Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Dengan Benar pada Masyarakan di Desa Pematang Cermai Humaira, Annisa; Maghfirah, Dini; Nisa, Uswatun; Rani, Zulmai; Intan Annisa Puteri, Cut
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.761

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah melalui kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kefarmasian. adalah "Dagusibu", yakni "Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang". Tenaga kefarmasian dapat memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat dengan memberikan pemberitahuan tentang penggunaan dan penyimpanan obat-obatan dan alat medis. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi atau penyuluhan. Alat bantu, seperti leaflet atau brosur DAGUSIBU, digunakan untuk memberikan informasi kepada peserta sosialisasi. Peserta sosialisasi adalah ibu-ibu. PKK, kader posyandu, dan masyarakat. Materi yang dijelaskan dalam sosialisasi berupa teori umum DAGUSIBU diikuti dengan pemaparan tentang jenis sediaan obat dan cara penggunaannya, yang mencakup aspek 4T dan 1W: Obat harus diberikan dengan benar sesuai dengan indikasi, dosis yang tepat, kondisi pasien yang tepat, dan penggunaan yang tepat sambil memperhatikan efek sampingnya. Selain itu, dibahas tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat menangani obat, seperti memeriksa tanggal kadaluarsa obat dan memastikan penggunaan obat dengan benar. Pemateri memberikan penjelasan dan praktik penggunaan obat dalam bentuk sediaan, seperti suppositoria, salep mata, obat tetes mata, semprot mulut, semprot hidung, dan tetes telinga. Pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Komunitas DAGUSIBU tentang penggunaan dan penanganan obat berjalan dengan baik. Saya berharap kegiatan ini akan membantu peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh di dalam keluarga dan masyarakat mereka.
Pemanfaatan Limbah Kulit Udang sebagai Bahan Baku Krupuk Bergizi di Desa Benteng Saputra, M Maulana; Alfandi , Wahyu; Lubis, Rizkiah Khairunnisa; Khairunnisa, Khairunnisa; Harahap , Wardatul Hasanah; Annisa Puteri, Cut Intan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.499

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil udang terbesar masih menghadapi permasalahan limbah kulit udang yang belum termanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, limbah tersebut kaya akan protein, kalsium, kitin, dan kitosan yang bermanfaat bagi kesehatan serta dapat dijadikan bahan baku produk pangan bergizi. Di Desa Benteng, dilakukan kegiatan pemanfaatan limbah kulit udang melalui penyuluhan dan praktik langsung bersama masyarakat. Kulit udang diolah menjadi bubuk halus melalui beberapa tahapan, mulai dari pencucian, penghancuran, penyaringan, penjemuran, hingga penghalusan. Bubuk ini kemudian dicampurkan ke dalam adonan kerupuk bersama bahan tambahan lainnya. Hasilnya adalah kerupuk dengan rasa gurih, tekstur renyah, aroma khas udang, serta kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan kerupuk biasa. Uji rasa yang dilakukan bersama warga dan perangkat desa menunjukkan respon positif. Kerupuk berbahan kulit udang dinilai enak, gurih, dan layak konsumsi, bahkan dianggap memiliki potensi untuk dijadikan produk unggulan desa. Antusiasme masyarakat ini menjadi indikator bahwa pemanfaatan limbah kulit udang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai konsumsi rumah tangga, tetapi juga sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomis. Dengan demikian, pemanfaatan limbah kulit udang menjadi kerupuk bergizi mampu memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Edukasi Penggunaan Obat dan Perawatan Luka Pasca Khitanan Massal di Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Damanik, Ferina Septiani; Sri Wahyuni; Cut Intan Annisa Puteri; Kiki Rawitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.1917

Abstract

Khitan merupakan prosedur bedah minor yang umum dilakukan sebagai bagian dari tradisi agama dan budaya di Indonesia. Namun, praktik ini tetap memiliki risiko komplikasi, terutama apabila perawatan luka pasca-prosedur tidak dilakukan dengan benar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua atau wali dalam penggunaan obat dan perawatan luka pasca-khitan pada kegiatan khitanan massal di Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan meliputi pemberian paket obat-obatan, penyuluhan, serta demonstrasi praktik perawatan luka kepada 30 peserta khitan dan orang tua pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia 8–10 tahun, sehingga peran orang tua menjadi krusial dalam mendukung penyembuhan luka. Edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman orang tua mengenai dosis dan cara penggunaan obat, teknik pembersihan luka, prinsip asepsis, serta tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai. Evaluasi lisan menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri orang tua dalam melakukan perawatan luka di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang efektif untuk diterapkan pada kegiatan khitanan massal di komunitas lainnya guna meminimalkan risiko komplikasi pasca-khitan.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SERBUK SARI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE HEAT AND CONGEALING Metami Sihombing, Juliana; Puteri, Cut Intan Annisa; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jf.v12i2.6909

Abstract

Tablet hisap ialah sediaan yang dapat memuat satu atau lebih zat aktif dengan pemberian bahan tambahan dan pemanis serta dapat larut di dalam mulut. Tablet hisap memiliki berbagai keuntungan yaitu rasanya manis dan penggunaanya mudah. Penelitian ini mengunakan metode heat and congeling yang memenuhi syarat karakteristik tablet hisap yang baik. Pengujian dilakukan menggunakan serbuk sari buah pepaya (SSP) yang diformulasikan mengunakan pengikat gom arab dan putih telur dengan formula F1 (SSP 3 gram dan gom arab 7,5%), F2 (SSP 3 gram dan gom arab 10%), F3 (SSP 3 gram dan putih telur 5%), dan F4 (SSP 3 gram dan putih telur 7%). Selanjutnya dilakukan penilaian fisik untuk tablet hisap yang mencakup sifat-sifat, konsistensi berat, konsistensi ukuran, tingkat kekerasan, tingkat kerapuhan, dan waktu pembubaran. Berdasarkan formula F1, F2, F3, dan F4 yang dibuat dalam penelitian ini, tablet hisap yang dihasilkan yaitu dari formula F1 dan F2. Evaluasi fisik tablet hisap dari formula F1 dan F2 menghasilkan sifat fisik tablet hisap yang baik serta menghasilkan waktu hancur yang cepat yaitu selama 12 menit dan 10 menit. Menggunakan metode heat and congeling memiliki karakteristik tablet hisap yang baik serta dapat hancur di dalam mulut dalam waktu yang singkat. Hal ini menunjukan bahwa waktu hancur tablet hisap serbuk sari buah pepaya telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.
Pemanfaatan Daun Kelor (Moringa Oleifera) untuk Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Hipertensi Wahyuni, Sri; Gabena Indrayani Dalimunthe; Ferina Septiani Damanik; Puteri, Cut Intan Annisa
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.137

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat secara global dan nasional. Menurut World Health Organization (WHO), satu dari lima orang dewasa menderita hipertensi. Di Indonesia, prevalensi hipertensi juga mengalami peningkatan berdasarkan data Riskesdas. Salah satu upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui terapi non farmakologi, seperti pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera). Namun, pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat di Desa Pulau Banyak terkait pemanfaatan daun kelor untuk pencegahan dan pengobatan hipertensi. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan ceramah interaktif serta edukasi pengolahan dan konsumsi daun kelor. Daun kelor mengandung flavonoid, polifenol, kalium, dan antioksidan yang berperan dalam menurunkan tekanan darah melalui mekanisme vasodilatasi dan pengurangan stres oksidatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat. Edukasi ini menjadi strategi efektif dalam pengendalian hipertensi berbasis sumber daya lokal.
Enhancing Community Knowledge on Prudent Medication Use Based on Symptoms Sari, Syilvi Rinda; Hindri Syahputri; Kiki Rawitri; Cut Intan Annisa Puteri; Ferina Septiani Damanik; Muhammad Amin Nasution; Nia Novranda Pertiwi
Transformatif: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tranformatif.v7i1.14548

Abstract

Irrational medication use remains a significant public health concern, often stemming from inadequate knowledge of symptom-based drug selection and self-medication practices. This community service activity aimed to enhance public knowledge on rational medication use, specifically focusing on drug classification, reading medication labels, and appropriate dosage instructions. Employing a community-based participatory approach, the activity was conducted at the UPT Puskesmas Teladan and involved 17 purposively selected visitors. The intervention, delivered through interactive lectures, two-way discussions, and medication label simulations supported by educational leaflets, was evaluated using pre-test and post-test instruments. The results demonstrated a notable improvement in participants' understanding, with average scores increasing from 4.94 (low category) to 7.94 (good category) on a 10-point scale. This improvement suggests that a targeted, interactive educational approach is feasible and holds promise for strengthening public knowledge on prudent medication use. This initiative highlights the potential for integrating similar community-based education programs into primary health services to promote safer self-medication behaviors.
Peran Farmasi Klinis Dalam Edukasi Masyarakat Sebagai Strategi Promotif dan Preventif Penyakit ISPA Rawitri, Kiki; Sari, Syilvi Rinda; Puteri, Cut Intan Annisa; Fauzi, Ziza Putri Aisyia; Damanik, Ferina Septiani
Jurnal Bakti Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): Jurnal Bakti Nusantara
Publisher : Pustaka Media Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63763/jutira.v3i3.170

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan tingginya angka kejadian yang tidak hanya dipengaruhi oleh rendahnya literasi kesehatan, tetapi juga oleh praktik penggunaan obat yang kurang rasional di masyarakat. Dalam konteks farmasi klinis, peran farmasis menjadi krusial dalam memberikan edukasi terkait deteksi dini, pencegahan, serta penggunaan obat yang tepat untuk menghindari komplikasi dan resistensi, khususnya akibat swamedikasi yang tidak rasional. Temuan awal di Puskesmas Teladan Kota Medan menunjukkan bahwa masyarakat belum mampu mengenali gejala awal ISPA secara tepat dan cenderung melakukan swamedikasi tanpa informasi yang memadai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan edukasi berbasis farmasi klinis sebagai intervensi promotif dan preventif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait deteksi dini, pencegahan, dan penggunaan obat yang rasional pada ISPA. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan edukasi interaktif dengan desain quasi-eksperimental one group pre-test–post-test terhadap 17 responden. Materi edukasi mencakup pengenalan ISPA, tanda dan gejala, faktor risiko, pencegahan berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta prinsip penggunaan obat yang rasional. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan (p<0,05), dengan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 11,76% menjadi 52,94% dan penurunan kategori kurang dari 58,82% menjadi 11,76%. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi berbasis farmasi klinis efektif dalam menunjang upaya promotif dan preventif sekaligus meningkatkan rasionalitas penggunaan obat dalam pengendalian ISPA di masyarakat.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN TABLET HISAP DARI SERBUK SARI BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) MENGGUNAKAN METODE HEAT AND CONGEALING Sihombing, Juliana Metami; Puteri, Cut Intan Annisa; Lubis, Minda Sari; Yuniarti, Rafita
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tablet hisap ialah sediaan yang dapat memuat satu atau lebih zat aktif dengan pemberian bahan tambahan dan pemanis serta dapat larut di dalam mulut. Tablet hisap memiliki berbagai keuntungan yaitu rasanya manis dan penggunaanya mudah. Penelitian ini mengunakan metode heat and congeling yang memenuhi syarat karakteristik tablet hisap yang baik. Pengujian dilakukan menggunakan serbuk sari buah pepaya (SSP) yang diformulasikan mengunakan pengikat gom arab dan putih telur dengan formula F1 (SSP 3 gram dan gom arab 7,5%), F2 (SSP 3 gram dan gom arab 10%), F3 (SSP 3 gram dan putih telur 5%), dan F4 (SSP 3 gram dan putih telur 7%). Selanjutnya dilakukan penilaian fisik untuk tablet hisap yang mencakup sifat-sifat, konsistensi berat, konsistensi ukuran, tingkat kekerasan, tingkat kerapuhan, dan waktu pembubaran. Berdasarkan formula F1, F2, F3, dan F4 yang dibuat dalam penelitian ini, tablet hisap yang dihasilkan yaitu dari formula F1 dan F2. Evaluasi fisik tablet hisap dari formula F1 dan F2 menghasilkan sifat fisik tablet hisap yang baik serta menghasilkan waktu hancur yang cepat yaitu selama 12 menit dan 10 menit. Menggunakan metode heat and congeling memiliki karakteristik tablet hisap yang baik serta dapat hancur di dalam mulut dalam waktu yang singkat. Hal ini menunjukan bahwa waktu hancur tablet hisap serbuk sari buah pepaya telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.
PENANAMAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DESA SUKAMANDI HILIR Zela Oktavia; Siska Novita Sari; Ayunda Mayyona; Dinda Sasmita; Panny Chintya; Cut Intan Annisa Puteri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42079

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat berlimpah, dari tanaman-tanaman  tersebut ada beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat yang berpotensi tinggi untuk dibudidayakan, dikembangkan serta dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. diantara potensi yang bisa dimanfaatkan dari tanaman tersebut yaitu tanaman obat keluarga (TOGA). TOGA merupakan tanaman-tanaman obat yang dibudidayakan dipekarangan rumah sebagai tanaman obat keluarga. Keberadaan TOGA sangat penting, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses untuk pelayanan kesehatan seperti masyarakat pedesaan. Nama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pemberdayaan Masyarakat “Penanaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Di Desa Sukamandi Hilir”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan  edukasi dan cara memanfaatkan tanaman sekitar sebagai TOGA kepada masyarakat Desa Sukamandi Hilir. Pengabdian masyarakat ini melibatkan beberapa orang tokoh masyarakat dan warga. perencanaan dimulai dengan cara melakukan observasi lingkungan  desa, menyiapkan bibit yang akan ditanam, pembersihan lahan TOGA, menentukan waktu  penanaman,  penentuan  sasaran  dan  jenis  TOGA  yang  ditanam serta pelaksanaan yang  meliputi  kegiatan  penanaman,  pemberian  pengetahuan  tentang  aneka  jenis  tanaman  obat-obatan dan khasiatnya, serta praktek pemanfaatan tanaman obat menjadi bahan minuman. Hasil  dari persiapan kegiatan dimana keberhasilan dalam mencapai target untuk perencanaan jumlah tanaman tidak sepenuhnya mencapai target jumlah sasaran awal, hanya sebagian tanaman yang ditemukan bibitnya dengan persentase keberhasilan yaitu (80%). pada tahap pelaksanaan daapat dilakukan dengan lancar dengan dibantu oleh perangkat desa ddan masyarakat. Berarti terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang TOGA dan pemanfaatannya
Gel Pembersih Wajah Berbasis Ekstrak Daun Sengani: Inovasi Herbal untuk Terapi Anti-Jerawat yang Menargetkan Cutibacterium acnes Candrika Candrika; Ziza Putri Aisyia Fauzi; Cut Intan Annisa Puteri; Ferina Septiani Damanik; Dinda Sari Utami; Putri Tri Hartini
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1454

Abstract

Senggani is a traditional Asian plant commonly used as an alternative medicine, particularly in Indonesia. The leaves of the senggani plant contain secondary metabolites, including tannins, alkaloids, flavonoids, and saponins. Among these, tannins and flavonoids are believed to have antibacterial properties. This study investigates whether a facial wash gel made from the ethanol extract of senggani leaves possesses stable properties and meets established standards. Additionally, the study aims to evaluate its antibacterial activity against Cutibacterium acnes, the bacteria responsible for acne. A maceration method with 70% ethanol was used to prepare the ethanol extract from senggani leaves. This extract was then formulated into a facial wash gel using carbopol polymer at 5%, 7.5%, and 10%, followed by tests to assess its antibacterial activity. The antibacterial activity was determined using the disc diffusion method at the same concentrations. The results indicated that the diameter of the bacterial inhibition zone was 9.93 mm at 5%, 11.66 mm at 7.5%, and 13.93 mm at 10%. The gel preparation of the ethanol extract from senggani leaves demonstrated stable properties, with physical stability evaluations confirming compliance with the quality standards for facial washes set by Indonesian national regulations. Furthermore, the senggani leaf ethanol extract gel effectively inhibited the growth of Cutibacterium acnes, indicating its potential as an effective face wash.