Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA SISWI KELAS XII DI SMK KESEHATAN BAKTI INDONESIA MEDIKA PONOROGO Riska Wahyu Utami; Rahayu Sumaningsih; Sunarto Sunarto; Heru Santoso Wahito Nugroho
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12316

Abstract

Menstruation is an important event in a woman's life. Abnormal body mass index will have an impact on the occurrence of menstrual disorders, including no menstruation (amenorrhea), irregular menstruation and pain during menstruation (dysmenorrhea). The main problem of the menstrual cycle is still a problem of adolescent reproductive health. This study aims to determine the relationship between body mass index and the menstrual cycle in young women. The research design used was cross-sectional. The study population was 115 class XII students of Bakti Indonesia Medika Ponorogo Health Vocational School. The sample size was 91 female students taken by simple random sampling. The data collection instruments used were questionnaires, scales and microtoise. Data was collected through interviews and measurements of height and weight carried out by the researchers themselves. The collected data were analyzed using the Chi-square test and calculating the prevalence ratio. The results showed that 74.7% of respondents had a normal body mass index and 71.4% had normal menstrual cycles. The results of the Chi-square test showed p-value = 0.004, so it was interpreted that there was a relationship between body mass index and the menstrual cycle. The prevalence ratio was 2.6 (more than 1), meaning that body mass index is a risk factor for changes in the menstrual cycle. It was further concluded that the menstrual cycle is related to body mass index.Keywords: body mass index; menstrual cycle; teenage girl ABSTRAK Menstruasi merupakan peristiwa penting dalam kehidupan seorang perempuan. Indeks massa tubuh abnormal akan berdampak pada terjadinya gangguan mentruasi, di antaranya tidak menstruasi (amenore), menstruasi tidak teratur dan nyeri saat menstruasi (dismenorrea). Permasalahan utama siklus menstruasi masih menjadi masalah kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional. Populasi penelitian adalah 115 siswi kelas XII SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ponorogo. Ukuran sampel adalah 91 siswi diambil secara simple random sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, timbangan dan microtoice. Data dikumpulkan melalui wawancara serta pengukuran tinggi badan dan berat badan yang dilakukan sendiri oleh peneliti. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-square dan penghitungan rasio prevalen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74,7% responden dengan indeks masa tubuh normal dan 71,4% mengalami siklus menstruasi normal. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p = 0,004, sehingga diinterpretasikan bahwa ada hubungan antara indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi. Rasio prevalensi adalah 2,6 (lebih dari 1), berarti indeks massa tubuh merupakan faktor risiko bagi timbulnya perubahan siklus menstruasi. Selanjutnya disimpulkan bahwa siklus menstruasi berkaitan dengan indeks massa tubuh.Kata kunci: indeks massa tubuh; siklus menstruasi; remaja putri
Perbedaan Respon Nyeri Haid Setelah Pemberian Ektrak kunyit dan Ekstrak Daun Kelor Rusmiati Rusmiati; Sunarto Sunarto; Rahayu Sumaningsih; Ayesha Hendriana Ngestiningrum
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12317

Abstract

 Young women more often experience pain due to menstrual pain or primary dysmenorrhea because the hormonal cycle they are experiencing is not yet stable. This study aims to prove that there are differences in the response to menstrual pain after being given the treatment of turmeric extract and Moringa leaf extract. The design used was two group pretest-posttest. Pain level was measured using the NRS pain scale (Numeric Rating Scale). Testing for changes in pain was carried out using the T test. The results showed that the p value was less than 0.05 for both groups. Furthermore, it was concluded that there was a significant change in pain response (decreased) after administration of turmeric extract and administration of moringa leaf extract; and administration of turmeric extract has a significantly greater effect.Keywords: turmeric extract; moringa leaf extract; menstrual painABSTRAK Remaja putri lebih sering merasakan sakit akibat nyeri haid atau dismenore primer karena siklus hormonal yang dialami belum begitu stabil. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya perbedaan respon nyeri haid setelah diberikan perlakuan pemberian ekstrak kunyit dan ekstrak daun kelor. Desain yang digunakan adalah two group pretest-posttest. Tingkat nyeri diukur menggunakan skala nyeri NRS. Pengujian perubahan nyeri dilakukan menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p adalah kurang dari 0,05 untuk kedua kelompok. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada perubahan respon nyeri secara signifikan (terjadi penurunan) setelah pemberian ekstrak kunyit dan pemberian ekstrak daun kelor; dan pemberian ekstrak kunyit memberikan efek yang lebih besar secara signifikan.Kata kunci: ekstrak kunyit; ekstrak daun kelor; nyeri haid
Strategi dan Jenis Koping Mahasiswa dalam Menghadapi Stres Akademik Rizki Lestari Widia Larasati; Sunarto Sunarto; Rahayu Sumaningsih; Ayesha Hendriana Ngestiningrum
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12315

Abstract

Every student experiences stress when dealing with thesis, so it takes types and coping strategies to deal with stress. The purpose of this study is to describe the strategies and types of coping used by students in dealing with their thesis, based on student characteristics. This type of research was descriptive. The population of this study were 58 Diploma 4 students at the Midwifery Campus, Poltekkes Kemenkes Surabaya, who were all involved in the research. The independent variables were the type of coping, coping strategies and demographic characteristics of students which include age, employment status and marital status. The data were collected by filling out a questionnaire. The data were analyzed descriptively in the form of frequency and proportion. The results showed that the most dominant type of coping used by students dealing with academic stress was adaptive coping, namely 65.5%. The most dominant coping strategy used by students was problem focus coping (PFC) as much as 62.1%. Teenage students were more dominant using Emotional focus coping (EFC) coping strategies, while adult students were more likely to use PFC coping strategies (66.7%). Students who were already working were more likely to use PFC coping strategies (58.8%) and students who were not working are more likely to use EFC coping strategies 33.3%. Married students were more likely to use PFC coping strategies (60.6%), and unmarried students tend to use PFC coping strategies (64%). Furthermore, it was concluded that the dominant type of coping in students was adaptive coping.Keywords: coping strategies; coping type; student; academic stress ABSTRAK Setiap mahasiswa mengalami stres saat menghadapi skripsi, sehingga dibutuhkan jenis dan strategi koping untuk mengatasi stress. Tujuan penelitian ini adalah menggambaran strategi dan jenis koping yang digunakan mahasiswa dalam menghadapi skripsi, berdasarkan karakteristik mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi penelitian ini adalah 58 mahasiswa Diploma 4 di Kampus Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Surabaya, yang seluruhnya dilibatkan dalam penelitia. Variabel bebas adalah jenis koping, strategi koping dan karakteristik demografi mahasiswa yang meliputi umur, status pekerjaan dan status pernikahan. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis koping yang paling dominan digunakan mahasiswa dalam menghadapi stres akademik adalah jenis koping adaptif yakni 65,5%. Strategi koping paling dominan yang digunakan oleh mahasiswa yaitu Problem focus coping (PFC) sebanyak 62,1%. Mahasiswa berusia remaja lebih dominan menggunakan strategi koping Emotional focus coping (EFC), sedangkan mahasiswa berusia dewasa lebih cenderung menggunakan strategi koping PFC (66,7%). Mahasiswa yang sudah bekerja lebih cenderung menggunakan strategi koping PFC (58,8%) dan mahasiswa yang belum bekerja lebih cenderung menggunakan strategi koping EFC 33,3%. Mahasiswa yang sudah menikah lebih cenderung menggunakan strategi koping PFC (60,6%), dan mahasiswa yang belum menikah cenderung menggunakan strategi koping PFC (64%). Selanjutnya disimpulkan bahwa jenis koping yang dominan pada mahasiswa adalah jenis koping adaptif.Kata kunci: strategi koping; jenis koping; mahasiswa; stress akademik
Output Based Learning (OutBaL): A Complete Research Learning bagi Mahasiswa Kesehatan Heru Santoso Wahito Nugroho; Fajriansyah Fajriansyah; Wiwin Martiningsih; Sri Wayanti; Suparji Suparji; Ketut Sudiantara; Budi Joko Santosa; Sutio Rahardjo; Koekoeh Hardjito; M. Fadly Kaliky; Handoyo Handoyo; Hery Koesmantoro; Vincentius Supriyono; Tuhu Pinardi; Sunarto Sunarto; Bahtiar Bahtiar; Abd Rijali Lapodi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 7, No 4 (2022): Desember 2022
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs7402

Abstract

Output Based Learning (OutBaL): A Complete Research Learning disusun sebagai inovasi pendekatan secara paripurna untuk pembelajaran penelitian, yakni tidak hanya berakhir sampai dengan laporan penelitian, namun dilanjutkan sampai terwujudnya luaran penelitian berupa publikasi ilmiah, seperti artikel jurnal, prosiding atau buku monograf. Dengan dipublikasikannya hasil penelitian mahasiswa, maka inovasi-inovasi yang ditemukan bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat, baik untuk diterapkan maupun diteliti lebih lanjut. Pembelajaran tuntas hingga output seperti ini diharapkan juga memiliki dampak positif yang besar bagi perkembangan perguruan tinggi, baik dari segi kinerja mahasiswa maupun dosen. Kata kunci: Output Based Learning (OutBaL); pembelajaran penelitian; mahasiswa kesehatan
Evaluation of the Success of Breastfeeding Support Groups on Exclusive Breastfeeding Coverage in the Central Sulawesi Province Gusman Arsyad; Mercy Joice Kaparang; Nurdin Rahman; Sri Nurbaeti; Vivi Putri Damayanti; Sunarto Sunarto
Health Notions Vol 6, No 11 (2022): November
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hn61107

Abstract

Mother's readiness to exclusively breastfeed her baby is influenced by family factors, health workers, and peer support. The purpose of the study was to evaluate the success of the exclusive breastfeeding support group (KP-ASI) on the coverage of exclusive breastfeeding in the province of Central Sulawesi. This type of research was experimental with posttest only control group design. The research locations were three regencies, namely Banggai Regency, Donggala Regency and Poso Regency. The research period was two months (August-September 2021). Sample size was 114 respondents, divided into two groups, namely 57 respondents from the intervention group and 57 respondents from the control group. The intervention group was given exclusive KP-ASI support treatment, while the control group was given no treatment. Data analysis using Mann Whitney test. The results of the Kruskal Willas test obtained p-value of 0.000. The statistical meaning stated that there was a difference in support between the health cadre group, the grandma group and the youth group for exclusive breastfeeding coverage. The conclusion of the study was that the health cadre group as supporters of exclusive breastfeeding was more effective in increasing the coverage of exclusive breastfeeding than the grandma group and the youth group. Keywords: breast milk care group; exclusive breastfeeding; health cadre group; grandma group; youth group
Pemanfaatan Metode Participatory Rural Appraisal untuk Kesiapsiagaan Kapasitas Desa Tangguh Bencana dalam Pengurangan Risiko Bencana di Desa Jajar Kartoharjo dan Desa Genilangit Poncol Magetan Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Agung Suharto; Ardela Reza Fernanda; Nurul Zakinah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JAMSI - Maret 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.483

Abstract

Sasaran pengabdian kepada masyarakat adalah kapasitas forum pengurangan risiko bencana pada desa tangguh bencana. Lokasi kegiatan di desa Jajar Kartoharjo dan desa Genilangit Poncol kabupaten Magetan. Tujuan kegiatan adalah pendampingan kapasitas dalam penyusunan dokumen kajian risiko bencana dilanjutkan dengan penyusunan dokumen rencana kontinjensi. Tersusunnya dua dokumen ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kapasitas dalam pengurangan risiko bencana. Metode pendampingan berupa Participatory Rural Appraisal (PRA). Metode ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kapasitas dalam menganalisa potensi diri dengan melakukan perencanaan melalui kegiatan aksi secara partisipatif. Metode PRA dipilih karena masyarakat dalam hal ini kapasitas sangat dominan. Teknik PRA yang dipilih adalah pengkajian bencana partisipatif, pemetaan partisipatif, curah pendapat dan diskusi kelompok terfokus. Hasil kegiatan adalah tersusunnya dokumen kajian risiko bencana dan dokumen rencana kontinjensi. Tingkat pengetahuan dan sikap kapasitas meningkat setelah pendampingan, dan kedua desa juga telah memiliki peta ancaman, peta kerentanan, peta kapasitas, peta risiko bencana, peta titik kumpul dan peta wilayah terdampak bencana. Ketersediaan dokumen rencana kontinjensi masing-masing desa harus ditindaklanjuti dalam bentuk simulasi tanggap darurat yang melibatkan kapasitas dan masyarakat terdampak. Simpulan hasil metode Participatory Rural Appraisal sangat cocok diterapkan dalam pendampingan penyusunan dokumen kesiapsiagaan pengurangan risiko bencana.
Difference InThe AmountOf Breast Milk Production Between Bomb Methods(Breast Care, Oxytocin Massage, Mermait Technique) With BreastCare On Post Partum Mothers In The Work Area Of The Takeran Health Center Nurlailis Saadah; Alvy Nour Khasana; Teta Puji Rahayu; Sunarto
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v3i1.145

Abstract

Breast milk is a perfect food both in quality and quantity. Many factor saffect exclusive breast feeding, one of which is the lack of maximum milk production. Post partum mothers must have the enthusiasm to give exclusive breast feeding to their babies. With proper breast feeding management, maximum results will be obtained. Thepurpose of this study was to determine the difference in the amount of breast milk production between the BOM method (Breast Care, Oxytocin Massage, Mermait Technique) and Breast Care for post partum mothers in the Work Area of the Takeran Health Center. The type of researchis Quasi Experiment with Post Test Only Control Group Design. The population is all pregnant womenin the work area of the Takeran Health Center whose expected delivery day is in March-April 2022 as many as 32 pregnant women. All affordable populations were sampled. The independent variable is BOM and Breast Care and the dependent variable is breast milk production. Data analysis used the Mann Whitney statistical testwitha significance level of p <0.05. In the experimental group using the BOM method, there were 13 respondents (81.3%) whose breast milk production was smooth and 3 respondents (18.7%) whose milk production was not, while in the control group using the Breast Care method 14 respondents ( 87.5%)whose milk production is not smooth and 2 respondents (12.5%)whose milk production is smooth. The results of the Mann Whitney test obtained a significance value of 0.000 < = 0.05. The conclusion of the study is that there is a difference in the amount of milk production between the BOM method and breastcare. The BOM method can be used as an alternative to non-pharmacological therapy to increase breast milk production in post partum mothers so that it can increase the successs of exclusive breast feeding.
Hubungan Usia Ibu Hamil Dan Paritas Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Di Wilayah Kerja Puskesmas Padas Kabupaten Ngawi Mariana Aprilasari; Sunarto Sunarto; Hery Sumasto
Gema Bidan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2021): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.828 KB)

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah kondisi yang berlebihan selama masa hamil dan bisa menyebabkan dehidrasi karena muntah sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh usia ibu hamil dan paritas terhadap kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Padas tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan metode crossectional. Pengambilan sampel menggunakan metode total populasi sebanyak 91 ibu hamil. Variabel bebas penelitian ini adalah usia ibu hamil dan paritas, sedangkan variable terikatnya adalah kejadian hiperemesis gravidarum. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank dengan derajad kepercayaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan usia ibu hamil Trimester I dari 91 responden yang berusia <20 tahun sebanyak 13 responden atau 14,29%, usia 20-35 tahun sebanyak 68 responden atau 74,73% dan >35 tahun sebanyak 10 responden atau 10,99%. Berdasarkan paritas, sebanyak 58 ibu hamil atau 63,74% merupakan primigravida, sebanyak 29 atau 31,87% ibu hamil merupakan multigravida dan 4 ibu hamil atau 4,40% merupakan Grande Multigravida. Uji hipotesis menunjukkan ada pengaruh antara pengaruh usia ibu hamil terhadap kejadian hiperemesis gravidarum dan ada pengaruh paritas terhadap kejadian hiperemesis gravidarum pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas Padas tahun 2019. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa usia ibu hamil dan paritas berpengaruh terhadap kejadian hiperemesis. Di harapkan klien melakukan pemeriksaan kehamilan atau ANC secara teratur untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan janin serta mengetahui secara dini komplikasi yang terjadi selama kehamilan. Kata Kunci : Usia, Paritas, Hiperemesis gravidarum.
Harmonisasi dan Akselerasi Desa Siaga (HADesi) pada Pengembangan Desa Mitra : (Integrasi pada Model Action Research Planner) Sunarto Sunarto; Suparji Suparji; Heru Santoso Wahito Nugroho; Nani Surtinah; Subagyo Subagyo
Health Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): July
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan desa siaga digulirkan pada tahun 2006. Pada tahun 2012 capaian jumlah desa siaga aktif sebanyak 52.804 dari 81.253 desa di seluruh Indonesia atau sekitar (64,9%) dari target 80%. Saat ini program desa siaga terabaikan karena pemerintah menggulirkan program baru berupa GERMAS tahun 2015 dan program Indoensia Sehat melalui PIS-PK tahun 2016. Keberadaan desa siaga di desa Sidowayah tergolong tidak aktif. Akar penyebab masalah adalah kurangnya keberdayaan masyarakat (pemerintahan desa, pengurus, kader dan forum desa siaga) dan modal sosial seperti lemahnya manajemen pengurus desa siaga, rendahnya komitmen kader dalam menyelenggarakan UKBM. Dampaknya adalah keberadaan desa siaga di Sidowayah belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Partisipan kegiatan pengabdian masyarakat adalah kepala desa, bidan desa, perawat Ponkesdes, Juru Kesehatan Desa dan Mahasiswa. Sumber data diperoleh dari profil desa, profil kesehatan desa, rekapitulasi laporan PHBS dan hasil survei mawas diri. Metode kegiatan pengabdian masyarakat adalah integrasi Harmonization and Acceleration Models (HA-Models) kedalam model The Action Research Planner (ARP-Models) dari Kemmis&Taggart selanjutnya disebut HADesi-models. Harmonisasi menggunakan pelibatan masyarakat secara langsung dalam pemberdayaan. Akselerasi berupa dukungan pendampingan dan pelatihan untuk mempercepat target luaran kegiatan. ARP-Models digunakan untuk tahapan pembinaan desa siaga. Waktu kegiatan bulan Maret-Oktober 2021. Lokasi kegiatan di desa Sidowayah kecamatan Panekan Magetan. Hasil kegiatan pada tahap persiapan antara lain; 1) kesepakatan tim pengelola tentang rencana kegiatan, 2) penandatangan perjanjian kerjasama operasional dengan kepala desa. Tahap pelaksanaan menghasilkan kegiatan: 1) pembukaan kegiatan yang dihadiri oleh lintas sektor kecamatan Panekan, 2) Tersedianya modul pelatihan, 3) Pelatihan manajemen organisasi dan pemberdayaan pengurus desa siaga selama 30 JPL dari tanggal 24-26 Agustus 2021, 3) praktik survei mawas diri dan pengisian form PHBS, 4) praktik analisis data hasil survei, 5) praktik MMD, 6) inisiasi kelengkapan administrasi desa siaga berupa pendampingan penyusunan keputusan Kepala Desa tentang pengurus desa siaga, dan pembentukan UKBM. 7) praktik penyelenggaraan dan penilaian Posyandu Balita, dan 8) Rapat pengurus membicarakan program kerja. Tahap evaluasi menghasilkan kegiatan: 1) praktik monitoring dan evaluasi penyelenggaraan desa siaga, 2) menyusun laporan, 3) menyusun artikel publikasi hasil kegiatan dan 4) penandatangan kerjasama tindak lanjut kegiatan. Kesimpulan keberadaan desa siaga telah legal dengan diterbitkannya surat keputusan Kepala Desa tentang susunan pengurus desa siaga dan jenis-jenis penyelenggaraan UKBM. Pengurus desa siaga telah memiliki program kerja. Pengetahuan pengurus meningkat pasca pelatihan. Aspek modal sosial sebagai faktor penghambat bisa dikendalikan dengan aktifnya penyelenggaraan UKBM karena masing-masing kader sudah memahami tugas pokok dan kewenangannya sesuai fungsi manajemen. Saran kegiatan perlu pendampingan lanjutan sesuai naskah kerjasama untuk peningkatan status desa siaga menjadi desa siaga aktif mandiri dan terwujudnya desa sehat Sidowayah.
Peer Group Method Can Improve Adolescent Behavior in Prevention of Cervical Cancer Dina Isfentiani; Kasiati Kasiati; Sunarto Sunarto
Community Empowerment in Health Vol. 1 No. 1 (2023): June 2023
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/ceh1102

Abstract

Cervical cancer is a disease that often attacks women's reproductive health. So we need a communityempowerment in the form of training of trainers to improve cervical cancer prevention behavior inadolescents with a peer group method approach. Facilitation activities include counseling on peer group learning methods, conducting training on improving behavior in preventing cervical cancer with the peer group method for adolescents. Activities carried out for one month, starting from planning, preparation, implementation and evaluation. This training was able to increase knowledge, attitudes and behavior in preventing cervical cancer in adolescents. It is recommended that participants who have been trained to be tutors are able to train their peers at school and in their neighborhood.