Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Landasan Filosofis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Hardiyanto, Lutfi; Iriansyah, Herinto Sidik; Saryono, Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 4 No. 1 (2024): Harmoni Budaya: Pendidikan Karakter, Kesadaran Hukum, Kearifan Lokal, dan Parti
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v4i1.1973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali landasan filosofis yang mendasari pendidikan budaya dan karakter bangsa di Indonesia. Metode penelitian pustaka digunakan sebagai pendekatan utama, di mana penulis mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber tertulis yang relevan dengan topik tersebut. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cermat melalui akses ke berbagai database akademik, perpustakaan digital, jurnal ilmiah, dan publikasi terkait lainnya. Data yang terkumpul dianalisis secara sistematis untuk mengeksplorasi konsep-konsep kunci dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Indonesia didasarkan pada nilai-nilai luhur yang tercermin dalam Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, gotong royong, etika, moralitas, dan nilai-nilai kemanusiaan. Pancasila memainkan peran sentral dalam membentuk karakter warga negara dengan memberikan panduan utama melalui lima sila yang mencakup aspek agama, moralitas, sosial, dan politik. Konsep Bhinneka Tunggal Ika mempromosikan toleransi dan harmoni sosial, sementara filosofi gotong royong mengajarkan kerja sama dan solidaritas antarwarga negara. Filosofi etika dan moralitas memberikan landasan moral yang kuat untuk pendidikan karakter, sementara nilai-nilai kemanusiaan menciptakan masyarakat yang adil dan beradab. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam memahami landasan filosofis pendidikan budaya dan karakter bangsa, serta memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai luhur dalam masyarakat Indonesia.
Education Management in Early Childhood Education: Curriculum Governance, Human Resources, Financing, and Quality Development Herinto Sidik Iriansyah; Saryono Saryono
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) STKIP Kusuma Negara Vol 17 No 2 (2026): Inclusive Education dan Differentiated Instruction
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jip.v17i2.2655

Abstract

This study aims to identify patterns of findings, research trends, and research gaps in the field of Early Childhood Education (PAUD) management through a Systematic Literature Review (SLR) approach using the PRISMA protocol. A total of 22 articles published in the recent period were analyzed based on four main domains, namely curriculum management, human resource management, financing/finance, and PAUD quality development. The results of the review show that PAUD management research is still dominated by descriptive approaches and local case studies with a focus on learning implementation, curriculum development, and character building. The important findings of this study reveal gaps in curriculum digitization, comprehensive human resource management systems, alternative financing innovations, and the application of data and technology-based quality management. This study recommends future research directions that focus on the development of digital and inclusive curriculum models, sustainable human resource management, collaborative financing systems, and the development of technology-based Internal Quality Assurance Systems (SPMI). These findings are expected to enrich the literature on PAUD management and serve as a reference for the development of more innovative and sustainable PAUD institutional management policies and practices.
The Utilization of Artificial Intelligence (AI) as an Assistive Tool for Civics Teachers in Designing Pancasila Character-Based Assessment Sunandi, Isep; Suryono
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5348

Abstract

This study investigates the use of Artificial Intelligence (AI) as an aid for PPKn (Pancasila and Citizenship Education) teachers in designing Pancasila character-based assessments. Using a sequential explanatory mixed-methods design, this study involved 45 PPKn teachers from public junior high and senior high schools in the city of Bandung as participants. Quantitative data were collected thru a structured questionnaire developed from the adaptation of the Technology Acceptance Model (TAM) and the TPACK framework, while qualitative data were obtained thru in-depth interviews with 12 informants selected thru purposive sampling. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and multiple regression, while qualitative data were analyzed thru six-phase thematic analysis. The results show that 82.2% of teachers using AI tools (ChatGPT, Gemini, and Microsoft Copilot) experienced a statistically significant improvement in the quality of character assessment instruments across all measured dimensions, with the most notable improvements in the completeness of rubric descriptors and alignment with Pancasila values. The efficiency of assessment design increased on average by 63.4% in terms of time saved. Multiple regression analysis reveals that teachers' digital competence is the strongest predictor of the quality of AI-assisted assessments, emphasizing that AI functions as a collaborative tool rather than an autonomous substitute for professional assessments
The Utilization of Artificial Intelligence (AI) as an Assistive Tool for Civics Teachers in Designing Pancasila Character-Based Assessment Isep Sunandi; Saryono
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5348

Abstract

This study investigates the use of Artificial Intelligence (AI) as an aid for PPKn (Pancasila and Citizenship Education) teachers in designing Pancasila character-based assessments. Using a sequential explanatory mixed-methods design, this study involved 45 PPKn teachers from public junior high and senior high schools in the city of Bandung as participants. Quantitative data were collected thru a structured questionnaire developed from the adaptation of the Technology Acceptance Model (TAM) and the TPACK framework, while qualitative data were obtained thru in-depth interviews with 12 informants selected thru purposive sampling. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, Pearson correlation, and multiple regression, while qualitative data were analyzed thru six-phase thematic analysis. The results show that 82.2% of teachers using AI tools (ChatGPT, Gemini, and Microsoft Copilot) experienced a statistically significant improvement in the quality of character assessment instruments across all measured dimensions, with the most notable improvements in the completeness of rubric descriptors and alignment with Pancasila values. The efficiency of assessment design increased on average by 63.4% in terms of time saved. Multiple regression analysis reveals that teachers' digital competence is the strongest predictor of the quality of AI-assisted assessments, emphasizing that AI functions as a collaborative tool rather than an autonomous substitute for professional assessments
Penguatan Karakter Cinta Tanah Air Melalui Ekstrakurikuler Paskibra di Sekolah Menengah Pertama Dendi M Agustina; Sopian Sopian; Saryono Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dalam memperkuat pendidikan karakter, khususnya dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air pada peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan di SMP Negeri 1 Malausma, Kabupaten Majalengka. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina dan pelatih Paskibra, serta 15 peserta didik anggota Paskibra yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler Paskibra berkontribusi dalam menumbuhkan karakter cinta tanah air melalui pembiasaan nilai kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Proses tersebut terjadi melalui pengalaman langsung peserta didik dalam kegiatan latihan, interaksi kelompok, dan partisipasi dalam aktivitas kebangsaan di sekolah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Paskibra dapat dipahami sebagai bentuk pembelajaran kewarganegaraan berbasis pengalaman yang mengintegrasikan civic knowledge, civic skills, dan civic disposition dalam pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler Paskibra dapat menjadi strategi pedagogis yang efektif dalam memperkuat pendidikan karakter dan membangun kesadaran kebangsaan peserta didik di lingkungan sekolah.
Catcalling sebagai Praktik Kontrol Sosial Maskulin di Ruang Publik Kampus: Studi Fenomenologi pada Mahasiswi FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Talitha Damayanti; Stevany Afrizal; Saryono Saryono
Jurnal Citizenship Virtues Vol. 6 No. 1 (2026): Transformasi Nilai Kewargaan, Karakter, dan Praktik Sosial dalam Dinamika Pendi
Publisher : LPPM STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jcv.v6i1.2806

Abstract

FFenomena catcalling merupakan bentuk pelecehan verbal di ruang publik yang sering menargetkan perempuan sebagai objek interaksi seksual yang tidak diinginkan. Meskipun kerap dianggap sebagai candaan, praktik ini memiliki implikasi sosial dan psikologis bagi perempuan yang mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis catcalling sebagai bentuk kontrol sosial maskulin di ruang publik kampus serta memahami pengalaman mahasiswi yang mengalaminya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi terhadap enam mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang pernah mengalami catcalling di sekitar kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa catcalling muncul dalam bentuk siulan, panggilan bernada menggoda, serta komentar terhadap penampilan fisik yang merefleksikan objektifikasi tubuh perempuan dan relasi kuasa gender di ruang publik. Pengalaman tersebut menimbulkan rasa tidak nyaman dan mendorong mahasiswi mengembangkan strategi adaptasi ketika berada di ruang publik. Temuan ini memperluas pemahaman mengenai catcalling sebagai praktik sosial yang mereproduksi dominasi maskulin serta memiliki implikasi bagi pengembangan Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan Kewarganegaraan.