Claim Missing Document
Check
Articles

TELLU RONNA SITINRO: KEBERANIAN PERCIKAN SIRAWU SULO DALAM BUSANA BERGAYA CLASSIC ELEGANT Puspita, Ni Komang Mella; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4417

Abstract

Sirawu Sulo tradisi tiga tahunan pada pesta panen Desa Pongka Kecamatan Tellusiattinge Kabupaten Bone. Penentuan waktu pelaksanaan tradisi Sirawu Sulo pada pesta panen Desa Pongka Kecamatan Tellusiattinge Kabupaten Bone yaitu pertama pemerintah masyarakat Desa Pongka melakukan musyawarah, selanjutnya dilakukan Mattara'esso (Penentuan Hari) dan setelah itu dilakukan pembentukan panitia. Kedua pelaksanaan tradisi Sirawu Sulo, ketiga hari terakhir, bentuk custom Makkalu'kampong dalam tradisi Sirawu Sulo yaitu pertama, pelaku custom Makkalu'kampong adalah Sanro, pemain tradisi Sirawu Sulo serta rombongan masyarakat Desa Pongka, kedua sesajen, ketiga iringan, iringan yang digunakan dalam custom Makkalu'kampong yaitu dua buah gendang, keempat kostum, tempat yang dilakukan custom Makkalu'kampong yaitu kuburan petta Makkuli Lajangnge, kuburan panglima Mabbaranie, bukit dan pusat tugu Desa Pongka.Hal-hal yang dianggap tabu selama perayaan bila dilanggar akan menimbulkan malapetaka. Penciptaan karya busana Prepared to wear luxurious dan haute couture ini ditujukkan untuk mewujudkan busana classic rich dengan tradisi Sirawu Sulo sebagai ide pemantik. Tradisi Sirawu Sulo diimplementasikan dengan teori analogi dan kata kunci yang terpilih. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari sepuluh tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Mode dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business.
YUMANA LAWU METAFORA LABUHAN ALIT DALAM BUSANA URBAN EDGY Ni Made Budiawati; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4418

Abstract

Yumana Lawu disesuaikan dengan makna dari Tradisi Labuhan Alit yaitu upacara labuhan yang dilakukan ke Gunung Merapi, Pantai Parangkusumo, dan Gunung Lawu yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta sebagai pelestarian tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhurnya. Penamaan upacara tersebut berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan, yaitu: kata labuhan berasal dari kata dasar labuh yang berarti "dalam keadaan turun atau tergantung ke bawah seperti kelambu, tali jangkar, tirai, atau layar panggung". Labuhan Alit mengandung nilai kearifan lokal dan juga nilai filosofi yang menyangkut aspek-aspek penting dalam kehidupan manusia menjadi inspirasi penulis dalam menciptakan karya dengan proses penciptaan frangipani. Frangipani merupakan tahapan penciptaan karya diterapkan kedalam tiga kategori yaitu busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Menggunakan pendekatan metafora dengan gaya urban egdy yang merupakan penggabungan antara kesan klasik namun tetap elegan yang kemudian disimpulkan menjadi karya yang berjudul Yumana Lawu.
ANGSU LUBHYATI : THE THIEF OF NAWANGWULAN IN SEXY ALLURING STYLE Yuliana Maria; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Sudharsana, Tjok Istri Ratna Cora
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4425

Abstract

Salah satu lukisan karya sang pelukis maestro legendaris Basuki Abdullah yang berjudul " Jaka Tarub " merupakan karya lukisan terkenal, memiliki nilai seni tinggi dan cerita rakyat. Dibalik lukisan ini ada cerita dan kisah tentang jaka tarub dan tujuh bidadari yang turun ke bumi untuk mandi yang kemudia oleh Basoeki Abdullah dilukiskan menjadi eksotis dan sekaligus erotis di tangannya. Ada 10 tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, Penciptaan karya busana ready to wear, deluxe dan semi haute Couture ini di buat untuk mewujutkan busana sexy alluring dengan mengambil lukisan Joko Tarub sebagai ide pemantik. Lukisan Joko Tarub ini diimplementasikan dalam karya dengan menggunakan teori metafora dan kata kunci yang terpilih yaitu, eksotis,pria,merah,selendang,gesture. Metode penciptaan yang tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Diharapkan karya ini nantinya dapat menambah kepustakaan dibidang mode dengan teori metafora lukisan Joko Tarub yang akan diimplementasikan dalam busana bergaya sexy alluring.
Samadhi Ing Nirmala Metafora Tradisi Siat Sampian Dalam Busana Classic Elegant Pramana, Cokorda Bagus Eka Aditya; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 2 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i2.6041

Abstract

Tradisi Siat Sampian yang berasal dari Desa Bedulu, Gianyar, merupakan sebuah ritual upacara sekaligus pertunjukan yang menggambarkan perang dalam suasana sakral, diadakan empat hari setelah pujawali. Dalam ritual ini, senjata yang digunakan adalah rangkaian janur yang dikenal sebagai sampian. Filosofi di balik pertunjukan perang ini adalah melawan "Dharma" yang berarti kebaikan, melawan "Adharma" yang berarti kejahatan. Proyek ini bertujuan untuk menyelesaikan studi independen tentang penciptaan busana sebagai sebuah karya tugas akhir. Proses kreatif ini dilakukan melalui metode frangipani yang terbagi dalam sepuluh tahap, dengan fokus utama pada penciptaan busana Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Semi Couture. Karya busana ini diilhami oleh Tradisi Siat Sampian yang mencerminkan kekayaan budaya Bali dan dikembangkan bekerja sama dengan CV. De Galuh Boutique. Studi independen ini tidak hanya mengeksplorasi proses penciptaan karya busana, tetapi juga memeriksa pengaruh budaya dalam desain fashion, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berkomunikasi secara efektif dengan industri. Diharapkan, hasil dari penciptaan ini dapat memberikan wawasan mengenai potensi elemen tradisional di dunia fashion. Melalui sepuluh tahapan penciptaan ini, diharapkan akan dihasilkan tiga karya busana tugas akhir yang terinspirasi oleh konsep "samadhi ing nirmala," yang diambil dari implementasi Tradisi Siat Sampian dan dituangkan dalam judul karya busana tugas akhir tersebut.
“Hiraya Manawari” Metafora Bunga Patrakomala Pada Busana Pesta Kolaborasi Dengan UD. Dimas Studio Siska, Ni Putu Anita; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Prayatna, I Wayan Dedy
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 2 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i2.6045

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses penciptaan busana pesta yang terinspirasi oleh bunga Patrakomala, flora khas Kota Bandung yang melambangkan keindahan dan kebanggaan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghadirkan desain yang mengintegrasikan estetika bunga Patrakomala dengan tren fashion modern, serta mempromosikan nilai budaya dalam karya mode. Metode desain yang digunakan adalah Frangipani, dengan tahapan penelitian yang meliputi riset konsep, analisis estetika, pengembangan sketsa, hingga pembuatan busana dalam tiga kategori: ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi haute couture. Teknik manipulasi kain seperti pleated, sulam, dan payet diaplikasikan untuk mencerminkan karakteristik bunga Patrakomala. Hasil karya ini menghasilkan busana pesta yang memiliki estetika unik dan nilai budaya yang mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi desainer mode untuk mengeksplorasi budaya lokal sebagai dasar inovasi kreatif, serta meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia melalui industri fashion.