Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MOTORIK

APAKAH SIKAP ORANG TUA MEMPENGARUHI PERILAKU JAJAN ANAK DI SEKOLAH Sri Handayani; Nur Wulan Agustina
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i1.227

Abstract

Perkembangan industri pangan menyebabkan timbulnya aneka ragam pangan di pasaran sehingga penyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama pada anak sekolah dasar kebiasaan jajan anak sekolah cenderung menjadi budaya keluarga. Banyak faktor yang menjadi predisposisi kebiasaan jajan jajan anak sekolah, diantaranya adalah faktor anak dan faktor orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sikap orang tua terhadap perilaku jajan anak di sekolah. Penelitian merupakan penelitian kuantitaf menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 74 anak sekolah dari SDN 1 Buntalan dan SDN 3 Buntalan. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kebiasaan jajan anak dan sikap orang orang tua terhadap makanan jajanan. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil analisis diperoleh nilai P(value) 0,019 < α(0,05) artinya adalah sikap orang tua mempengaruhi perilaku jajan anak di sekolah. Perkembangan industri pangan menyebabkan timbulnya aneka ragam pangan di pasaran sehingga penyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama pada anak sekolah dasar kebiasaan jajan anak sekolah cenderung menjadi budaya keluarga. Banyak faktor yang menjadi predisposisi kebiasaan jajan jajan anak sekolah, diantaranya adalah faktor anak dan faktor orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sikap orang tua terhadap perilaku jajan anak di sekolah. Penelitian merupakan penelitian kuantitaf menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sejumlah 74 anak sekolah dari SDN 1 Buntalan dan SDN 3 Buntalan. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kebiasaan jajan anak dan sikap orang orang tua terhadap makanan jajanan. Analisis data menggunakan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil analisis diperoleh nilai P(value) 0,019 < α(0,05) artinya adalah sikap orang tua mempengaruhi perilaku jajan anak di sekolah.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PENYAKIT DEGENERATIF KRONIK PADA LANSIA DI PUSKESMAS JOGONALAN I Ratna Agustiningrum; Sri Handayani; Angga Hermawan
MOTORIK Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/motorik.v16i2.286

Abstract

Menua merupakan suatu proses natural, penuaan akan terjadi pada semua sistem tubuh manusia dan tidak semua sistem akan mengalami kemunduran pada waktu yang sama. Meskipun proses menjadi tua merupakann gambaran yang univeral, namun tidak seorang pun mengetahui dengan pasti penyebab penuaan atau mengapa manusia menjadi tua pada usia yang berbeda – beda. Kondisi ini ditandai dengan terjadinya banyak penurunan baik secara fisik, maupun psikis. Terjadinya penurunan ini akan membuat lansia melakukan koping terhadap penurunan yang terjadi pada diri mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan penyakit degeneratif kronik pada lansia di Puskesmas Jogonalan I. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia yang memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Jogonalan I. Responden penelitian sebanyak 133 responden yang diperoleh dengan menggunakan non probability sampling jenis consecutive sampling yang sesuai dengan kriteria inklusi dalam penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisa data bivariat menggunakan uji Kendall Tau. Hasil penelitian terbanyak berjenis kelamin perempuan (58,6%), rerata usia 66,46 tahun. Hasil penelitian menunjukkan 47,4% lansia dengan status gizi kurang dan sebanyak 74,4% lansia memiliki penyakit degeneratif. Hasil uji Kendall Tau menunjukkan ada hubungan antara status gizi dengan penyakit degeneratif kronik pada lansia. (ρ=0,04; r = 0,234). Kesimpualn status gizi memiliki hubungan dengan penyakit degeneratif kronik pada lansia di Puskesmas Jogonalan I.