect at the 5% significance level. Simultaneously, the three variables explain 83.2% of the variation in customer satisfaction. These findings emphasize the importance of competitive pricing, operational efficiency, and a strong brand image in improving customer satisfaction.
Assessment and evaluation of an artificial intelligence-based deep learning curriculum Aam Hamdani; Amay Suherman; Bambang Darmawan; Enda Permana
Curricula: Journal of Curriculum Development Vol. 4 No. 2 (2025): Curricula: Journal of Curriculum Development
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/curricula.v4i2.95294

Abstract

The rapid development of Artificial Intelligence (AI) and the implementation of deep learning curricula in education have necessitated reforms to learning assessment and evaluation. This article examines the conceptual framework and assessment practices appropriate for AI-based deep learning curricula: how assessments can measure critical thinking, collaboration, knowledge transfer, and data literacy competencies; how AI-based platforms enable personalization, automated assessment, and learning analytics; and the ethical and validity challenges of using AI for evaluation. The method used is a systematic literature review and a comparative analysis of current practices in school and higher education contexts. The results indicate that AI-based assessments can improve learning effectiveness by providing real-time feedback and progress tracking; however, their success depends heavily on authentic task design, teacher readiness, infrastructure, and ethical/data security arrangements. Recommendations are provided for educational institutions to adopt a combination of authentic assessments (portfolios, projects, observations) and AI metrics, and to conduct regular algorithm audits to ensure the validity, reliability, and fairness of assessments.    Abstrak Perkembangan pesat di bidang Artificial Intelligence (AI) dan penerapan kurikulum pembelajaran mendalam (deep learning) dalam ranah pendidikan memunculkan kebutuhan untuk mereformasi asesmen dan evaluasi pembelajaran. Artikel ini mengkaji kerangka konseptual dan praktik asesmen yang sesuai untuk kurikulum deep-learning berbasis AI: bagaimana asesmen dapat mengukur kompetensi berpikir kritis, kolaborasi, transfer pengetahuan, dan literasi data; bagaimana platform berbasis AI memungkinkan personalisasi, penilaian otomatis, serta analitik pembelajaran; serta tantangan-etika dan validitas dalam penggunaan AI untuk evaluasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan analisis komparatif terhadap praktik terkini dalam konteks sekolah dan perguruan tinggi. Hasil menunjukkan bahwa asesmen berbasis AI dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran dengan menyediakan umpan balik real-time dan pelacakan kemajuan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada desain tugas otentik, kesiapan guru, infrastruktur, dan pengaturan etika/keamanan data. Rekomendasi diberikan agar institusi pendidikan mengadopsi kombinasi penilaian otentik (portofolio, proyek, observasi) dengan metrik AI, serta melakukan audit algoritma secara berkala untuk memelihara validitas, reliabilitas, dan keadilan penilaian. Kata Kunci: asesmen otentik; evaluasi pembelajaran; kecerdasan buatan; kurikulum deep learning; personalisasi pembelajaran
Teknopreneur menghasilkan tepung bebas gluten untuk Koperasi Al-Muawanah Tasikmalaya Aam Hamdani; Mumu Komaro; Yulia Rahmawati; Ai Mahmudatussa’adah
Jurnal Abmas Vol. 26 No. 1 (2026): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v26i1.499

Abstract

The growing trend of healthy lifestyles and increasing awareness of health conditions such as celiac disease have driven global demand for gluten-free food products. Al Muawanah Cooperative in Tasikmalaya has great potential in utilizing local resources such as cassava, bananas, and breadfruit to create market opportunities. This article aims to design a Technopreneurship-based business model for producing gluten-free flour among cooperative members. The Technopreneurship approach is integrated throughout the value chain, from production using standardized, simple equipment to digital marketing through social media and e-commerce platforms to effective cooperative management. The implementation method consists of three main stages: preparation (feasibility study and training), implementation (production and marketing), and evaluation. The results of the discussion indicate that this model not only has the potential to increase members’ incomes through the sale of high-value-added products but also to empower them with digital and entrepreneurial skills relevant to the modern economy. It is concluded that adopting a Technopreneurship concept in gluten-free flour processing is a feasible and sustainable strategy to enhance the cooperative's competitiveness and economic independence.