Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Perendaman Benih terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Pare Ambo pada Berbagai Jumlah Populasi dan Dosis Kompos Kaimuddin, Kaimuddin; Yassi, Amir; Iswoyo, Hari; Dermawan, Rahmansyah; Viligius, Viligius
Jurnal Agrivigor VOLUME 13 NOMOR 2, DESEMBER 2022
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v13i2.42967

Abstract

Pertanian masa kini tidak dapat dipungkiri bahwa telah ketergantungan akan penggunaan bahan-bahan agrokimia dibandingkan dengan pertanian yang bersifat organik. Hal ini dikarenakan karena banyak petani yang fokus akan tingginya produksi sehingga tidak memperhatikan akan dampak yang akan ditimbulkan, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengatasi tantangan dalam pengembangan budidaya varietas padi lokal serta penerapan pertanian organik yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh invigorasi benih, dosis kompos, serta jumlah populasi terhadap kualitas pertumbuhan dan produksi tanaman padi lokal Toraja. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Buntu Datu, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja selama 5 bulan dari bulan Januari sampai bulan Mei 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan petak-petak terpisah dengan faktor pertama yaitu dosis kompos sebagai petak utama, faktor kedua yaitu jarak tanam sebagai anak petak, dan faktor ketiga yaitu priming POC sebagai anak-anak petak. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat pengaruh yang nyata jika dilakukan interaksi antara perendaman benih, dosis kompos dan jumlah populasi terhadap pertumbuhan dan produksi padi Pare Ambo, namun jika diberi masing-masing perlakuan menunjukkan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi Pare Ambo. Perlakuan perendaman benih menghasilkan produksi tertinggi pada parameter jumlah gabah/malai sebesar 133,92 g, perlakuan jumlah populasi (35 x 35) menghasilkan produksi tertinggi pada parameter tinggi tanaman yakni 163,07 cm dan produksi per rumpun tertinggi yakni 66,74 g, dan perlakuan dosis kompos 6 ton/hektar menghasilkan pertumbuhan terbaik pada parameter tinggi tanaman yakni 163,07 cm dan pada parameter produksi/ petak yakni 11,15 kg.
Validasi dan Analisis Produksi Jagung (Zea mays L.) di Bawah Naungan Kelapa dengan Menggunakan Aplikasi DSSAT Bahrun, Abd. Haris; Ishak, Mahmud Saputra; Kaimuddin, Kaimuddin
Jurnal Agrivigor VOLUME 14 NOMOR 2, DESEMBER 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v14i2.42981

Abstract

Pemanfaatan lahan di bawah naungan kelapa sangat berpotensi untuk ditanami dengan tanaman sela seperti jagung. Namun, pertumbuhan jagung di bawah naungan kelapa berbeda-beda sehingga memerlukan analisis produksi jagung agar dapat meningkatkan produksi jagung secara efisien. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk melakukan validasi terhadap model tanaman jagung dan melakukan analisis produksi jagung di bawah naungan tanaman kelapa. Penelitian ini menggunakan aplikasi DSSAT (Decision Support System for Agrotechnology Transfer) pada sistem komputer windows. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari hasil penelitian di Balitsereal dan data dari Staklim Sulsel Kab. Maros. Data yang digunakan berupa data manajemen tanam, data tanah, data iklim harian dan data pengukuran tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi model tanam yang diuji menggunakan RMSEn memberikan nilai 2,6% untuk parameter ADAP dan 11% untuk parameter HWAM. Simulasi produksi jagung dibawah naungan kelapa berumur 5, 20 50 tahun dan tanpa naungan kelapa didapatkan berturut-turut 2609, 678, 3795 dan 5430 (kg[dm] ha-1). Kesimpulan penelitian ini adalah hasil validasi model termasuk dalam ketogori sangat baik dan baik. Hasil analisis produksi jagung di bawah naungan kelapa didapatkan penurunan hasil yang siginfikan berdasarkan umur tanaman kelapa.
Respon Pakcoy (Brassica rapa L.) Pada Pemberian Biochar Sekam Padi dan Pupuk Organik Cair Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Mantja, Katriani; Kaimuddin, Kaimuddin; Sukmawati , Sukmawati
Jurnal Agrivigor VOLUME 15 NOMOR 1, JUNI 2024
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v15i1.43235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mempelajari pengaruh pemberian biochar sekam padi dan pupuk organik cair kirinyuh pada pertumbuhan tanaman pakcoy. Penelitian ini dilakukan di Green House Central of Exllence Perbenihan, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, pada Agustus sampai Desember 2022. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu komposisi biochar sekam padi yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, 1:1, 2:1, dan 1:2. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair kirinyuh yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, 10 mL/L air, 20 mL/L air, dan 30 mL/L air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara biochar sekam padi dan pupuk organik cair kirinyuh pada semua parameter. Pengaplikasian media tanam tanah dan biochar dengan komposisi (1:1) memberikan hasil terbaik pada jumlah daun (14,64 helai), luas daun (69,33 cm2), bobot basah tajuk (77,11 g), bobot kering tajuk (2,61 g), dan bobot basah akar (1,47 g). Pemberian pupuk organik cair kirinyuh tidak memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan.
Hubungan Faktor Penggunaan Air Minum dengan Kejadian Stunting di Kelurahan Sapanang Kabupaten Pangkep: The Relationship between Drinking Water Use Factors and the Incidence of Stunting in Sapanang Village, Pangkep Regency Kaimuddin, Kaimuddin; Ikhtiar, Muhammad; Baharuddin, Alfina
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1942

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Air minum yang tidak memenuhi syarat berasal dari sumber tidak memenuhi syarat, jarak sumber air terlalu dekat dengan jamban, air yang tidak di olah sebelum dikonsumsi dapat menyebabkan penyakit infeksi pada anak yang berakibat terhambatnya penyerapan nutrisi. Hal ini terjadi karena air mengandung mikroorganisme patogen dan bahan kimia lainnya, menyebabkan anak mengalami penyakit diare dan EED. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan antara sumber air minum dan kejadian stunting di Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan case-control. Sampel terdiri dari 126 balita, yang terdiri dari 63 balita stunting (kasus) dan 63 balita non-stunting (kontrol) yang dipilih secara acak sederhana (simple random sampling). Data primer diperoleh melalui kuesioner terkait sumber air minum, sementara data sekunder didapatkan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep. Analisis data mencakup analisis univariat untuk distribusi sampel, analisis bivariat dengan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antar variabel, serta analisis multivariat untuk menentukan faktor dominan. Hasil: Kelayakan sumber air minum tidak ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p-value = 0,821; OR = 0,814), lokasi sumber air minum tidak ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p-value = 1,000; OR = 1,105) akses sumber air minum memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p = 0,035; OR = 2,459), kualitas bakteriologis sumber air minum tidak ada hubungan signifikan dengan kejadian stunting (p-value = 0,476; OR = 0,678). ABSTRACT Background: Drinking water that does not meet the requirements comes from an unqualified source, the distance of the water source is too close to the toilet, water that is not treated before consumption can cause infectious diseases in children which results in the inhibition of the absorption of nutrients. This happens because water contains pathogenic microorganisms and other chemicals, causing children to experience diarrhea and EED. Objective: To analyze the relationship between drinking water sources and the incidence of stunting in Sapanang Village, Bungoro District, Pangkajene and Islands Regency. Method: This study used an observational design with a case-control approach. The sample consisted of 126 toddlers, consisting of 63 stunted toddlers (cases) and 63 non-stunted toddlers (controls) selected by simple random sampling. Primary data were obtained through questionnaires related to drinking water sources, while secondary data were obtained from the Pangkep District Health Office. Data analysis included univariate analysis for sample distribution, bivariate analysis with the chi-square test to identify relationships between variables, and multivariate analysis to determine dominant factors. Results: The feasibility of drinking water sources has no significant relationship with the incidence of stunting (p-value = 0.821; OR = 0.814), the location of drinking water sources has no significant relationship with the incidence of stunting (p-value = 1.000; OR = 1.105), access to drinking water sources has a significant relationship with the incidence of stunting (p = 0.035; OR = 2.459), bacteriological quality of drinking water sources has no significant relationship with the incidence of stunting (p-value = 0.476; OR = 0.678).
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Kurikulum 2013 Kaimuddin, Kaimuddin
Dinamika Ilmu Vol 14 No 1 (2014): Dinamika Ilmu, 14(1), June 2014
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.071 KB) | DOI: 10.21093/di.v14i1.7

Abstract

The implementation of character education in formal educational environments have effective influence in addressing the phenomenon of anarchism, the imposition of the will, brawl learners, the proliferation of drug dealers and users, environmental crisis, a moral crisis, and various other social fatologi tendencies. Formal education is an education system that is organized, purposeful, and measurable. Curriculum 2013 orientates and emphasizes on the strengthening of the moral, affective, and value of the concept of KI-1 (spiritual attitude), KI-2 (social attitudes), KI-3 (knowledge), and KI-4 (application of knowledge). Implementation of character education in the Curriculum in 2013 can be developed by integrating cognitive, affective, and psycho-motoric aspects. In addition, to encourage and facilitate the realization of synergies between formal, non-formal and informal education, and encourage teachers to continue to improve the competence and their role model is another form of implementation of Curriculum 2013.
Aplikasi Konsentrasi Pupuk Organik Eco-Farming dan Anorganik Terhadap Peningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Ramli, Ramli; Kaimuddin, Kaimuddin; Rachmat, Rachmat; Hamzah, Pratiwi; Dahlan, Dahlan; Parawansa, Ismaya Nita Rianti
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 25 No 1 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v25i1.3832

Abstract

Food crop commodities, especially rice, are needed by the people of Indonesia because they are a staple food. Food security is a requirement to produce healthy food. This study aims to analyze the effect of eco farming organic fertilizers and NPK on increasing the growth and production of rice plants. This research was carried out in Romanglompoa Village, Bontomarannu District, Gowa Regency. This research activity took place from February to September 2022. This research was designed using a Split Plot Design consisting of two factors. The first factor used as the main plot was inorganic namely 0% inorganic, 25% inorganic and 50% inorganic, and the second factor which was used as a subplot was Eco farming, Eco farming 25 ml, Eco farming 50 ml, and Eco farming 75 ml. These two factors were combined so that there were 9 treatment combinations. Each treatment series was repeated four times so that there were 36 treatments. The results showed that the 50 ml eco farming treatment showed the highest results on plant height (117.5 cm), panicle length (25.78 cm), rice grain (84.04 grains), number of seeds (122.63 grains), weight seeds (43.16 g), and the weight of 100 seeds (3.17 g). 50% inorganic treatment and 50 ml eco farming showed the highest results compared to other treatments.
TRI-PO: PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DALAM MENGELOLA LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PUPUK ORGANIK UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN PADI Daud, Itji Diana; Kuswinanti, Tutik; Kaimuddin, Kaimuddin; Hikmahwati, Hikmahwati; Gassing, Satriani
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 10 No. 3 (2025): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 10 NO. 3 APRIL 2025
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v10i3.42325

Abstract

Tanaman Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman pokok di Indonesia. Rendahnya produktivitas padi di Indonesia belum mencapai potensi panennya. Sebagai upaya peningkatan produksi tanaman padi, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang merupakan salah satu cara hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk pelatihan yang bertujuan untuk memberi pengetahuan dan teknologi baru kepada petani, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman dan menaikkan taraf hidup petani menjadi lebih sejahtera dalam hal perekonomian. Peserta pelatihan sebagai mitra kegiatan pengabdian ini adalah kelompok Tani Mangngu’rangi, Desa Manjapai, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Juli 2024. Metode pelatihan mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi langsung, dan demplot. Hasil panen pada demplot menunjukkan kenaikan produksi sebanyak 7.5 ton/ha dibandingkan produksi  sebelum pelatihan dimana petani memproduksi padi sebanyak 6,5 ton/ha. Peserta sangat antusias dan siap menerapkan teknologi ini. Pelatihan ini diharapkan memperkuat kemampuan petani dalam adopsi teknologi pembuatan pupuk organik dan meningkatkan produksi tanaman padi sebanyak 1 ton/ha. Kata kunci: Peningkatan produksi, pupuk organik, pengabdian kepada masyarakat. ABSTRACT Rice (Oryza sativa L.) is one of the staple crops in Indonesia. The low productivity of rice in Indonesia has not reached its harvest potential. As an effort to increase rice production, community service activities (PKM) are carried out which are one way to downstream the results of university research. PKM activities are carried out in the form of training which aims to provide new knowledge and technology to farmers, so as to increase crop production and raise the standard of living of farmers to become more prosperous in terms of the economy. The training participants as partners of this service activity were the Mangngu'rangi Farmer Group, Manjapai Village, Bontonompo District, Gowa Regency, South Sulawesi, Indonesia. The training was conducted in July 2024. Training methods included lectures, discussions, hands-on demonstrations, and demonstration plots. The yield on the demonstration plot showed an increase in production of 7.5 tons/ha compared to the production before the training where farmers produced 6.5 tons/ha of rice. Participants were very enthusiastic and ready to apply this technology. This training is expected to strengthen farmers' ability to adopt organic fertilizer technology and increase rice production by 1 ton/ha. Keywords: Increased production, organic fertilizer, community service.
Website-based Academic Performance Monitoring and Evaluation Information System at IAIN Palopo Rosdiana, Rosdiana; Arifanti, Dwi Risky; Kaimuddin, Kaimuddin; Mukramin, Mukramin
Jurnal Media Elektro Vol 14 No 1 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jme.v0i0.20533

Abstract

The State Islamic Institute of Religion (IAIN) Palopo uses Monitoring and Evaluation (Monev) to evaluate internal performance in all fields based on their respective work programs that have been formulated in Work Meetings. The Monev determined consists of two, namely Academic Monev and non-Academic Monev. The results of monitoring and evaluation are in the form of very valuable information for leaders or office holders to make improvements to all implementations of work programs that have been determined. The design of this website-based Monev information system is limited to academic Monev with the aim of being accessible anytime and anywhere, so that monitoring and checking by leadership can be carried out to measure the quality of the program that has been implemented. The academic monitoring and evaluation that has been designed is limited to PPL/PLP issues, Graduation activities and Implementation of Real Work Lectures (KKN). The implementation of this academic monitoring and evaluation information system makes it easier for clients to respond and respond to work programs that have been implemented so that they can become an evaluation reference for leadership.
PERAN DAN STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN DALAM PENINGKATAN PRODUKSI KELAPA (Cocos nucifera) UNTUK MENDUKUNG PROGRAM KAMPUNGKELAPA MAJENE Muhsin, Muhsin; Kaimuddin, Kaimuddin; Arsyad, Muhammad; Amran, Arman
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4046

Abstract

This research aims to identify the main structures and actors in strengthening existing coconut development institutions in Majene in support of the Majene Coconut Village Program and determining strategic programs to increase coconut production in Majene Regency. This research will be carried out in Majene Regency, West Sulawesi. This research uses Interpretative Structural Modeling (ISM) analysis which functions to formulate complex policy structures based on elements, formulate a hierarchy of relationships between elements, and classify elements into 4 quadrants (autonomous, independent, dependent, and linkage). The result is that the institutions that are key actors in increasing coconut production in Majene Regency are farmer groups/gapoktan, the Livestock and Plantation Agriculture Service, coconut farmers and agricultural extension workers. Then the key programs to increase coconut production are extending plantation land, increasing human resources for extension workers, providing access to capital and standardizing coconut products and their derivatives. The three key programs to increase coconut production also have links with key actors. The extension program is a mandatory program for the Livestock and Plantation Service, with one of its activities being holding field schools. Apart from that, the program to increase human resources for extension workers as a key program is considered very relevant to the conditions faced by extension workers in Majene because the Department of Agriculture, Livestock and Plantation has limited human resources to carry out extension work, they need help from agricultural instructors but are hampered by background knowledge and differences. main duties. Based on institutional analysis, the role of agricultural institutions can be identified in increasing coconut production in various aspects. First, social and institutional roles play a role in forming coordination flows between institutions so that the implementation of programs to increase coconut production can be well organized and achieve targets. Apart from that, institutions also play a role in empowering farmer groups so as to raise their motivation, awareness and involvement in extension activities which will ultimately increase cocoa production through the implementation of GAP. Furthermore, regarding the economic role, institutions play a role in providing production inputs to farmer groups which can have a direct impact in increasing production as well as providing a market for farmers to sell their cocoa through partnerships with companies and NGOs. Then regarding the role of the environment, agricultural institutions strive to cultivate cocoa which produces large and sustainable production through the use of organic fertilizers and pesticides. Keywords: Strategy, improvement, production, coconut IntisariPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi struktur dan aktor utama dalam penguatan kelembagaan pengembangan kelapa yang ada di Majene dalam mendukung Program Kampung Kelapa Majene dan menentukan program strategis untuk meningkatkan produksi kelapa di Kabupaten Majene. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan analisis Interpretative Structural Modelling (ISM) yang berfungsi untuk merumuskan struktur kebijakan yang kompleks berdasarkan elemen, merumuskan hierarki hubungan antar elemen, dan mengklasifikasikan elemen ke dalam 4 kuadran (autonomous, independent, dependent, dan linkage). Hasilnya adalah lembaga yang merupakan aktor kunci dalam meningkatkan produksi kelapa di Kabupaten Majene adalah kelompok tani/gapoktan, Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan, petani kelapa dan penyuluh pertanian. Kemudian program kunci untuk meningkatkan produksi kelapa adalah ekestensifikasi lahan perkebunan, peningkatan SDM penyuluh, penyediaan akses terhadap modal dan standarisasi produk kelapa dan turunannya. Ketiga program kunci untuk meningkatkan produksi kelapa juga memiliki keterkaitan dengan aktor kunci. Program penyuluhan adalah program wajib bagi Dinas Peternakan dan Perkebunan dengan salah satu kegiatannya yakni mengadakan sekolah lapang. Selain itu, program peningkatan SDM penyuluh sebagai program kunci dinilai sangat relevan dengan kondisi yang dihadapi penyuluh di Majene dikarenakan pihak Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan memiliki SDM yang terbatas untuk melakukan penyuluhan, mereka membutuhkan bantuan dari penyuluh pertanian akan tetapi terkendala dengan latar belakang pengetahuan dan perbedaan tupoksi. Berdasarkan analisis kelembagaan, maka dapat diidentifikasi peran kelembagaan pertanian untuk meningkatkan produksi kelapa dalam berbagai aspek. Pertama, peran sosial, kelembagaan berperan dalam membentuk alur koordinasi antar lembaga sehingga pelaksanaan program untuk meningkatkan produksi kelapa dapat terorganisir dengan baik dan mencapai sasaran. Selain itu, kelembagaan juga berperan dalam memberdayakan kelompok tani sehingga membangkitkan motivasi, kesadaran, dan keterlibatan mereka dalam kegiatan penyuluhan yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi kakao melalui penerapan GAP. Selanjutnya pada peran ekonomi, kelembagaan berperan dalam menyediakan input produksi kepada kelompok tani yang dapat memberikan dampak langsung dalam peningkatan produksi serta memberikan pasar bagi petani untuk menjual kakaonya melalui kemitraan dengan perusahaan dan LSM. Kemudian pada peran lingkungan, kelembagaan pertanian mengupayakan budidaya kakao yang menghasilkan produksi yang banyak serta berkelanjutan melalui penggunaan pupuk dan pestisida organik. Kata Kunci : Strategi, peningkatan, produksi, kelapa
The Influence of Characteristics and Institutions on the Empowerment of Cocoa Agribusiness Farmer Groups in South Sulawesi, Indonesia Bulkis, Sitti; Kaimuddin, Kaimuddin; Astari, Asti
Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ae.84729

Abstract

Agricultural development, specifically cocoa agribusiness, is largely determined by the human resource. When human resources possess high motivation, creativity, and the ability to develop innovation, agricultural development is significantly improved. This phenomenon shows the necessity to strive for empowerment of farmer for capacity improvement. Therefore, this study aimed to (1) describe the level of empowerment of individual farmer and their groups, and (2) analyze influence of individual characteristics of farmer, groups, and the role of counseling in empowerment of groups member. The analysis was carried out in Soppeng Regency, South Sulawesi, Indonesia, using a combined quantitative and qualitative design. A total of 70 respondents and 12 informants were included, consisting of farmer groups administrator, extension workers, and heads of estate services. Data collection was carried out through surveys and in-depth interviews. Meanwhile, data processing and analysis for this study used Structural Equation Modeling (SEM) Partial Least Square (PLS).  The results showed that both farmer and groups empowerment were mostly in the medium category. Furthermore, characteristics of individuals, farmer groups, and the role of counseling significantly affected empowerment of members, including groups. Empowerment of farmer groups also influenced the success of cocoa agribusiness. These results showed that the development of cocoa agribusiness required high empowerment of individual farmer and groups as farmer institutions.