Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Kinetic models of candle shell alkaline hydrolysis in obtaining oxalic acid Siswanto; Wahyusi, Kindriari Nurma; Panjaitan, Renova; Nurmawati, Ardika; Najakha, Ellen Oktavia Hanim
International Journal of Eco-Innovation in Science and Engineering (IJEISE) Vol. 3 No. 1 (2022): IJEISE
Publisher : UPN Veteran Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ijeise.v3i01.41

Abstract

The kinetic reaction of alkaline hydrolysis of candlenut shells to produce oxalic acid was investigated. It was performed for the non-catalyzed solid-liquid heterogeneous reaction in a range time of 30 to 90 minutes and temperature of 60oC to 90oC. This study showed that the reaction fitted the pseudo-first-order model, confirmed from the determinant coefficient value of 0.9182 to 0.9751, and the kinetic constant, evaluated using Arrhenius' law, was k= 0.034751 e^(-140.23⁄T). The rate control mechanism based on the shrinking core model was diffusion control, validated from determinant coefficient near one, from 0.9246 to 0.9766.
OPTIMASI EKSTRAKSI MINYAK BIJI ALPUKAT DENGAN PELARUT N-HEXANA Qodim, Achmad; Setyorini, Dwi; Panjaitan, Renova; Variana, Yeni; Ansori
JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL Vol 2 No 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI KIMIA MINERAL
Publisher : Politeknik ATI Makassaar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.719 KB) | DOI: 10.61844/jtkm.v2i1.452

Abstract

Produksi buah alpukat di Indonesia dalam 3 tahun terakhir mengalami peningkatan terus menerus. Salah satu bagian dari alpukat yang masih belum dimanfaatkan maksimal adalah bagian bijinya. Biji alpukat ini memiliki berbagai potensi yang dapat digunakan. Diantaranya mengandung minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel. Namun, waktu ekstraksi yang dibutuhkan biasanya memakan waktu lama. Dan suhu yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari biji alpukat ini dibutuhkan suhu yang tinggi. Metode ekstraksi sokletasi merupakan salah satu dari beberapa metode ekstraksi yang digunakan untuk mengekstrak minyak dari biji alpukat. Pengaruh suhu dan waktu selama ekstraksi dipelajari dalam penelitian ini. Hasil penelitian dianalisa yield dan kadar asam lemak bebasnya. Hasil dari penelitian ini dianalisa agar memperoleh hasil yang optimal. Salah satu metode yang digunakan adalah Response Surface Methodology (RSM). Metode RSM ini digabungkan dan diterapkan untuk mengoptimalkan dan menganalisis kondisi ekstraksi. Faktor independen adalah suhu ekstraksi (100-110 oC), dan waktu ekstraksi (5-7 jam). Kondisi optimum ekstraksi adalah 103,041oC, dan 5,689 jam. Model prediksi yang diperoleh sebesar 12,518% untuk yield hasil ekstraksi dan kadar asam lemak bebas sebesar 1,489%.
Biosynthesis of Silver Nanoparticles Using Black Pepper (Piper nigrum L.) Essential Oil as a Bioreductor Erliyanti, Nove Kartika; Wira, Guardiola Rosa; Maharani, Hijria Putri; Pujiastuti, Caecilia; Panjaitan, Renova
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v20i1.44324

Abstract

The development of environmentally friendly methods for nanoparticle synthesis has gained increasing attention. Black pepper essential oil contains secondary metabolites that act as both reducing and stabilizing agents, making it a promising green alternative in silver nanoparticle (AgNP) synthesis. This study aims to investigate the effect of pH and synthesis time on the yield and characteristics of AgNP synthesized using black pepper essential oil via the sonochemical method. AgNP synthesis was carried out using the sonochemical method by adding black pepper essential oil to a silver nitrate solution. AgNP were synthesized at pH levels of 8, 9, and 10 with reaction times of 30, 60, and 90 minutes. The obtained AgNP were analyzed for yield, UV-Vis absorbance, and particle size distribution. The results demonstrated that yield increased with higher pH and longer synthesis time, reaching a maximum of 58.12% at pH 10 and 90 minutes. UV-Vis analysis confirmed the presence of AgNP with absorption peaks between 400500 nm. The particle size ranged from 9.66 to 348 nm, indicating size variability influenced by synthesis conditions. These findings highlight the potential of black pepper essential oil as a green and sustainable approach for AgNP synthesis, offering eco-friendly benefits for various applications.
Penentuan Konstanta Isoterm Freundlich dan Kinetika Adsorpsi Karbon Aktif Terhadap Asam Asetat Setyorini, Dwi; Arninda, Andi; Syafaatullah, Achmad Qodim; Panjaitan, Renova
Eksergi Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10835

Abstract

Karbon aktif merupakan salah satu adsorben yang paling sering digunakan. Salah satu senyawa yang dapat diserap yaitu asam asetat. Untuk mengetahui kinerja adsoben lebih lanjut, maka diperlukan studi kinetika berdasarkan persamaan isotherm Freundlich. Isoterm Freundlich mampu menunjukkan jenis adsopsi apakah secara kimisorpsi atau fisisorpsi dan berlangsung secara multilayer. Studi kinetika pseudo first orde dan pseudo second orde dimaksudkan untuk mengetahui mekanisme dan karakteristik adsorpsi yang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstanta isotherm Freundlich dan kinetika adsorpsi karbon aktif terhadap asam asetat. Konsentrasi asam asetat yang digunakan untuk mengetahui konstanta freundlich yaitu 0,5M, 0,25M, 0,125M, 0,0625M, 0,03125M dengan lama waktu kontak selama 10 menit. Sedangkan kinetika adsorpsi dilakukan dengan menggunakan asam asetat yang berkonsentrasi 0,5 M dengan waktu adsorpsi 2 menit, 4 menit, 6 menit, 8 menit dan 10 menit. Kemudian filtrat di titrasi dengan NaOH 0,1N. Ukuran karbon aktif yang digunakan antara lain 180 mess, 420 mess dan 600 mess.  Data yang diperoleh dianalisis dengan persamaan freundlich, pseudo first orde dan pseudo second orde. Data analisis yang didapatkan nilai konstanta freundlich yaitu sebesar 50,00342 dan memenuhi kinetika orde dua yang artinya, proses adsorpsi dipengaruhi lebih dari satu faktor.
The Effectiveness of Sodium Hydroxide Precipitation in Impurity Removal during NaCl Recovery from Bittern Waste Water Indah Maharani Puspitasari; Andreansyah Brilliant Putra; Caecilia Pujiastuti; Renova Panjaitan
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 4 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 4 October 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i4.8082

Abstract

Recovery of sodium chloride (NaCl) from bittern, a by-product of salt production, is often hindered by impurities such as Mg²⁺ and Ca²⁺, which reduce NaCl purity. This study evaluated the effect of sodium hydroxide (NaOH) concentration and stirring time on NaCl recovery, using NaOH concentrations of 4.6 until 8.02 N and stirring durations of 20 until 60 minutes at a constant stirring speed of 300 rpm. The process involved NaOH addition, stirring, filtration of precipitates, and NaCl crystallization. Parameters such as impurity levels, pH, NaCl purity, and recovery percentage were analyzed. Results indicated that higher NaOH concentrations and longer stirring times generally decreased impurity levels and improved NaCl recovery. Optimal conditions 5.8 N NaOH and 50 minutes stirring yielded an impurity level of 0.0359%, NaCl purity of 89.61%, and a recovery rate of 85.57%. This study presents a novel approach by optimizing NaOH concentration and stirring time parameters to effectively minimize divalent ion contamination, thereby enhancing NaCl recovery from bittern. The findings have direct applicability in improving the efficiency of salt recovery processes in coastal salt industries, contributing to more sustainable salt production systems.
Pemanfaatan lahan tidur untuk budidaya serai wangi di Kosagrha Lestari Medokan Ayu Selatan, Rungkut Susilowati Susilowati; Djarwatiningsih Djarwatiningsih; Renova Panjaitan; Sandy Buana Putra; Kindriari Nurma Wahyusi; Caecilia Pujiastuti; Siswanto Moenandar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.21616

Abstract

AbstrakKeberadaan lahan tidur di daerah pemukiman dapat menjadi sumber permasalahan bagi warga karena menjadi sarang hewan liar yang tentunya mengganggu kenyamanan masyarakat setempat. Lahan tidur di wilayah Kosagrha Lestari merupakan lahan milik pemerintah kota yang telah lama terbengkalai, ditumbuhi oleh rerumputan liar serta penuh dengan sampah-sampah seperti sampah sisa bangunan, sampah plastik dan botol-botol. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), dalam program pengabdian kepada masyarakat, bekerjasama dengan Kelompok Tani Kosagrha Lestari memanfaatkan lahan tidur tersebut menjadi lahan budidaya tanaman serai wangi. Pendekatan program pengabdian yang dilakukan adalah melakukan aksi (action) yang kemudian diikuti dengan diskusi tanya jawab dalam forum resmi (talk show). Hasil dari pengabdian masyarakat dengan metode pendekatan yang dilakukan adalah bahwa masyarakat memiliki ketertarikan dan kepercayaan lebih terhadap program yang sebelumnya terbukti berhasil dilakukan. Teknik budidaya yang disarankan dapat diaplikasikan pada lahan tidur di Kosagrha dan menghasilkan lahan budidaya serai wangi yang tumbuh dengan baik. Kata kunci: lahan tidur; pupuk kandang; serai wangi; teknik budidaya Abstract Unused land in residential areas can be a problem source for residents because it becomes a nest for wild animals, which disturbs the local community's comfort. The idle land in the Kosagrha Lestari area, which belongs to the government, has been neglected for a long time, overgrown with weeds and full of rubbish such as building waste, plastic waste, and bottles. The community servise team of UPNVJT collaborated with the Kosagrha Lestari Farmers Group in a community service program, utilizing that idle land to become citronella cultivation land. The service program's approach was taking action followed by a question-and-answer discussion in an official forum (talk show). The results of this community service activity using the approach method were that the community had more interest and trust in a program with successful evidence. The cultivation technique suggested could be applied to the unused land in Kosagrha and generate a well-cultivated land of citronella. Keywords: unused land; manure; citronella; cultivation technique
Penurunan Kadar Pb dan Cd dengan Metode Ion exchange Secara Batch dengan Recycle pada Limbah Cair Industri Cat Nur Suroya, Nala; Anataya Putri Azzahra, Firliandiva; Pujiastuti, Caecilia; Panjaitan, Renova
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair merupakan sisa buangan dalam suatu proses yang tidak digunakan lagi. Limbah cair tersebut tidak boleh dibuang sembarangan. Terdapat baku mutu yang mengatur kadar maksimal dalam pembuangan limbah cair. Pengolahan limbah cair perlu dilakukan agar data memenuhi baku mutu tersebut, salah satunya menggunakan metode ion exchange. Metode ion exchange dapat menurunkan kadar logam berat dalam suatu limbah cair. Logam berat tersebut memiliki efek toksik jika terakumulasi dalam tubuh makhluk hidup. Ion exchange menggunakan resin penukar ion untuk menukar logam berat seperti timbal dan kadmium. Resin yang digunakan dalam penelitian adalah resin kation asam kuat Trillite KH 80. Untuk memaksimalkan pertukaran ion variabel yang dijalankan yaitu tinggi resin, laju alir dan recycle. Tinggi resin yang digunakan secara berturut turut 20; 24; 28; 32; 36 cm yang akan dimasukkan dalam kolom penukar ion dengan diameter 7 cm. Laju alir yang digunakan dalam mengalirkan limbah cair yaitu 60; 70; 80; 90; 100 mL/menit. Recycle dilakukan sebanyak 1-3 kali. Logam berat yang diamati yaitu timbal dan cadmium. Hasil penelitian menunjukkan tinggi resin 36 cm, laju alir 60 mL/menit dengan recycle 3 kali merupakan hasil terbaik. Kadar akhir timbal yang didapat sebesar 1,3 mg/L dan kadar akhir cadmium sebesar 0,03 mg/L.
Sosialisasi Pembuatan Pupuk Berbasis Sampah Organik Rumah Tangga dan Abu Daun Bambu Panjaitan, Renova; Susilowati, Susilowati; Hanif, Much Fahrizal
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8089

Abstract

Kendala pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan umum yang juga dihadapi oleh masyarakat Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam mengatasi permasalahan sampah tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Edukasi (PKM EDU) dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT) melaksanakan program sosialisasi diversifikasi pengelolaan sampah yaitu dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi bahan baku pembuatan pupuk organik cair dengan penambahan abu daun bambu. Pelaksanaan program tersebut dilakukan dalam lima tahap yaitu pembuatan pupuk organik cair melalui fermentasi anaerob dalam skala laboratorium, pengaplikasian produk terhadap tanaman cabai, pelaksanaan sosialisasi, pembuatan bank sampah dan perancangan peningkatan skala alat. Berdasarkan tahapan yang telah dilakukan tersebut diketahui bahwa produk pupuk organik cair yang dihasilkan, yang disebut PUCASARI, dapat membantu pertumbuhan tanaman cabai, dimana tinggi tanaman bertambah dari 6,5 cm menjadi 9,2 cm padap pengamatan minggu pertama hingga minggu ketiga, sedangkan pada tanaman kontrol tinggi tanaman hanya mencapai 5 cm hingga 6,7 cm. Selain itu, kegiatan sosialisasi yang dilakukan efektif dalam membantu meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, disarankan program keberlanjutan pengabdian berikutnya berupa evaluasi umur simpan pupuk organik cair dan analisis ekonomi pengembangannya sebagai salah satu produk unggulan desa.
Recovery of Aluminum and Iron from Coal Fly Ash Waste using Microwave Assisted Extraction (MAE) for Coagulant Wahyu Sugeng Bagus Satrio; Vini Fita Sari; Renova Panjaitan; Susilowati; Dyah Suci Perwitasari; Sri Redjeki; Nurul Widji Triana
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29165/ajarcde.v10i1.878

Abstract

Coal fly ash is an industrial waste containing aluminium and iron with potential for reuse as coagulant materials. This study aimed to recover aluminium and iron from coal fly ash using Microwave Assisted Extraction (MAE) with hydrochloric acid, and to evaluate their application in textile wastewater treatment. Variations in HCL concentration (1-5 M) and extraction time (30-50 minutes) were examined to determine optimal conditions. The result showed that the highest recovery was achieved at 5 M HCL and 40 minutes, with aluminium and iron recovery of 48.4% and 78%. The extracted aluminium and iron were successfully applied as coagulants in textile wastewater treatment, resulting in significant reductions in color to 30 Pt-Co, turbidity to 26.9 NTU, and TSS to 46 mg/L, while maintaining a stable pH value at 6. All treated wastewater parameters complied with the applicable discharge standards. These finding demonstrate that MAE is an effective and promising approach for recovering aluminum and iron from coal fly ash and production sustainable coagulant for industrial wastewater treatment. Contribution to Sustainable Development Goals (SDGs):SDG 6: Clean Water and SanitationSDG 9 : Industry, Innovation, and InfrastructureSDG 12 : Responsible Consumption and ProductionSDG 13: Climate ActionSDG 15: Life on Land
REDUCTION OF Ni2+ CONCENTRATIONS IN ELECTROPLATING PROCESS WASTEWATER USING CHITOSAN-ACTIVE CARBON ADSORBENT Anggiany Rizky Kosim; Az-zahara Adelia; Isni Utami; Caecilia Pujiastuti; Suprihatin; Renova Panjaitan
Jurnal Teknik Kimia Vol. 20 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The removal of Ni2+ from electroplating process wastewater can be effectively accomplished using chitosan modified with activated carbon through an adsorption process. This research aims to develop adsorbents with varying mass ratios of chitosan to activated carbon and assess their efficacy in reducing Ni2+ concentrations, the impact of contact time on this reduction. Adsorbents were prepared by crosslinking protonated chitosan with tripolyphosphate and incorporating activated carbon in the following ratios: 0.5:1.5, 0.75:1.25, 1:1, 1.25:0.75, and 1.5:0.5 grams per gram. The adsorption process involved contacting 500 milliliters of electroplating process wastewater with 2 grams of adsorbent for various durations of 15 to 75 minutes. Ni2+ concentration in the filtrate was analyzed using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS), and the adsorbent was characterized with Scanning Electron Microscopy and Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDX). The optimal conditions for Ni2+ removal occurred with a chitosan/activated carbon mass ratio of 0.5:1.5 grams per gram and a contact time of 60 minutes, resulting in a final Ni²⁺ concentration of 2.17 mg/L, an adsorption efficiency of 98.92%, and an adsorption capacity of 49.46 mg/g. These findings demonstrate the effectiveness of chitosan/activated carbon composites in treating Ni2+ contamination in electroplating wastewater, offering a sustainable environmental solution.
Co-Authors Achmad Baizuny Achmad Qodim Afandi, Fadila Ardiansyah Aiman A. Bobsaid Albiner Siagian Alfina Noviyani Amanda, Nabila Ayu Anataya Putri Azzahra, Firliandiva Andi Arninda Andre Yusuf Trisna Putra Andreansyah Brilliant Putra Anggiany Rizky Kosim Ansori Ansori Anugerah Dany Priyanto Ardika Nurmawati Ardika Nurmawati, Ardika Az-zahara Adelia Bambang Wahyudi Caecilia Pujiastuti Caecilia Pujiastuti Caecilia Pujiastuti Caecilia Pujiastuti Cintaka Natanaelli Dessy Ariyanti Dewi Novita Rachmayani Disty Nur Rohmah Djarwatiningsih Djarwatiningsih Djarwatiningsih Pongki Soedjarwo Djatmiko, Faiz Putra Dwi Setyorini Dwi Setyorini Dwi Setyorini Dyah Suci Perwitasari Efendi, Elene Afrisia Ellen Oktavia Hanim Najakha Erliyanti, Nove Erliyanti, Nove Kartika Erwan Adi Saputro Erwan Adi Saputro Faisal Amri Sholahuddin Fawwaz Rafi D Fazidah Aguslina Siregar, Fazidah Aguslina Ganing, Melani Hanif, Much Fahrizal Ian Yusuf Syaputra Indah Maharani Puspitasari ISNI UTAMI Kindriari Nurma Wahyusi Lucky Indrati Utami Lucky Indrati Utami Maharani, Hijria Putri Meisy C. Hutabarat Mochamad Dhani Dharmawan Muh. Nova Satria Muhammad Daffa' Aththobarani Mu’tasim Billah Mu’tassim Billah Najakha, Ellen Oktavia Hanim Natanaelli, Cintaka Nita Ayu Setia Ningsi Ni’matul Azizah Nova Triani Novel Karaman Nur Suroya, Nala Nurul Widji Triana Pujiastuti , Caecilia Pujiastuti, Caecilia Putra , Sandy Buana Putri, Nabilah Pratama Qodim, Achmad Ramjani, M Rifki Retno Dewati Sandy Buana Putra Sandy Buana Putra Saputro, Erwan Setyorini, Dwi Siswanto Siswanto Siswanto Moenandar Soemargono Soemargono Sri Redjeki Suprihatin Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Susilowati Syafaatullah, Achmad Qodim Syahrani, Alza Nadilla Syaputra, Ian Yusuf Tasya Alya Azzahiro Variana, Yeni Variyana, Yeni Vini Fita Sari Wahyu Sugeng Bagus Satrio Wening Bekti Kusumaningrum Wicaksono, Akhmad Permadi Wira, Guardiola Rosa Zamzami, Muhammad Rifqy