Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sosialisasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat Dengan Benar pada Masyarakan di Desa Pematang Cermai Humaira, Annisa; Maghfirah, Dini; Nisa, Uswatun; Rani, Zulmai; Intan Annisa Puteri, Cut
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.761

Abstract

Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah melalui kegiatan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga kefarmasian. adalah "Dagusibu", yakni "Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang". Tenaga kefarmasian dapat memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat dengan memberikan pemberitahuan tentang penggunaan dan penyimpanan obat-obatan dan alat medis. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi atau penyuluhan. Alat bantu, seperti leaflet atau brosur DAGUSIBU, digunakan untuk memberikan informasi kepada peserta sosialisasi. Peserta sosialisasi adalah ibu-ibu. PKK, kader posyandu, dan masyarakat. Materi yang dijelaskan dalam sosialisasi berupa teori umum DAGUSIBU diikuti dengan pemaparan tentang jenis sediaan obat dan cara penggunaannya, yang mencakup aspek 4T dan 1W: Obat harus diberikan dengan benar sesuai dengan indikasi, dosis yang tepat, kondisi pasien yang tepat, dan penggunaan yang tepat sambil memperhatikan efek sampingnya. Selain itu, dibahas tentang hal-hal yang harus diperhatikan saat menangani obat, seperti memeriksa tanggal kadaluarsa obat dan memastikan penggunaan obat dengan benar. Pemateri memberikan penjelasan dan praktik penggunaan obat dalam bentuk sediaan, seperti suppositoria, salep mata, obat tetes mata, semprot mulut, semprot hidung, dan tetes telinga. Pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Komunitas DAGUSIBU tentang penggunaan dan penanganan obat berjalan dengan baik. Saya berharap kegiatan ini akan membantu peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh di dalam keluarga dan masyarakat mereka.
Pemanfaatan Limbah Kulit Udang sebagai Bahan Baku Krupuk Bergizi di Desa Benteng Saputra, M Maulana; Alfandi , Wahyu; Lubis, Rizkiah Khairunnisa; Khairunnisa, Khairunnisa; Harahap , Wardatul Hasanah; Annisa Puteri, Cut Intan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.499

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara penghasil udang terbesar masih menghadapi permasalahan limbah kulit udang yang belum termanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, limbah tersebut kaya akan protein, kalsium, kitin, dan kitosan yang bermanfaat bagi kesehatan serta dapat dijadikan bahan baku produk pangan bergizi. Di Desa Benteng, dilakukan kegiatan pemanfaatan limbah kulit udang melalui penyuluhan dan praktik langsung bersama masyarakat. Kulit udang diolah menjadi bubuk halus melalui beberapa tahapan, mulai dari pencucian, penghancuran, penyaringan, penjemuran, hingga penghalusan. Bubuk ini kemudian dicampurkan ke dalam adonan kerupuk bersama bahan tambahan lainnya. Hasilnya adalah kerupuk dengan rasa gurih, tekstur renyah, aroma khas udang, serta kandungan gizi lebih tinggi dibandingkan kerupuk biasa. Uji rasa yang dilakukan bersama warga dan perangkat desa menunjukkan respon positif. Kerupuk berbahan kulit udang dinilai enak, gurih, dan layak konsumsi, bahkan dianggap memiliki potensi untuk dijadikan produk unggulan desa. Antusiasme masyarakat ini menjadi indikator bahwa pemanfaatan limbah kulit udang dapat dikembangkan tidak hanya sebagai konsumsi rumah tangga, tetapi juga sebagai peluang usaha yang bernilai ekonomis. Dengan demikian, pemanfaatan limbah kulit udang menjadi kerupuk bergizi mampu memberikan solusi terhadap permasalahan lingkungan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus membuka ruang pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pesisir.
PENANAMAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DESA SUKAMANDI HILIR Oktavia, Zela; Sari, Siska Novita; Mayyona, Ayunda; Sasmita, Dinda; Chintya, Panny; Puteri, Cut Intan Annisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42079

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat berlimpah, dari tanaman-tanaman  tersebut ada beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat yang berpotensi tinggi untuk dibudidayakan, dikembangkan serta dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. diantara potensi yang bisa dimanfaatkan dari tanaman tersebut yaitu tanaman obat keluarga (TOGA). TOGA merupakan tanaman-tanaman obat yang dibudidayakan dipekarangan rumah sebagai tanaman obat keluarga. Keberadaan TOGA sangat penting, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses untuk pelayanan kesehatan seperti masyarakat pedesaan. Nama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Pemberdayaan Masyarakat “Penanaman Dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Di Desa Sukamandi Hilir”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan  edukasi dan cara memanfaatkan tanaman sekitar sebagai TOGA kepada masyarakat Desa Sukamandi Hilir. Pengabdian masyarakat ini melibatkan beberapa orang tokoh masyarakat dan warga. perencanaan dimulai dengan cara melakukan observasi lingkungan  desa, menyiapkan bibit yang akan ditanam, pembersihan lahan TOGA, menentukan waktu  penanaman,  penentuan  sasaran  dan  jenis  TOGA  yang  ditanam serta pelaksanaan yang  meliputi  kegiatan  penanaman,  pemberian  pengetahuan  tentang  aneka  jenis  tanaman  obat-obatan dan khasiatnya, serta praktek pemanfaatan tanaman obat menjadi bahan minuman. Hasil  dari persiapan kegiatan dimana keberhasilan dalam mencapai target untuk perencanaan jumlah tanaman tidak sepenuhnya mencapai target jumlah sasaran awal, hanya sebagian tanaman yang ditemukan bibitnya dengan persentase keberhasilan yaitu (80%). pada tahap pelaksanaan daapat dilakukan dengan lancar dengan dibantu oleh perangkat desa ddan masyarakat. Berarti terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang TOGA dan pemanfaatannya
Edukasi Penggunaan Obat dan Perawatan Luka Pasca Khitanan Massal di Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang Damanik, Ferina Septiani; Sri Wahyuni; Cut Intan Annisa Puteri; Kiki Rawitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 4 No. 4 (2025): November (on process)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v4i4.1917

Abstract

Khitan merupakan prosedur bedah minor yang umum dilakukan sebagai bagian dari tradisi agama dan budaya di Indonesia. Namun, praktik ini tetap memiliki risiko komplikasi, terutama apabila perawatan luka pasca-prosedur tidak dilakukan dengan benar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua atau wali dalam penggunaan obat dan perawatan luka pasca-khitan pada kegiatan khitanan massal di Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Metode pelaksanaan meliputi pemberian paket obat-obatan, penyuluhan, serta demonstrasi praktik perawatan luka kepada 30 peserta khitan dan orang tua pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas peserta berusia 8–10 tahun, sehingga peran orang tua menjadi krusial dalam mendukung penyembuhan luka. Edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman orang tua mengenai dosis dan cara penggunaan obat, teknik pembersihan luka, prinsip asepsis, serta tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai. Evaluasi lisan menunjukkan adanya peningkatan rasa percaya diri orang tua dalam melakukan perawatan luka di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model edukasi yang efektif untuk diterapkan pada kegiatan khitanan massal di komunitas lainnya guna meminimalkan risiko komplikasi pasca-khitan.