Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JRKN

POSISI DUDUK DALAM PELUKAN ORANG TUA SELAMA INSERSI INTRAVENA: APLIKASI COMFORT FOOD FOR THE SOUL Ni made Sri Rahyanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1684.091 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v4i1.226

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Posisi duduk dalam pelukan orang tua selama prosedur insersi kateter intravena merupakan intervensi kenyamanan dari teori keperawatan Kolcaba. Proyek inovasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penerapan rasa nyaman pada anak selama prosedur insersi kateter intravena melalui intervensi posisi duduk dalam pelukan orang tua untuk mengurangi nyeri anak.Metode: Metode yang digunakan adalah metode PICO (Patient, Intervention, Comparison, Outcome) dan melibatkan 18 responden anak usia 1-4 tahun yang terbagi dalam kelompok intervensi dan kontrol. Proyek inovasi ini dilaksanakan selama 3 bulan.Hasil: Analisa uji Mann Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor nyeri posisi duduk dalam pelukan orang tua dengan posisi telentang (p=0,016; α=0,05).Kesimpulan: Posisi duduk dalam pelukan orang tua dapat mengurangi skor nyeri anak selama prosedur insersi kateter intravena serta posisi ini mudah dan sederhana untuk dilakukan.    Kata Kunci: comfort, insersi, pelukan, posisi dudukABSTRACTBackground: Sitting position in parent's hold during insertion intravenous catheter is a comfort intervention from Kolcaba’s theory of nursing. This innovation project aimed to describe application of comfort intervention during insertion intravenous catheter through sitting position in parent's hold to reduce children pain. Methods: The innovation project used PICO method (Patient, Intervention, Comparison, and Outcome) involving 18 respondents, aged 1–4 years, who were included in the intervention and control group. This innovation project has been applied in 3 month. Results: The result of a Mann-Whitney U test analysis showed a significant difference in the pain score between the intervention and control groups (p= 0,016; α =0,05). Conclusion: Sitting position in parent's hold can reduce children pain during insertion intravenous catheter. This intervention is easy and simple to do.Keyword : comfort, insertion, holding, sitting position
Self Care Agency Pada Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Luar Biasa Ni Kadek Sriasih; Anak Agung Istri Wulan Krisnandari D; Ni Made Sri Rahyanti; Ni Wayan Erviana Puspita Dewi
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i2.524

Abstract

Latar Belakang: Anak berkebutuhan khusus adalah anak yang dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya secara signifikan mengalami kelainan fisik, mental-intelektual, sosial dan emosional dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya Masalah ketergantungan melakukan perawatan diri sering terjadi pada kelompok anak (orang yang sangat muda), orang yang sakit atau orang yang cacat. Hal ini menjadi salah satu perhatian khusus perawat tentang kemampuan perawatan diri pada anak berkebutuhan khusus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan perawatan diri (self care agency) pada anak pada anak berkebutuhan khusus. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode descriptive cross sectional. Penelitian dilakukan pada Juli - September 2022 di 2 SLB Negeri di Bali. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah orang tua pada anak berkebutuhan khusus yang tercatat aktif sebagai siswa di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 3 Denpasar. Menggunakan metode purposive sampling, sampel yang digunakan berjumlah 111 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner self care agency. Data kemudian dianalisis dengan uji analisis deskriptif. Hasil: dari 111 responden sebanyak 86 orang (77,5%) kemampuan melakukan perawatan diri (self care agency) dalam  kategori baik, kategori cukup sebanyak 17 orang (15,3%) dan kategori kurang sebanyak 8 orang (7,2%). .  Kesimpulan: Kemampuan perawatan diri (self care agency) pada anak berkebutuhan khusus dalam pemenuhan kebutuhan dasar mayoritas kategori kemampuan yang baik, namun masih ada anak dengan kemampuan cukup dan kurang. Oleh karena itu dibutuhkan upaya dalam peningkatan kemandirian anak berkebutuhan khusus.  Kata Kunci: Anak berkebutuhan khusus, kemandirian, Perawatan diri