p-Index From 2021 - 2026
5.811
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Bahasa dan Sastra Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Arbitrer KEMBARA JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature JURNAL ILMU BUDAYA Journal of Language and Literature Diglosia Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Madah Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Jurnal Masyarakat dan Budaya Linguistik Indonesia Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Suar Betang Metahumaniora Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature Mimesis Jurnal Bastrindo: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Ilmiah Teunuleh: The International Journal of Social Sciences International Journal of Forensic Linguistic Jurnal Pertahanan dan Bela Negara Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Deskripsi Bahasa LingPoet: Journal of Linguistics and Literary Research Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Widyaparwa Worksheet : Jurnal Akuntansi Jurnal Multidisiplin West Science Riwayat: Educational Journal of History and Humanities TENANG : Teknologi, Edukasi, dan Pengabdian Multidisiplin Nusantara Gemilang Ekopedia: Jurnal Ilmiah Ekonomi Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Deskripsi Bahasa

Dominasi Maskulin dalam Akronim Pornografis Aditya Wicaksono; Sailal Arimi
Deskripsi Bahasa Vol 3 No 2 (2020): 2020 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (967.822 KB) | DOI: 10.22146/db.v3i2.4087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna, dan dominasi maskulin dalam akronim pornografis. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik, khususnya kajian bahasa dan gender. Data penelitian diperoleh di dalam media sosial twitter. Hasil penelitian ini adalah (1) bentuk akronim pornografis di twitter antara lain berupa, akronim tiga kata, akronim suku kata awal dengan suku kata awal, akronim suku kata awal dengan suku kata akhir, dan akronim dengan kata metatesis, campur kode ke dalam (bahasa Indonesia dengan bahasa daerah), campur kode ke luar (bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris), bahasa prokem, dan bahasa Inggris. (2) Makna akronim pornografis mengalami perluasan dari makna-makna leksikal yang menjadi unsur pembentuk akronim. Hal tersebut disebabkan oleh faktor-faktor di luar bahasa yang menjadi konteks pornografi, seperti foto dan video. (3) Dominasi maskulin dalam akronim pornografi dapat dilihat dari gender maskulin menciptakan dan mengembangkan pembentukan akronim pornografis, yang dapat dilihat berdasarkan frekuensi laki-laki membicarakan topik pornografi lebih besar dibandingkan perempuan. Lalu, terdapat pula kekerasan simbolik terhadap gender feminin karena berdasarkan referen akronim pornografi, feminin memiliki presentase lebih besar dibandingkan dengan maskulin, sehingga feminin dijadikan sebagai objektivikasi dalam pembentukan akronim pornografis.
Semantic of Banjarese Prepositions: Cognitive Semantics Noor Amalia Utami; Sailal Arimi
Deskripsi Bahasa Vol 4 No 2 (2021): 2021 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.984 KB) | DOI: 10.22146/db.v4i2.4732

Abstract

Spatial system is fundamental in any language. This makes each language has spatial system which in some extent distinctive one another. Study of spatial system commonly found within cognitive linguistics area which takes preposition as object of study as the present research does. Banjarese, as one of local languages in Indonesia, indicates a unique spatial system by having particular spatial particles. Data collection is based on the questionnaire where the respondents are 153 native Banjareses. The result shows that Banjarese have eight spatial prepositions which classified into three categories based on the vector direction. Preposition di, where it is used excessively, is a placement preposition where there is no movement in the configuration. On the other hand, source and goal directive preposition carry vector from and toward the LM respectively. Source-directive prepositions are di, dari, matan, and pada. Meanwhile, goal-directive prepositions are ka, taka, baka, and ampah. Particular spatial expression such as hulu (upstream), hilir (downstream), laut (sea), and darat(land) are found generated from river life. All these four spatial particles are based on river stream direction. Hulu and hilir take horizontal relation toward river while laut and darat are perpendicular to river line that extends further or nearby toward river.