Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kesadaran Wajib Pajak, Sanksi Pajak, dan Kewajiban Moral, terhadap Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak di UPTD 1 Samsat Bandar Lampung Desi, Alisya Citra; Khoirina, Siti; sari, Pipit Novila
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6475

Abstract

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memiliki kontribusi penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah. Meskipun jumlah kendaraan bermotor terus mengalami peningkatan, tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor masih menjadi permasalahan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran wajib pajak, sanksi pajak, dan kewajiban moral terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di UPTD 1 SAMSAT Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden wajib pajak kendaraan bermotor. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling. Metode analisis data meliputi uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t (parsial), dan uji F (simultan) yang diolah menggunakan program SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kesadaran wajib pajak, sanksi pajak, dan kewajiban moral berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Selain itu, hasil uji simultan membuktikan bahwa ketiga variabel independen tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepatuhan wajib pajak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa sanksi pajak, tetapi juga oleh faktor internal seperti kesadaran dan kewajiban moral wajib pajak. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor memerlukan pendekatan yang terintegrasi melalui peningkatan edukasi dan sosialisasi perpajakan, penegakan sanksi yang konsisten, serta penguatan nilai-nilai moral wajib pajak guna mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah.
Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Kinerja Keuangan Pemerintah Kota Bandar Lampung Liana, Veni; Novalita, Novalita; Khoirina, Siti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kinerja keuangan Pemerintah Kota Bandar Lampung periode 2017–2023 yang diukur menggunakan Rasio Kemandirian, Rasio Pertumbuhan, Rasio Keserasian, Rasio Efisiensi, dan Rasio Efektivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2017 hingga 2023. Sampel yang digunakan adalah sampel jenuh, yaitu seluruh populasi data laporan keuangan selama periode penelitian dijadikan sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan untuk mengukur tingkat kemandirian daerah dalam membiayai kegiatan pemerintahan, kemampuan pertumbuhan pendapatan daerah, keserasian alokasi belanja operasional dan belanja modal, efisiensi penggunaan anggaran, serta efektivitas pencapaian target pendapatan asli daerah. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi, kemudian dilanjutkan dengan analisis regresi linier berganda dan pengujian hipotesis menggunakan uji F dengan bantuan aplikasi Statistical Package for Social Science (SPSS) 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan rasio kemandirian, rasio pertumbuhan, rasio keserasian, rasio efisiensi, dan rasio efektivitas berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik kemampuan pemerintah daerah dalam menggali potensi pendapatan, mengalokasikan belanja secara proporsional, serta mengelola anggaran secara efektif dan efisien, maka semakin meningkat pula kualitas kinerja keuangan daerah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.