Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN LIFT GEDUNG MERAH YAYASAN MABADI’UL IHSAN BERDASARKAN SNI: 03-6573-2001 Herni Puspitasari, Rayhan Darrel Nafari; Rahayu Pradita; Wahyu Naris Wari; Megalita Rodiyani; Wahyu Satyaning Budhi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4891

Abstract

The Red Building of Foundation Mabadi’ul Ihsan functioned as an educational facility for both school and university-level activities, consisting of five floors in the central area and seven floors on the sides. Currently, the building lacks a vertical transportation system such as an elevator, which is essential to support vertical mobility, especially considering the high volume of daily activity and the accessibility needs of its users. This study aims to calculate the required number and capacity of elevators based on SNI 03-6573-2001, the Indonesian national standard for planning vertical transportation systems in buildings. This standard provides technical guidelines for calculating, installing, and operating elevators to ensure safety, efficiency, and user comfort. The research methodology includes literature review, preliminary surveys, data collection, data analysis, result discussion, and the formulation of conclusions and recommendations. Through this structured approach, the study seeks to determine accurate elevator requirements tailored to the building’s capacity and usage. The final outcome is expected to serve as a practical recommendation for the building management in considering the implementation of elevators. By doing so, the overall comfort and accessibility for students, faculty, and visitors can be significantly improved, thereby enhancing the effectiveness and inclusiveness of educational activities within the facility.
ANALISIS KEBUTUHAN LIFT GEDUNG MERAH YAYASAN MABADI’UL IHSAN BERDASARKAN SNI: 03-6573-2001 Nafari, Rayhan Darrel; Rahayu Pradita; Wahyu Naris Wari; Megalita Rodiyani; Wahyu Satyaning Budhi
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i2.4891

Abstract

The Red Building of Foundation Mabadi’ul Ihsan functioned as an educational facility for both school and university-level activities, consisting of five floors in the central area and seven floors on the sides. Currently, the building lacks a vertical transportation system such as an elevator, which is essential to support vertical mobility, especially considering the high volume of daily activity and the accessibility needs of its users. This study aims to calculate the required number and capacity of elevators based on SNI 03-6573-2001, the Indonesian national standard for planning vertical transportation systems in buildings. This standard provides technical guidelines for calculating, installing, and operating elevators to ensure safety, efficiency, and user comfort. The research methodology includes literature review, preliminary surveys, data collection, data analysis, result discussion, and the formulation of conclusions and recommendations. Through this structured approach, the study seeks to determine accurate elevator requirements tailored to the building’s capacity and usage. The final outcome is expected to serve as a practical recommendation for the building management in considering the implementation of elevators. By doing so, the overall comfort and accessibility for students, faculty, and visitors can be significantly improved, thereby enhancing the effectiveness and inclusiveness of educational activities within the facility.
Desain Ulang Instalasi Pengolahan Limbah Greywater dan Sistem Penyaluran Air Limbah (SPAL) Domestik Pada Rusunawa Gunung Anyar Surabaya Pratama, Moh. Bara Wahyu; Hutasoit, Eva Olivia; Budhi, Wahyu Satyaning
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.03.203-212

Abstract

Rusunawa Gunung Anyar merupakan salah satu rumah susun 5 lantai yang dikelola oleh Pemerintah Kota Surabaya. Pada Rusunawa Gunung Anyar terdapat permasalahan IPAL yaitu greywater dari kamar mandi langsung dialirkan ke drainase yang berdampak pada peningkatan pencemaran lingkungan. Selain itu juga terdapat penyumbatan pada pipa yang menyebabkan air meluap melalui kloset. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran volume tampung, dimensi unit pengolahan, minimum kemiringan dan beda elevasi dari hasil redesign instalasi pengolahan limbah greywater pada Rusunawa Gunung Anyar. Dalam penelitian ini, dilakukan perhitungan debit limbah greywater, volume tampung greywater, dimensi unit pengolahan sistem reaktor anaerob bersekat (SRAB), dan kemiringan serta beda elevasi dengan menggambar ulang sistem saluran greywater menuju unit pengolahan dengan mengacu pada SNI 8455:2017 dan SNI 8153:2015. Hasil yang didapatkan berupa besaran volume tampung greywater sebesar 6,8 m3 dan dimensi unit pengolahan greywater bak pengendap dengan ukuran 2 m x 1,1 m x 1 m, serta unit pengolahan SRAB berukuran 1,45 m x 1,1 m x 2 m. Selain itu didapatkan hasil kemiringan sistem penyaluran limbah greywater menuju unit pengolahan yaitu 1,1%. Beda elevasi jalur a-b dengan selisih 0,31 m, jalur b-c dengan selisih 0,73 m, jalur d-e dengan selisih 0,34 m, dan yang terakhir jalur e-f dengan selisih 0,43 m. Hasil redesign tersebut sudah sesuai standar yang diacu dan dapat menjadi alternatif instalasi pengolahan limbah greywater agar memenuhi baku mutu air limbah domestik.
OPTIMASI KINERJA LIFT PENUMPANG GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA Utami, Rini; Pradita, Rahayu; Budhi, Wahyu Satyaning; ., Rofi'i
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v13i2.3290

Abstract

Muhammadiyah University of Surabaya has a high-rise building used as an office and lecture building, one of which is a 13-storey Rectorate Building equipped an elevator as its main facility. Elevators used intensively by students, staff, and lecturers simultaneously at peak times resulted in elevators high load, so elevator performance was less optimal. Lack of optimum elevator performance affects the elevator's long wait times and generates queues for elevator users. This study aims to optimize the performance of the elevator according to the SNI 03-6573-2001 standard against the initial planning of the Rectorate Building elevator. The methods of research used range from literature studies, preliminary surveys, data collection, and processing. Calculation of elevator requirements parameters using speed and capacity benchmarks according to SNI 03-6573-2001. In the initial planning of the elevator Rectorate Building, it is planned to use 2 units with a speed of 96 mpm and a capacity of 14 people (1050 kg), resulting in wait times exceeding the standard of 1–5 minutes. The optimization result that has been calculated through the parameters of the elevator requirements is recommended using 3 units at 90 mpm speed and capacity for 26 people (1800 kg) yielding a waiting time of 59 seconds from the standard (40-90 seconds). Such optimization results are in accordance with the standard proposed and can be an alternative in the planning of elevators on high-rise buildings, in particular lecture buildings.
PENGARUH VARIASI WAKTU PEMERAMAN TERHADAP KUAT TEKAN BEBAS TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN ABU KAYU Dewi Nur Hayati; Budhi, Wahyu Satyaning
Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains Vol. 4 No. 1 (2025): Agustus 2025 - Jurnal Riset Teknik Sipil dan Sains
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/jriteks.v4i1.2025.30-37

Abstract

Tanah di Desa Sidorejo Purwoharjo merupakan jenis tanah lempung dengan nilai indeks plastisitas yang tinggi dan daya dukung rendah. Hal ini menyebabkan masalah pada infrastruktur, salah satunya keretakan pada rumah. Oleh sebab itu perlu dilakukan perbaikan sifat tanah dengan penambahan bahan stabilisasi, salah satunya menggunakan abu kayu. Tujuan penambahan abu kayu pada stabilisasi ini adalah untuk mengetahui pengaruhnya dalam nilai kuat tekan bebas. Penelitian ini menggunakan campuran abu kayu dengan persentase sebesar 15% dari berat tanah dan variasi waktu pemeraman yaitu selama 0 hari, 1 hari, 4 hari, 7 hari dan 14 hari. Hasil pengujian kuat tekan bebas, didapatkan nilai kuat tekan (qu) pada waktu pemeraman 0 hari sebesar 49,25 kN/m2. Setelah dilakukan penambahan variasi waktu pemeraman hingga 14 hari diperoleh kesimpulan bahwa abu kayu sebagai bahan stabilisasi dapat meningkatkan nilai kuat tekan bebas tanah. Nilai kuat tekan (qu) tertinggi dihasilkan pada campuran abu kayu 15% dengan variasi waktu pemeraman 7 hari yaitu sebesar 79,70 kN/m2.
Analisis Pengaruh Semen Dan Abu Sekam Padi Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung Ekspansif Wahyu Satyaning Budhi; Annisa Maharani
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/zy9cse15

Abstract

Tanah di Dusun Kedungdandang, Muncar, sebelumnya telah diidentifikasi sebagai tanah lempung ekspansif yang sangat sensitif terhadap perubahan kadar air serta memiliki sifat kembang susut yang besar, sehingga menyebabkan penurunan daya dukung dan kerusakan struktur seperti retak pada lantai dan dinding bangunan, oleh karena itu diperlukan upaya perbaikan tanah melalui proses stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semen dan abu sekam padi (ASP) terhadap sifat mekanis tanah lempung ekspansif dengan menggunakan 3% semen serta 6%, 8%, dan 10% abu sekam padi berdasarkan berat tanah. Hasil uji kuat tekan bebas (UCT) menunjukkan bahwa tanah asli memiliki nilai qu sebesar 28,62 kN/m², kemudian meningkat menjadi 55,08 kN/m² dengan penambahan 3% semen dan 6% ASP, menjadi 62,66 kN/m² dengan 3% semen dan 8% ASP, dan mencapai nilai tertinggi sebesar 86,98 kN/m² pada campuran 3% semen dan 10% ASP. Peningkatan nilai qu ini menunjukkan bahwa proses stabilisasi mampu memperbaiki sifat mekanis tanah melalui reaksi pozzolan, sehingga terbentuk struktur tanah yang lebih stabil dan memiliki daya dukung yang lebih tinggi.
Analysis of Road Damage Handling Priority Based on Pavement Condition (Case Study: National III Road, Kabat – Banyuwangi Segment) Budhi, Wahyu Satyaning; Utanaka, Ahmad; Chandra, Jimmy
Sebatik Vol. 29 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v29i2.2695

Abstract

Banyuwangi Regency is a leading tourism area designated as a National Tourism Strategic Area (KSPN), making the availability of adequate road infrastructure essential to support regional mobility and accessibility. However, traffic accidents have increased in recent years, particularly on the Jalan Nasional III segment from Kabat to Banyuwangi. This rise in accidents may indicate a correlation with the condition and performance of the road infrastructure. Therefore, a comprehensive evaluation of this segment is required, focusing on three main aspects, there are riding quality, pavement damage level, and drainage conditions as the basis for determining maintenance priorities. The study was conducted through field surveys, including measurements of Riding Quality, calculation of Total Distress Point (TDP), and assessment of drainage system performance in both directions. The analysis shows that the Kabat–Banyuwangi direction has several segments with low ride comfort (Poor), TDP values indicating light to medium maintenance needs, and some drainage points requiring maintenance. In contrast, the Banyuwangi–Kabat direction shows better and more stable conditions in terms of ride comfort, pavement damage, and drainage performance. These findings suggest that maintenance priorities should focus on the Kabat–Banyuwangi segments experiencing the most significant performance decline. This integrated evaluation approach is expected to provide a comprehensive basis for supporting more effective, efficient, and sustainable road maintenance decision-making.
The Impact of Cement and Rice Husk Ash on the Unconfined Compressive Strength of Expansive Clay Soil Budhi, Wahyu Satyaning; Annisa Maharani
International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering Vol. 2 No. 4 (2025): October: International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering.
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijmecie.v2i4.378

Abstract

The soil in Kedungdandang Hamlet, Muncar, has previously been identified as expansive clay that is highly sensitive to changes in moisture content and exhibits significant shrink–swell behavior, which leads to a reduction in bearing capacity and structural damage such as cracking in floors and walls, therefore, soil improvement through stabilization is required. This study aims to determine the effect of adding cement and rice husk ash (RHA) on the mechanical properties of expansive clay soil by using 3% cement and 6%, 8%, and 10% rice husk ash based on the weight of the soil. The results of the unconfined compressive strength (UCT) test indicate that the natural soil has a qu value of 28.62 kN/m², which increases to 55.08 kN/m² with the addition of 3% cement and 6% RHA, to 62.66 kN/m² with 3% cement and 8% RHA, and reaches the highest value of 86.98 kN/m² for the mixture containing 3% cement and 10% RHA. This increase in qu value indicates that the stabilization process improves the mechanical properties of the soil through a pozzolanic reaction, resulting in a more stable soil structure and a higher bearing capacity.
Perbandingan Penambahan Serat Baja Dramix 3D dan Polymer Kratos Microfiber Terhadap Sifat Mekanik Beton Ahmad Utanaka; Mohamad Galuh Khomari; Wahyu Satyaning Budhi; Jimmy Chandra; Mohammad Fadli
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/m1x0xv65

Abstract

Beton konvensional memiliki kelemahan mendasar pada kuat tariknya yang rendah. Penambahan serat menjadi solusi untuk meningkatkan kinerja mekanis beton. Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh penambahan dua jenis serat, yaitu baja Dramix 3D dan polimer Kratos Microfiber, terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Metode penelitian eksperimental dilakukan dengan membuat benda uji silinder beton dengan kuat tekan rencana 20 MPa. Variabel penelitian terdiri atas beton normal, beton dengan serat Dramix 3D (0,45% dan 1,25%), dan betun dengan serat Kratos Microfiber (0,45% dan 1,25%). Pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat Dramix 3D meningkatkan kedua sifat mekanis beton, dengan peningkatan optimal pada kadar 1,25% sebesar 6,10% untuk kuat tekan dan 5,12% untuk kuat tarik belah. Sebaliknya, serat Kratos Microfiber justru menurunkan kedua sifat tersebut, dengan penurunan terbesar hingga 15,05% (kuat tekan) dan 17,89% (kuat tarik belah) pada kadar 1,25%. Disimpulkan bahwa serat baja Dramix 3D lebih efektif digunakan sebagai tulangan tambahan, sementara penggunaan serat polimer Kratos Microfiber memerlukan kajian lebih lanjut mengenai proporsi optimalnya. Temuan ini penting sebagai pertimbangan dalam pemilihan material untuk meningkatkan kinerja struktural beton.
PENDAMPINGAN DESAIN EXISTING DAN DESAIN RENCANA PENGEMBANGAN BALAI DESA TAMBONG, BANYUWANGI Mohamad Galuh Khomari; M. Shofi’ul Amin; Ahmad Utanaka; Wahyu Satyaning Budhi; Catur Bejo Santoso; Megalita Rodiyani
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) Vol. 2 No. 3 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkmi.v2i3.789

Abstract

Desa Tambong merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Kebutuhan akan gambar bangunan dalam proses pembangunan sangatlah penting bagi desa khususnya perencanaan balai desa tambong. Tidak adanya gambar existing dan gambar rencana balai desa mengakibatkan terkendalanya prioritas pembangunan di balai desa tambong yang akan dilaksanakan di tahun berikutnya. Maka dari itu penting sekali pendampingan untuk pembuatan gambar existing dan rencana pengembangan balai desa demi melengkapi dokumen perencanaan masterplan balai desa tambong yang berupa Detailed Engineering Design (DED). Dengan tidak adanya tenaga ahli dari mitra Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa yang membidangi untuk melengkapi DED, maka penting sekali peran dari institusi khususnya Politeknik Negeri Banyuwangi untuk mendampingi dalam pembuatan dokumen gambar sebagai upaya pengabdian yang outputnya dapat dimanfaatkan di kemudian hari. Adapun tujuan pengabdian ini adalah untuk membantu melengkapi dokumen gambar existing dan gambar rencana balai desa tambong. Dan tahapan pelaksanaan pengabdian yaitu survei pendahuluan, melakukan pengukuran tapak bangunan existing, membuat gambar existing balai desa, membuat desain rencana yang dengan konsep berwawasan lingkungan berkearifan lokal. Kemudian dari hasil pendampingan didapatkan konsep desain balai desa yang seperti khas rumah osing tikel balung banyuwangi dengan penambahan material alam kayu sebagai kisi-kisi. Selain itu juga ditambah dengan ornamen batik “Gajah Oling” ciri khas batik banyuwangi.