Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Bagi Hasil Produk Tabah Terhadap Minat Penabung Di BMT NU Jawa Timur Cabang Klampis Bangkalan Nafis, Nafis; Muttaqin, Imamul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 1 No. 2 (2015): September 2015
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v1i2.254

Abstract

Berkembangnya Koperasi Simpan Pinjam di Indonesia dimanfaatkan oleh koperasi BMT NU Jawa Timur untuk meleparkan sayapnya di Bangkalan khsusunya di Kacamatan Klampis. Beragam jenis tabungan yang ditawarkan salah satunya tabungan tabah yang di minati karena ada faktor bagi hasilnya. Maka peneliti tertarik mengambil penelitiannya di BMT NU Jawa Timur Cabang Klampis untuk mengetahui seberapa besar pengaruhnya bagi hasil tabungan tabah terhadap minat penabung. Teknik pengambilan data memakai angket atau kuesioner dengan jumlah populasi 745, sampel yang di ambil berjumlah 50 responden dan itu di ambil dengan memakai rumus slovin dan samplingnya memakai porposive, di ambil berdasarkan kriteria tertentu. Metode penelitian menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS 16.0. hasil penelitian yang di peroleh menunjukkan bahwa variabel bagi hasil produk tabah berpengaruh signifikan terhadap minat penabung di BMT NU Jawa Timur Cabang Klampis Bangkalan. Variabel minat penabung dapat dijelaskan oleh variabel bagi hasil tabungan tabah sebesar 15% dan sisanya 85% dipengaruhi variabel lain yang tidak di ajukan dalam penelitian ini. Maka untuk itu BMT NU Jawa Timur Cabang Klampis Bangkalan harus mempertahankan dan meningkatkan bagi hasil dalam produk tabah secara disiplin dan terus berinovasi. Penabung juga harus di permudah dapat untuk mengakses produk tabah sehingga dengan mudahnya akses penabung memasarkan produk tabah kepada orang lain.
Studi Analisis Strategi Pemasaran Produk Hijab Ditoko Elsya Hijab Bulak Jaya Gg5 Surabaya Zakariya, Rofil; Muttaqin, Imamul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 2 No. 1 (2016): March 2016
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v2i1.259

Abstract

Penelitian ini dilator belakangi oleh leberhasilan dalam strategi pemasaran, tidak lepas dari pemilihan dan cara menggunakan metode tersebut. Suatu metode dikatakan baik dan cocok apabila mencapai tujuan yang diinginkan. Pada umumnya masyarakat tidak memahami pemasaran, mereka memahami pemasaran sebagai sebuah penjualan. Padahal pemasaran ini mempunyai arti lebih luas karena pemasaran adalah suatu proses yang teratur dan jelas untuk memikirkan dan merencenakan pasar. Proses pemasaran dapat diterapkan tidak sekedar pada barang dan jasa, tetapi juga pada segala sesutu yang dapat dipasarkan seperti ide, kejadian, organisasi, tempat dan kepribadian. Namun penting untuk ditekankan bentuk pemasaran tidak dimulai dengan suatu produk atau penawaran, tetapi dengan pencarian peluang pasar.[1] Penerapan strategi pemasaran tidak hanya pada perusahaan besar, namun juga diterapkan di perusahaan kecil, hal ini dilakukan karena semata-mata hanya ingin produk yang dihasilkan dikenal. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif yaitu penelitian untuk mengindentifikasi strategi pemasaran yang digunakan Proses data kualitatif yang digunakan peneliti dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber. Yaitu wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan dalam catatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar foto dan sebagainya. Setelah ditelaah, langkah selanjutnya peneliti mereduksi data, melakukan penyusunan satuan, mengkategorisasi dan yang terakhir adalah melakukan penaffsiran data. Selama dilapangan, peneliti menganalisa data secara interaktif dan berlangsung secara terus-terusan sampai tuntas. Teknik analisa data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah menggunakan komponen analisa data model interaktif
Analisis Potensi Kelayakan Bisnis secara Islami pada Jamu Herbal Extra Kulit Manggis Produksi Farida Na Mahfud di Desa Klampis Kecamatan Klampis Kabupaten Bangkalan Yati, Silvi; Muttaqin, Imamul
Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Vol. 2 No. 2 (2016): September 2016
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/alinsyiroh.v2i2.266

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi kelayakan bisnis jamu herbal extra kulit manggis yang dikelola oleh Bu Farida, melihat adanya potensi olahan kulit manggis sehingga mulai menekuninya sehingga dijadikan sebuah usaha yang dirintis dari tahun 2014 sampai sekarang. Adapun tempat produksi produk jamu herbal extra kulit manggis ini bertempat dikediaman beliau yakni di JL. KH. Munir klampis kecamatan klampis kabupaten bangkalan. Karena kegemarannya dengan minuman yang berbau herbal beliau memiliki ide untuk membuat suatu produk dari olahan herbal dan beliau menangkap adanya potensi dari kulit manggis yang bisa dijadikan produk sehat yang dapat dikonsumsi dari kalangan remaja hingga lanjut usia. Produk ini memiliki khasiat yang dapat menyehatkan tubuh sehingga ini menjadi salah satu cirri khas yang digemari masyarakat dan layak untuk dikonsumsi. Adapun bahan baku dari pembuatan produk jamu herbal extra kulit manggis ini terdiri dari kombinasi kunyit, kulit manggis, manjakini, kayu rapet, kunci pepet, pinang muda, daun sirih, gula jawa, air dan tanpa bahan pengawet. Didalam proses pengerjaan ini, beliau melakukan sendiri tanpa campur tangan orang lain. Karena kualitas dan kebersihannya sangat diprioritaskan di dalam produk ini.
Revitalisasi Jembatan Desa sebagai Akses Aktivitas Perekonomian Desa Bangpindah Kecamatan Galis Bangkalan Hakim, Zainal; Muttaqin, Imamul; Mudarris, Mudarris
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Desember
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v1i1.16

Abstract

Desa Bangpendah merupakan salah satu dari desa yang berada di kecamatan Galis kabupaten Bangkalan. Desa bangpendah merupakan desa yang sangat asri yang terdiri dari tiga dusun, yakni: Dusun Bangpendah, Bicabbih dan Nangsokah. Desa Bangpendah memiliki potensi-potensi alam maupun manusia yang bagus. Desa bangpendah memiliki luasa 440,4 Ha. Dan memiliki lebih dari 1.000 jiwa dari anak-anak sampai dewasa. Semua penduduk yang berada di Desa mayoritas melakukan perekonomian dengan berkebun, bercocok tanam dan menjadi pedagang di Pasar yang ada di Kecamatan Tanah Merah dan Galis. Untuk kegiatan tersebut, tentunya jembatan yang berada di Desa Bangpindah menjadi satu satunya harapan masyarakat bangpindah untuk melakukan kegiatan perekonomiannya. Hadirnya mahasiswa KKN di Desa bangpindah ini membawa harapan besar masyarakat Desa Bangpindah dalam melakukan kegiatan perekonomian, hal ini terbukti dengan adanya revitalisasi jembatan yang semula kumuh dan tidak dapat diakses dengan baik, namun setelah dilaksanakan program revitaliasi ini, jembatan menjadi indah, bagus, yang semula masyarakat Desa Bangpindah malas untuk melewati Jembatan ini, dengan adanya revitalisasi jembatan desa, sekarang jembatan tersebut menjadi satu-satu akses yang dilewati masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonominya
Pelatihan Pengolahan Singkong Sebagai Produk Modern: Inovasi Brownis Singkong dan Keripik Kulit Singkong untuk Peningkatan Ekonomi Kreatif Desa Mandung Musohihul Hasan; Muhammad Imamul Muttaqin Arisandhi; Zainal Hakim; Kholid; Tri Wahyudi Ramdhan
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2025): NOVEMBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/an9g6w21

Abstract

Permasalahan krusial yang dihadapi masyarakat Desa Mandung adalah melimpahnya potensi singkong lokal, namun keterbatasan inovasi pengolahan menyebabkan komoditas ini hanya diolah menjadi produk tradisional dengan nilai ekonomi yang rendah. Program pengabdian ini diinisiasi sebagai solusi strategis untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pemuda, dalam mendiversifikasi singkong menjadi produk modern bernilai jual tinggi: Brownis Singkong (sebagai alternatif pangan rendah gluten) dan Keripik Kulit Singkong (sebagai upaya optimalisasi limbah pertanian). Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan praktis, demonstrasi, dan pendampingan produksi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan peserta sebesar 60% dan keterampilan teknis sebesar 75%. Pelatihan ini berhasil membuka perspektif baru terhadap potensi lokal dan diharapkan mampu menghilangkan stigma singkong sebagai pangan kelas rendah, sekaligus menumbuhkan wirausaha berbasis pangan lokal yang berkelanjutan, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan penguatan ekonomi kreatif desa.
Riffat Hasan and the Quest for Gender Justice in Islam. Arisandi, Bustomi; Murtada, Ahmed; Arisandhi, Muhammad Imamul Muttaqin; Ulum, Bahrul
AL - IBRAH Vol 10 No 2 (2025): Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
Publisher : Institut Bahri Asyiq Galis Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/alibrah.v10i2.740

Abstract

This article critically examines the concept of Qur'anic feminism through the lens of Riffat Hasan's views on gender equality. The discussion focuses on three key areas: first, Hasan's methodological approach to interpreting verses related to feminism; second, examples of his interpretation of these verses; and third, a critique of his interpretive methodology. Utilizing a descriptive qualitative approach rooted in library research, this study draws on various texts, manuscripts, and literature relevant to the topic. The findings reveal that: (1) Riffat Hasan adopts an empirical and idea-normative approach to interpret verses, aiming to challenge conventional readings; (2) Hasan's interpretation of the term Qawwamun in Surah al-Nisa' 4:34 suggests that the role of financial provider is not limited to men, thereby promoting a more equitable view of gender roles; and (3) Hasan’s interpretations have been critiqued for a lack of traditional exegetical training, leading his approach to sometimes be seen as overly textual and lacking depth in interpretive method. This study contributes to the ongoing discourse on gender equality within Islamic thought by analyzing Hasan’s work and its implications for modern interpretations of gender roles in the Qur'an.