Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Dengan Benar pada Masyarakan di Desa Pematang Cermai Humaira, Annisa; Maghfirah, Dini; Nisa, Uswatun; Rani, Zulmai; Intan Annisa Puteri, Cut
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.761

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah melalui kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kefarmasian. adalah "Dagusibu", yakni "Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang". Tenaga kefarmasian dapat memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat dengan memberikan pemberitahuan tentang penggunaan dan penyimpanan obat-obatan dan alat medis. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi atau penyuluhan. Alat bantu, seperti leaflet atau brosur DAGUSIBU, digunakan untuk memberikan informasi kepada peserta sosialisasi. Peserta sosialisasi adalah ibu-ibu. PKK, kader posyandu, dan masyarakat. Materi yang dijelaskan dalam sosialisasi berupa teori umum DAGUSIBU diikuti dengan pemaparan tentang jenis sediaan obat dan cara penggunaannya, yang mencakup aspek 4T dan 1W: Obat harus diberikan dengan benar sesuai dengan indikasi, dosis yang tepat, kondisi pasien yang tepat, dan penggunaan yang tepat sambil memperhatikan efek sampingnya. Selain itu, dibahas tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat menangani obat, seperti memeriksa tanggal kadaluarsa obat dan memastikan penggunaan obat dengan benar. Pemateri memberikan penjelasan dan praktik penggunaan obat dalam bentuk sediaan, seperti suppositoria, salep mata, obat tetes mata, semprot mulut, semprot hidung, dan tetes telinga. Pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Komunitas DAGUSIBU tentang penggunaan dan penanganan obat berjalan dengan baik. Saya berharap kegiatan ini akan membantu peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh di dalam keluarga dan masyarakat mereka.
Pemanfaatan Limbah Kulit Udang sebagai Bahan Baku Krupuk Bergizi di Desa Benteng Saputra, M Maulana; Alfandi , Wahyu; Lubis, Rizkiah Khairunnisa; Khairunnisa, Khairunnisa; Harahap , Wardatul Hasanah; Annisa Puteri, Cut Intan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.499

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil udang terbesar masih menghadapi permasalahan limbah kulit udang yang belum termanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, limbah tersebut kaya akan protein, kalsium, kitin, dan kitosan yang bermanfaat bagi kesehatan serta dapat dijadikan bahan baku produk pangan bergizi. Di Desa Benteng, dilakukan kegiatan pemanfaatan limbah kulit udang melalui penyuluhan dan praktik langsung bersama masyarakat. Kulit udang diolah menjadi bubuk halus melalui beberapa tahapan, mulai dari pencucian, penghancuran, penyaringan, penjemuran, hingga penghalusan. Bubuk ini kemudian dicampurkan ke dalam adonan kerupuk bersama bahan tambahan lainnya. Hasilnya adalah kerupuk dengan rasa gurih, tekstur renyah, aroma khas udang, serta kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan kerupuk biasa. Uji rasa yang dilakukan bersama warga dan perangkat desa menunjukkan respon positif. Kerupuk berbahan kulit udang dinilai enak, gurih, dan layak konsumsi, bahkan dianggap memiliki potensi untuk dijadikan produk unggulan desa. Antusiasme masyarakat ini menjadi indikator bahwa pemanfaatan limbah kulit udang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai konsumsi rumah tangga, tetapi juga sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomis. Dengan demikian, pemanfaatan limbah kulit udang menjadi kerupuk bergizi mampu memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SERBUK SARI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE HEAT AND CONGEALING Metami Sihombing, Juliana; Puteri, Cut Intan Annisa; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6909

Abstract

Tablet hisap ialah sediaan yang dapat memuat satu atau lebih zat aktif dengan pemberian bahan tambahan dan pemanis serta dapat larut di dalam mulut. Tablet hisap memiliki berbagai keuntungan yaitu rasanya manis dan penggunaanya mudah. Penelitian ini mengunakan metode heat and congeling yang memenuhi syarat karakteristik tablet hisap yang baik. Pengujian dilakukan menggunakan serbuk sari buah pepaya (SSP) yang diformulasikan mengunakan pengikat gom arab dan putih telur dengan formula F1 (SSP 3 gram dan gom arab 7,5%), F2 (SSP 3 gram dan gom arab 10%), F3 (SSP 3 gram dan putih telur 5%), dan F4 (SSP 3 gram dan putih telur 7%). Selanjutnya dilakukan penilaian fisik untuk tablet hisap yang mencakup sifat-sifat, konsistensi berat, konsistensi ukuran, tingkat kekerasan, tingkat kerapuhan, dan waktu pembubaran. Berdasarkan formula F1, F2, F3, dan F4 yang dibuat dalam penelitian ini, tablet hisap yang dihasilkan yaitu dari formula F1 dan F2. Evaluasi fisik tablet hisap dari formula F1 dan F2 menghasilkan sifat fisik tablet hisap yang baik serta menghasilkan waktu hancur yang cepat yaitu selama 12 menit dan 10 menit. Menggunakan metode heat and congeling memiliki karakteristik tablet hisap yang baik serta dapat hancur di dalam mulut dalam waktu yang singkat. Hal ini menunjukan bahwa waktu hancur tablet hisap serbuk sari buah pepaya telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.
PENANAMAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DESA SUKAMANDI HILIR Zela Oktavia; Siska Novita Sari; Ayunda Mayyona; Dinda Sasmita; Panny Chintya; Cut Intan Annisa Puteri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42079

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat berlimpah, dari tanaman-tanaman  tersebut ada beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat yang berpotensi tinggi untuk dibudidayakan, dikembangkan serta dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. diantara potensi yang bisa dimanfaatkan dari tanaman tersebut yaitu tanaman obat keluarga (TOGA). TOGA merupakan tanaman-tanaman obat yang dibudidayakan dipekarangan rumah sebagai tanaman obat keluarga. Keberadaan TOGA sangat penting, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses untuk pelayanan kesehatan seperti masyarakat pedesaan. Nama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pemberdayaan Masyarakat “Penanaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Di Desa Sukamandi Hilir”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan  edukasi dan cara memanfaatkan tanaman sekitar sebagai TOGA kepada masyarakat Desa Sukamandi Hilir. Pengabdian masyarakat ini melibatkan beberapa orang tokoh masyarakat dan warga. perencanaan dimulai dengan cara melakukan observasi lingkungan  desa, menyiapkan bibit yang akan ditanam, pembersihan lahan TOGA, menentukan waktu  penanaman,  penentuan  sasaran  dan  jenis  TOGA  yang  ditanam serta pelaksanaan yang  meliputi  kegiatan  penanaman,  pemberian  pengetahuan  tentang  aneka  jenis  tanaman  obat-obatan dan khasiatnya, serta praktek pemanfaatan tanaman obat menjadi bahan minuman. Hasil  dari persiapan kegiatan dimana keberhasilan dalam mencapai target untuk perencanaan jumlah tanaman tidak sepenuhnya mencapai target jumlah sasaran awal, hanya sebagian tanaman yang ditemukan bibitnya dengan persentase keberhasilan yaitu (80%). pada tahap pelaksanaan daapat dilakukan dengan lancar dengan dibantu oleh perangkat desa ddan masyarakat. Berarti terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang TOGA dan pemanfaatannya
Gel Pembersih Wajah Berbasis Ekstrak Daun Sengani: Inovasi Herbal untuk Terapi Anti-Jerawat yang Menargetkan Cutibacterium acnes Candrika Candrika; Ziza Putri Aisyia Fauzi; Cut Intan Annisa Puteri; Ferina Septiani Damanik; Dinda Sari Utami; Putri Tri Hartini
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1454

Abstract

Senggani is a traditional Asian plant commonly used as an alternative medicine, particularly in Indonesia. The leaves of the senggani plant contain secondary metabolites, including tannins, alkaloids, flavonoids, and saponins. Among these, tannins and flavonoids are believed to have antibacterial properties. This study investigates whether a facial wash gel made from the ethanol extract of senggani leaves possesses stable properties and meets established standards. Additionally, the study aims to evaluate its antibacterial activity against Cutibacterium acnes, the bacteria responsible for acne. A maceration method with 70% ethanol was used to prepare the ethanol extract from senggani leaves. This extract was then formulated into a facial wash gel using carbopol polymer at 5%, 7.5%, and 10%, followed by tests to assess its antibacterial activity. The antibacterial activity was determined using the disc diffusion method at the same concentrations. The results indicated that the diameter of the bacterial inhibition zone was 9.93 mm at 5%, 11.66 mm at 7.5%, and 13.93 mm at 10%. The gel preparation of the ethanol extract from senggani leaves demonstrated stable properties, with physical stability evaluations confirming compliance with the quality standards for facial washes set by Indonesian national regulations. Furthermore, the senggani leaf ethanol extract gel effectively inhibited the growth of Cutibacterium acnes, indicating its potential as an effective face wash.
Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Hipertensi Sri Wahyuni; Gabena Indrayani Dalimunthe; Ferina Septiani Damanik; Cut Intan Annisa Puteri
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.137

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan nasional. Menurut World Health Organization (WHO), satu dari lima orang dewasa menderita hipertensi. Di Indonesia, prevalensi hipertensi juga mengalami peningkatan berdasarkan data Riskesdas. Salah satu upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non farmakologi, seperti pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera). Namun, pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Pulau Banyak terkait pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan ceramah interaktif serta edukasi pengolahan dan konsumsi daun kelor. Daun kelor mengandung flavonoid, polifenol, kalium, dan antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi dan pengurangan stres oksidatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat. Edukasi ini menjadi strategi efektif dalam pengendalian hipertensi berbasis sumber daya lokal.
Peran Farmasi Klinis Dalam Edukasi Masyarakat Sebagai Strategi Promotif dan Preventif Penyakit ISPA Kiki Rawitri; Syilvi Rinda Sari; Cut Intan Annisa Puteri; Ziza Putri Aisyia Fauzi; Ferina Septiani Damanik
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.170

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan tingginya angka kejadian yang tidak hanya dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, tetapi juga oleh praktik penggunaan obat yang kurang rasional di masyarakat. Dalam konteks farmasi klinis, peran farmasis menjadi krusial dalam memberikan edukasi terkait deteksi dini, pencegahan, serta penggunaan obat yang tepat untuk menghindari komplikasi dan resistensi, khususnya akibat swamedikasi yang tidak rasional. Temuan awal di Puskesmas Teladan Kota Medan menunjukkan bahwa masyarakat belum mampu mengenali gejala awal ISPA secara tepat dan cenderung melakukan swamedikasi tanpa informasi yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan edukasi berbasis farmasi klinis sebagai intervensi promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait deteksi dini, pencegahan, dan penggunaan obat yang rasional pada ISPA. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan edukasi interaktif dengan desain quasi-eksperimental one group pre-test–post-test terhadap 17 responden. Materi edukasi mencakup pengenalan ISPA, tanda dan gejala, faktor risiko, pencegahan berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta prinsip penggunaan obat yang rasional. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan (p<0,05), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 11,76% menjadi 52,94% dan penurunan kategori kurang dari 58,82% menjadi 11,76%. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi berbasis farmasi klinis efektif dalam menunjang upaya promotif dan preventif sekaligus meningkatkan rasionalitas penggunaan obat dalam pengendalian ISPA di masyarakat.
Pemberdayaan Ibu Balita dalam Penatalaksanaan Diare dan Pencegahan Dehidrasi Berbasis Edukasi Kesehatan Ziza Putri Aisyia Fauzi; Cut Intan Annisa Puteri; Rahmadani; Kiki Rawitri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15767

Abstract

Diare masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama akibat komplikasi dehidrasi. Rendahnya pengetahuan ibu mengenai penatalaksanaan diare yang tepat, penggunaan oralit dan zinc, serta pengenalan tanda bahaya menjadi faktor yang berkontribusi terhadap tingginya risiko komplikasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam penatalaksanaan diare dan pencegahan dehidrasi melalui edukasi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Maret 2026 di UPT Puskesmas Teladan, Kelurahan Teladan Barat, Kota Medan, dengan melibatkan 35 ibu balita sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi pembuatan oralit, simulasi identifikasi tanda dehidrasi, serta evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Media edukasi yang digunakan berupa presentasi, leaflet, dan booklet. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 58,6 ± 12,4 pada pre-test menjadi 84,7 ± 9,8 pada post-test. Sebanyak 88,6% peserta mampu menjelaskan tanda-tanda dehidrasi dan 91,4% peserta mampu menyiapkan oralit dengan benar setelah kegiatan. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan ibu balita terkait penatalaksanaan diare dan pencegahan dehidrasi. Program edukasi kesehatan secara berkelanjutan perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan kader posyandu dan puskesmas untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam penanganan awal diare pada balita.
Formulasi Gel Antiseptik Sediaan Obat Luka Dari Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit Rahmadani Rahmadani; Ferina Septiani Damanik; Cut Intan Annisa Puteri; Lilik Septiana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59179

Abstract

Pendahuluan: Luka merupakan kerusakan jaringan yang rentan mengalami infeksi akibat kontaminasi mikroorganisme sehingga diperlukan sediaan antiseptik yang efektif dan aman. Rimpang kunyit memiliki kandungan kurkumin, flavonoid, dan minyak atsiri yang diketahui memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan mempercepat penyembuhan luka sehingga berpotensi diformulasikan dalam bentuk gel antiseptic. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan gel antiseptik sediaan obat luka dari ekstrak etanol rimpang kunyit serta mengevaluasi mutu fisik dan aktivitas antiseptiknya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan desain post test only. Populasi penelitian adalah sediaan gel ekstrak etanol rimpang kunyit dengan sampel berupa tiga formula konsentrasi ekstrak yaitu 5%, 10%, dan 15% yang dibuat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Variabel penelitian meliputi mutu fisik gel dan aktivitas antiseptik. Pengumpulan data dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan antarformula.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk semi padat, homogen, berwarna kuning kecoklatan, dan berbau khas kunyit. Nilai pH gel berada pada rentang 5,2–6,1 sehingga sesuai dengan pH kulit. Formula dengan konsentrasi ekstrak 15% memberikan daya hambat terbesar terhadap Staphylococcus aureus dibandingkan formula lainnya. Simpulan: Ekstrak etanol rimpang kunyit dapat diformulasikan menjadi gel antiseptik sediaan obat luka dengan mutu fisik yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab infeksi luka. Formula 15% menunjukkan efektivitas terbaik sebagai gel antiseptik luka.
Integration of LC-HRMS-Based Metabolomics, INS-1 Cell Assays, and Molecular Docking to Elucidate the Synergistic Antidiabetic Mechanism of the Kunyit–Asam Herbal Formulation Muhammad Nurul Fadel; Emma Jayanti Besan; Nur Masyithah Zamruddin; Cut Intan Annisa Puteri; Nina Irmayanti Harahap
Fundamental and Applied Research in Medicine and Allied Sciences Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): May, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/farmasi.v1i1.391

Abstract

Diabetes mellitus remains a major global health burden, leading to growing interest in herbal formulations as complementary antidiabetic therapies. This study aimed to elucidate the synergistic antidiabetic mechanism of the traditional Kunyit–Asam herbal formulation by integrating LC-HRMS-based metabolomics, in vitro INS-1 pancreatic β-cell assays, and molecular docking analysis. Metabolomic profiling using LC-HRMS identified a diverse array of bioactive secondary metabolites, predominantly phenolic acids, flavonoids, and curcuminoids, which are associated with antidiabetic and antioxidant activities. Functional evaluation in INS-1 cells demonstrated that the Kunyit–Asam extract significantly enhanced glucose-stimulated insulin secretion (GSIS) and improved β-cell viability, indicating insulinotropic and cytoprotective effects. Furthermore, molecular docking analysis revealed that several identified metabolites exhibited strong binding affinities toward key diabetes-related molecular targets, including α-glucosidase, α-amylase, AMP-activated protein kinase (AMPK), insulin receptor substrate-1 (IRS-1), phosphoinositide 3-kinase (PI3K), and GLUT4 regulatory proteins. Integration of metabolomic, biological, and in silico findings suggests that the antidiabetic activity of Kunyit–Asam is mediated through multi-target modulation of insulin signaling pathways, inhibition of postprandial glucose-regulating enzymes, and protection against oxidative stress. These results support a synergistic pharmacological mechanism driven by multiple phytoconstituents rather than a single dominant compound. This study provides scientific evidence supporting the traditional use of Kunyit–Asam as an antidiabetic herbal formulation and offers valuable insights for future herbal-based drug development.
Co-Authors Alfandi , Wahyu Anggitha Ningtias Arrosty, Muflizah Ayunda Mayyona Chairunnisa Anggi Cut Yulvizar Darwin Syamsul Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Dinda Sari Utami Dinda Sasmita Dzukharian Munandar Dzukharian Munandar Emma Jayanti Besan Emma Jayanti Besan Ferina Septiani Damanik Gabena Indrayani Dalimunthe Harahap , Wardatul Hasanah Haris Munandar Nasution Haris Munandar Nasution Hartini, Putri Tri Hasibuan, Zulfiana Ramadhani Hindri Syahputri Humaira, Annisa husna, nadiatul Husnunnisa Isma Oktadiana Isma Oktadiana Juliana Metami Sihombing Karo-Karo, Sry Ulina Khairunnisa Khairunnisa Kiki Rawitri Lilik Septiana Lilik Septiana Lubis, Minda Sari Lubis, Rizkiah Khairunnisa Maghfirah, Dini maghfirah, Suci Metami Sihombing, Juliana Misrahanum Misrahanum Muhammad Agus Muljanto Muhammad Amin Nasution Muhammad Andry Muhammad Nurul Fadel Muhammad Nurul Fadel Mukti, Ridho Munandar, Verissa Nia Novranda Pertiwi Nina Irmayanti Harahap Ningtias, Anggita Ningtias, Anggitha Nomi Noviani Nur Masyithah Zamruddin Nur Masyithah Zamruddin Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Panny Chintya Putri Tri Hartini Rafita Yuniarti Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rahmadani Rena Meutia Rena Meutia Ridwanto Ridwanto Rizki, Vitri Dea Saputra, M Maulana Sari Lubis , Minda Sari, Febia Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Rinda Simahate, Sadjnah Siska Novita Sari Siti Fatimah Sultan Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Uswatun Nisa, Uswatun Yuniarti, Rafita Zela Oktavia Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulmai Rani