Claim Missing Document
Check
Articles

Representasi Tradisi Sigajang Laleng Lipa Dalam Teknik Patchwork di CV. Casa Annie Sunatha, Ade Savitri; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Pebryani, Nyoman Dewi
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4405

Abstract

Sulawesi memiliki banyak tradisi yang belum teraba oleh sebagian orang, khususnya di Suku Bugis, tradisi yang terdapat disana sangat unik sekaligus mengerikan. Disebut mengeringan karena tradisi ini mempertaruhkan nyawa bagi para pelakunya. Tradisi bernama Sigajang Laleng Lipa tersebut terbilang ekstrem. Setiap tradisi ini dilangsungkan, selalu ada korban jiwa. Setiap orang yang mendengar kata si gajang laleng lipa tentu langsung terlintas dipikiran mereka mengenai pertarungan yang sangat mematikan. Si Gajang Laleng Lipa adalah salah satu budaya yang ada di Sulawesi Selatan. Dimana tradisi ini adalah mempertemukan dua orang laki laki dalam satu sarung untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dengan cara berkelahi bahkan sampai salah satu diantaranya meninggal. Menggunakan nyawa sebagai taruhannya, menjadikan tradisi ini sangat mengerikan. Tradisi ini dilakukan sebenarnhya untuk menhyelesaikan masalah dari perwakilan dua keluarga. Tradisi ini dilakukan didalam satu sarung oleh dua orang dengan menggunakan senjata tradisional mereka yaitu badik yang terbuat dari baja.
PATIH KUBU PARUT DESA SUKAWANA INSPIRASI PENCIPTAAN BUSANA BERGAYA ETNIK Utama, Gede Verdy Darma; Pebryani, Nyoman Dewi; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4409

Abstract

Konsep penciptaan karya busana untuk tugas akhir yang ditetapkan adalah Diversity of Indonesia yaitu Tradisi Posa Sukawana. Riset dilakukan terhadap ide pemantik sehingga menghasilkan lima kata kunci sebagai acuan dalam pengembangan desain pada karya. Kata kunci tersebut adalah ubi jalar, ilalang, kelakat, pohon pisang dan kayu dap – dap. Pengimplementasian kata kunci yang digunakan adalah metode analogi. Penciptaan ketiga busana melalui tahapan proses dan menggunakan skills yang mahasiswa dapatkan ilmunya di perguruan tinggi, sehingga menjadi kunci keberhasilan terwujudnya karya. Proses tersebut meliputi menentukan design brief, melakukan research and sourching, menetapkan concept list dan keywords, melakukan trend-color-designer-fabrics research, membuat maping collections, membuat mood board, membuat sembilan design development, membuat sembilan technical drawing dari sembilan design development, menentukan desain terpilih, membuat fashion bussines-marketing, dan yang terakhir perencaanaan pertunjukan karya.
TELLU RONNA SITINRO: KEBERANIAN PERCIKAN SIRAWU SULO DALAM BUSANA BERGAYA CLASSIC ELEGANT Puspita, Ni Komang Mella; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Diantari, Ni Kadek Yuni
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4417

Abstract

Sirawu Sulo tradisi tiga tahunan pada pesta panen Desa Pongka Kecamatan Tellusiattinge Kabupaten Bone. Penentuan waktu pelaksanaan tradisi Sirawu Sulo pada pesta panen Desa Pongka Kecamatan Tellusiattinge Kabupaten Bone yaitu pertama pemerintah masyarakat Desa Pongka melakukan musyawarah, selanjutnya dilakukan Mattara'esso (Penentuan Hari) dan setelah itu dilakukan pembentukan panitia. Kedua pelaksanaan tradisi Sirawu Sulo, ketiga hari terakhir, bentuk custom Makkalu'kampong dalam tradisi Sirawu Sulo yaitu pertama, pelaku custom Makkalu'kampong adalah Sanro, pemain tradisi Sirawu Sulo serta rombongan masyarakat Desa Pongka, kedua sesajen, ketiga iringan, iringan yang digunakan dalam custom Makkalu'kampong yaitu dua buah gendang, keempat kostum, tempat yang dilakukan custom Makkalu'kampong yaitu kuburan petta Makkuli Lajangnge, kuburan panglima Mabbaranie, bukit dan pusat tugu Desa Pongka.Hal-hal yang dianggap tabu selama perayaan bila dilanggar akan menimbulkan malapetaka. Penciptaan karya busana Prepared to wear luxurious dan haute couture ini ditujukkan untuk mewujudkan busana classic rich dengan tradisi Sirawu Sulo sebagai ide pemantik. Tradisi Sirawu Sulo diimplementasikan dengan teori analogi dan kata kunci yang terpilih. Metode penciptaan yang digunakan yaitu terdiri dari sepuluh tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Mode dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business.
YUMANA LAWU METAFORA LABUHAN ALIT DALAM BUSANA URBAN EDGY Ni Made Budiawati; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Pradnya Paramita, Ni Putu Darmara
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4418

Abstract

Yumana Lawu disesuaikan dengan makna dari Tradisi Labuhan Alit yaitu upacara labuhan yang dilakukan ke Gunung Merapi, Pantai Parangkusumo, dan Gunung Lawu yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta sebagai pelestarian tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhurnya. Penamaan upacara tersebut berkaitan dengan kegiatan yang dilaksanakan, yaitu: kata labuhan berasal dari kata dasar labuh yang berarti "dalam keadaan turun atau tergantung ke bawah seperti kelambu, tali jangkar, tirai, atau layar panggung". Labuhan Alit mengandung nilai kearifan lokal dan juga nilai filosofi yang menyangkut aspek-aspek penting dalam kehidupan manusia menjadi inspirasi penulis dalam menciptakan karya dengan proses penciptaan frangipani. Frangipani merupakan tahapan penciptaan karya diterapkan kedalam tiga kategori yaitu busana ready to wear, ready to wear deluxe, dan haute couture. Menggunakan pendekatan metafora dengan gaya urban egdy yang merupakan penggabungan antara kesan klasik namun tetap elegan yang kemudian disimpulkan menjadi karya yang berjudul Yumana Lawu.
ANGSU LUBHYATI : THE THIEF OF NAWANGWULAN IN SEXY ALLURING STYLE Yuliana Maria; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Sudharsana, Tjok Istri Ratna Cora
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 4 No. 2 (2024): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v4i2.4425

Abstract

Salah satu lukisan karya sang pelukis maestro legendaris Basuki Abdullah yang berjudul " Jaka Tarub " merupakan karya lukisan terkenal, memiliki nilai seni tinggi dan cerita rakyat. Dibalik lukisan ini ada cerita dan kisah tentang jaka tarub dan tujuh bidadari yang turun ke bumi untuk mandi yang kemudia oleh Basoeki Abdullah dilukiskan menjadi eksotis dan sekaligus erotis di tangannya. Ada 10 tahapan penciptaan “Frangipani” Desain Fashion dari Dr. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana, Penciptaan karya busana ready to wear, deluxe dan semi haute Couture ini di buat untuk mewujutkan busana sexy alluring dengan mengambil lukisan Joko Tarub sebagai ide pemantik. Lukisan Joko Tarub ini diimplementasikan dalam karya dengan menggunakan teori metafora dan kata kunci yang terpilih yaitu, eksotis,pria,merah,selendang,gesture. Metode penciptaan yang tahun 2016 meliputi design brief, research and sourching, design development, sample, prototype, dummy, final collection, promoting, branding, sale, production business. Diharapkan karya ini nantinya dapat menambah kepustakaan dibidang mode dengan teori metafora lukisan Joko Tarub yang akan diimplementasikan dalam busana bergaya sexy alluring.
Samadhi Ing Nirmala Metafora Tradisi Siat Sampian Dalam Busana Classic Elegant Pramana, Cokorda Bagus Eka Aditya; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Utami, Ni Luh Ayu Pradnyani
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 2 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i2.6041

Abstract

Tradisi Siat Sampian yang berasal dari Desa Bedulu, Gianyar, merupakan sebuah ritual upacara sekaligus pertunjukan yang menggambarkan perang dalam suasana sakral, diadakan empat hari setelah pujawali. Dalam ritual ini, senjata yang digunakan adalah rangkaian janur yang dikenal sebagai sampian. Filosofi di balik pertunjukan perang ini adalah melawan "Dharma" yang berarti kebaikan, melawan "Adharma" yang berarti kejahatan. Proyek ini bertujuan untuk menyelesaikan studi independen tentang penciptaan busana sebagai sebuah karya tugas akhir. Proses kreatif ini dilakukan melalui metode frangipani yang terbagi dalam sepuluh tahap, dengan fokus utama pada penciptaan busana Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Semi Couture. Karya busana ini diilhami oleh Tradisi Siat Sampian yang mencerminkan kekayaan budaya Bali dan dikembangkan bekerja sama dengan CV. De Galuh Boutique. Studi independen ini tidak hanya mengeksplorasi proses penciptaan karya busana, tetapi juga memeriksa pengaruh budaya dalam desain fashion, serta meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berkomunikasi secara efektif dengan industri. Diharapkan, hasil dari penciptaan ini dapat memberikan wawasan mengenai potensi elemen tradisional di dunia fashion. Melalui sepuluh tahapan penciptaan ini, diharapkan akan dihasilkan tiga karya busana tugas akhir yang terinspirasi oleh konsep "samadhi ing nirmala," yang diambil dari implementasi Tradisi Siat Sampian dan dituangkan dalam judul karya busana tugas akhir tersebut.
“Hiraya Manawari” Metafora Bunga Patrakomala Pada Busana Pesta Kolaborasi Dengan UD. Dimas Studio Siska, Ni Putu Anita; K. Tenaya, A.A. Ngurah Anom Mayun; Prayatna, I Wayan Dedy
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 5 No. 2 (2025): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/bhumidevi.v5i2.6045

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses penciptaan busana pesta yang terinspirasi oleh bunga Patrakomala, flora khas Kota Bandung yang melambangkan keindahan dan kebanggaan lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghadirkan desain yang mengintegrasikan estetika bunga Patrakomala dengan tren fashion modern, serta mempromosikan nilai budaya dalam karya mode. Metode desain yang digunakan adalah Frangipani, dengan tahapan penelitian yang meliputi riset konsep, analisis estetika, pengembangan sketsa, hingga pembuatan busana dalam tiga kategori: ready to wear, ready to wear deluxe, dan semi haute couture. Teknik manipulasi kain seperti pleated, sulam, dan payet diaplikasikan untuk mencerminkan karakteristik bunga Patrakomala. Hasil karya ini menghasilkan busana pesta yang memiliki estetika unik dan nilai budaya yang mendalam. Penelitian ini diharapkan dapat menginspirasi desainer mode untuk mengeksplorasi budaya lokal sebagai dasar inovasi kreatif, serta meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya Indonesia melalui industri fashion.
POTENSI PASAR DAN STRATEGI PEMASARAN UNTUK INDUSTRI KAIN TRADISIONAL DI INSTAGRAM Ni Kadek Junita Dewi; Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana; A.A. Ngurah Anom Mayun K. Tenaya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.46160

Abstract

Kain tradisional Indonesia tidak hanya merepresentasikan identitas budaya lokal, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar dalam industri kreatif dan fashion berkelanjutan. Namun, pelaku usaha, khususnya dari kalangan UMKM, masih menghadapi berbagai tantangan dalam memasarkan produk secara luas dan efektif di era digital. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi pasar dan merumuskan strategi pemasaran berbasis data bagi industri kain tradisional melalui platform Instagram. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pelaku usaha dan konsumen, serta observasi terhadap akun-akun Instagram yang menjual kain tradisional. Hasil kajian menunjukkan bahwa Instagram sebagai media sosial berbasis visual sangat relevan dalam menampilkan estetika dan nilai budaya kain tradisional, serta efektif menjangkau konsumen muda. Namun, efektivitas pemanfaatannya masih terhambat oleh rendahnya pemahaman pelaku usaha terhadap strategi digital yang terstruktur dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Oleh karena itu, dibutuhkan integrasi antara nilai budaya lokal, strategi pemasaran digital, dan prinsip sustainable fashion untuk meningkatkan daya saing serta pelestarian kain tradisional di pasar global. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan pemasaran produk budaya berbasis media sosial secara strategis dan berkelanjutan.
Perancangan Busana Mystic Sovereign Berbasis Ide Pemantik Film Dewi Angin-Angin Fania Eka Aulia Milani; A.A. Ngurah Anom Mayun K. Tenaya; Ni Luh Ayu Pradnyani Utami
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 6 No. 1 (2026): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan busana ini bertujuan untuk memvisualisasikan nilai-nilai mistis dan otoritas figur wanita dalam film Dewi Angin-Angin (1994) ke dalam koleksi busana capsule wardrobe bertajuk Mystic Sovereign. Fokus utama perancangan adalah mentransformasikan narasi konflik emosional tokoh utama menjadi eksplorasi tekstil yang estetik dan fungsional. Metode penciptaan yang digunakan adalah metode Frangipani yang terdiri dari sepuluh tahapan, mulai dari tahap Embracing the Idea hingga Introducing the Art Fashion Business. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penggunaan teknik creative fabric dengan medium water-soluble paper mampu menghasilkan tekstur visual yang merepresentasikan kompleksitas karakter film. Koleksi ini terdiri dari tiga kategori busana: Ready to Wear, Ready to Wear Deluxe, dan Semi-Couture dengan menonjolkan gaya Structured Elegance dan Exotic Dramatic. Penggunaan warna hijau, khaki, dan merah memberikan kesan misterius sekaligus berwibawa, yang memperkuat identitas konsep Mystic Sovereign.