Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SAINSTEK

Kuat Geser Tanah Lempung Dengan Abu Tandan Sawit dan Semen Muthia Anggraini; Alfian Saleh
SAINSTEK Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v10i1.5

Abstract

Daya dukung dan kuat geser tanah merupakan sifat-sifat yang ada pada tanah yang sangat perlu diperhatikan. Untuk tanah lempung parameter tersebut perlu diperhatikan sehingga nantinya dapat memikul beban konstruksi yang ada diatasnya. Konstruksi jalan merupakan salah satu contoh bangunan sipil yang dibangun diatas tanah. Subgrade jalan sangat perlu diperhatikan untuk pembangunan konstruksi jalan, dimana harus memiliki daya dukung yang baik. Perbaikan tanah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan daya dukung dan memperbaiki sifat tanah lempung yang mudah mampat yaitu dengan stabilisasi. Stabilisasi tanah dengan pencampuran abu tandan sawit dan semen pada tanah lempung akan meningkatkan nilai kuat gesernya. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan nilai kuat geser tanah lempung dengan campuran 7,5% abu tandan sawit dan 5%, 7.5%, dan 10% semen. Metode yang digunakan adalah SNI 3420:2016 untuk pengujian kuat geser. Hasilnya dari pengujian kuat geser di laboratorium nilai kohesi ( c ) dan sudut geser (? ) tertinggi pada 7,5% abu tandan sawit dan 10% semen dengan nila kohesi 0,480 dan nilai sudut geser 41,54°. Kesimpulannya penambahan abu tandan sawit dan semen dapat meningkatkan nilai kohesi dan sudut geser tanah lempung.
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Abu Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Semen Terhadap Kuat Tekan Bebas Muthia Anggraini; Alfian Saleh
Sainstek (e-Journal) Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencampuran tanah asli dengan abu tandan kelapa sawit kosong dan semen merupakan usaha untuk meningkatkan kuat dukung tanah lempung. Tujuan penelitian menentukan pengaruh penambahan 7,5% abu tandan kosong kelapa sawit dan semen masing – masing 5%, 7.5%, dan 10% terhadap nilai kuat tekan bebas. Kontribusi penelitian ini nantinya dapat menjadi rekomendasi untuk penanganan perbaikan tanah. Metode yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan bebas tanah stabilisasi di laboratorium yang mengacu SNI 3638:2012. Hasil penelitian menunjukan tanah lempung yang diteliti termasuk lempung plastisitas tinggi dengan nilai batas cair 55,3%. Penambahan abu tandan kosong kelapa sawit dan semen cenderung mengurangi nilai batas cair tanah menjadi 40,30% pada persentase 7,5% abu tandan kelapa sawit kosong dan 10% semen. Nilai kuat dukung tanah naik maksimum 2,10 kg/cm² pada 7,5% abu tandan kosong kelapa sawit dan 10% semen, dan turun menjadi 1,88 kg/cm² pada 7,5% abu tandan kelapa sawit kosong dan 10% semen. Nilai kuat dukung tanah asli adalah 1,96 kg/cm². Kesimpulan yang didapat bahwa penambahan abu tandan kosong kelapa sawit dan semen cenderung mengurangi nilai konsistensi tanah dan menaikkan nilai kuat tekan bebas tanah pada kadar tertentu dan akan turun setelah mencapai maksimum.
Pengaruh Sebaran Takaran Tack Coat Pada Lapisan Perkerasan Jalan Muthia Anggraini; Hendri Rahmat; Alfian Saleh
Sainstek (e-Journal) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkerasan lentur jalan raya yang telah mengalami beberapa kali overlay sehingga terdiri dari beberapa lapis material beraspal. Antar lapis material beraspal tersebut diberi lapisan tack coat sebagai perekat antar lapisannya. Fungsi dari tack coat ini yaitu untuk menahan gaya geser yang terjadi diantara lapis perkerasan akibat beban kendaraan diatasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku lekatan tack coat dengan sebaran tack coat 0,25; 0,30; 0,35; dan 0,45 ltr/m2 terhadap lapisan perkerasan dengan curring time 15, 30, dan 45 menit. Metodologi yang digunakan yakni pengujian laboratorium, menggunakan alat uji geser langsung untuk mengukur kuat geser tack coat. Larutan tack coat dibuat dengan perbandingan takarannya 0,25; 0,30; 0,35; dan 0,45 ltr/m2. Hasil penelitian menunjukkan nilai kuat geser meningkat sampai pada sebaran takaran tack coat 0,35 ltr/m2, kemudian turun pada takaran tack coat 0,45 ltr/m2. Kuat geser maksimum pada masing-masing sebaran tack coat terjadi pada curring time 30 menit yaitu 325,86 kg, 342, 12 kg, 360,13 kg, dan 335, 14 kg. Kesimpulan penelitian ini adalah Semakin tinggi sebaran takaran tack coat maka semakin tinggi kuat gesernya, dan nilainya akan turun pada takaran tack coat 0,45 ltr/m2. Sebaran tack coat terbesar didapat pada curring time 30 menit. Kekuatan geser antara tack coat dan lapis perkerasan aspal meningkat sejalan dengan lamanya curring time dan setelah itu kekuatan geser tack coat akan menurun.
Kuat Geser Tanah Timbunan Akibat Perubahan Kadar Air Muthia Anggraini; Haris, Virgo Trisep; Saleh, Alfian
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.209

Abstract

Tanah lempung apabila digunakan untuk subgrade perlu dilakukan perbaikan tanah untuk menaikkan daya dukung tanahnya, salah satu cara dengan perbaikan sifat fisis. Perbaikan sifat fisi yaitu dengan mengganti subgrade dengan tanah yang memiliki daya dukung yang baik yang disebut sebagai tanah timbunan. Pemadatan tanah timbunan di lapangan pada kondisi ideal yaitu pada saat kadar air optimum, permasalahannya di lapangan kondisi ideal ini tidak selalu bisa diperoleh. Dimana pemadatan dapat terjadi pada kondisi kering (dibawah kadar air optimum) dan pada kondisi basah (diatas kadar air optimum). Tujuan penelitian mengetahui karaktersistik kuat geser pemadatan tanah timbunan untuk subgrade terhadap perubahan kadar air. Metode penelitian adalah pengujian kuat geser laboratorium SNI 3420:2016. Hasilnya diperoleh nilai kohesi meningkat pada kondisi kering (OMC-2%) dan kondisi basah (OMC+2%). Nilai sudut geser turun pada kondisi basah (OMC+2%) dan kondisi kering (OMC-2%). Kesimpulan terjadi penurunan sudut geser apabila dipadatkan dalam kondisi basah dan kering dari kadar air optimum.